Saturday, June 11, 2022

RPP PJOK KELAS 7 SMS GANJIL

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

   SatuanPendidikan         :   S M P N 

   Kelas/Semester               :  VII / 1 (Ganjil )

Mata Pelajaran              :  Pendikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan          

Tema/Topik                    :  Teknik Dasar Sepak Bola/ Menggiring bola kaki bag.Luar

Pertemuan ke                 :  1      

Waktu                             :  3 x 40 menit ( 1 x pertemuan )

 

A. Kompetensi Inti :           

1.    Menghargai dan menghayati ajaran agam yang dianut.

2.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong) santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3.    Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,  seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4.    Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar :               

2.1  Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang dianut dalam melakukan aktivitas jasmani, permainan, dan olahraga.

2.2  Berperilaku sportif dalam bermain.

2.3  Bertanggung jawab dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran serta men jaga keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar.

2.4  Toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik

2.5  Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.

2.6  Memahami pengetahuan modifikasi teknik dasar permainan bola besar.

2.7  Memahami konsep keterampilan gerak fundamental permainan bola besar.

2.8  Mempraktikkan modifikasi teknik dasar permainan bola besar dengan  menekankan gerak dasar fundamentalnya

C. Indikator Pencapaian Kompetensi :

2.1.1 Melakukan doa sebelum memulai pembelajaran .

2. 1.2 Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.

2.1.3 Menunjukkan sikap disiplin selama mengikuti pembelajaran .

2.1.4 Menjelaskan teknik dasar menggiring dalam permainan sepak bola.

2.1.5 Melakukan/mempraktekkan teknik dasar menggiring dalam permainan sepak bola .

 

D.  Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan peserta didik dapat:

1.         Membiasakan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

2.         Menunjukkan sikap sportif dalam bermain.

3.       Menunjukkan sikap disiplin selama mengikuti pembelajaran.

4.         Melakukan sikap awal menggiring dengan kaki bagian luar dengan benar

5.         Melakukan sikap perkenaan bola pada saat menggiring dengan kaki luar dengan benar

 

E.  Materi Pembelajaran :

  1. Tehnik menggiring bola.

Menggiring bola adalah salah satu karakteristik sepak bola yang dominan. Tujuan utama menggiring bola adalah untuk secara umum tujuan menggiring bola adalah melewati lawan, mendekati sasaran, mengecoh lawan, dan merubah irama permainan lawan. Macam dari tehnik menggiring bola meliputi :

a. menggiring dengan kaki bagian dalam,

b. menggiring dengan kaki bagian luar

c. menggiring dengan punggung kaki

            Elemen dasar dalam pelaksanaan melakukan teknik menggiring menggunakan kaki bagian luar  yang baik adalah : a). Salah satu kaki sebagai tumpuan pada saat menggiring bola b).Posisi badan sedikit condong ke depan c).Pandangan mata mengarah ke bola dan kedepan d).Perkenaan Bola tepat pada kaki bagian  luar sebanyak mungkin e).laju arah bola ke depan selalu dalam pengusaan salah satu kaki bagian luar.

  1. Pembelajaran menggiring bola dengan kaki bagian luar

Cara melakukannya adalah sebagai berikut:

a) Berdiri sikap melangkah, dengan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.

b) Badan condong ke depan.

c) Letakkan bola di depan kaki kiri bagian dalam segaris dengan kaki kanan.

d) Bola ditendang dengan menggunakan kaki kanan bagian luar dengan perlahan-lahan  sehingga bola bergulir perlahan ke depan.

e) Lakukan gerakan tersebut berulang-ulang hingga kamu dapat mengontrol jalannya bola. Setelah lancar menggunakan kaki kanan, sekarang coba lakukan dengan menggunakan kaki bagian kiri.

3. Bentuk-bentuk Pembelajaran Teknik Menggiring Bola

a) Pembelajaran menggiring bola berpasangan dan berhadapan dengan jarak kurang lebih 5 – 7 meter.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut:

(1) Berdiri berhadapan dengan jarak 5 – 7 meter dari temanmu.

(2) Lalu kamu menggiring bola menggunakan kaki kanan bagian dalam dan luar ke arah temanmu dan mengoperkan ke temanmu.

(3) Kemudian temanmu menggiring bola kembali ke posisi awal kamu berdiri.

(4) Selama pembelajaran ini coba kamu saling mengamati dan memberikan saran perbaikan dengan temanmu. Setelah lancar menggunakan kaki kanan, coba lakukan gerakan yang sama dengan menggunakan kaki kiri.

Gambar 1.16 Pembelajaran menggiring bola dengan berpasangan dan berhadapan

b) Pembelajaran menggiring bola dengan berlari berantai memutar bendera dalam

bentuk kelompok.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

(1) Pasangkan sebuah bendera di lapangan permainan.

(2) Setelah itu berdiri dengan jarak 7 – 10 meter menghadap ke bendera.

(3) Lakukan gerakan menggiring bola dengan menggunakan kaki kanan bagian

dalam dan luar secara bergantian, sesampai di bendera berputar kembali ke titik awal.

(4) Setelah lancar menggunakan kaki kanan, lakukan gerakan yang sama dengan menggunakan kaki kiri.

(5) Variasikan pembelajaran ini dengan memvariasikan menggiring bola dengan menggunakan kaki kanan dan kiri secara bergantian. Selama pembelajaran, coba rasakan perkenaan bola dengan kaki dan kekuatan yang digunakan untuk menggiring bola.

Gambar 1.17 Pembelajaran menggiring bola dengan sambil berlari berantai

c) Pembelajaran menggiring bola mengikuti gerakan teman yang di depan

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

(1) Carilah teman secara berpasang-pasangan (satu di depan dan satu di belakang).

(2) Kemudian menggiring bola dan temanmu mengikuti dari belakang.

(3) Menggiring bola dapat dilakukan dengan menggunakan kaki bagian dalam dan

kaki bagian luar secara bergantian.

(4) Teman yang dibelakangmu berusaha merampas bola yang kamu giring/kuasai.

(5) Apabila bola tersebut berhasil bersentuh oleh temanmu, maka giliran teman

yang menggiring bola.

(6) Lakukan pembelajaran ini berulang-ulang dengan waktu 3 – 5 menit.

Gambar 1.18 Pembelajaran menggiring bola dengan mengikuti gerakan teman

 

d) Pembelajaran lomba dalam menggiring bola melewati bendera yang dipasang zig-zag.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

(1) Buatlah tiga kelompok yang jumlah pemainnya sama banyak.

(2) Pancangkanlah bendera 5 buah bendera dengan jarak 1 – 1,5 meter.

(3) Kemudian masing-masing kelompok berdiri berbaris berbajar menghadap

bendera yang dipasang 15 – 20 meter di depannya.

(4) Setelah ada aba-aba dimulai, pemain yang paling depan menggiring bola ke depan

dengan zig-zag sampai bendera terakhir dan berbalik arah ke bendera pertama.

(5) Pemenangnya adalah kelompok yang terlebih dahulu menyelesaikan aktivitas

menggiring bola, tanpa melakukan kesalahan.

Coba diskusikan dengan teman, cara menggiring bola yang bagaimana paling

baik dilakukan dalam menyelesaikan menggiring bola.

Gambar 1.19 Pembelajaran menggiring bola dengan melewati bendera yang dipasang zig-zag

e) Bermain sepakbola dengan sederhana

Peserta didik telah mempelajari teknik menendang, mengontrol dan menggiring bola. Sekarang coba terapkan dalam permainan sepakbola dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi dengan teman-teman.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

(1) Jumlah pemain 12 orang (untuk dua tim) masing-masing 6 pemain untuk satu tim.

(2) Pada garis lapangan dipasang gawang atau tiang bendera kecil.

(3) Lapangan yang dapat digunakan adalah lapangan basket atau bolavoli yang memiliki garis tengah.

(4) Tiap tim menempatkan 3 pemain penyerang pada daerah lapangan lawan dan 2 pemain bertahan pada daerah lapangan sendiri.

(5)Setiap pemain berusaha mempertahankan gawangnya dan melakukan serangan.

(6) Pemain bertahan dan penyerang hanya boleh bergerak di daerah yang ditempatinya.

(7) Bila pemain bertahan dapat merebut bola segera berikan operan pada temannya yang ada di daerah lawan.

(8) Tim dianggap menang apabila dapat memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin.

(9) Waktu permainan untuk setiap tim 10 – 15 menit.

F.   MetodePembelajaran.

1.      Pendekatan: saintifik (scientific)

  1. Metode: penugasan.

 

G.  Kegiatan Pembelajaran.

 

 

KEGIATAN

DISKRIPSI

WAKTU

Pendahuluan

·       Berbaris, berdoa, presensi, dan apersepsi

·       Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran

(alokasi waktu ini sudah memperhitungkan waktu peralihan dari mapel lain)

 

15 menit

inti

Ø  Pemanasan dengan pendekatan bermain menggiring tangkap bola besar serta peregangan statis dan dinamis.

Ø  Guru mendemonsrasikan gerakan menggiring dengan kaki bagian luar dengan bantuan beberapa peserta didik

Ø  Peserta didik mengamati gerakan yang dilakukan oleh guru

Ø  Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya tentang gerakan yang di demonstrasikan oleh guru

Ø  Peserta didik diberi kesempatan untuk mencoba gerakan yang di demontrasikan oleh guru yaitu teknik dasar menggiring, dengan urutan sebagai berikut :

Ø Rincian tehnik menggiring :

Teknik menggiring kaki bagian luar

Teknik dasar menggiring Bola dengan menggunakan kaki bagian luar  yang baik adalah : a). Salah satu kaki sebagai tumpuan pada saat menggiring Bola b).Posisi badan sedikit condong ke depan c).Pandangan mata mengarah ke Bola dan kedepan d).Perkenaan Bola tepat pada kaki bagian  luar sebanyak mungkin e).laju arah bola ke depan selalu dalam pengusaan salah satu kaki bagian luar

 

1.                                                                                                                   3. Menggiring dengan pung         

2.                                                                                                                   4. Menggirin

85 menit

 

Ø Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model    resiprokal/timbal-balik

Ø Kelas dibagi menjadi 4 kelompok

Ø Siswa mengambil bahan ajar yang disiapkan oleh guru, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap kelompok.

Ø Siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya

Ø Siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali melakukan teknik dasar menggiring, seterusnya dilakukan secara bergantian sampai semua anggota kelompok melakukan tehnik menggiring  dan yang lain menjadi pengamat

Ø Siswa melaksanakan tugas gerak, dan menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan.

Ø Bermain sepak bola dengan menerapkan apa yang telah dipelajari

 

 

Penutup

Ø Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan bubar (alokasi waktu ini sudah memperhitungkan persiapan mengikuti mapel lain)

Ø Melakukan refleksi dengan tanya jawab kepada peserta didik

Ø Menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran

20 Menit

 

H.  SumberBelajar

-          Ruang terbuka yang datar dan aman

-          Bola, rompi

-          Buku teks

-          Buku referensi, Buku Pegangan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, Kemdikbud

F.  Penilaian

      1.   Teknik penilaian:

-       Tes unjuk kerja (keterampilan): 

Lakukan teknik dasar menggiring

Keterangan: PERLU KRITERIA

PENGENALAN PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK USIA DINI


Manfaat pengenalan pendidikan agama pada anak sejak usia dini cukuplah besar. Hal ini dibuktikan dengan beberapa fakta yang terkait dengan pengenalan pendidikan agama sejak dini mempunyai manfaat yang besar antara lain:
1)    Usia 3-5 tahun termasuk masa yang amat menentukan
perkembangan kepribadian anak. Pada usia balita anak masih banyak bertindak daripada berfikir, menjajagi, mencari tahu, menciptakan, dan sebagainya. Pada usia awal anak, pendidikan tingkah laku lebih penting dibanding ilmu. Islam mengajarkan ibu untuk menyusui anaknya selama 2 tahun, disitulah penanaman nilai-nilai baik. Dari segi ilmu kedokteran, usia 0-12 tahun adalah saat penting dalam perkembangan    otak    anak.
2)    Menurut Benyamin Spock, usia 0-12 tahun merupakan masa
emas     anak untuk dirangsang intelektual dan kreativitasnya, karena 80% perkembangan anak ditentukan pada usia tersebut. Penelitian mutakhir tentang otak, anak-anak cenderung berkembang lebih positif bila otaknya (kiri dan kanan) intensif dirangsang. Dari uraian tersebut bisa disimpulkan, niali-nilai agama selayaknya diperkenalkan sejak usia bayi dan dengan intensitas yang tinggi sampai dengan usia 12 tahun.
3)    Penelitian Universitas Erasmus Rotterdam (1989), misalnya menemukan bahwa pelajar setingkat lanjutan pertama dan atas yang sehari menonton televisi sampai 4 - 5 jam ternyata punya minat baca rendah. Mereka cenderung hanya membaca buku-buku wajib karena sebagian besar waktunya tersita oleh acara-acara televisi. Sementara itu, penelitian Carlsson Peige dan Lesley di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa penayangan film seri Power Ranger di televisi menyebabkan anak-anak menjadi agresif. Anak-anak menjadi sering terlibat baku hantam dengan sesamanya, bahkan sampai menyebabkan korban tewas. Studi lain menemukan bahwa anak-anak yang banyak menonton adegan kekerasan dalam televisi pada usia 8 tahun memiliki kecenderungan lebih tinggi melakukan kejahatan kekerasan pada usia 30 tahun, termasuk memukul anak-anaknya sendiri.
4)    Di AS, Inggris dan Australia, waktu yang dihabiskan anak sekolah untuk menonton acara televisi rata-rata 3 jam sehari atau 20 - 25 jam perminggu. Itu hampir sama lamanya dengan kewajiban mereka untuk belajar (Kompas, 19/4/95). Di kalangan anak prasekolah, lama anak nonton televisi lebih banyak lagi, 26,3 jam perminggu di mana tiga jam diantaranya tayangan iklan.
Di Indonesia kendati belum ada penelitian yang berskala nasional, diperkirakan polanya kurang lebih sama. Sepanjang film dan acara televisi memiliki muatan edukatif yang positif bagi perkembangan psikologis anak, barangkali waktu luang anak yang sebagian besar dimanfaatkan untuk menonton televisi tidak menjadi soal. Namun masalahnya berkembang agak lain ketika banyak orang menilai dan merasa bahwa adegan yang ditayangkan ternyata lebih banyak yang tidak Islamy (bersifat anti sosial, mengajarkan kemusyrikan, mengumbar aurat, pergaulan bebas dan sebagainya). Disamping itu, diyakini televisi tidak hanya mempengaruhi perubahan pola konsumsi anak, tapi disinyalir juga menyebabkan berbagai perubahan perilaku lain pada anak, seperti menurunnya minat baca dan memicu munculnya berbagai aksi kekerasan pada anak.
Pengenalan pendidikan agama pada anak sejak usia dini memiliki beberapa manfaat, diantaranya:
1)    Terbentuknya kepribadian muslim yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, dan terampil dalam beramal, agar ia kelak mampu hidup dalam suasana persaingan hidup yang semakin kompetitif tanpa kehilangan identitas dan jati dirinya sebagai seorang muslim
2)    Dapat memberikan perencanaan yang jelas perihal masa depan mereka
3)    Dapat menyelamatkan anak dari keruntuhan moral
4)    Menanamkan benteng keimanan dan ketaqwaan yang kokoh
serta pedang keilmuan yang tajam., dan
5)    Anak bisa menjadi orang yang nantinya bermanfaat bagi orang lain.

METODE-METODE DALAM MENGENALKAN PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK


1.    Memberikan Contoh Keteladanan.
Supaya anak bisa membaca Al-Quran orang tua atau keluarga memberikan contoh dengan rutin baca Al-Qur’an. Supaya anak selalu menjaga kebersihan, orang tua atau keluarga membiasakan menaruh dan membuang sampah pada tempatnya. Dan contoh-contoh lainnya

2.    Menerapkan pertahapan dan pembiasaan
Sebagai implikasi dari pandangan Al-Quran tentang proses pertumbuhan dan perkembangan jiwa manusia, Al-Quran dalam petunjuk-petunjuknya menjadikan pentahapan dan pembiasaan sebagai salah satu ciri sekaligus metode guna mencapai sasaran.
Menggunakan alat peraga untuk menyampaikan pendidikan agama, agar menyatu dengan kehidupan sehari-hari, sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
Mengusahakan suatu lingkungan yang kaya akan rangsangan, yaitu dengan menyediakan aneka ragam bahan dan sarana prasarana yang dapat merangsang semua alat indranya: penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dll. Anak belajar mengenal lingkungan melalui indranya (visual, auditorial dan kinestetikal).
3.    Menerapkan Watak Positif
Bisa dilakukan dengan:
a).    Fleksibilitas, kemampuan untuk melihat adanya alternatif-alternatif pemecahan masalah, keterbukaan: Suasana keterbukaan menghasilkan sikap demokrasi dan terbuka.
b). Ketegasan, era globalisasi menghadapkan kita pada banyak pilihan yang menuntut kita untuk bertindak tegas (bukan kasar). Ketegasan perlu dibatasi oleh etika dan prinsip agama.
c). Percaya diri untuk berinisiatif, kompetisi merupakan ciri globalisasi, menuntut kita memiliki percaya untuk berinisiatif, toleransi kepada ketidakpastian yaitu sesuatu selalu berubah dan hanya Allah yang konstan, kemandirian, berencana, disiplin, berani ambil resiko, dll.
4.    Pendidikan    dengan    nasihat
Nasihat merupakan salah satu pilar dalam pendidikan Islam. Rasulullah bersabda: "Agama itu nasihat. Kami bertanya: "Untuk siapa?" Jawab Nabi: "Bagi Allah, dan KitabNya, dan RasulNya, dan pemimpin-pemimpin, serta kaum muslimin pada umumnya". (HR. Muslim).
Sering terjadi, sekalipun orang tua telah mengajarkan hal-hal yang baik, tetapi anak tetap melakukan kesalahan. Selayaknya orang tua harus
menyikapi dengan arif. Nasihat yang baik akan lebih mengena di hati anak dari pada kemarahan disertai caci maki dan pukulan. Dalam memberi nasihatpun harus dilakukan dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang untuk mengasah kepekaan anak. Pendidikan dengan Perhatian
Merupakan kewajiban orang tua untuk mencurahkan perhatian pada anak-
anaknya dengan mengamati perkembangannya dan memberikan kasih sayang. Anak yang senantiasa diperhatikan akan merasa aman, hidup penuh rasa cinta, optimis dan memandang positif pada lingkungannya. Sebaliknya, jika kurang mendapat perhatian atau bahkan terlantar, anak akan tumbuh dalam rasa terabaikan. Ia akan memandang negatif dan acuh tak acuh pada lingkungannya. Jika pada tahap awal anak telah kehilangan tali kasih dengan orang tuanya, maka pada tahap selanjutnya akan sulit menyayangi orang lain.
5.    Pendidikan dengan Memberikan Hukuman dan Penghargaan
Hukuman kadang diperlukan dalam pendidikan. Hukuman merupakan sangsi fisik atau psikis yang hanya boleh diberikan ketika anak melakukan kesalahan dengan sengaja. Rasulullah memerintahkan kepada orang tua memukul anaknya ketika telah berumur 10 tahun masih juga lalai shalat. Tentu saja dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Hukuman yang diberikan haruslah proporsional (sesuai) dengan kesalahan anak. Berat ringannya hukuman disesuaikan dengan besar kecilnya kesalahan, dan disesuaikan pula dengan kemampuan anak melaksanakan hukuman tersebut. Menghukum anak yang memecahkan gelas misalnya, harus berbeda dengan anak yang melailaikan shalat. Artinya, pelanggaran syar'i harus mendapat porsi hukuman khusus (lebih berat misalnya) dibandingkan kesalahan teknis yang tidak terlalu penting. Hikmah dari pendidikan melalui hukuman ini diantaranya adalah untuk melatih disiplin dan mengenalkan anak pada konsep balasan setiap amal perbuatan. Jika anak terlatih sejak kecil untuk berhati-hati dengan larangan dan sungguh-sungguhmelaksanakan kewajiban, maka akan memudahkan baginya untuk berbuat seperti itu ketika ia dewasa. Tampaklah bahwa hukuman pun bermanfaat untuk melatih dan menanamkan rasa tanggung jawab dalam diri anak. Penghargaan diberikan pada anak jika mencapai hasil yang baik. Fungsinya untuk mendidik dan memotivasi anak untuk mengulangi tingkah laku yang baik itu. Penghargaan dapat berupa pujian, bingkisan, pengakuan atau perlakuan istimewa.

Makalah Pendidikan Agama Pada Anak Usia Dini

 

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sedangkan agama merupakan landasan hidup berketuhanan dan merupakan unsur kerohanian setiap hidup manusia. Anak usia dini adalah anak yang berumur 0-5 tahun. Dalam masa ini merupakan masa tumbuh kembang anak, dimana masa ini merupakan masa golden age yaitu masa emas. Pembentukan karakter anak dan mempengaruhi pola pikir anak yang berpengaruh terhadapmasa depannya, agar menjadi generasi penerus yang berakhlah mulia dan memiliki pemikiran positif dalam setiap hal. Dalam masa ini anak perlu diberikan pembekalan terhadap ilmu pendidikan keagamaan agar anak sejak dini memiliki pengetahuan tentang agama dan dapat menjadikan dirinya sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap sang pencipta.

Dalam hal ini pendidikan agama yang diajarkan yaitu tentang pendiikan agama islam. Keluarga merupakan pendidikan yang pertama kali yang didapatkan oleh anak, oleh sebab itu orang tua sangat berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu pendidikan agama juga dapat dilakukan di lingkungan sekitar maupun lingkungan sekolah. Pendidikan ini dilakukan untuk menciptakan dan mengubah karakter anak menjadi lebih baik lagi dan memiliki dasar hidup tentang agama islam dan ini harus dilakukan atau diterapkan sejak usia dini. Telah kita ketahui bahwa kebanyakan dari anak usia dini banyak yang sikapnya sudah menyalahi aturan yang tidak sesuai dengan tingkat usianya, seperti tidak adanya kesopanan terhadap orang tua, cara berbicara yang kurang sopan, bertindak semaunya. Hal ini banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan kurangnya pengawasan dari para orang tua.oleh sebab itu kegiatan ini dilakukan untuk memperbaiki serta mmengubah tingkahlaku yang sedemikian agar tidak menjadi karakter yang tidak baik pada anak.


B. Tujuan
Tujuan dari pererapan pendidikan agama pada anak usia dini ini yaitu:
• Untuk memberi bekal pendidikan kepada anak tentang hidup beragama yang seharus dilakukan
• Untuk memberitahukan kepada anak tentang ketentuan, aturan, serta pola hidup beragama yang baik dan benar.
• Untuk mencipyakan generasi muda yang memiliki akhlaq mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

C. Manfaat
Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk anak usia dini serta para orang tua yang telah mendorong anak untuk mengikuti kegiatan penerapan pendiikan agama ini. Serta dihapapkan setelah mengikuti kegiatan ini ilmu agama yang di dapatkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari- hari seperti tata cara beprilaku, sikap, serta ketentuan lainnya sperti beribadah, beramal, sopan santun dan lain sebagainya.

D. Identifikas masalah
Dari uraian diatas diidentifikasikan masalah yang penting untuk di atasi:
1. banyaknya orang tua yang tidak memberi pengawasan terhadap tumbuh kembang anak, padahal saat seperti ini anak sangat membutuhkan kasih sayang yang lebih dari orang tua.
2. Kurangnya perhatian orang tua, sehingga menyebabkan anak menjadi kaku dan banyak melakukan aktifitas sendiri tanpa ada yang mengawasi.
3. Adanya pengaruh lingkungan yang menyebabkan tingkahlaku anak dapat mencerminkan prilaku yang tidak baik.
4. Didikan dalam keluarga yang salah, misalnya sikap manja anak, selain itu, sikap prilaku orang tua yang tidak baik juga dapat memberikan pengaruh yang tidak baik tehadap anak.


BAB II

KAJIAN TEORI

Kata blog sebenarnya berasal dari gabungan dua kata yaitu, web dan log. Dengan kata lain, blog adalah kumpulan atau catatan pikiran, ide, foto, video, tautan dan apa saja tentang Anda. Secara teknis, kumpulan konten ini diurutkan secara kronologis terbalik. Yang terbaru di atas dan seterusnya ke bawah dan halaman berikutnya. Kumpulan tulisan singkat dapat saja dikatakan sebagai blog.
Ada yang mengkategorikan lebih jauh menurut ciri-cirinya, yaitu memiliki judul, batang tubuh, komentar, tanggal serta waktu penulisan dan penerbitannya. Tapi ciri-ciri seperti ini semakin kabur seiring berjalannya waktu. Misalnya, salah satu perangkat lunak pembuat blog yang terkenal, WordPress, telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga berubah fungsi. Sekarang ini, selain dipergunakan sebagai blog, WordPress juga dapat dijadikan alat bantu manajemen konten situs.
Dari situs iklan baris sampai jejaring sosial, semua dapat dibangun menggunakan WordPress dan plugin-nya, yang mana merupakan cara memperluas dan menambah fasilitas pada kerangka dasar yang ada. Dengan kata lain, blog dapat dibuat sesederhana atau sekompleks mungkin dengan berbagai fitur tergantung apa yang diinginkan oleh pembuatnya.
Blog ( singkatan dari Web log) adalah situs yang sifatnya lebih pribadi, jadi blog asal-nya bertujuan untuk mengungkapkan ide, pemikiran atau kreatifitas yang dituangkan melalui blog, jadi sifat-nya lebih pribadi. Blog adalah singkatan dari Web Blog yaitu Salah aplikasi web berupa tulisan-tulisan yang umum disebut sebagai posting pada halaman web. Tulisan-tulisan tersebut seringkali diurut dari yang terbaru dan diikuti oleh yang lama.
Awalnya, blog dibuat adalah sebagai catatan pribadi yang disimpan secara online, namun kini isi dari sebuah blog sangat bervariatif ada yang berisi tutorial, curhat, bisnis dan masih banyak lagi. Secara umum, blog tidak ada bedanya dengan situs yang ada di internet.
Flatform blog atau seringkali disebut juga dengan mesin blog dibuat sedemikian rupa oleh para designer blog agar mudah untuk digunakan. Dulu, untuk membuat aplikasi web diperlukan pengetahuan tentang pemrograman HTML, PHP, CSS dan lain sebagainya, dengan blog semuanya menjadi sangat mudah .

BAB III

METODE DAN CARA PEMBUATAN BLOG


Metoda dan cara membuat blogger
• Silahkan kunjungi situs http://www.blogger.com
• Setelah halaman pendaftaran terbuka, alihkan perhatian ke sebelah kanan atas, ubah bahasa ke Indonesia agar lebih mudah dipahami. Silahkan langsung login dengan menggunakan username serta password gmail anda ( terlebih dahulu memiliki email mis : Gmail).
• Klik tombol bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA
• Isilah nama judul blog serta alamat blog yang di inginkan. Ingat! dalam membuat alamat blog harus benar-benar serius karena itu permanen tidak dapat digantikan lagi (kecuali nanti ganti dengan custom domain). Jika alamat yang diinginkan ternyata tidak bisa digunakan, masukkan kembali alamat lain yang masih tersedia. Jika alamat blog yang diinginkan masih tersedia, silahkan klik anak panah bertuliskan LANJUTKAN.
• Silahkan pilih template yang anda sukai ( template ini nanti bisa diubah lagi kapan saja anda mau), kemudian klik LANJUTKAN.
• Akan ada tulisan “Blog Anda Sudah Jadi!”. Silahkan lanjutkan dengan klik tombol MULAI BLOGGING.
• Setelah masuk post editor, silahkan isi apa saja ( disarankan untuk langsung mengisi posting, biasanya jika tidak langsung posting akan terjaring robot anti spam milik blogger, dan blog anda akan di lock). Contoh : hello world. Klik Tombol PRATINJAU untuk melihat tampilan yang nanti akan muncul di blog, klik tombol TERBITKAN ENTRI jika posting anda mau dipublikasikan ke publik.
• Klik “Lihat Entri” untuk melihat blog anda.

BAB IV

PEMBAHASAN



a. Pegertian
Anak usia dini adalah anak yang berumur 0-5 tahun. Dalam masa ini merupakan masa tumbuh kembang anak, dimana masa ini merupakan masa golden age yaitu masa emas. Pembentukan karakter anak dan mempengaruhi pola pikir anak yang berpengaruh terhadap masa depannya, agar menjadi generasi penerus yang berakhlah mulia dan memiliki pemikiran positif dalam setiap hal.
Pendidikan agama merupakan suatu bagian kebutuhan dalam hidup manusia. Karena manusia merupakan makhluk yang berlandaskan kepada ketuhanan atau bersifat religious. Dalam hal ini faktor keagamaan menjadi salah satu bagian yang terpenting sebagai pendidikan yang diberikan untuk anak usia dini, karena keberadaannya dapat mempengaruhi jati diri anak, sebagai landasan ataupun pedoman hidup di masa depan ataupun dimasa yang akan datang.

b. Prinsip PAUD
Prinsip PAUD (Depdiknas Dirjen PLS,PAUD.2006: 4-5) didasarkan pada:
1. Berorientasi pada kebutuhan anak
2. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain
3. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi
4. Menyediakan lingkungan yang mendukung
5. Mengembangkan kecakapan hidup anak
6. Menggunakan berbagai sumber dan media belajar
7. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang dengan mengacu pada prinsip perkembangan anak
8. .Rangsangan pendidikan bersifat menyeluruh yang mencakup semua aspek perkembangan

c. Penerapan pendidikan agama
Dalam hal pendidikan bagi anak usia dini, pendidikan agama merupakan salah satu pendidikan yang berperan penting bagi anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya sifat dan karakternya untuk masa depan. Pendidikan agama harus diterapkan sejak dini. Karena hal ini dapat mempengarihi sikap, sifat, mental, karakter dan tingkahlakunya dalam diri anak tersebut. Dalam hal ini, Keluarga memiliki peran yang sangat utama dalam membantu tumbuh kembang anak. Dalam keluarga anak mendapat pengalaman yang pertama dan utama. Namun disadari bahwa belum semua keluarga atau orang tua dapat menjalankan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk membantu mengembangkan kualitas pendidikan orang tua secatra berkelanjutan, salah satunya dengan mengembangkan kualitas layanan pendidikan bagi anak usia dini.
Penerapan pendidikan agama dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang sederhana tetapi merupakan bagian dari ilmu keagamaan seperti:
• Patuh dan menghormati orang tua.
• Bersikap saling menghormati terhadap orang yang lebih tua.
• Melakukan hal-hal kebaikan
• Mambaca doa sebelum melakukan aktifitas.
• Dan hal-hal lainnya.

Selain itu, bentuk penerapan ilmu pendidikan lainnya dapat dilakukan dengan cara para orang tua memberikan arahan, perbuatan dan contoh prilaku kebaikan agar mudah diterima dan diikuti oleh anak usia dini tersebut. Bentuk penerapan pendidikan agama yang lainnya dapat dilakukan dengan cara mengerjakan sholat, mengaji dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan.

BAB V

PENUTUP


Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pendidikan agama pada anak usia dini sangat berperan penting dan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh dan kembang anak untuk terciptanya generasi penerus bangsa yang beriman, bertaqwa dan memiliki jiwa social dan berakhlaq mulia.
Pendidikan ini dilakukan untuk menciptakan dan mengubah karakter anak menjadi lebih baik lagi dan memiliki dasar hidup tentang agama islam dan ini harus dilakukan atau diterapkan sejak usia dini.

Saran
Keluarga merupakan faktor utama yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter dan pribadi anak, untuk itu diharapkan kepada anggota keluarga dan orang tua, agar dapat mendidik dan mengajarkan kepada anak dalam hal penerapan ilmu pendidikan agama dan hal kebaikan.karena dari keluargalah sifat jati diri anak tersebut cendrung meniru pada prilaku anggota keluarga yang lainnya.

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive