Friday, December 31, 2021

Kinerja Sistem Imun Tubuh Melawan virus corona

 

Hubungan sistem imun dengan sistem peredaran darah?

•Sistem imun è sistem limfatik

•Fungsi: •mengangkut kembali cairan tubuh, cairan plasma darah, leukosit yang berada diluar pembuluh darah dan mengangkut lemak dari usus ke dalam sistem peredaran darah.

•Bekerja dengan sistem peredaran darah untuk memberikan nutrisi, oksigen, dan hormon ke jaringan sel.

•Memberikan pertahanan tubuh melawan penyakit

Sistem limfa:

•Cairan limfa àleukosit, untuk mematikan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh

•Pembuluh limfa mengangkut cairan untuk kembali ke peredaran darah

•Kelenjar limfa menghasilkan leukosit, untuk menjaga agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut

 


 

Beberapa komponen darah yang punya fungsi tersebut adalah:

1.    Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah.

2.    Eosinofil terutama berhubungan dengan infeksi parasit, dengan demikian meningkatnya eosinofil menandakan banyaknya parasit.

3.    Basofil terutama bertanggung jawab untuk memberi reaksi alergi dan antigen dengan jalan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.

4.    Limfosit lebih umum dalam sistem limfa. Darah mempunyai tiga jenis limfosit:

Sel B: Sel B membuat antibodi yang mengikat patogen lalu menghancurkannya. (Sel B tidak hanya membuat antibodi yang dapat mengikat patogen, tapi setelah adanya serangan, beberapa sel B akan mempertahankan kemampuannya dalam menghasilkan antibodi sebagai layanan sistem ‘memori’.)

Sel T: CD4+ (pembantu) Sel T mengkoordinir tanggapan ketahanan (yang bertahan dalam infeksi HIV) sarta penting untuk menahan bakteri intraseluler. CD8+ (sitotoksik) dapat membunuh sel yang terinfeksi virus.

Sel natural killer: Sel pembunuh alami (natural killer, NK) dapat membunuh sel tubuh yang tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak boleh dibunuh karena telah terinfeksi virus atau telah menjadi kanker.

 

5.    Monosit membagi fungsi “pembersih vakum” (fagositosis) dari neutrofil, tetapi lebih jauh dia hidup dengan tugas tambahan: memberikan potongan patogen kepada sel T sehingga patogen tersebut dapat dihafal dan dibunuh, atau dapat membuat tanggapan antibodi untuk menjaga.

6.    Monosit dikenal juga sebagai makrofag setelah dia meninggalkan aliran darah serta masuk ke dalam jaringan.

 

Kinerja Sistem Imun Tubuh Melawan virus corona

Kenapa sistem imun tubuh bisa menimbulkan reaksi yang berbeda-beda pada penderita Covid-19? Pertama-tama, kita harus terlebih dahulu memahami cara kerja sistem imun tubuh saat melawan virus asing yang masuk ke tubuh.

Sistem imun tubuh manusia bekerja melindungi tubuh dari berbagai bahaya yang menyerang, mulai dari skala sel kecil hingga tingkat makro. Setiap sel, molekul, jaringan, dan organ tubuh manusia memegang peran vital dalam menghalau mikroorganisme penyebab penyakit. Sistem imunitas tubuh manusia juga bisa melindungi terhadap ancaman internal, misalnya sel kanker yang berkembang dalam tubuh.

Khususnya untuk virus corona, imunitas tubuh akan mengirimkan sinyal bahaya atas masuknya sel asing ke dalam tubuh. Gejala demam atau tidak enak badan yang dirasakan umumnya adalah respons imunitas tubuh atas infeksi. Seringkali, demam adalah sebuah kondisi lingkungan tidak ideal yang diciptakan tubuh untuk menghentikan serangan virus.

Reaksi perlawanan sistem imun tubuh ini terjadi karena pelepasan kimia sitokin, sejenis protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh, untuk melakukan berbagai fungsi dan penanda sinyal sel. Jika virus corona membuat batuk kering dan sulit memproduksi dahak, sitokin akan berusaha memproduksi lendir dalam bentuk batuk berdahak atau ingus.

Dengan terpicunya produksi lendir dari saluran pernapasan, misalnya dalam bentuk dahak, penderita akan merasa lebih lega dan pernapasan berangsur-angsur menjadi lancar. Lendir atau dahak yang keluar akan berisi sel paru-paru yang mati karena virus corona.

Karena itu, penderita Covid-19 dengan gejala batuk dan demam akibat virus corona bisa diatasi dengan banyak beristirahat, konsumsi air putih dan pereda panas (paracetamol), tanpa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Umumnya, penderita akan bisa perlahan pulih dalam kurun sekitar 7 hari. Dengan demikian, sistem imun tubuh berhasil menang dari serangan virus dalam tubuh.

Reaksi Berlebihan Sistem Imun Tubuh

Jika ada banyak penderita berhasil mengalahkan virus corona, kenapa beberapa pasien Covid-19 berujung pada kematian?

Pada beberapa kasus penderita Covid-19, terutama lansia atau pasien yang dengan masalah kesehatan lainnya, sistem imun tubuh bisa menciptakan apa yang dinamakan dengan “badai sitokin”.

Sindrom badai sitokin terjadi ketika protein sitokin keluar dalam jumlah berlebihan. Akibatnya, terjadi kapasitas tinggi sitokin yang turut membunuh sel sehat dan membuat kondisi paru-paru menjadi padat dan kaku. Saat inilah, pasien akan merasa sangat sesak napas, mengalami radang paru-paru (pneumonia) dan akhirnya mengalami gagal pernapasan yang berujung kematian.

Para ahli berpendapat badai sitokin ini tergantung pada daya tahan atau sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus yang masuk, juga jumlah virus yang menyerang tubuh. Jika virus yang menyerang berjumlah sedikit dan sistem imun tubuh kuat, besar kemungkinan penderita akan sembuh tanpa harus membutuhkan penanganan medis khusus.

Sebaliknya, jika kondisi imun rendah dan jumlah virus yang masuk banyak, reaksi sistem imun tubuh cenderung kacau. Ini akan menyebabkan respons kekebalan tubuh yang tidak terkendali sehingga bisa berakibat fatal.

PERAN BIOTEKNOLOGI TERHADAP FARMASI DI MASA PANDEMIC (VAKSIN, IMUNITAS DAN LAINNYA)

 


 

Mendengar kata bioteknologi, sebagian dari kita mungkin akan langsung teringat pada hal-hal menakjubkan sebagaimana yang ada di film-film. Padahal, bioteknologi ini nyatanya juga banyak kita temui lho dalam kehidupan sehai-hari. Satu hal yang saat ini marak dibicarakan, misalnya, yakni vaksin, ini juga merupakan bagian dari hasil kerja bioteknologi. Dalam hal ini, bioteknologi di bidang kedokteran.

Bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari teknologi pemanfaatan makhluk hidup dalam skala besar untuk menghasilkan produk yang berguna bagi manusia. Vaksin merupakan sediaan biologis yang diberikan kepada individu sehat untuk menyiapkan sistem kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi bakteri atau virus patogen (penyebab penyakit). Vaksin dapat berisi patogen yang sudah dilemahkan atau komponen antigen (dikenali oleh sistem imun) dari patogen tersebut, biasanya berupa protein di permukaan sel atau partikel virus yang dapat dikenali oleh antibodi pada sistem imun.

Penggunaan bioteknologi dalam kehidupan sendiri sejatinya telah dimulai sejak berabad-abad yang lalu, lebih dari 6.000 tahun lalu, bahkan. Dimulai dari membuat roti, hingga bir, dimulai dari bidang pertanian hingga kedokteran.

Di bidang kedokteran, misalnya, bioteknologi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, diantaranya pembuatan antibodi monoklonal, terapi gen, produksi hormon dan vaksin dan lain-lain.

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai penggunaan bioteknologi di bidang kedoteran, berikut penjelasannya.

a. Antibodi Monoklonal

Antibodi merupakan protein yang dihasilkan oleh sel limfosit B atau sel & sebagai reaksi tubuh untuk melawan antigen (benda asing) yang masuk ke dalam tubuh.

Antibodi monoklonal dihasilkan melalui fusi atau penggabungan antara sel limfosit B dan sel mieloma sehingga menghasilkan sel hibridoma. Pada umumnya, antibodi monoklonal yang dihasilkan berfungsi untuk mengatasi penyakit kanker. Contoh antibodi monoklonal yang telah digunakan untuk mengobati pasien kanker adalah trastuzumab (untuk kanker payudara), rituksimab (untuk kanker limfoma) dan sebagainya.

b. Terapi Gen Manusia

Terapi gen merupakan rekayasa genetik yang dilakukan untuk memperbaiki kelainan genetik secara individual. Secara teoritis, kelainan genetik dapat diperbaiki dengan mengganti gen yang tidak normal dengan gen normal menggunakan teknik rekombinasi DNA.

Prinsip pengerjaannya sama dengan teknik rekombinasi DNA pada umumnya, dimana alel normal disisipkan ke dalam sel-sel somatis pada anak-anak dan dewasa, sel-sel germ yang memproduksi gamet, atau sel-sel sembrio. Terapi gen telah dilakukan pada pasien penyakit kanker seperti kanker paru-paru, tumor otak dan lain-lain.

c. Produksi Hormon dan Vaksin

Salah satu hormon yang merupakan produk bioteknologi adalah hormon insulin. Insulin yang dihasilkan melalui teknik DNA rekombinan dapat digunakan untuk mengontrol kadar gula dalam darah pada pasien diabetes melitus.. Kini telah beredar di pasaran produk insulin kerja cepat yaitu insulin lispro dan aspart, serta insulin dengan waktu kerja yang panjang, yaitu insulin glargin dan detemir.

Vaksin sendiri, sebagaimana ramai juga diperbincangkan saat ini, sejatinya digunakan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Terdapat dua jenis vaksin tradisional, yaitu vaksin yang berisi partikel virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga kehilangan kemampuan untuk menyebabkan sakit, dan vaksin dengan virus atau bakteri aktif tetapi tidak patogen.

Modifikasi vaksin melalui bioteknologi telah dilakukan dengan teknik DNA rekombinan. Teknik ini dapat menggerakkan pembuatan suatu protein khusus dalam jumlah besar dari selubung protein virus, bakteri dan mikroba lain.

 

Bioteknologi telah dikenal lama dan berusia sangat tua. Sebagai contoh, sejak jaman dahulu orang telah mengenal roti dan cuka. Roti dan cuka adalah dua produk yang dihasilkan dari proses bioteknologi. Jadi, istilah bioteknologi tidak selalu identik dengan produk-produk baru yang canggih dan mutakhir. Bioteknologi telah lama digunakan dan merupakan salah satu bagian dalam kehidupan manusia.

Banyak orang mendefinisikan bioteknologi sebagai cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup untuk menghasilkan suatu barang atau jasa. Makhluk hidup yang digunakan dalam bioteknologi pada umumnya adalah mikroba, seperti bakteri, jamur, dan virus. Akan tetapi, produk dari makhluk hidup pun, misalnya enzim, dapat juga digunakan dalam proses bioteknologi untuk menghasilkan barang dan jasa.

Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa bioteknologi jelas bukan merupakan suatu hal yang baru. Penggunaan ragi untuk membuat roti atau pembuatan minuman anggur dari buah anggur segar, dapat diartikan juga sebagai bioteknologi. Proses pembuatan roti dan minuman anggur telah digunakan sejak 10.000 tahun yang lalu. Dengan demiikian, bioteknologi pun telah setua itu umurnya.

Vaksin adalah varian atau turunan dari patogen (biasanya bakteri atau virus) yang dilemahkan sehingga tidak berbahaya dan dapat digunakan untuk mencegah penyakit infeksi. Jadi, ketika seseorang diberi vaksin, sistem imunitasnya akan mengembangkan sistem pertahanan tubuh terhadap serangan dari suatu patogen tertentu.

Rekayasa genetika juga digunakan untuk membuat vaksin dalam berbagai cara. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah rekayasa genetika untuk menghasilkan jumlah besar molekul protein yang terdapat di permukaan luar organisme patogen. Metode tersebut contohnya digunakan dalam penggunaan vaksin untuk melawan virus hepatitis B.

Cara lain untuk menggukan vaksin adalah membuat organisme pathogen menjadi mutan dengan mengganti satu atau beberapa gen yang ada di origanisme patogen. Ketika mutan tidak berbahaya digunakan didalam vaksin memperbanyak diri dan merangsang respons system imunitas yang lebih kuat dibandingkan dengan jenis molekul protein vaksin itu sendiri. Vaksin mutan artifisial (buatan) tersebut dapat menimbulkan demam sebagai efek samping. Namun, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan peristiwa alami.

Dahulu, cacar air adalah penyakit yang sangat ditakuti oleh manusia, akan tetapi sejak tahun 1970-an cacar air dapat dibasmi berkat menyebarkanya vaksin dari varian virus cacar air yang telah dilemahkan. Dengan menggunakan virus yang telah dilemahkan tersebut, perekayasa genetika dapat mengganti beberapa gen yang menginduksi kekebalan terhadap cacar air dengan gen-gen yang dapat menginduksi kekebalan terhadap jenis penyakit lainnya.

Apa yang membuat orang sakit atau demam setelah vaksin?
Vaksin memberikan pertahanan sistem kekebalan tubuh untuk membentuk pertahanan spesifik dalam melawan infeksi dari virus maupun bakteri.
Saat imunisasi, tubuh Anda disuntikkan zat asing atau antigen. Kemudian, tubuh akan memberikan respon kekebalan tubuh dengan cara yang sama seperti saat tubuh sedang terserang penyakit, tetapi tubuh tidak menunjukkan gejala penyakit tersebut.

Ketika tubuh terpapar penyakit yang sama di kemudian hari, sistem kekebalan tersebut dapat merespon dengan cepat untuk mencegah perkembangan penyakit tersebut. Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi.

Pada saat sekarang dimana terjadi masa pandemi covid-19 diperlukan suatu usaha untuk mengatasinya yaitu dengan membuat vaksin. Pembuatan vaksin untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 merupakan salah satu peranan bioteknologi dalam bidang kesehatan yang memiliki peranan cukup signifikan dalam kesehatan masyarakat.

Teknik-teknik bioteknologi modern seperti rekayasa genetika dan kultur sel memungkinkan pengembangan vaksin dilakukan dengan efektif, cepat, dan ekonomis. Teknologi DNA rekombinan memungkinkan antigen dari suatu patogen untuk diproduksi pada sel inang yang relatif tidak patogenik (misalnya bakteri E coli atau ragi) sehingga tidak perlu dipanen langsung dari patogen aslinya.

Produksi vaksin secara komersil juga menerapkan disiplin bioteknologi yang disebut bioproses. Mencakup proses hulu (seperti penyiapan media tumbuh, sel produksi, dan optimasi kondisi produksi) hingga proses hilir (pemanenan produk, pemurnian produk, serta penanganan limbah produksi).

Metode baku dalam pembuatan vaksin bergantung pada tipe vaksin yang ingin diproduksi. Beberapa vaksin menggunakan sel atau partikel patogen secara langsung. Untuk tipe ini, patogen ditumbuhkan langsung pada medium pertumbuhan spesifik (atau pada kultur sel hidup untuk patogen virus) dan kemudian dipanen setelah mencapai jumlah tertentu.

Sel atau partikel patogen kemudian dilemahkan (atenuasi) atau “dimatikan” (inaktivasi). Misalnya dengan panas atau zat kimia tertentu, sebelum diformulasikan sebagai sediaan vaksin proses produksi vaksin tipe ini relatif sederhana dan fasilitas untuk produksi skala besar sudah banyak tersedia.

Langkah selanjutnya peranan bioteknologi dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 adalah dengan membuat suatu obat yang bertujuan untuk mengobati orang yang terjangkit virus Covid-19. Dan dimasa yang akan datang apabila terjadi lagi akan sudah ada obat untuk mengatasinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

https://nasional.sindonews.com/read/142940/15/peran-bioteknologi-dalam-pembuatan-vaksin-covid-19-1598306928

 

https://www.halodoc.com/kesehatan/coronavirus

 

https://smkbanisaleh.sch.id/2020/03/28/perkembangan-bioteknologi-dalam-pembuatan-vaksin/

 

https://rm.id/baca-berita/nasional/45388/bioteknologi-modern-diyakini-percepat-pembuatan-vaksin

 

https://teknologi.bisnis.com/read/20200824/84/1282550/mengenal-bioteknologi-disiplin-ilmu-pembuatan-vaksin-covid-19

 

 

PENGARUH PERUBAHAN IKLIM BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL

 


 

Pernahkah anda mendengar tentang rumah kaca? Rumah yang atap dan dindingnya terbuat darikaca. Rumah ini biasa digunakan untuk pembibitan pada kegiatan perkebunan dan berfungsi untuk menghangatkan tanaman yang berada di dalamnya. Sebagai ilustrasi, pernahkah anda berada di dalam sebuah mobil yang tertutup, di bawah panas terik matahari? Bagaimana rasanya? Panas bukan? Hal ini disebabkan oleh sinar matahari yang masuk menembus kaca mobil membuat seisi mobil menjadi panas. Panas matahari tersebut terperangkap di dalam mobil, tidak dapat menembus ke luar kaca mobil. Hal di atas juga terjadi pada bumi, di mana radiasi yang dipancarkan oleh matahari, menembus lapisan atmosfer dan masuk ke bumi. Radiasi matahari yang masuk ke bumi – dalam bentuk gelombang pendek – menembus atmosfer bumi dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi.

Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun sayangnya, tak semua gelombang panjang yang dipantulkan kembali oleh bumi dapat menembus atmosfer menuju angkasa luar karena sebagian dihadang dan diserap oleh gas-gas yang berada di atmosfer – disebut gas rumah kaca(GRK). Akibatnya radiasi matahari tersebut terperangkap di atmosfer bumi. Karena peristiwa ini berlangsung berulang kali, maka kemudian terjadi akumulasi radiasi matahari di atmosfer bumi yang menyebabkan suhu di bumi menjadi semakin hangat. Peristiwa alam ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK), karena peristiwanya serupa dengan proses yang terjadi di dalam rumah kaca.

Jadi peristiwa efek rumah kaca bukanlah efek yang ditimbulkan oleh gedung-gedung kaca, seperti yang selama ini sering disalahartikan. Peristiwa ERK menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak untuk ditempati manusia. Jika tidak ada ERK, maka suhu permukaan bumi akan 33°C lebih dingin dibanding suhu saat ini. Namun berbagai aktivitas manusia, terutama prosesindustri dan transportasi, menyebabkan GRK yang diemisikan ke atmosfer terus meningkat. Alhasil, terjadilah perubahan komposisi GRK di atmosfer. Hal ini kemudian menyebabkan radiasi yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke luar angkasa terhambat sehingga menyebabkan terjadinya akumulasi panas di atmosfer.

Dalam Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change – UNFCCC), ada enam jenis gas yang digolongkan sebagai GRK, yaitu karbondioksida (CO2), dinitroksida (N2O), metana (CH4), sulfurheksafluorida (SF6), perfluorokarbon (PFCs) dan hidrofluorokarbon (HFCs). GRK terutama dihasilkan dari kegiatan manusia yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil (minyak, gas dan batubara) seperti pada penggunaan kendaraan bermotor dan penggunaan alat-alat elektronik. Selain itu penebangan pohon, penggundulan hutan serta kebakaran hutan juga merupakan sumber emisi GRK.

Singkat kata, meningkatnya konsentrasi GRK di atmosfer akibat aktivitas manusia di berbagai belahan dunia, menyebabkan meningkatnya radiasi yang terperangkap di atmosfer. Akibatnya,suhu rata-rata di seluruh permukaan bumi meningkat. Peristiwa ini disebut Pemanasan Global. Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi menyebabkan terjadinya perubahan pada unsurunsur iklim lainnya, seperti naiknya suhu air laut, meningkatnya penguapan di udara, serta berubahnya pola curah hujan dan tekanan udara yang pada akhirnya merubah pola iklim dunia. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Perubahan Iklim.

Laporan “Climate Change 2007: Climate Change Impacts, Adaptation and Vulnerability” memuat dampak perubahan iklim yang sudah dan yang mungkin akan terjadi di masa depan. Salah satu kesimpulannya, pemanasan global akan memberi dampak negative yang nyata bagi kehidupan ratusan juta warga di dunia. Salah satunya adalah meningkatnya suhu permukaan bumi sepanjang lima tahun mendatang. Ini akan mengakibatkan gunung es di Amerika Latin mencair. Dampaknya panen gagal, yang hingga tahun 2050 membuat 130 juta penduduk dunia terutama di Asia mengalami kelaparan. Pertanian gandum di Afrika juga bernasib sama. Pemanasan global juga membuat permukaan laut meningkat, lenyapnya beberapa spesies dan bencana nasional yang makin meningkat. 30% garis pantai di dunia lenyap pada 2080. Lapisan es di kutub mencair hingga terjadi aliran air di Kutub Utara dan membuat Terusan Panama terbenam.

Naiknya suhu udara akan memicu topan yang lebih dasyat hingga mempengaruhi wilayah pantai. Banyak tempat yang kering akan makin kering, sebaliknya sejumlah tempat yang basah akan makin basah. Hal ini membuata distribusi air secara alami kian senjang dan berpotensi meningkatkaan ketegangan dalam pemanfaatan air untuk kepentingan industri, pertanian dan penduduk. Sekitar 1-3 milyar orang didunia terutama diwilayah miskin, diperkirakan akan menderita kekurangan air kronis pada 2100.

Dari seluruh dampak yang muncul, Asia menjadi bagian dari bumi yang akan menderita paling parah. Setiap kenaikan suhu 2 derajat celcius akan menurunkan produksi pertanian di China dan Bangladesh hingga 30% pada 2050. Kelangkaan air meningkat di India seiring dengan menurunnya lapisan es di pegunungan Himalaya. Sekitar 100 juta warga pesisir di asia pemukimannya tergenang karena peningkatan permukaan laut antara 1-3 mm/tahun.

Untuk Indonesia sendiri, ada sejumlah dampak perubahan iklim seperti :

1. Ekosistem

Ø  Kemungkinan punahnya 20-30 persen spesies tanaman dan hewan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global sebesar 1,5-2,5 derajat Celcius.

Ø  Bertambahnya CO2 di atmosfer akan meningkatkan tingkat keasaman laut. Hal ini berdampak negative pada organisme-organisme laut seperti terumbu karang dan spesies-spesies yang hidupnya bergantung pada organisme tersebut.

2. Pangan dan hasil hutan

Ø  Diperkirakan produktivitas pertanian didaerah tropis akan mengalami penurunan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global antara1-2 derajat Celcius, sehingga meningkatkan resiko bencana kelaparan.

Ø  Meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir akan memberikan dampak negative pada produksi local terutama pada penyediaan pangan di subtropics dan tropis.

3. Pesisir dan dataran rendah

Ø Daerah pantai akan semakin rentan terhadap erosi pantai dan naiknya permukaan air laut. Kerusakan pesisir akan diperparah oleh tekanan manusia didaerah pesisir.

Ø Diperkirakan tahun 2080, jutaan orang akan terkena banjir setiap tahun karena naiknya permukaan air laut. Resiko terbesar adalah dataran rendah yang padat penduduknya dengan tingkat adaptasi yang rendah. Penduduk yang paling terancam adalah yang berada di delta-delta Asia dan Afrika, namun yang paling rentan adalah penduduk di pulau-pulau kecil.

4. Sumber dan Manajemen air tawar

Ø Rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air didaerah subpolar dan daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat 10-40 persen.

Ø Sementara didaerah subtropics dan daerah tropis yang kering, air akan berkurang 10-30 persen, sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya.

5. Industri, permukiman dan masyarakat

Ø Industri, permukiman dan masyarakat yang paling rentan umumnya berada didaerah pesisir dan bantaran sungai, serta mereka yang ekonominya terkait erat dengan sumber daya yang sensitive terhadap iklim, serta mereka yang tinggal didaerah-daerah yang sering dilanda bencana ekstrem, dimana urbanisasi berlangsung dengan cepat.

Ø Komunitas miskin sangat rentan karena kapasitas beradaptasi yang terbatas,serta kehidupan mereka sangat tergantung kepada sumberdaya yang mudah terpengaruh oleh iklim seperti persediaan air dan makanan.

6. Kesehatan

Ø   Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare, gizi buruk, serta berubahnya pola distribusi penyakit-penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan.

Meski tingkat emisi GRK terus meningkat, ada banyak peluang untuk menguranginya. Salah satu cara melalui perubahan gaya hidup dan pola konsumsi. IPCC memberikan rekomendasi kebijakan dan instrument yang dinilai efektif menurunkan emisi GRK, seperti :

Sektor Energi

Ø   Mengurangi subsidi bahan bakar fosil.

Ø   Pajak karbon untuk bahan bakar fosil.

Ø   Kewajiban menggunakan energi terbarukan.

Ø   Penetapan harga listrik bagi energi terbarukan.

Ø   Subsidi bagi produsen

Sektor Transportasi

Ø   Kewajiban ekonomi bahan bakar, penggunaan biofuel dan standar CO2 untuk alat transportasi jalan raya.

Ø   Pajak unstuck plebeian endbrain, STNK, bahan bakar serta tarif penggunaan jalan dan parker.

Ø   Merancang kebutuhan transportasi melalui regulasi penggunaan lahan serta perencanaan infrastruktur.

Ø   Melakukan investasi pada fasilitas angkutan umumdan transportasi tak bermotor.

Sektor Gedung

Ø   Menerapkan standard dan pemberian label pada berbagai peralatan.

Ø   Sertifikasi dan regulasi gedung

Ø   Program-program demand side management.

Ø   Percontohan oleh kalangan pemerintah termasuk pengadaan.

Ø   Insentif untuk energy services company.

Sektor Industri

Ø   Pembuatan standar

Ø   Subsidi, pajak untk kredit.

Ø   Izin yang dapat diperjualbelikan

Ø   Perjanjian sukarela.

Sektor pertanian

Ø   Insentif financial serta regulasi-regulasi untuk memperbaiki manajemen lahan, mempertahankan kandungan karbon didalam tanah, penggunaan pupuk dan irigasi yang efisien.

Sektor kehutanan

Ø   Insentif financial (nasional dan internasional) untuk memperluas area hutan, mengurangi deforestasi, mempertahankan hutan, serta manajemen hutan.

Ø   Regulasi pemanfaatan lahan serta penegakan regulasi tersebut.

Sektor manajemen limbah

Ø   Insentif financial untuk manajemen sampah dan limbah cair yang lebih baik.

Ø   Insentif atau kewajiban meggunakan energi terbarukan.

Ø   Regulasi manajemen limbah.

Selain itu kita sebagai masyarakat dapat melakukan upaya pengurangan emisi seperti :

Ø   Gunakan penerangan secara efisien dan efektif. Penggunaan lampu hemat energi dan jadwal penerangan rumah yang tepat

Ø   Gunakan peralatan elektronik, seperti komputer,TV, radio dan AC, seperlunya saja.

Ø   Kurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

Ø   Jika harus memiliki kendaraan pribadi, pilih yang penggunaan bahan bakarnya lebih hemat dengan jenis bahan bakar yang lebih bersih.

Ø   Kejelian dalam memilih produk merupakan bantuan besar dalam mengendalikan emisi GRK. Secara keseluruhan, produk lokal akan memberikan emisi GRK yang lebih kecil

Ø   dibandingkan produk impor. Sebab produk impor akan mengemisikan GRK dalam proses transportasinya dari negara asal ke negara tujuan.

Ø   Jangan lupa, tanamlah pohon di sekitar lingkungan anda tinggal. Selain berguna untuk

Ø   menyegarkan udara di sekitarnya, pepohonan juga berfungsi untuk menyerap emisi GRK.

Perubahan iklim jelas menyengsarakan kehidupan umat manusia. Kerugian materi dan juga korban nyawa adalah akibat yang harus kita terima. Oleh karena itu, sudah saatnya kita, pemerintah, industri dan masyarakat, bahu-membahu berupaya untuk menghambat terjadinya perubahan iklim.

Bumi memiliki atmosfir yang memberikan perlindungan serta mengatur suhu bumi sedemikian rupa sehingga ekosistem yang seimbang dan teratur bekerja sempurna yang mencukupi untuk kehidupan seluruh makhluk di bumi, Allah SWT berfirman “Dan kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran”. (QS. Al-Hijr [15]:19).

Allah SWT juga menyatakan langit atau atmosfer sebagai atap. Layaknya fungsi atap rumah, langit / atmosfer bumi melindungi makhluk hidup di permukaan bumi dari berbagai bahaya yang datang. “Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain)”. (QS. Al-‘Anbya’ [21]:32).

Namun kegiatan ekonomi manusia modern yang ekspoitatif terhadap alam telah menimbulkan polusi yang meningkatkan efek Gas Rumah Kaca (GRK) yang mengakibatkan peningkatan suhu bumi, akibat terperangkapnya panas yang masuk ke bumi. Allah SWT berfirman:

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجْعِ 

“Demi langit yang mengandung hujan” (QS. At-Thariq [86]:11)

Kata “ar-raj’i” yang terdapat di dalam ayat di atas sebenarnya berarti “kembali berputar”. Para mufassir pada umumnya mengartikan “ar-raj’i” sebagai hujan dikarenakan mereka mengamati bahwa langit mampu “mengembalikan” air yang menguap dari permukaan bumi untuk selanjutnya diturunkan kembali sebagai air hujan. Oleh karena itu, terjemahan di atas umum dijumpai hampir di seluruh Al Qur’an terjemahan Bahasa Indonesia. Bila kita kembali menggunakan makna tekstual, maka Surat At Thariq ayat ke-11 di atas bisa berarti “Demi langit yang mengembalikan”.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://lingkunganhidup.co/dampak-perubahan-iklim-dan-pemanasan-global/

 

https://walhibali.org/perubahan-iklim-dan-dampaknya-bagi-kehidupan

 

http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/info-iklim/dampak-fenomena-perubahan-iklim/357-dampak-perubahan-iklim-terhadap-kesehatan-manusia

 

http://indonesiabaik.id/infografis/mengenal-perubahan-iklim-faktor-dan-dampaknya

 

Keman S. 2004. Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol.1 No.1 : 30-43.

 

Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan. 2001. Planet Kita  Kesehatan Kita. Kusnanto H (Ed). Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive