Showing posts with label SEJARAH. Show all posts
Showing posts with label SEJARAH. Show all posts

Saturday, June 6, 2020

Sejarah Musik Tradisional




Musik sendiri merupakan suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama. Walaupun musik ialah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya ialah suatu bentuk seni. Mendengar musik ialah sejenis hiburan, musik ialah sebuah fenomene yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik.
Sejarah Musik Tradisional
Musik sudah ada sejak zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan, disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi.
Terdapat tahapan-tahapan perkembangan sejarah musik Indonesia tahapan tersebut ialah sebagai berikut:
Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha. Pada masa ini musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat, dalam beberapa kelompok bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.
Masa setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha. Pada masa ini berkembanglah musik-musik istana “khsusnya di jawa”, saat itu musik tidak hanya dipakai sebagai bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan keistanaan “sebagai sarana hiburan para tamu raja”. Musik istana yang berkembang ialah musik gamelan, musik gamelan terdiri dari 5 kelompok yakni kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang dan kelompok pelengkap.
Masa setelah masuknya pengaruh Islam. Selain berdagang dan menyebarkan agama isalam, para pedagang arab juga memperkenalkan musik mereka, alat musik mereka berupa gambus dan rebana. Dari proses itulah muncul orkes-orkes gambus di Tanah Air “Indonesia” hingga saat ini.
Pengertian Musik Tradisional
Yang merupakan musik yang berakar pada tradisi masyarakat tertentu, maka keberlangsungannya dalam konteks saat ini yakni upaya pewarisan secara turun temurun masyarakat sebelumnya untuk masyarakat selanjutnya.


Fungsi Musik Tradisional
Secara umum fungsi musik bagi masyarakat Indonesia antara lain untuk sarana atau media upacara adat budaya “ritual”, pengiring tari, media hiburan, media komunikasi, media ekspresi diri dan sarana ekonomi.

Jenis Musik Tradisional
Jenis-jenis musik tradisional di Indonesia bisa dibedakan menjadi musik tradisi, musik keroncong, musik perjuangan, musik dangdut dan musik pop.
Contoh Musik Tradisional
Nah berikut ini ialah sebagaian kecil dari contoh musik tradisional nusantara yang ada di Indonesia yaitu:
Musik Gong Luang
Musik Krumpyung
Musik Gambang Kromong
Musik Laras Madya dan Santi Swara
Musik Karang Dodou
Musik Huda
Musik Goong Renteng



Sejarah Kerajaan Sriwijaya




Kerajaan ini terkenal karena kekuatan maritimnya, bahkan kekuatan tersebut membuat kerajaan ini mampu menguasai pulau Jawa, Sumatera, Kamboja, Semenanjung Malaya Thailand Selatan dan Pesisir Kalimantan. Berkat kekuasaannya tersebut, Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan yang sukses menguasai kegiatan perdagangan di wilayah Asia-Tenggara pada masa kejayaannya itu.

Kerajaan Sriwijaya diambil dari dua suku kata yakni Sri yang artinya adalah gemilang atau bercahaya dan wijaya yang artinya adalah kemenangan. Jika digabungkan, Sriwijaya artinya adalah kemenangan yang bergemilang. Mengingat bahwa kerajaan ini begitu terkenal hingga mendunia, tak heran jika Sriwijaya disebut dengan nama yang berbeda di berbagai negara.

Dalam bahasa Pali dan Sansekerta, Sriwijaya dikenal dengan sebutan Javadeh dan Yavadesh. Di Tionghoa, Kerajaan Sriwijaya disebut dengan nama San-fo-ts’i, San FoQi atau Shih-li-fo-shih. Sedangkan bangsa Arab mengenal kerajaan Sriwijaya dengan sebutan Sribuzaatau Zabaj.

Sejarah Kerajaan Sriwijaya semakin terkenal hingga generasi sekarang karena masa kejayaannya yang sangat luar biasa pada abad sekitar 9 sampai dengan 10 Masehi. Pada masa itu, Kerajaan Sriwijaya diketahui menguasai jalur perdagangan melalui laut atau maritim di wilayah Asia Tenggara. Dalam dunia maritim, Sriwijaya telah berhasil melakukan kolonisasi dengan hampir semua kerajaan-kerajaan besar yang ada di Asia Tenggara.

Kekuasaan Kerajaan Sriwijaya sudah menyentuh tanah Sumatera, Semenanjung Malaya, Jawa, Thailand, Vietnam, Filipina hingga Kamboja. Kekuasaan kerajaan Sriwijaya tersebut meliputi pengendalian rute kegiatan perdagangan lokal dan rempah. Dimana mereka mengenakan bea cukai terhadap semua kapal yang lewat. Tak hanya mengumpulkan kekayaan dari maritim, Kerajaan Sriwijaya juga mengumpulkan kekayaan melalui gudang perdagangan untuk pasar India dan Tiongkok.

Sejarah Kerajaan Sriwijaya sendiri tidak banyak yang menerangkan kapan sebenarnya kerajaan ini berdiri. Pasalnya bukti tertua justru berasal dari Cina. Dimana pada tahun 682 M, ada seorang pendeta asal Tiongkok bernama I-Tsingingin mendalami agama Budha di wilayah India, lalu singgah untuk mempelajari bahasa Sansekerta di Sriwijaya selama bulan. Pada saat itu, tercatat pula bahwa kerajaan Sriwijaya dikuasai oleh Dapunta Hyang.

Disamping berita dari Cina, bukti keberadaan Sriwijaya juga tertulis dalam beberapa prasasti. Salah satunya adalah Prasasti di Palembang yakni prasasti Kedukan Bukit (605S/683M). Dalam prasasti tersebut, diketahui bahwa Dapunta Hyang telah melakukan ekspansi selama 8 hari dengan mengikutsertakan 20.000 tentara dan berhasil menguasai dan menaklukan beberapa daerah.

Mulai dari kemenangan tersebut, kerajaan Sriwijaya semakin makmur dan sejahtera. Jika melihat bukti dari Cina dan prasasti di Palembang tersebut, para ahli menyimpulkan bahwa raja pertama Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang, dan kerajaan ini mulai berdiri sekitar abad ke-7.




Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya:
  • Prasasti Kedukan Bukit
  • Prasasti Karang Berahi
  • Prasasti Talang ibo
  • Prasasti Palas Pasemah
  • Prasasti Telaga Batu
  • Prasasti Kota Kapur
  • Prasasti Leiden
  • Prasasti Talang Tuwo
  • Prasasti Hujung Langit
  • Prasasti Ligor
Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya:
  • Candi Muara Takus
  • Candi Muaro Jambi
  • Candi Biaro Bahal
  • Candi Kota Kapur
  • Gapura Sriwijaya
Raja Kerajaan Sriwijaya yang terkenal:
  • Raja Daputra Hyang
  • Raja Dharmasetu
  • Raja Balaputradewa
  • Raja Sri Sudamaniwarmadewa
  • Raja Sanggrama Wijayattunggawarman

Faktor penyebab runtuhnya kerajaan Sriwijaya:
Sejarah Kerajaan Sriwijaya juga menceritakan tentang bagaimana runtuhnya kerajaan besar tersebut. Diketahui bahwa kemunduran kerajaan Sriwijaya disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah karena adanya serangan dari Rajendra Chola I yang merupakan seseorang dari dinasti Cholda di wilayah Koromande, India bagian Selatan pada tahun 1025 dan 1017.

Dari serangan tersebut, banyak armada perang kerajaan Sriwijaya yang luluh lantah. Hal ini jugalah yang membuat perdagangan yang dikuasai oleh Sriwijaya jatuh ke tangan Raja Chola. Meskipun demikian, kerajaan Sriwijaya masih tetap berdiri. Kekuatan militer yang melemah membuat beberapa daerah yang sudah dikuasai melepaskan diri.

Bahkan, telah muncul kekuatan baru dari Pagaruyung dan Dharmasraya yang menguasai daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Tak hanya itu, telah bermunculan pula raja-raja hebat di berbagai wilayah yang membuat aktivitas perdagangan di Sriwijaya semakin melemah. Pada akhirnya, Sejarah Kerajaan Sriwijaya menyebutkan bahwa kerajaan ini runtuh pada abad ke-13.

Penjajahan Belanda di Indonesia


Indonesia pernah mengalami masa penjajahan yang dilakukan oleh beberapa negara asing seperti Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda dan Jepang.Namun, Belanda adalah penjajah yang paling lama berkuasa di Indonesia.Mereka menjajah Indonesia selama sekitar 350 tahun.

Awal Kedatangan Bangsa Belanda

Bangsa Belanda datang pertama kali ke Indonesia pada tanggal 22 Juni 1596.Mereka mendarat di pelabuhan Banten setelah berlayar di lautan selama 14 bulan.Armada Belanda ini dipimpin oleh Cornelis de Houtman.Semula kedatangan mereka ini disambut baik oleh penduduk Banten.Tetapi, lama-lama Belanda menunjukkan sikap yang serakah, kasar, dan sombong.Mereka memaksa rakyat Banten untuk menyediakan lada dan tidak mau membayarnya.Hal inilah yang menyebabkan rakyat Banten mengusirnya.Akhirnya dengan terpaksa Belanda harus menyingkir dari Banten.Orang-orang Belanda kemudian berlayar ke Bali.Namun armada Belanda di Bali tidak mendapat sambutan dengan baik.Akhirnya mereka memutuskan kembali ke Eropa dengan tangan hampa serta menanggung kerugian yang sangat besar.

Cornelis de Houtman
Tahun 1598 untuk kedua kalinya Belanda datang di Banten.Armada ini dipimpin oleh Jacob Van Neck dan Van Warwijck.Sikap mereka lebih ramah daripada sebelumnya sehingga kedatangan mereka ini disambut dengan baik.Dan karena sudah bersikap ramah, orang Indonesia mengizinkan mereka berdagang.Orang Belanda semakin banyak yang datang ke Indonesia.Pelayaran bangsa Belanda yang kedua ini berhasil mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.Mereka pulang ke negeri Belanda dengan kapal-kapal yang dipenuhi rempah-rempah.

Pembentukan  VOC
Terbukanya jalur perdagangan di Indonesia menyebabkan munculnya persaingan diantara para pedagang, baik dengan Belanda sendiri maupun dengan pedagang Eropa lainnya. Mereka bersaing untuk membeli rempah-rempah sebanyak-banyaknya dari indonesia. Pada tanggal 20 Maret 1602, Belanda mendirikan persatuan dagang atau kongsi dagang yaitu Perkumpulan Dagang Hindia Timur (Verenigde Oost Indische Compagnie) yang disingkat VOC. Tujuan utama didirikannya VOC adalah untuk memenangkan persaingan dagang dan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Pimpinan VOC disebut gubernur jenderal.Gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both.

 Pieter Both
Untuk memperkuat kedudukan VOC di Indonesia, pemerintah Belanda memberikan hak istimewa (hak Octrooi) kepada VOC.
Berikut ini yang menjadi hak-hak istimewa VOC:
- hak untuk memonopoli perdagangan
- hak untuk memungut pajak
- hak untuk memiliki tentara sendiri
- hak untuk menguasai dan mengikat perjanjian dengan kerajaan kerajaan di daerah yang dikuasainya
- hak untuk mencetak dan mengeluarkan uang sendiri
- hak untuk mengumumkan perang dengan negara lain
- hak untuk mengadakan pemerintahan sendiri

Setelah berhasil mendirikan organisasi VOC, kelompok pedagang Belanda menjadi semakin tertarik untuk menguasai daerah-daerah nusantara.Awalnya, kegiatan VOC hanya berdagang saja.Akan tetapi, lama-lama VOC berusaha menguasai perdagangan (monopoli).Untuk mewujudkan maksud tersebut, VOC membentuk tentara pasukan, mencetak uang sendiri, dan mengadakan perjanjian dengan raja setempat.
Di Maluku VOC melakukan aktivitas Pelayaran Hongi (patroli laut) untuk mengawasi rakyat Maluku agar tidak menjual rempah-rempah kepada pedagang lain. Untuk mempertahankan harga, VOC juga memerintahkan penebangan pohon rempah-rempah milik rakyat.VOC memberikan hukuman berat kepada rakyat yang melanggar aturan monopoli.Pusat-pusat perdagangan yang berhasil dikuasai VOC adalah Ambon, Jayakarta, dan Banda.Pusat perdagangan Jayakarta direbut Belanda pada masa Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen.Ia pun mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia. Coen kemudian membangun kota Batavia dengan gaya Belanda. Kantor VOC yang awalnya ada di Ambon dipindahkan ke Batavia.
Jan Pieterszoon Coen
VOC yang melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah.Artinya rempah-rempah dari rakyat Indonesia hanya boleh dijual kepada VOC dengan harga yang sangat murah.Tindakan ini sangat merugikan rakyat Indonesia. Monopoli perdagangan VOC dilakukan dengan cara kekerasan terhadap penduduk yang berasal dari daerah penghasil rempah-rempah di Indonesia. Selain itu, mereka juga melarang dan mengancam orang-orang bukan Belanda apabila ingin berdagang dengan para penduduk lokal dari daerah penghasil rempah-rempah.Misalnya saja saat para penduduk Banda mencoba menjual biji pala kepada orang Inggris, Belanda menyerang dan membunuh semua penduduk Banda tersebut.Akhirnya, Belanda memutuskan untuk mengisi daerah Banda dengan budak-budak dan pekerja-pekerja lain untuk menghasilkan biji pala.Karena ulah VOC tersebut, mereka harus menghadapi masalah politik dan berperang dengan para pemimpin di daerah Banten dan Mataram.

Pembubaran VOC
Pada awal abad ke-18, keadaan mulai berubah.Perdagangan rempah-rempah tidak lagi banyak menguntungkan.Indonesia tidak lagi menjadi satu-satunya penghasil cengkih, lada, dan pala karena negara-negara pedagang rempah-rempah menjadi berkurang.Setelah hampir 200 tahuh berkuasa di Indonesia, VOC mengalami kebangkrutan.
Penyebab kebangkrutan VOC
1. Banyak pejabat VOC melakukan korupsi dan hidup mewah.
2. VOC harus menanggung biaya perang yang sangat besar.
3. Kalah bersaing dengan pedagang Inggris dan Prancis.
4. Para pegawai VOC melakukan perdagangan gelap.
5. Hutang VOC yang semakin menumpuk.
Pada Tanggal 31 Desember 1799, akhirnya VOC resmi dibubarkan oleh pemerintah Belanda. Pada tanggal 1 Januari 1800, kekuasaan VOC di Indonesia digantikan langsung oleh pihak pemerintah Kerajaan Belanda.Semua hutang VOC ditanggung oleh Kerajaan Belanda. Sejak saat itulah, Indonesia diperintah langsung  oleh pemerintah Belanda. Pemerintahan Kerajaan Belanda atas wilayah Indonesia ini berlangsung sampai tahun 1942.Pemerintah Belanda di Indonesia dinamakan Pemerintahan Hindia Belanda.

Friday, April 17, 2020

Tokoh-Tokoh Cendikiawan Muslim

Prof. Dr. Nurcholish Madjid
Prof. Dr. Nurcholish Madjid (lahir di Jombang, Jawa Timur, 17 Maret 1939 – meninggal di Jakarta, 29 Agustus 2005 pada umur 66 tahun) atau populer dipanggil Cak Nur, adalah seorang pemikir Islam, cendekiawan, dan budayawan Indonesia. Pada masa mudanya sebagai aktivis & kemudian Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia menjadi satu-satunya tokoh yang pernah menjabat sebagai ketua Umum HMI selama dua periode. Ide dan gagasannya tentang sekularisasi dan pluralisme pernah menimbulkan kontroversi dan mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan masyarakat. Nurcholish pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, dan sebagai Rektor Universitas Paramadina, sampai dengan wafatnya pada tahun 2005.
Karya buku :
·         The issue of modernization among Muslim in Indonesia, a participant point of view dalam Gloria Davies, ed. What is Modern Indonesia Culture (Athens, Ohio, Ohio University, 1978)
·         “Islam In Indonesia: Challenges and Opportunities” dalam Cyriac K. Pullabilly, Ed. Islam in Modern World (Bloomington, Indiana: Crossroads, 1982)
·         “Islam Di Indonesia: Tantangan dan Peluang” dalam Cyriac K. Pullapilly, Edisi, Islam dalam Dunia Modern (Bloomington, Indiana: Crossroads, 1982)
·         Khazanah Intelektual Islam (Jakarta, Bulan Bintang, 1982)
·         Islam, Kemoderanan dan Keindonesiaan, (Bandung: Mizan, 1987, 1988)
·         Islam, Doktrin dan Peradaban, (Jakarta, Paramadina, 1992)
·         Islam, Kerakyatan dan KeIndonesiaan, (Bandung: Mizan, 1993)
·         Pintu-pintu menuju Tuhan, (Jakarta, Paramdina, 1994)
·         Islam, Agama Kemanusiaan, (Jakarta, Paramadina, 1995)
·         Islam, Agama Peradaban, (Jakarta, Paramadina, 1995)
·         "In Search of Islamic Roots for Modern Pluralism: The Indonesian Experiences" dalam Mark Woodward ed., Toward a new Paradigm, Recent Developments in Indonesian Islamic Thoughts (Tempe, Arizona: Arizona State University, 1996)
·         Dialog Keterbukaan, (Jakarta, Paradima, 1997)
·         Cendekiawan dan Religious Masyarakat, (Jakarta: Paramadina, 1999)
·         Pesan-pesan Takwa (kumpulan khutbah Jumat di Paramadina) (Jakarta:Paramadina, --)





 Yusuf al-Qaradawi
Yusuf al-Qaradawi (lahir di Shafth Turaab, Kairo, Mesir, 9 September 1926; umur 90 tahun) adalah seorang cendekiawan Muslim yang berasal dari Mesir. Ia dikenal sebagai seorang Mujtahid pada era modern ini.Selain sebagai seorang Mujtahid ia juga dipercaya sebagai seorang ketua majelis fatwa. Banyak dari fatwa yang telah dikeluarkan digunakan sebagai bahan Referensi atas permasalahan yang terjadi. Namun banyak pula yang mengkritik fatwa-fatwanya.
Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafth Turaab di tengah Delta Sungai Nil, pada usia 10 tahun, ia sudah hafal al-Qur'an. Menamatkan pendidikan di Ma'had Thantha dan Ma'had Tsanawi, Qardhawi terus melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin. Dan lulus tahun 1952. Tapi gelar doktornya baru ia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi "Zakat dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan", yang kemudian disempurnakan menjadi Fiqh Zakat. Sebuah buku yang sangat komprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa modern.
Sebab keterlambatannya meraih gelar doktor, karena dia sempat meninggalkan Mesir akibat kejamnya rezim yang berkuasa saat itu. Ia terpaksa menuju Qatar pada tahun 1961 dan di sana sempat mendirikan Fakultas Syariah di Universitas Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya.
Dalam perjalanan hidupnya, Qardhawi pernah mengenyam "pendidikan" penjara sejak dari mudanya. Saat Mesir dipegang Raja Faruk, dia masuk bui tahun 1949, saat umurnya masih 23 tahun, karena keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin. Pada April tahun 1956, ia ditangkap lagi saat terjadi Revolusi Juni di Mesir. Bulan Oktober kembali ia mendekam di penjara militer selama dua tahun.
Qardhawi terkenal dengan khutbah-khutbahnya yang berani sehingga sempat dilarang sebagai khatib di sebuah masjid di daerah Zamalik. Alasannya, khutbah-khutbahnya dinilai menciptakan opini umum tentang ketidak adilan rezim saat itu.
Qardhawi memiliki tujuh anak. Empat putri dan tiga putra. Sebagai seorang ulama yang sangat terbuka, dia membebaskan anak-anaknya untuk menuntut ilmu apa saja sesuai dengan minat dan bakat serta kecenderungan masing-masing. Dan hebatnya lagi, dia tidak membedakan pendidikan yang harus ditempuh anak-anak perempuannya dan anak laki-lakinya.Dilihat dari beragamnya pendidikan anak-anaknya, orang-orang bisa membaca sikap dan pandangan Qardhawi terhadap pendidikan modern. Dari tujuh anaknya, hanya satu yang belajar di Universitas Darul Ulum Mesir dan menempuh pendidikan agama. Sedangkan yang lainnya, mengambil pendidikan umum dan semuanya ditempuh di luar negeri. Sebabnya ialah, karena Qardhawi merupakan seorang ulama yang menolak pembagian ilmu secara dikotomis.

Syekh Ahmed Hussein Deedat
Syekh Ahmed Hussein Deedat (lahir 1 Juli 1918 – meninggal 8 Agustus 2005 pada umur 87 tahun) atau Ahmed Deedat atau Ahmad Deedat adalah seorang cendikiawan Muslim dalam bidang perbandingan agama. Ia juga merupakan seorang pengarang, dosen, dan juga orator. Ia dikenal sebagai salah satu pembicara handal dalam debat public tentang masalah keagamaan. Pada 1957, Deedat bersama dua orang temannya, mendirikan Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan ia menjadi presiden hingga 1996. Deedat wafat pada 2005 akibat stroke yang telah dideritanya sejak tahun 1996.
Buku The Choice: Dialog Islam-Kristen adalah buku terlaris yang ditulis oleh Ahmed Deedat. Buku ini menyebar luas dari Afrika Selatan hingga ke Eropa, Asia, Oceania, bahkan Amerika Utara dan Selatan.
Ahmed Deedat menemukan sebuah buku berjudul Izharul-Haq yang berarti mengungkapkan kebenaran. Buku ini berisi materi debat dan keberhasilan usaha-usaha umat Islam di India yang sangat besar dalam memberikan argumen balasan kepada para misionaris Kristen yang melakukan misi penyebaran agama Kristen dibawah otoritas Kerajaan Inggris dan pemerintahan India. Secara khusus, ide untuk menangani debat telah berpengaruh besar dalam diri Ahmed Deedat.
Beberapa minggu setelah itu, Ahmed Deedat membeli Injil pertamanya dan mulai melakukan debat dan diskusi dengan siswa-siswa misionaris. Ketika siswa misionaris tersebut mundur dalam menghadapi argumen balik Ahmed Deedat, ia secara pribadi memanggil guru teologi mereka dan bahkan pendeta-pendeta di daerah tersebut.
Keberhasilan-keberhasilan ini memacu Ahmed Deedat untuk berdakwah. Bahkan perkawinan, kelahiran anak, dan persinggahan sebentar selama tiga tahun ke Pakistan sesudah kemerdekaannya tidak mengurangi keinginannya untuk membela Islam dari penyimpangan-penyimpangan yang memperdayakan dari para misionaris Kristen.
Dengan semangatnya untuk menyebarkan agama Islam, Ahmed Deedat membenamkan dirinya pada sekumpulan kegiatan lebih dari tiga dekade yang akan datang. Ia memimpin kelas untuk pelajaran Injil dan memberi sejumlah kuliah. Ia mendirikan As-Salaam (Kedamaian), sebuah institut untuk melatih para da'i Islam. Ahmed Deedat, bersama-sama dengan keluarganya, hampir seorang diri mendirikan bangunan-bangunan termasuk masjid yang masih dikenal sampai saat ini.
Ahmed Deedat adalah anggota awal dari Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan menjadi presidennya, sebuah posisi yang dipegangnya sampai tahun 1996. Ia menerbitkan lebih dari 20 buku dan menyebarkan berjuta-juta salinan gratis. Ahmed Deedat mengirim beribu-ribu materi kuliah ke seluruh dunia dan mendebat pengabar-pengabar Injil pada debat umum. Beberapa ribu orang telah menjadi Islam sebagai hasil usahanya.
Sebagai penghargaan yang pantas untuk prestasi yang bersejarah itu, ia mendapat penghargaaan internasional dari Raja Faisal tahun 1986. Penghargaan bergengsi yang sangat berharga dalam dunia Islam. Dalam buku ini Deedat mengupas tuntas perbedaan antara Islam dan Kristen. Ia mengupas habis beberapa kesalahan yang ia temukan dalam Alkitab baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.


Tuesday, October 29, 2019

SILAS PAPARE





MESKI nama Silas Papare tak sebesar nama Jenderal Soedirman, perjuangannya dalam membela bangsa tak boleh diragukan. Lelaki kelahiran Serui Papua, 18 Desember 1918, itu dengan gigih berjuang menyatukan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia dari cengkeraman kolonial Belanda.
Silas Papare merupakan seorang pejuang yang berlatar pendidikan sebagai perawat. Setelah tamat Sekolah Rakyat Tiga, Silas melanjutkan pendidikan ke Sekolah Perawat Empat di Serui, dan lulus pada tahun 1935.
Selain menjadi perawat, Silas pun dipercaya Belanda sebagai tenaga intelijen. Sebab, meski tak didukung dengan pendidikan militer secara khusus, tetapi Silas memiliki penguasaan medan yang cukup bagus. Tak ayal pada 4 Juni 1944, Silas diberi bintang jasa pangkat Sersan Kelas II oleh Belanda.
Dalam hal memberikan pelayanan, Silas juga berhasil mengeluarkan rakyat Indonesia dari hutan semasa pendudukan Jepang, yakni dari Serui, Biak, dan Manokwari. Pada 5 April 1945, Silas mendapat penghargaan dari pemerintah kolonial Belanda berupa Bintang Perunggu, yang diberikan oleh Koningin Wilhelmina.
Karier militer Silas pun kian cemerlang. Berkat pertolongannya atas tentara Sekutu melawan Jepang di Irian Jaya, ia kembali memperoleh penghargaan dari bagian OPS Perang Pasifik dari Biro Intelijen tentara Sekutu yang ditandatangani oleh GA Willongbym Mayor Jenderal USA (US ARMY) pada 31 Oktober 1945.
Namun, sejak Sekutu meninggalkan Irian Jaya, dan digantikan lagi oleh kolonial Belanda, keadaan mulai berubah. Menurut Onnie Lumintang dalam buku Biografi Pahlawan Nasional; Marthin Indey dan Silas Papare menjelaskan, sebelum proklamasi diumumkan, Irian Barat (Irian Jaya) telah dibebaskan oleh tentara Sekutu dari kekuasaan bala tentara Jepang.
Pada saat tentara Sekutu melakukan pembebasan Irian barat, ikut pula Nederlandsch Indie Civil Administratie (NICA, Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) bersama pasukannya. Tak pelak jika pada kemudian hari NICA menguasai Irian Barat meski sudah Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan.
Di lain sisi, rakyat Irian Barat justru sudah mendengar berita proklamasi kemerdekaan melalui radio dan pamflet-pamflet yang dikirim oleh orang-orang Indonesia di Australia, yang tergabung dalam Political Axile Association.
"Berita proklamasi tersebut mendorong rakyat Irian Barat untuk mempertahankan proklamasi tersebut di daerahnya," kata Onnie Lumintang dalam bukunya.
Hal tersebut, kata Onnie, terbukti dengan munculnya perlawanan yang dilakukan rakyat Irian Barat, yaitu dengan mendirikan organisasi-organisasi seperti Komite Indonesia Merdeka (KIM), dan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) yang didirikan oleh Silas Papare.
Pada 25 Desember 1945, Silas dan beberapa kawannya berupaya mengajak pemuda-pemuda Irian yang tergabung dalam Batalyon Papua untuk bergabung dan memberontak terhadap Belanda. Sayangnya, rencana tersebut bocor ke telinga Belanda, sehingga Silas Papare ditangkap dan dipenjarakan di Serui, Jayapura.
Ketika menjalani masa tahanan di Serui, Silas berkenalan dengan dr Sam Ratulangi, Gubernur Sulawesi yang diasingkan oleh Belanda ke tempat yang sama. Perkenalannya tersebut semakin menambah keyakinan Silas bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia.
Akhirnya, Silas mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). Akibatnya, pejuang Papua itu kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun, ia kemudian melarikan diri menuju Yogyakarta.
Pada Oktober 1949, Silas mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka membantu pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI.
Di Yogyakarta, Silas Papare membentuk Badan Perjuangan Irian yang berusaha keras untuk memasukkan wilayah Irian Jaya ke dalam negara Indonesia. Silas Papare kemudian ditunjuk menjadi salah seorang delegasi Indonesia dalam Perjanjian New York pada tanggal 15 Agustus 1962 yang mengakhiri perseteruan antara Indonesia dan Belanda perihal Irian Barat.
Perjanjian itu ditindaklanjuti dengan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969, di mana rakyat Irian Barat memilih bergabung dengan NKRI.
Pada 7 Maret 1978, akhirnya pejuang dari ujung timur Indonesia itu wafat. Untuk menghormati segala jasa-jasanya, Silas Papare dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres No. 077/TK/1993, Tgl. 14 September 1993.
Bahkan, salah satu kapal perang milik TNI AL mendapat kehormatan menggunakan nama KRI Silas Papare yaitu sebuah korvet kelas Parchim, yang dibuat untuk Volksmarine/AL Jerman Timur pada akhir 70-an. Penamaan menurut Pakta Warsawa adalah Project 133. 
Silas Papare merupakan pejuang yang dipercaya Presiden Soekarno menjadi delegasi RI yang mewakili Irian Barat dalam Perjanjian New York, perjanjian yang merupakan awal kebebasan Irian Barat dari cengkeraman penjajahan Belanda.
Saat Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Papua masih berada dalam cengkeraman Belanda. Bahkan Belanda yang semakin terpojok oleh dunia internasional, tidak tinggal diam dengan membentuk negara boneka Papua, yang kemudian menetapkan nama Papua sebagai Papua Barat.
Ada seorang laki-laki dari tanah Papua yang berpikir bahwa masyarakat Papua harus bebas dari jajahan Belanda dan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yaitu Silas Papare. Seorang pejuang dari timur Indonesia, yang berlatar pendidikan sebagai juru rawat.
Hidup dalam alam Irian Jaya yang terkenal ganas akan nyamuk malaria dan hidup dalam jajahan Belanda, menjadi awal mula mengapa Silas Papare jadi seorang juru rawat. Tenaga medis pada saat itu begitu dibutuhkan, perang pun masih berlangsung kala itu. Maka, setelah tamat Sekolah Rakyat tiga, Silas melanjutkan ke Sekolah Perawat Empat di Serui.
Semasa menjadi juru rawat, meskipun tidak didukung dengan pendidikan militer secara khusus, Silas Papare ternyata memiliki penguasaan medan yang bagus, sehingga beliau pun dipercaya Belanda sebagai tenaga intelijen. Prestasi yang pernah diraih pada masa Belanda adalah keberhasilannya melayani dan mengeluarkan rakyat Indonesia dari hutan semasa pendudukan Jepang, yaitu dari Serui, Biak, dan Manokwari. Atas keberhasilannya, pemerintah Belanda memberikan penghargaan berupa bintang perunggu yang diberikan oleh Koningin Wilhelmina di London pada 5 April 1945.
Pada masa pendudukan Sekutu dan Belanda, sesudah perang dunia kedua, berkat pengabdiannya di bidang intelijen, Silas Papare diangkat menjadi tentara Sekutu dengan pangkat sersan Persteklas. Pada tanggal 4 Juni 1944, Silas Papare dengan berani mengkoordinasi gerakan rakyat membantu tentara sekutu bertepatan dengan pendaratan sekutu pertama kalinya di Teluk Wombai, yang saat itu beliau diberi bintang jasa pangkat Sersan Kelas II.
Karir militer ini Ia tekuni sampai tahun 1945. Berkat kesuksesannya menolong Sekutu melawan Jepang di Irian Jaya, Silas Papare memperoleh penghargaan dari bagian OPS Perang Pasifik dari Biro Intelijen tentara Sekutu yang ditandatangani oleh G.A Willongbym Mayor Jenderal USA (US ARMY) pada 31 Oktober 1945.
Sejak Sekutu meninggalkan Irian Jaya dan digantikan oleh Belanda, Silas Papare tidak lagi sebagai tentara dan kembali sebagai tenaga medis di Serui. Pada akhir tahun 1945 Silas Papare diangkat sebagai Kepala Rumah Sakit Zending di Serui.
Karena punya beberapa teman di Pulau Jawa, Silas Papare pun sering pergi ke Jakarta. Sambil berjuang, Silas Papare pun mengabdikan diri di kantor Kementerian Kesehatan Kota Praja, Jakarta Raya. Ia menjalani profesi sebagai tenaga medis selama tiga tahun, dari tahun 1951-1954.
Pada masa akhir perang dunia, Silas terlibat dalam pekerjaan palang merah sedunia. Tepat pada 25 Desember 1945, Silas dan beberapa kawannya berupaya mengajak pemuda-pemuda Irian yang tergabung dalam Batalyon Papua untuk bergabung dan memberontak terhadap Belanda. Meski sayangnya, rencana tersebut bocor ke telinga Belanda, sehingga Silas Papare ditangkap dan dipenjarakan di Jayapura.
Takdir mempertemukan Silas Papare dengan Dr. Sam Ratulangi, Gubernur Sulawesi yang diasingkan Belanda. Melalui perkenalannya tersebut, Silas Papare semakin yakin bahwa Papua memang harus bebas dan bergabung dengan NKRI.
Setelah bebas dari penjara, Silas Papare tak gentar dan terus berupaya. Beliau mendirikan partai pertama di Irian Barat yang bernama Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) pada tanggal 29 November 1946. Akibatnya, beliau kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak.
Meskipun begitu, dalam perjalanan ke Biak, Silas berhasil meloloskan diri dan bersembunyi di Yogyakarta. Bahkan, Presiden Soekarno terkejut saat menyadari ada putera asli Irian yang mempunyai semangat berlayar selama dua bulan untuk sampai ke Pulau Jawa, demi mewujudkan cita-cita putera puteri Irian untuk bergabung dengan NKRI. Silas Papare pun kemudian ditunjuk sebagai wakil rakyat Japen Waropen/Serui untuk terus mengikuti jalannya perundingan KMB di Den Haag Belanda, pada 17 Agustus 1949.
Pada Oktober 1949, Silas Papare mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta untuk membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI.
Namun, pada 27 Desember 1949 di Konferensi Meja Bundar, Belanda tetap tidak mau mengakui kedaulatan Indonesia atas Irian Barat.
Cara lain ditempuh Pemerintah RI, dengan mengumumkan Trikora pada tanggal 19 Desember 1961, sebagai upaya pembebasan Irian Barat dari Belanda. Silas pun membentuk Kompi Irian di Mabes Angkatan Darat.
Perjuangan Berbuah Manis Perang ternyata tidak pernah terjadi. Belanda bersedia menyelesaikan masalah Irian dengan jalan perundingan, yakni melalui Persetujuan New York pada tanggal 15 Agustus 1962 di kota New York. Silas menjadi delegasi RI pada perjanjian tersebut dan menjadi saksi sejarah diresmikannya Irian Barat secara de facto dan de jure menjadi bagian dari wilayah kesatuan Republik Indonesia. Kemudian, Irian Barat diganti namanya menjadi Irian Jaya.
Di dalam perjanjian itu disebutkan bahwa Irian Barat resmi masuk wilayah RI pada 1 Mei 1963. Setelah itu, akan dilakukan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969. Perjuangan Silas Papare pada akhirnya terbayar sudah.
Karier terakhir Silas Papare adalah sebagai anggota DPRS menggantikan almarhum Dr Radjiman Widiodiningrat. Tahun 1956 Silas Papare diangkat menjadi anggota DPR wakil rakyat Irian Jaya. Pada tahun yang sama diangkat sebagai anggota Dewan Perancang Nasional Sementara Republik Indonesia dan anggota MPRS. Ia menjalani hidup sebagai wakil rakyat hingga pensiun tahun 1960.
Silas Papare meninggal dunia di tanah kelahirannya Serui, Irian pada tanggal 7 Maret 1973, pada usia 54 tahun. Namanya diabadikan sebagai salah satu kapal selam perang, yakni KRI Silas Papare. Ia mendapat gelar pahlawan nasional pada 14 September 1993. Selain itu di Serui didirikan pula monumen Silas Papare.

SEJARAH SINGKAT DINASTI UMAYYAH



Kekhalifahan bani Umayyah, adalah kekhalifahan pertama setelah masa khulafaur rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya, serta dari 756 sampai 1031 di Kordoba, Spanyol. Nama dinasti ini dirujuk kepada Umayyah bin ‘Abd Asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan.
Beliau pada mulanya hanyalah gubernur Syam. Akan tetapi setelah terjadi pembunuhan Khalifah Ustman bin Affan, maka situasi itu dimanfaatkannya untuk melawan kekuasaan Ali bin Abi Thalib. Sehingga timbul perang Siffin.
Hampir semua sejarawan membagi Dinasti Umayah menjadi dua (2), yaitu ; pertama Dinasti Umayyah yang dirintis dan didirikan oleh Muawiyah Ibn Abi Sufyan yang berpusat di Damaskus (Siria). Fase ini berlangsung sekitar satu abad dan mengubah system pemerintahan dari system khalifah pada system mamlakat (kerajaan/monarki).
Dan kedua, Dinasti Umayyah di Andalusia (Siberia) yang pada awalnya merupakan wilayah taklukan Umayyah di bawah pimpinan seorang gubernur pada zaman Walid Ibn Abd Al-Malik; kemudia diubah menjadi kerajaan yang terpisah dari kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah setelah berhasil menaklukkan Dinasti Umayyah di Damaskus.
Daulah Bani Umayyah mempunyai peranan penting dalam perkembangan masyarakat di bidang politik, ekonomi dan sosial. hal ini didukung oleh pengalaman politik Muawiyah sebagai Bapak pendiri daulah tersebut yang telah mampu mengendalikan situasi dan menepis berbagai anggapan miring tentang pemerintahannya.
Muawiyah bin Abu sufyan adalah seorang politisi handal di mana pengalaman politiknya sebagai gubernur Syam pada masa khalifah Utsman bin Affan cukup mengantar dirinya mampu mengambil alih kekuasaan dari genggaman keluarga Ali bin Abi Thalib.
Perintisan Dinasti Umayyah dilakukan oleh Muawiyah dengan cara menolak membaiat Ali bin Abi Thalib, berperang melawan Ali, dan melakukan perdamaian (Tahkim) dengan pihak Ali yang secara politik sangat menguntungkan Muawiyah.
Keberuntungan Muawiyah berikutnya adalah keberhasilan pihak Khawarij membunuh Khalifah Ali r.a. jabatan khalifah dipegang oleh putranya, Hasan Ibn Ali selama beberapa bulan. Akan tetapi, karena tidak didukung oleh pasukan yang kuat, sedangkan pihak Muawiyah semakin kuat, akhirnya Muawiyah melakukan perjanjian dengan Hasan Ibn Ali. Isi perjanjian itu adalah bahwa penggantian pemimpin akan diserahkan kepada umat Islam setelah masa Muawiyah berakhir.
Perjanjian ini dibuat pada tahun 661 M (41 H). dan pada tahun tersebut dinamakan ‘amu Jama’ah karena perjanjian ini mempersatukan umat Islam kembali menjadi satu kepemimpinan politik, yaitu Muawiyah. Pada masa itu, umat Islam telah bersentuhan dengan peradaban Persia dan Bizantium.
Oleh karena itu, Muawiyah juga bermaksud meniru cara suksesi kepemimpinan yang ada di Persia dan Bizantium, yaitu monarki (kerajaan).
Pada masa dinasti Umayyah politik telah mengalami kamajuan dan perubahan, sehingga lebih teratur dibandingkan dengan masa sebelumnya, terutama dalam hal Khilafah (kepemimpinan), dibentuknya Al-Kitabah (Sekretariat Negara), Al-Hijabah (Ajudan), Organisasi Keuangan, Organisasi Keahakiman dan Organisasi Tata Usaha Negara.
Kemajuan dalam bidang pendidikan yang dicapai pada masa ini berkaitan sekali dengan mantapnya system pemerintahan Islam sebagai suatu Negara. Pada masa ini, perhatian Kaum Muslimin diarahkan kepada pembangunan peradaban, ilmu pengetahuan dan lain-lain. Hal ini tiada lain adalah karena adanya hubungan atau persentuhan dan kontak budaya dengan bangsa-bangsa lain yang telah ditaklukkan.
Pada masa Dinasti Muawiyah pendidikan Islam mencapai kemajuan yang sangat pesat, baik di bidang ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. Berbagai disiplin ilmu berkembang pesat pada masa itu. Hal ini ditandai dengan banyaknya bermunculnya figure-figur ilmuan yang cemerlang di bidangnya masing-masing dan sampai sekarang, buah pikiran mereka menjadi bahan rujukan para akademis, baik dibarat maupun di timur.
Islam pada masa Dinasti Muawiyah telah mencatat satu lembaran peradaban dan kebudayaan yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyebrangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad XII.
Minat terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan serta filsafat mulai dikembangkan pada abad IX M selama pemerintahan penguasa Bani Umayah yang ke-5, Muhammad ibn Abd Al-Rahman (832-886 M).
Pada masa ini, lembaga pendidikan adalah masjid dan kuttab. Mesjid telah memegang peranan sebagai lembaga pendidikan sejak zaman Rasulullah. Di Masjidlah Rasulullah menyampaikan ajaran-ajaran keislaman. Kemudian para khulafaur Rasyidin juga memfungsikan masjid sebagai tempat pendidikan, begitu juga sampai kepada zaman Bani Umayyah.
Di masjid para ulama memberikan pendidikan agama dalam berbagai cabang ilmu keagamaan. Dalam Masjid terdapat dua tingkatan sekolah, tingkatan menengah dan tingkatan perguruan tinggi. Pelajaran yang diberikan dalam tingkat menengah dilakukan secara perorangan, sedangkan pada tingkat perguruan tinggi dilakukan secara halaqah, murid duduk bersama mengelilingi guru.[9] Secara garis besarnya pola pendidikan pada masa Dinasti Muawiyah dapat digambarkan sebagai berikut :
 Kuttab
Umat muslim pada masa Umayyah telah menoreh catatan sejarah yang mengagumkan dalam bidang intelektual, banyak perestasi yang mereka peroleh khususnya perkembangan pendidikan Islam. Pertumbuhan lembaga-lembaga pendidikan Islam sangat tergantung pada penguasa yang menjadi pendorong utama bagi kegiatan pendidikan.
Menurut Abuddin Nata, di Andalusia menyebar lembaga pendidikan yang dinamakan Kuttab.[10] Kuttab termasuk lembaga pendidikan terendah yang sudah tertata dengan rapi dan para siswa mempelajari berabagai macam disiplin Ilmu Pengetahuan diantaranya Fiqih, Bahasa dan sastra, serta music dan kesenian :
Fiqih
Dalam bidang fiqih, karena Spanyol Islam menganut mazhab Maliki, maka para ulama memperkenalkan materi-materi Fiqih dari mazhab Imam Maliki. Para Ulama yang memperkenalkan mazhab ini adalah Ziyad ibn Abd Al-Rahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan ibn Yahya yang menjadi qadhi pada masa Hisyam ibn Abd Rahman. Ahli-ahli fiqih lainnya adalah Abu bakar idn Al-Quthiyah, Munzir ibn Said Al-Baluthi dan Ibn Hazm yang terkenal.
Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab telah menjadi bahasa resmi dan bahasa administrasi dalam pemerintah Islam di Andalusia. Bahasa Arab ini diajarkan kepada murid-murid dan para pelajar, baik yang Islam maupun non-Islam. Dan hal ini dapat diterima oleh masyarakat, bahkan mereka rela menomorduakan bahasa asli mereka. Mereka juga banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab, sehingga mereka terampil dalam berbicara maupun dalam tatabahasa. Di antara ahli bahasa tersebut yang termasyhur ialah Ibnu Malik pengarang kitab Alfiah, Ibn Sayyidih, Ibn Khuruf, Ibn Al-Hajjjj, Abu Ali Al-Isybili, Abu Al-hasan Ibn Usfur, dan Abu Hayyan Al-Garnathi.
Seiring dengan kemajuan bahasa itu, karya-karya sastra banyak bermunculan, seperti Al-‘Iqd al-Farid karya Ibn Abidin Rabbih, al-Dzakhirah fi Mahasin Ahl al-Jazirah oleh Ibn Basam, kitab al-Qalaid buah karya Al-Fath Ibn Khaqan dan banyak lagi yang lainnya.
Musik dan Kesenian
Sya’ir merupakan ekspresi utama dari peradaban Andalusia. Pada dasarnya sya’ir mereka didasarkan pada model-model sya’ir Arab yang membangkitkan sentiment prajurit dan interes faksional para penakluk Arab.[14] Dalam bidang musik dan suara, Islam di Andalusia mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan ibn Nafi yang dijuluki Zaryab.Ia selalu tampil mempertunjukan kebolehannya. Kepiawaiannya bermusik dan seni membuat ia menjadi orang termasyhur dikala itu, ilmu yang dimilikinya diajarkan kepada anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan dan juga kepada para budak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas.[
 Pendidikan Tinggi
Masarakat Arab yang berada di Andalusia merupakan pelopor peradaban dan kebudayaan juga pendidikan, antara pertengahan abad kedelapan sampai dengan akhir abad ketigabelas. Melalui usaha yang mereka lakukan, ilmu pengetahuan kuno dan ilmu pengetahuan Islam dapat ditransmisikan ke Eropa.
Bani Umayah yang berada dibawah kekuasaan Al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan telah memberikan banyak sekali penghargaan terhadap para sarjana. Ia telah membangun Universitas Cordova berdampingan dengan Masji Abdurrahman III yang selanjutnya tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang terkenal diantara jajaran lembaga pendidikan tinggi lainnya didunia.
Universitas Coedova menandingi dua Universitas lainnya yaitu Al-Azhar di Cairo dan Nizhamiyah di Bagdhad, dan telah menarik perhatian para pelajar tidak hanya dari Spanyol ( Andalusia), tetapi juga dari Negara-negara Eropa lainnya, Afrika dan Asia.
Di antara para ulama yang bertugas di Universitas Cordova adalah Ibn Qutaibah yang dikenal sebagai ahli tata bahasa dan Abu Ali Qali yang dikenal sebagai pakar filologi. Universitas ini memiliki perpustakaan yang menampung koleksi sekitar Empat Juta buku.
Universitas ini mencakup jurusan yang meliputi Astronomi, Matematika, Kedokteran, Teologi dan Hukum. Jumlah muridnya mencapai Seribu orang. Selain itu di Andalusia juga terdapat Universitas Sevilla, Malaga dan Granada yang didalamnya mengajarkan Mata Kuliyah Teologi, Hukum Islam, Kedokteran, Kimia, Filsafat dan Astronomi.






Resume Sejarah Kelas 10

RESUME SEJARAH

BAB 1
HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP SEJARAH
·                     Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala kejadian atau peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia
·                     Kata sejarah berasal dari :
1.        Bahasa Arab : Syajarotun, yang berarti pohon
2.        Bahasa Inggris : History, yang berarti masa lampau umat manusia
3.        Bahasa Jerman : Geschict, yang berarti sesuatu yang telah terjadi
·                     Tiga aspek sejarah :
1.        Masa lampau : Merupakan fakta yang kekal dan abadi, tidk pernah berubah, serta selalu dikenang dan dibuatkan catatan
2.        Masa kini : Untuk dipahami setiap peristiwa sejarah dan bertujuan agar suatu peristiwa sejarah tidak terulang untuk kedua kalinya dalam peristiwa yang sama
3.        Masa yang akan datang : Peristiwa sejarah dapat dijadikan pandangan atau pedoman hidup suatu bangsa agar lebih berguna dan lebih berhati-hati, serta bijaksana dalam bertindak dan mengambil keputusan
·                     Peristiwa sejarah merupakan :
1.        Peristiwa yang abadi : Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa dalam kehidupan manusia
2.        Peristiwa yang unik : Hanya terjadi satu kali dan tidak akan terulang untuk kedua kalinya
3.        Peristiwa yang penting : Dijadikan momentum atau peringatan karena mempunyai arti dalam menentukan nasib hidup orang banyak
·                     Bermacam-macam sejarah menurut jenisnya :
1.        Sejarah sebagai peristiwa : Fakta-fakta kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau
2.        Sejarah sebagai kisah : Sejarah sebagai hasil penelitian oleh para ahli sejarah
3.        Sejarah sebagai ilmu : Pengetahuan tentang masa lampau yang disusun secara sistematik
4.        Sejarah sebagai seni : Sejarah sebagai petunjuk moral bagi para pembaca sehingga dalam penulisannya memerlukan seni tersendiri
·                     Sejarah sebagai syarat sebagai ilmu :
1.        Sejarah memiliki objek kajian, yakni kejadian
2.        Memiliki suatu metode yang mampu menghubungkan bukti-bukti sejarah
3.        Kisah sejarah tersusun secara sistematis berdasarkan peristiwa awal kejadiannya
4.        Kebenaran fakta sejarah diperoleh dari penelitian sumber yang disusun secara rasional, tidak boleh ditambah atau dikurangi
·                     Periodisasi adalah pembabakan sejarah dalam waktu yang digunakan untuk mengetahui peristiwa sejarah
·                     Kronologi : Penyusunan sejarah berdasarkan urutan waktu
Kronik : Catatan tentang waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah
Kronologi sejarah : Penyusunan peristiwa menurut atau sesuai urutan kejadian yang didasarkan pada urutan waktu
·                     Kegunaan sejarah :
1.        Kegunaan edukatif : Sejarah memberi pelajaaran pengalaman yang pernah dilakukan pada masa sekarang atau sebelumnya
2.        Kegunaan inspiratif : Kisah sejarah memberi ilham, inspirasi kepada para pembaca dan pendengarnya
3.        Kegunaan rekreatif : Sejarah sebagai kisah dapat memberi hiburan yang segar, rasa kesenangan, dan rasa estetis 


TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRAAKSARA DAN MASA AKSARA
A.       Tradisi masyarakat Indonesia masa praaksara
·         Jejak sejarah yang historis : Jejak sejarah yang menurut para ahli memiliki informasi tentang kejadian-kejadian historis, sehingga dapat dipergunakan untuk penulisan sejarah
·         Jejak nonhistoris : Suatu kejadian pada masa lampau yang di dalamnya tidak memiliki nilai sejarah atau hanya merupakan kejadian semata, tidak ada kaitan dengan peristiwa sejarah
·         Jejak historis berwujud benda : Hasil budaya/tradisi di masa kuno
1.        Zaman Paleolitikum (zaman batu kasar)
§  Zaman hidup berpindah
§  Pithecanthropus
§  Mengumpulkan makanan (food gathering)
§  Hidup di gua-gua
§  Kebudayaan pacitan : Chopper (kapak penetak/kapak genggam). Stone culture (budaya batu)
§  Kebudayaan ngandong : Bone culture. Kapak genggam, chalcedon (batu indah berwarna)
2.        Zaman Mesolitikum
§  Memiliki kemajuan hidup
§  Kjokkenmoddinger (sampah kerang)
§  Abris sous roche (gua tempat tinggal)
§  Alat-alat : Kapak genggam (kapak sumatra), kapak pendek, dan pipisan
3.        Zaman Neolitikum (zaman batu halus)
§  Food producing : Mengusahakan bercocok tanam sederhana dengan menggunakan ladang. Jenis tanamannya : ubi, talas, padi, dan jelai
§  Peralatan yang lebih bagus seperti beliung persegi (kapak persegi) dan kapak lonjong
§  Pada masa ini terjadi perpindahan penduduk dari daratan Asia (Tonkin ke Indocina) ke Nusantara yang disebut bangsa Proto Melayu pada tahun 1500 SM. Kebudayaan Bacson-Hoabinh
4.        Tradisi Megalitikum
§  Menhir : Tugu batu besar tempat roh nenek moyang. Ditemukan di Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimanta
§  Dolmen : Meja batu besar (altar). Terdapat di Bondowoso, Jatim
§  Sarkofagus/waruga : Kubur peti batu besar. Di Sulawesi
5.        Tradisi Zaman Perundagian
§  Sudah mampu membuat alat dari logam (budaya dongson)
§  Telah mengenal sawah dan sistem pengairan
§  Jenis benda logam :
1.        Nekara : Tambur besar yang ditemukan di Bali, Roti, Alor, Kei, dan Papua
2.        Kapak corong : Bagian tangkainya berbentuk corong. Sebutan lainnya adalah kapak sepatu. Ditemukan di Makassar, Jawa, Bali, Pulau Selayar dan Papua
3.        Arca Perunggu : Ditemukan di daerah Bangkinang, Riau, dan Limbangan, Bogor
·                     Kemampuan nenek moyang kita sebelum mengenal tulisan dan sebelum terpengaruh budaya Hindu-Buddha :
1.        Kemampuan berlayar :
§  Perahu cadik : Perahu yang menggunakan alat dari bambu/kayu yang dipasang di kanan kiri perahu
§  Perahy lesung : Sampan yang dibuat dari 1 batang kayu yang dikeru di dalamnya menyerupai lesung, tetapi bentuknya memanjang
2.        Kemampuan bersawah : Sejak zaman neolitikum, diawali sistem ladang sederhana, kemudian meningkat dengan adanya teknologi pengairan hingga lahirnya sistem persawahan
3.        Mengenal astronomi : Ilmu perbintangan
§  Teknologi angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktivitas pelayaran dan perdagangan
§  Mengenali musim
§  Petunjuk arah dalam pelayaran :
1.        Bintang Biduk Selatan & Bintang Pari: Arah selatan
2.        Bintang Biduk Utara : Arah utara
§  Pertanian : Bintang Waluku : Awal musim hujan
4.        Sistem mocopat : Kepercayaan yang didasarkan pada pembagian 4 penjuru arah mata angin, yaitu utara, selatan, barat, dan timur
5.        Kesenian wayang :
§  Berpangkal pada pemujaan nenek moyang
§  Kedatangan hinduisme ke nusantara maka kisah nenek moyang digantikan kisa Ramayana dan Mahabhrata
§  Zaman Kediri : Kitab Gatotkacasraya
6.        Seni gamelan : Mengiringi pertunjukkan wayang
7.        Seni membatik : Kegiatan religius, untuk menghormati nenek moyang mereka
8.        Pengaturan masyarakat : Berkelompok, gotong royong, dan demokratis. cara pemilihan pemimpin : primus inter pares (Terutama di antara yang banyak)
9.        Sistem ekonomi dengan mengenal perdagangan : Kegiatan barter karena belum mengenal uang, nilainya berdasarkan kesepakatan bersama
10.     Sistem kepercayaan :
§  Mulai tumbuh pada masa hidup berburu dan mengumpulkan makanan
§  Zaman hidup bercocok tanam : Percaya adanya dewa alam
§  Zaman perundagian : Percaya pada roh nenek moyang
·                     Metode-metode pewarisan masa lalu yang dilakukan masyarakat praaksara melalui keluarga dan masyarakat :
1.        Folklore : Adat istiadat tradisional & cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun, tetapi belum dibukukan
2.        Mitologi : Cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi & bertalian dengan terjadimya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Cerita tentang asal-usul alam semesta, manusia, atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang dalam
3.        Legenda : Cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi yang ceritanya dihubungkan dengan tokoh sejarah, telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian, dan keistimewaan tokohnya
4.        Dongeng : Cerita rakyat yang tidak benar-benar terjadi, diceritakan karena berisi patuah, kebaikan mengalahkan kejahatan, ajaran moral, dan petuah bijak lainnya
5.        Upacara : Serangkaian tindakan/perbuatan yang terikat pada aturan tertentu berdasarkan adat istiadat, agama dan kepercayaan
6.        Lagu-lagu daerah : Syair-syair yang ditembangkan dengan irama menarik dalam bentuk lisan
B.       Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Masa Aksara
·         Rekaman tertulis di Indonesia terbagi menjadi :
1.        Sumber tertuli sezaman dan setempat : Co : Prasasti, pengumuman/proklamasi, semacam perundang-undangan yang memuji raja, biasanya berbentuk puisi/bahasa puisi
2.        Sumber tertulis sezaman tetapi tidak setempat : Ditulis sezaman, tetapi ditulis di luar negeri, kebanyakan berasal dari Tiongkok, Arab, Spanyol, dan India
3.        Sumber tertulis setempat tapi tidak sezaman : Ditulis lama sesudah peristiwa terjadi
·         3 jenis penulisan sejarah :
1.        Penulisan sejarah tradisional (Historiografi tradisional) : Penulisan sejarah yang dimulai dari zaman Hindu sampai masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia. Ditulis di prasasti dengan tujuan agar generasi penerus dapat mengetahui peristiwa di zaman kerajaan pada masa dulu dimana seseorang raja memerintah
2.        Penulisan sejarah kolonial (Historiografi kolonial) : Bersifat eropasentris. Tujuannya memperkukuh kekuasaan mereka di Nusantara, merendahkan derajat bangsa Indonesia dan mengunggulkan derajat bangsa Eropa
3.        Penulisan sejarah nasional (Historiografi nasional) : Bersifat Indonesiasentris, dengan metodologi sejarah Indonesia dan pendekatan Multidimensional
·         Pencekatan yang digunakan dalam perkembangan penulisan sejarah :
1.        Pendekatan sosiologi : Melihat segi sosialnya peristiwa yang dikaji
2.        Pendekatan antropologi : Mengungkapkan nilai yang mendasari perilaku para tokoh sejarah, status, gaya hidup, dan sistem kepercayaan
3.        Pendekatan politik : Menyoroti struktur kekuasaan, jenis kepemimpinan, tingkat sosial, dan pertentangan kekuasaan


PRINSIP DASAR PENELITIAN SEJARAH
·                     Langkah-langkah dalam penelitian sejarah :
1.        Heuristik :
§  Tahap untuk mencari, menemukanm dan mengumpulkan sumber-sumber berbagai data agar dapat mengetahui segala bentuk peristiwa/kejadian sejarah masa lampau yang relevan dengan topik/judul penelitian
§  Menurut sifatnya :
1.        Sumber primer : Sumber yang dibuat pada saat peristiwa terjadi, dibuat oleh tangan pertama
2.        Sumber sekunder : Sumber yang menggunakan sumber primer sebagai sumber utamanya, dibuat oleh tangan/pihak kedua
§  Sumber lisan : Didasarkan pada pelaku/saksi mata suatu kejadian. Narasumber lisan yang hanya mendengar atau tidak hidup sezaman dengan peristiwa tidak bisa dijadikan narasumber lisan
2.        Verifikasi :
§  Pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suatu peristiwa sejarah
§  Aspek ekstern : Mempersoalkan apakah sumber itu asli/palsu sehingga sejarawan harus mampu menguji tentang keakuratan dokumen sejarah tersebut
§  Aspek intern : Mempersoalkan apakah isi yang terdapat dalam sumber itu dapat memberikan informasi yang diperlukan
§  Fakta adalah : Keterangan tentang sumber yang dianggap benar oleh sejarawan/peneliti sejarah (sumber-sumber yang terpilih)
3.        Interpretasi :
§  Penafsiran suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa
§  Menginterpretasi fakta dengan kejelasan yang objektif, harus dihindari penafsiran yang semena-mena karena biasanya cenderung subjektif.
§  Interpretasi harus bersifat objektif, mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan
§  Bersifat selektif, fakta dipilih yang relevan dengan topik yang ada & mendukung kebenaran sejarah
4.        Historiografi :
§  Penulisan sejarah, tahap terakhir. Menyusun & merangkai fakta hasil penelitian, juga menyampaikan suatu pikiran melalui interpretasi sejarah berdasarkan fakta hasil penelitian
§  3 bentuk penulisan sejarah :
1.        Penulisan sejarah tradisional : Kuat dalam genealogi, tapi tidak kuat dalam hal kronologi dan detail biografis. Bahan pengajaran agama. Adanya kingship. Pertimbangan kosmologis, & antropologis lebih diutamakan daripada keterangan dari sebab akibat
2.        Penulisan sejarah kolonial : Ciri nederlandosentris (eropasentris), tekanannya pada aspek politik dan ekonomi serta bersifat institusional
3.        Penulisan sejarah nasional : Menggunakan metode ilmiah secara terampil & bertujuan untuk kepentingan nasionalisme
·                     Sumber sejarah adalah semua yang menjadi pokok sejarah. 3 macam sumber sejarah :
1.        Sumber tertulis : Diperoleh dari peninggalan tertulis
2.        Sumber lisan : Keterangan langsung dari pelaku/saksi dari peristiwa yang terjadi pada masa lampau
3.        Sumber benda : Diperoleh dari peninggalan benda-benda kebudayaan
·                     Menentukan usia peninggalan sejarah dapat dilakukan dengan 3 cara :
1.        Tipologi : Cara penentuan usia peninggalan budaya berdasarkan bentuk tipe dari peninggalan
2.        Stratigrafi : Cara penentuan umur suatu benda peninggalan berdasarkan lapisan tanah di mana benda itu ditemukan
3.        Kimiawi : Cara penentuan umur benda peninggalan berdasarkan unsur kimia yang dikandung oleh benda itu
·                     Untuk mengungkapkan sumber-sumber sejarah diperlukan ilmu bantu :
1.        Epigrafi : Ilmu yang mempelajari tulisan kuno/prasasti
2.        Arkeologi : Ilmu yang mempelajari benda/peninggalan kuno
3.        Ikonografi : Ilmu yang mempelajari patung
4.        Nomismatik : Ilmu yang mempelajari mata uang
5.        Ceramologi : Ilmu yang mempelajari keramik
6.        Geologi : Ilmu yang mempelajari lapisan kulit bumi
7.        Antropologi : Ilmu yang mempelajari asal-usul kejadian & perkembangan MH
8.        Paleontologi : Ilmu yang mempelajari sisa makhluk hidup yang telah membatu
9.        Paleoantropologi : Ilmu yang mempelajari bentuk manusia yangs sederhana hingga sekarang
10.     Sosiologi : Ilmu yang mempelajari sifat keadaan & pertumbuhan masyarakat
11.     Filologi : Ilmu yang mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata & sejarah suatu bangsa
·                     Fakta sejarah mempunyai bentuk :
1.        Artefak : Semua benda baik secara keseluruhan/sebagian hasil gerapan tangan manusia
2.        Fakta sosial : Fakta sejarah yang berdimensi sosial, misalnya : Interaksi antarmanusia dan pakaian adat
3.        Fakta mental : Fakta yang sifatnya abstrak, misalnya : Keyakinan 
·                     Jenis-jenis sejarah berdasarkan fokus masalah :
1.        Sejarah geografi : Dikaitkan dengan lokasi di mana peristiwa itu terjadi
2.        Sejarah ekonomi : Dibicarakan bagaimana upaya memenuhi kebutuhan manusia
3.        Sejarah sosial : Dikaitkan dengan kehidupan masyarakat pada suatu masa
4.        Sejarah politik : Dibicarakan tentang kekuasaan yang terjadi pada suatu masa
·                     Jenis sejarah dilihat dari cakupan geografis :
1.        Sejarah dunia : Membentangkan kehidupan manusia di dunia
2.        Sejarah nasional : Membentangkan sejarah bangsa Indonesia
3.        Sejarah lokal : Senantiasa mengungkapkan sejarah setiap wilayah (daerah)
·                     Teknik pengumpulan data sumber lisan :
1.        Sumber berita dari pelaku sejarah
2.        Sumber berita dari saksi sejarah
3.        Sumber berita dari tempat kejadian peristiwa sejarah


KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA
·                     Proses pembentukan bumi :
1.        Zaman arkhaikum : Belum ada kehidupan disebabkan bumi masih panas & merupakan bola gas panas yang berputar pada porosnya
2.        Zaman paleozoikum :
§  Zaman ketika terdapat kehidupan makhluk pertama di bumi
§  Disebut juga zaman primer (karena untuk pertama kalinya ada kehidupan)
§  Terbagi menjadi beberapa tahap kehidupan :
1.        Cambrium : Kehidupan amat primitif seperti kerang dan ubur-ubur
2.        Silur : Hewan bertulang belakang seperti ikan
3.        Devon : Binatang jenis amfibi tertua
4.        Carbon : Binatang merayap jenis reptil
5.        Perm : Hewan darat, ikan air tawar dan amfibi
3.        Zaman mesozoikum :
§  Zaman sekunder (zaman hidup kedua), disebut juga zaman reptil sebab muncul reptil besar seperti dinosaurus dan atlantosaurus
§  Terbagi menjadi 3 :
1.        Trias : Ikan, amfibi dan reptil
2.        Jura : Reptil dan sebangsa katak
3.        Calcium : Burung pertama dan tumbuhan berbunga
§  Ikan di darat mengalami evolusi, siripnya menjadi kaki yang kuat, ekornya tumbuh semakin panjang, kepalanya yang semakin keras dan besar. Inilah yang kita kenal dengan nama dinosaurus, brontosaurus dan atlantosaurus
§  Dinosaurus pemakan tumbuhan kecuali Tyranosaurus
§  Brontosaurus besarnya 10x gajah
§  Reptil terbang seperti Pteranodon
4.        Zaman neozoikum :
§  Zaman bumi baru (bumi sudah terbentuk sepenuhnya)
§  Terbagi menjadi :
1.        Zaman tertier : Zaman hidup ketiga, makhluh hidup berupa binatang menyusui sejenis monyet & kera, reptil raksasa mulai lenyap, dan pada akhir zaman ini sudah ada jenis kera-manusia. Zaman ini ditandai dengan munculnya tenaga endogen yang dahsyat sehingga mematahkan kulit bumi
2.        Zaman kuarter : Zaman hidup keempat, mulai muncul kehidupan manusia. Dibedakan menjadi :
§  Zaman pleistosen (Diluvium) : Terjadi penurunan suhu drastis dan memunculkan zaman es (zaman glasial)
§  Zaman holosen (Aluvium) : Zaman lahirnya jenis Homo Sapiens, yaitu jenis manusia seperti manusia sekarang
·                     Jenis-jenis manusia purba :
1.        Meganthropus paleojavanicus : Ditemukan di Sangiran oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 dan 1941. Cirinya :
§  Memiliki tulang pipi yang tebal
§  Memiliki otot rahang yang kuat
§  Tidak memiliki dagu
§  Memiliki tonjolan belakang yang tajam
§  Memiliki tulang kening yang menonjol
§  Memiliki perawakan tegap
§  Memakan tumbuh-tumbuhan
§  Hidup berkelompok dan berpindah-pindah
2.        Pithecanthropus : Manusia kera. Fosilnya banyak ditemukan di daerah Trinil, Perning (Mojokerto), Sangiran, dan kedungbrubus, Cirinya :
§  Memiliki rahang bawah yang kuat
§  Memiliki tulang pipi yang tebal
§  Keningnya menonjol
§  Tulang belakang menonjol dan tajam
§  Tidak berdagu
§  Perawakan tegap, mempunyai tempat pelekatan oto tengkuk yang besar & kuat
§  Memakan jenis tumbuhan
Beberapa jenis pithecanthropus :
§  Pithecantropus erectus (manusia kera berjalan tegak) : Ditemukan oleh E. Dubois di Kedungbrubus & Trinil. Memiliki ciri :
1.        Berjalan tegak
2.        Volume otaknya melebihi 900cc
3.        Berbadan tegak dengan alat pengunyah yang kuat
4.        Tinggi badannya sekitar 165-170 cm
5.        Berat badannya sekitar 100 kg
6.        Makanannya masih kasar dengan sedikit dikunyah
§  Pithecantropus robustus (manusia kera berahang besar) : Ditemukan di Sangiran oleh Weidenreich. Van Koeningswald menyebutnya pithecanthropus mojokertensis
§  Pithecanthropus dubuis (dubuis artinya meragukan) : Ditemukan oleh Von Koeningswald di Sangiran
§  Pithecanthropus soloensis (manusia kera dari solo) : Ditemukan oleh Von Koeningswald, Oppenoorth, dan Ter Haar di Ngandong
3.        Homo : Artinya manusia. Merupakan jenis manusia purba yang paling maju dibandingkan yang lain. Ciri :
§  Berat badan kira-kira 30-150 kg
§  Volume otaknya lebih dari 1350 cc
§  Alatnya dari batu dan tulang
§  Berjalan tegak
§  Muka & hidung lebar
§  Mulut masih menonjol
Jenis homo :
§  Homo wajakensis (manusia dari Wajak) : Ditemukan di Wajak oleh Von Rietschoten, kemudian diselidiki oleh E. Dubois. Termasuk ras Australoid dan bernenek moyang homo soloensis. Dimasukkan dalam Homo sapiens (manusia cerdas) sebab sudah mengenal upacara penguburan
§  Homo soloensis (manusia dari Solo) : Ditemukan oleh Ter Haar & Oppenoorth. Diselidiki oleh Von Koeningswald dan Weidenreich. Sudah bukan kera lagi, melainkan sudah manusia
§  Homo Sapiens (manusia cerdas) : Berasal dari zaman Holosen, bentuk tubuhnya menyerupai manusia sekarang. Sudah menggunakan akal dan memiliki sifat yang dimiliki manusia sekarang. Kehidupannya masih sederhana dan mengembara. Cirinya :
1.        Volume otaknya 1000-1200 cc
2.        Tinggi badan antara 130-210 cm
3.        Otot tengkuk mengalami penyusutan
4.        Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan
5.        Muka tidak menonjol ke depan
6.        Berdiri & berjalan tegak
7.        Berdagu
Jenis homo sapiens di dunia terdiri dari subspesies yang menurunkan berbagai manusia :
§  Ras Mongoloid : Berciri kulit kuning, mata sipit, rambut lurus. Menyebar ke Asia Timur (Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara)
§  Ras Kaukasoid : Berkulit putih, tinggi, rambut lurus, dan hidung mancung. Penyebarannya ke Eropa, India utara, Yahudi, Arab, Turki, Asia Barat lainnya
§  Ras Negroid : Ciri berkulit hitam, rambut keriting, bibir tebal. Penyebarannya ke Australia, Papua, dan ke Afrika






PENGARUH PERADABAN AWAL MASYARAKAT DUNIA TERHADAP PERADABAN INDONESIA
·                     Bangsa melayu dapat dibedakan menjadi 2 :
1.        Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) :
§  Orang Austronesia dari Asia (Yunan) yang pertama kali ke Nusantara pada sekitar 1500 SM
§  Datang melalui 2 jalan :
1.        Jalan barat : Dari Yunan melalui selat Malaka masuk ke sumatra masuk ke Jawa. Alat berupa kapak persegi
2.        Jalan timur : Dari Yunan melalui Formosa (Taiwan) masuk ke Filipina kemudian ke Sulawesi kemudian masuk ke Irian. Alat berupa kapak lonjong
§  Memiliki kebudayaan batu sebab alatnya terbuat dari batu yang sudah maju, yakni dihaluskan
§  Kapak persegi ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan
§  Kapak lonjong ditemukan di Sulawesi & Irian
2.        Bangsa Melayu Mua (Deutero Melayu) :
§  Tahun 500 SM
§  Masuk ke Nusantara melalui jalan barat saja
§  Lebih maju dibandingkan Proto Melayu
§  Sudah dapat membuat barang dari perunggu dan besi
§  Hasil budayanya : Kapak corong, kapak sepatu, dan nekara
§  Mengembangkan budaya megalitikum. Hasilnya : Menhir, dolmen, sarkofagus dan lainnya
·                     Sebelum kelompok bangsa melayu memasuki Nusantara, sebenatnya telah ada kelompok manusia yang lebih dahulu tinggal di wilayah tersebut. Mereka termasuk bangsa primitif :
1.        Suku Pleistosin (purba)
2.        Suku Wedoid
3.        Suku Negroid
·                     Kebudayaan Bacson-Hoabinh :
o    Di Pegunungan Bacson dan di Provinsi Hoabinh ditemukan sejumlah besar alat yang kemudian dikenal dengan kebudayaan Bacson-Hoabinh
o    Ciri kebudayaannya : Penyerpihan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran satu kepalan dan bagian tepinya sangat tajam
o    Alat kebudayaan Bacson-Hoabing ditemukan di : Papua, Sumatra, Sulawesi & Nusa Tenggara
o    Penyebarannya bersamaan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid ke Indonesia melalui jalan barat dan jalan timur
o    Pendukung budaya mesolitikum adalah Papua Melanesoid. Mereka hidup dan tinggal di Gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan Bukit-bukit karang/sampah dapur (kjokkenmoddinger)
o    Kapak genggam (kapak sumatra), kapak pendek, pipisan, ujung mata panah, flakes, dan kapak Proto Neolitikum
o    Ras Papua Melanosoid hidup masih sangat menetap, berburu & bercocok tanam sederhana. Sudah mengenal kesenian seperti melukis
·                     Kebudayaan Dongsong :
o    Diambil dari nama daerah di Tonkin
o    Ditemukan bermacam-macam alat yang terbuat dari perunggu. Ditemukan juga Nekara dan kuburan
o    Pengolahan logam menunjukkan taraf kehidupan yang semakin maju, sudah ada pembagian kerja yang baik, masyarakat sudah teratur
o    Beberapa daerah penting dalam perkembangan logam di Nusantara :
1.        Budaya logam awal di jawa : Peninggalan logam berada di dalam peti kubur batu (sarkofagus) di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Bekal kubur yang berupa peralatan dari Besi
2.        Budaya logam awal di Sumatra : Di Pasemah, Sumbar, terdapat peti kubur batu yang dibekali manik-manik kaca dan sejumlah benda logam berupa tombak besi dan peniti emas
3.        Budaya logam awal di Sumba, Nusa Tenggara : Tradisi penguburan dengan membawa beka kubur yang berupa logam yang diletakkan dekat peti si mati. Sudah ditemukan peralatan rumah tangga seperti bejana & tembikar kecil yang terbuat dari logam
4.        Budaya logam awal di Bali : Benda logam sebagai bekal kubur, berarti mereka menghormati roh nenek moyangnya yang sudah mati dengan barang yang berharga. Alat kehidupan terbuat dari logam seperti pisau, tombak, panah, & patung


Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive