Thursday, December 7, 2017

Pertanyaan Seputar Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB)

1.        Ada beberapa macam pengembangan keprofesian Berkelanjutan (PKB) diantaranya, kecuali….
a.       Pengembangan diri
b.      Kreativitas guru
c.       Publikasi ilmiah
d.      Karya inovatif                       
Jawaban yang benar adalah (B)
2.        Diklat fungsional dan melaksanakan kegiatan kolektif guru termasuk unsure kegiatan PKB dalam hal….
a.       Publikasi ilmiah
b.      Karya inovatif
c.       Pengembangan diri
d.      Pengembangan karya seni     
Jawaban yang benar adalah (C)
3.        Guru yang akan naik jabatan dari guru madya golongan ruang IV/C ke guru utama golongan ruang IV/d, disamping harus memiliki 5 (lima) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri dan 14 angka kredit dari sub publikasi ilmiah dan/karya inovatif, yang bersangkutan diwajibkan melakukan….
a.       Presentasi ilmiah
b.      Pengembangan diri
c.       Publikasi ilmiah
d.      Karya inovatif                       
Jawaban yang benar adalah (A)
4.        Untuk kenaikan pangkat dari jabatan guru muda golongan III/d ke jabatan guru madya golongan IV/a diperlukan jumlah angka kredit minimum dari sub unsur….
a.       Pengembangan diri (3) publikasi ilmiah dan atau karya inovatif (6)
b.      Pengembangan diri (4) publikasi ilmiah dan atau karya inovatif (6)
c.       Pengembangan diri (4) publikasi ilmiah dan atau karya inovatif (12)
d.      Pengembangan diri (4) publikasi ilmiah dan atau karya inovatif (8)
Jawaban yang benar adalah (D)

5.        Dari jabatan guru muda golongan III/d ke jabatan guru madya golongan IV/a, jumlah angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan atau karya inovatif 8 (delapan), untuk itu macam publikasi ilmiah/karya inovatif yang wajib adalah….
a.       Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah dan karya inovatif
b.      Minimal terdapat satu laporan hasil penelitian dan satu artikel yang dimuat di jurnal yang ber-ISSN
c.       Minimal terdapat (satu) laporan pendidikan
d.      Minimal terdapat satu buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber-ISSN
Jawaban yang benar adalah (C)
6.        Dalam laporan kegiatan PKB harus memenuhi persyaratan sebagai berikut kecuali….
a.       Asli
b.      Inovatif
c.       Ilmiah
d.      Konsisten
Jawaban yang benar adalah (B)
7.        Bukti fisik yang harus disertakan dalam mengikuti Diklat fungsional diantaranya kecuali….
a.       Karya ilmiah
b.      Fotocopy surat tugas dari kepala sekolah/instansi lain yang terkait
c.       Fotocopy sertifikat diklat yang disahkan oleh Kepala sekolah
d.      Laporan hasil pelatihan yang dibuat oleh guru yang bersangkutan
Jawaban yang benar adalah (A)
8.        Lama pelaksanaan diklat (dalam satuan jam efektif pelaksanaan diklat) antara 641 s/d 960 jam, angka kredit yang diperoleh adalah ….


a.       9
b.      6
c.       15
d.      3


Jawaban yang benar adalah (A)
9.        Aspek yang dinilai pada PK guru adalah ….
a.       Kompetensi pedagogik, professional, sosial dan kepribadian
b.      Portofolio
c.       Pembelajaran, tugas tambahan
d.      supervisi pembelajaran
Jawaban yang benar adalah (A)
10.    Sebutan apa yang diberikan kepada guru dengan nilai hasil PK guru kisaran 76-90 adalah….
a.       Baik
b.      Amat baik
c.       Cukup
d.      Kurang

Jawaban yang benar adalah (A)

Pertanyaan Seputar Materi Pembelajaran di TK

1.        Melalui integrasi dalam pendidikan formal di TK dan pendidikan informal di keluarga, serta dukungan masyarakat diharapkan dapat membentukan manusia Indonesia yang seutuhnya, yakni manusia yang, kecuali ….
a.       berkarakter
b.      demokratis
c.       bertanggung jawab
d.      berkembang               
Jawaban yang benar adalah (D)
2.        Memperlihatkan cara berpikir luwes, yaitu anak mampu mengungkapkan pengertian lain yang mempunyai sifat sama, memberikan jawaban yang tidak kaku, dan berinisiatif dalam segala kegiatan, termasuk bentuk kreativitas dalam bentuk ….


a.       gagasan
b.      sikap
c.       karya
d.      sifat


Jawaban yang benar adalah (A)
3.        Yang tidak termasuk dalam bentuk kreativitas anak usia dini adalah….


a.       Bentuk gagasan
b.      Bentuk sikap
c.       Bentuk karya
d.      Bentuk sifat


Jawaban yang benar adalah (D)
4.        Tujuan bermain pada anak usia dini mengembangkan intelektual (kognitif) anak, mengembangkan sosial dan emosional anak, mengembangkan fisik-motorik anak. Tujuan ini dikemukakan oleh….


a.       Brewer
b.      Karl Buhler
c.       Schenk Danziger
d.      Plato


Jawaban yang benar adalah (A)
5.        Aktivitas bermain yang memberikan kesenangan dan kepuasan pada anak melalui aktivitas yang mereka lakukan sendiri disebut bermain….
a.       Aktif
b.      Konstruktif
c.       manipulatif
d.      pasif
Jawaban yang benar adalah (A)
6.        Materi pembelajaran di TK diuraikan berdasarkan standar pendidikan Anak Usia Dini yang tercantum dalam….
a.       Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014
b.      Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014
c.       Permendikbud Nomor 147 Tahun 2014
d.      Permendikbud Nomor 136 Tahun 2014
Jawaban yang benar adalah (B)
7.        Materi pembelajaran di TK diuraikan berdasarkan kompetensi dasar yang tercantum dalam….
a.     Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014
b.    Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014
c.     Permendikbud Nomor 147 Tahun 2014
d.    Permendikbud Nomor 136 Tahun 2014
Jawaban yang benar adalah (A)
8.        Materi pembelajaran sampai bahan yang akan dijadikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan dengan mempertimbangkan ….


a.       Tingkat pencapaian perkembangan anak dalam lingkup perkembangan
b.      Tema dan sub tema yang telah ditetapkan guru
c.       Tahapan perkembangan anak sesuai usianya
d.      Tugas perkembangan anak sesuai usia anak


Jawaban yang benar adalah (A)
9.        Pernyataan di bawah ini yang tidak termasuk rasional dalam pentingnya memahami pengembangan materi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar adalah ….
a.       Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak
b.      Memperluas pengalaman bermain yang bermakna
c.       Menumbuhkan minat belajar anak
d.      Menambah kecerdasan anak
Jawaban yang benar adalah (D)
10.    Di bawah ini yang bukan termasuk dalam langkah-langkah menyusun materi pembelajaran di TK adalah….
a.       Pahami inti muatan dari setiap kompetensi dasar
b.      Pahami keluasan cakupan materi yang termuat dalam KD
c.       Pahami kedalaman materi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak
d.      Sesuai dengan harapan orang tua yang ingin dicapai pada anak didik selama belajar di PAUD

Jawaban yang benar adalah (D)

PERTANYAAN SEPUTAR MEDIA PEMBELAJARAN DI TK


1.    Apa yang dimaksud media pembelajaran ? 
    Media pembelajaran adalah merupakan benda-benda, baik alat maupun bahan yang berisi pesan yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
2.    Apa tujuan media pembelajaran ?
     adalah membantu anak didik dalam belajar agar lebih cepat mengetahui, memahami, dan upaya terampil dalam mempelajari sebuah materi yang dipelajarinya, sehingga terciptakan suasana pembelajaran yang menarik, aktif, efektif, dan efisien. Tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar pada diri anak.
3.    Apa manfaat penggunaan media pembelajaran bagi anak ?
a.    Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara siswa dengan sumber belajar.
b.    Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. Karena semakin banyaknya verbalisme maka semakin abstrak pemahaman yang diterima.
c.    Mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
4. Sebutkan jenis-jenis media pembelajaran !
a.         Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat.
Media visual yang dapat diproyeksikan pada dasarnya merupakan media yang menggunakan alat proyeksi (disebut proyektor) dimana gambar atau tulisan akan nampak pada layar (screen) diantaranya film, baik yang diputar melalui VCD, DVD, LCD, maupun melalui proyektor. Media visual yang tidak dapat diproyeksikan terdiri atas media gambar diam/mati, media grafis, media model, dan media realia
b.        Media Audio
media audio mengandung pesan dalam bentuk auditif (berkaitan dengan indera pendengaran) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan untuk mempelajari isi tema.
c.         Media Audio-Visual
Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar, merupakan kombinasi dari media visual dan audio yang sering disebut media pandang dengar.
5. Sebutkan langkah-langkah sistematis yang perlu dilakukan pada saat membuat rancangan media !       a. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik anak
    b. Merumuskan tujuan pembelajaran
    c. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
    d. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
    e. Membuat desain media
    f. Melakukan revisi
6. Hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan media pembelajaran ?

a.    Bahan mudah didapat di lingkungan sekitar sekolah dan murah atau bisa dibuat dari bahan bekas/sisa.
b.    Tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak.
c.    Dapat menimbulkan kreativitas, daya khayal dan daya imajinasi serta dapat digunakan untuk bereksperimen dan bereksplorasi.
d.   Sesuai dengan tujuan dan fungsi sarana.
e.    Media pembelajaran yang dirancang harus memungkinkan anak untuk menggunakannya baik secara individual, kelompok atau secara klasikal.
f.     Dibuat sesuai dengan tingkat perkembangan anak.


RESUME PENGEMBANGAN SARANA KEGIATAN DAN SUMBER BELAJAR DI TK



1.    Prinsip dan persyaratan sarana dan prasarana di TK sebagaimana disampaikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 58 Tahun 2009, secara umum adalah: (1) aman, nyaman, terang, dan memenuhi kriteria kesehatan bagi anak, (2) sesuai dengan tingkat perkembangan anak, dan (3) memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, termasuk barang limbah/bekas layak pakai.
2.    Persyaratan sarana prasarana di TK, adalah (1) luas lahan minimal 300 m2, (2) memiliki ruang anak dengan rasio minimal 3 m2 per peserta didik, ruang guru, ruang kepala sekolah, tempat UKS, jamban dengan air bersih, dan ruang lainnya yang relevan dengan kebutuhan kegiatan anak, (3) memiliki alat permainan edukatif, baik buatan guru, anak, dan pabrik (4) memiliki fasilitas permainan baik di dalam maupun di luar ruangan yang dapat mengembangkan berbagai konsep, dan (5) memiliki peralatan pendukung keaksaraan.
3.    Sumber belajar adalah segala macam bahan yang dapat digunakan untuk memberikan informasi maupun berbagai keterampilan kepada murid maupun guru.
4.    fungsi dan manfaat sumber belajar adalah: (1) Dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkrit dan langsung, (2) Dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera. (3) Menambah wawasan dan pengalaman anak. (4) Memberikan informasi yang akurat dan terbaru. (5) Meningkatkan motivasi belajar anak.
5.    Macam-macam sumber belajar menurut Anggini Sudono, (1995), adalah (1) tempat sumber belajar alamiah, (2) perpustakaan sebagai sumber belajar, (3) narasumber belajar, (4) media cetak, (5) alat peraga, (6) Tempat yang dikunjungi oleh anak /karyawisata, dan (7) ruang sumber belajar.
6.    Sarana dan prasarana di Taman Kanak-Kanak berdasarkan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014pasal 31 dan 32. Adapun prinsip pengadaan sarana prasarana meliputi : aman, bersih, sehat, nyaman, dan indah, sesuai dengan tingkat perkembangan anak, memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, dan benda lainnya yang layak pakai serta tidak membahayakan kesehatan anak
7.    Upaya pengelolaan sumber belajar ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan bagi anak usia dini. Upaya tersebut meliputi perencanaan, pengadaan, pemilihan, penyimpanan, dan pemeliharaan serta evaluasi penggunaannya.
8.    Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar untuk anak usia dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, keterampilan sosial, dan pengetahuan budaya, perkembangan emosional serta intelektual.


Artikel Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa


a. Pengertian.
Dalam kamus bahasa Indonesia peran mempunyai arti perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat, peran yang terutama ditentukan oleh ciri-ciri individual yang sifatnya khas dan istimewa (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988 : 751).
Pendidik adalah komponen yang sangat penting dalam system kependidikan, karena ia yang akan mengantarkan anak didik pada tujuan yang telah ditentukan, bersama komponen yang lain terkait dan lebih bersifat komplementatif.
Al-Ghazali mempergunakan istilah pendidik dengan bebagai kata seperti, al-mualim (guru), al-mudarris (pengajar), al-muaddib (pendidik), dan al-walid (orang tua). Dalam Islam yang paling bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik adalah orang tua (ayah-ibu) anak didik (Muhaimin, 2003: 210). Sebagai tenaga pengajar guru harus mempunyai kemampuan profesional dalam bidangnya maka guru dapat melaksanakan peranya yakni (Hamalik, 1995: 9) :
1)        Sebagai fasilitator yang memudahkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar.
2)        Sebagai pembimbing yang membantu siswa mangatasi kesulitan.
3)        Sebagai penyedia lingkungan yang menciptakan lingkungan yang menantang bagi siswa agar malakukan kegiatan belajar.
4)        Sebagai komunikator yang melakukan komunikasi dengan siswa.
5)        Sebagai inovator yang turut menyebarkan usaha-usaha pembaruan kepada masyarakat.
6)        Sebagai model yang mampu memberi contoh baik kepada siswa.
7)        Sebagai evaluator yang mengadakan penilaiaan terhadap siswa.
8)        Sebagai manager yang memimpin siswa.
9)        Sebagai agen kognitif yang menyebarkan ilmu pengetahuan.
10)    Sebagai agen moral dan politik yang membina moral peserta didik dan menunjang upaya pembelajaran.

Di samping guru sebagai sumber belajar ternyata masih banyak peran yang harus dilaksanakan dalam upaya membelajarkan siswa (Sanjaya, 2005: 148):
1). Guru sebagai fasilitator
Sebagai fasilitator guru berperan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.
2). Guru sebagai pengelola
Sebagai pengelola pembelajaran (learning manager), guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman.
3). Guru sebagai demonstrator
Dalam setiap aspek kehidupan, guru merupakan sosok ideal bagi setiap siswanya. Biasanya apa yang dilakukan guru akan menjadi acuan bagi siswa, sebagai demonstrator dapat diartikan guru harus menjadi teladan bagi siswa.
4). Sebagai evaluator
Evaluasi merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam suatu rangkaian kegiatan pembelajaran.


Al-Ghazali mengemukakan bahwa pendidik atau guru mempunyai kewajiban (Ridla, 2002: 129-132):
1). Menyayangi peserta didik.
2). Mau menyampaikan atau mengajarkan ilmunya dengan ikhlas.
3). Dalam memberi pelajaran mengikuti tuntuna Rosululloh SAW.
4). Memberi nasihat kepada peserta didik.
5). Mencegah siswa agar tridak jatuh kepada akhlak tercela.
6). Menyampaikan materi sesuai kemapuan siswa.
7). Tidak memandang rendah keilmuan yang lain.
b. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi.
Mendidik anak untuk sholat berarti juga mendidik anak agar menjadi anak yang beriman, bertakwa dan berahlak mulia. Ada beberapa usaha-usaha yang di lakukan untuk menanamkan iman di antaranya memberikan contoh atau teladan, membiasakan ibadah, memberikan motivasi atau dorongan, memberikan hadiah (Ahmad Tafsir, 1992: 78), menegakan kedisiplinan,  menghukum apabila anak salah, menciptaka suasana kondusif yang
berpengaruh dalam pertumbuhan positif.
1) Memberikan contoh atau teladan
Menurut bahasa, qudwah berarrti uswah : yang dalam bahasa Indonesia berarti keteladanan atau contoh, meneladani atau mencontoh sama dengan mengikuti suatu pekerjaan yang dilakukan sebagaimana adanya (Rohadi Abdul Fatah dan M Toha Taufik, 2004: 50). Keteladanan dari seorang guru merupakan hal yang diperlukan, karena biasanya para siswa akan memperhatikan tindak tanduk dari seorang guru dalam bertingkah laku.
Seorang pendidik harus memikliki kepribadian yang baik, karena ialah yang akan mendidik dan bertanggung jawab terhadap anak didiknya. Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia akan menjadi pendidik dan pembina yang baik ataukah akan menjadi perusak masa depan anak didiknya. Oleh karena itu guru harus menjadi teladan bagi siswanya sendiri.
Konsep keteladanan sudah di berikan dengan cara Allah mengutus Nabi Muhammad SAW. Untuk menjadi panutan yang baik bagi umat islam sepanjang sejarah dan bagi semua manusia disetiap masa dan tempat, guru bagaikan lampu terang dan bulan penunjuk jalan, keteladanan ini harus senantiasa dipupuk, dipelihara dan dijaga oleh pengemban risalah. Guru harus memiliki sifat tersebut sebab guru ibarat naskah asli yang hendak dikopi.
2) Membiasakan ibadah
Metode pembiasaan merupakan metode memberi kesempatan kepada peserta didik untuk membiasakan sikap dan perilaku baik sesuai dangan ajaran agama Islam dan budaya bangsa dalam menghadapi masalah kehidupan. Penanaman ibadah kepada siswa dapat di lakukan dalam bentuk pembiasaan karena pembiasaa akan berjalan dan berpengaruh karena sematamata oleh kebiasaan itu sendiri. Dengan metode pembiasaan maka diharapkan ibadah dapat menjadi kebiasaan dan kebutuhan bagi siswa.
3) Menegakan disiplin
Menegakan disiplin merupakan usaha yang sifatnya pembiasaan tapi dalam hal ini pembiasaa dengan mendisiplinkan siswa agar siswa mampu mendisiplinkan diri dalam hal beribadah seperti sholat tepat pada waktunya dan sholat berjamaah. Di harapkan dengan menegakan kedisiplinan akan tertanam dalam hati siswa untuk mandisiplinkan diri, baik dalam urusan ibadah maupun dalam urusan yang lain.
4) Memberikan motivasi atau dorongan
Motivasi adalah kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu untuk melakukan suatu kegiatan mencapai tujuan. Perilaku individu tidak berdiri sendiri selalu ada hal yang mendorongnya dan tertuju pada satu tujuan yang ingin dicapai.
Motivasi peserta didik adalah suatu kegiatan memberi dorongan agar peserta didik besedia dan mau mengerjakan kegiatan atau perilaku yang diharapkan oleh orang tua atau guru karena anak yang memiliki motivasi akan memungkinkan ia akan mengembangkan diri. Dapat disimpulkan bahwa motivasi dalam proses pendidikan berfungsi memberikan dorongan kepada anak didik untuk melakukan aktifitas dalam pendidikan sehingga dapat menghasilkan perubahan bagi siswa secara kognitif, afektif, psikomotor.
Bentuk-bentuk motivasi yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa (Djamarah dan Zain, 2006 : 149) :
a). Memberi Angka
Angka dimaksud adalah sebagai symbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka yang diberikan kepada siswa biasanya berfariasi sesuai hasil ulangan yang telah mereka peroleh dari hasil penilaian guru. Angka atau nilai bisa memberi motivasi, apabila hasil nilai yang dicapai siswa kurang baik dan nilai yang dicapai siswa lain lebih tinggi maka siswa tersebut akan termotivasi untuk bisa menyamai atau melampaui nilai dari temannya.
b).Hadiah
Hadiah adalah sesuatu yang diberikan kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan atau cenderamata. Hadiah diberikan tidak harus pada akhir semester atau pada saat pembagian rapor, tetapi bisa saja diberikan pada saat siswa rajin melaksanakan sesuatu, dalam konteks ini adalah dalam melaksanakan ibadah sholat. Hadiah tidak harus yang mahal-mahal tetapi cukup yang bisa memotivasi untuk lebih meningkatkan motivasi agar lebih rajin, hadiah juga bisa
memotivasi teman-teman yang lain agar lebih giat dalam melaksanakan ibadah sholat.
c).Pujian
Pujian adalah alat motivasi yang positif. Setiap orang senang dipuji, tidak peduli tua atau muda, bahkan anak-anak pun senang dipuji atas sesuatu pekerjaan yang telah diselesaikan dengan baik. Pujian yang diberikan hendaknya sewajarnya saja, tidak boleh berlebihan, untuk memberikan pujian kepada siswa yang rajin dalam melaksanakan sholat berjamaah adalah “bagus, tingkatkan sholat berjamaahmu”.
d).Gerakan Tubuh
Gerakan tubuh dalam bentuk mimik yang cerah, dengan senyum, mengangguk, acungan jempol, tepuk tangan, memberi salam, menaikan bahu, geleng-geleng kepala, menaikan tangan dan lain-lain adalah sejumlah gerak fisik yang dapat memberikan motivasi kepada anak.
e). Memberi Tugas
Tugas adalah suatu pekerjaan yang menuntut pelaksanaan untuk diselesaikan. Guru dapat memberikan tugas kepada anak didik sebagai bagian yang tak dapat terpisahkan dari tugas belajar anak didik.
f). Memberi Ulangan
Ulangan adalah salah satu strategi penting dalam pengajaran. Ulangan diberikan kepada anak didik adalah agar guru dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa dapat menerima materi yang telah disampaikan.
g). Mengetahui Hasil
Ingin mengetahui adalah suatu sifat yang sudah melekat di dalam diri seseorang, setiap orang selalu ingin mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya. Demikian juga pada siswa, siswa akan selalu menanti hasil dari ulangan yang telah di laksanakan, jadi guru harus cepat memberitahukan hasil yang di capai siswa dalam ulangan agar siswa bisa termotivasi setelah melihat hasil ulngan yang telah dicapai.
h). Hukuman
Hukuman adalah reinforcement yang negative, tetapi diperlukan dalam pendidikan. Hukuman dimaksud disini tidak seperti hukuman penjara, tetapi adalah hukuman yang bersifat mendidik.
Ada beberapa motivasi yang dapat digunakan guru dalam meningkatkan atau menumbuhkan motivasi belajar pada siswa (Sanjaya, 2006 : 29) :
a). Memperjelas tujuan yang ingin dicapai
Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham kearah mana ingin dibawa. Pemahaman siswa tentang tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka, semakin jelas tujuan yang ingin dicapai maka akan kuat motivasi belajar pada siswa.
b). Membangkitkan minat siswa
Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. Oleh sebab itu, mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar.
Beberapa cara dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa, di antaranya :
1). Hubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Minat siswa akan tumbuh manakala ia dapat menangkap bahwa materi pelajaran itu berguna untuk kehidupannya. Dengan demikian guru perlu menjelaskan keterkaitan materi dengan kebutuhan siswa.
2).Sesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. Materi pelajaran yang terlalu sulit untuk dipelajari atau materi pelajaran yang jauh dari pengalaman siswa, akan tidak diminati oleh siswa. Materi pelajaran yang terlalu sulit tidak akan dapat diikuti dengan baik, yang dapat menimbulkan siswa
gagal mencapai hasil yang optimal.
3).Gunakan pelbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi, misalnya diskusi, kerja kelompok, eksperimen, demonstrasi dan lain-lain.
c). Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar
Siswa hanya mungkin dapat belajar dengan baik manakala ada dalam suasana yang meyenangkan, merasa aman, bebas dari rasa takut.
Usahakan agar kelas selama dalam suasana hidup dan segar, terbebas dari rasa tegang. Untuk itu guru sekali-kali dapat melakukan hal-hal yang lucu.
d). Berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa
Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Memberikan pujian yang wajar merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan. Pujian tidak selamanya berupa kat-kata, justru ada anak yang merasa tidak senang dengan katakata.
Pujian sebagai penghargaan dapat dilakukan dengan isyarat, misalnya senyuman dan anggukan yang wajar, atau mungkin dengan tatapan mata yang meyakinkan.
e). Berikan penilaian
Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai bagus. Untuk itu mereka belajar dengan giat, bagi sebagian siswa nilai dapat menjadi motivasi yang kuat. Oleh karena itu, penilaian harus dilakukan dengan segara agar siswa secapat mugkin dapat mengetahui hasil kerjanya. Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.
f). Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa
Siswa butuh penghargaan. Penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar yang positif. Setelah siswa selesai mengerjakan suatu tugas, sebaiknya berikan komentar secepatnya, misalnya dengan memberikan tulisan ”bagus” atau “teruskan pekerjaanmu” dan lain sebagainya. Komentar yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
g). Ciptakan persaingan dan kerja sama
Persaingan yang sehat dapat memberikan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses belajar siswa. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sunggguh-sungguh untuk memperoleh hasil nilai yang terbaik, untuk itu guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik kelompok maupun antar individu.
5) Memberi hadiah
Memberi hadiah merupakan motivasi kepada siswa yang berprestasi atau yang rajin melaksanakan ibadah dengan tujuan agar siswa tetap rajin melaksanakan ibadah sholat dan mempengarui siswa lain agar mencontoh siswa yang mendapat hadiah.
Dalam memberikan hadiah, siswa diharapkan tidak hanya mencari hadiah akan tetapi benar-benar sadar bahwa sholat merupakan kewajiban bagi umat islam yang sudah baligh.
6) Menghukum yang bersifat mendidik
Menghukum apabila siswa bersalah merupakan usaha yang diberikan kepada siswa apabila terpaksa dan hukumannya bersifat mendidik dalam rangka mendisiplinkan siswa sehingga hukuman itu memberikan kesadaran siswa bahwa mereka telah melakukan kesalahan, dengan harapan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
7) Menciptakan suasana yang kondusif yang berpengaruh dalam pertumbuhan positif
Keadaan sekolah yang kondusif akan mempengaruhi perkembangan peserta didik, suasana yang kondusif bisa berupa pembelajaran yang kondusif di lingkungan sekolah sehingga akan mempengarui tingkah laku dan pola pada anak didik.


Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa


Dalam kamus bahasa Indonesia peran mempunyai arti perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat, peran yang terutama ditentukan oleh ciri-ciri individual yang sifatnya khas dan istimewa (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008 : 751). Pendidik adalah komponen yang sangat penting dalam system kependidikan, karena ia yang akan mengantarkan anak didik pada tujuan yang telah ditentukan, bersama komponen yang lain terkait dan lebih bersifat komplementatif.
Al-Ghazali mempergunakan istilah pendidik dengan bebagai kata seperti, al-mualim (guru), al-mudarris (pengajar), al-muaddib (pendidik), dan al-walid (orang tua). Dalam Islam yang paling bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik adalah orang tua (ayah-ibu) anak didik (Muhaimin, 2003: 210). Sebagai tenaga pengajar guru harus mempunyai kemampuan profesional dalam bidangnya maka guru dapat melaksanakan perannya yakni (Hamalik, 2004: 9) :
1)        Sebagai fasilitator yang memudahkan siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar.
2)        Sebagai pembimbing yang membantu siswa mangatasi kesulitan.
3)        Sebagai penyedia lingkungan yang menciptakan lingkungan yang menantang bagi siswa agar malakukan kegiatan belajar.
4)        Sebagai komunikator yang melakukan komunikasi dengan siswa.
5)        Sebagai inovator yang turut menyebarkan usaha-usaha pembaruan kepada masyarakat.
6)        Sebagai model yang mampu memberi contoh baik kepada siswa.
7)        Sebagai agen kognitif yang menyebarkan ilmu pengetahuan.
8)        Sebagai agen moral dan politik yang membina moral peserta didik dan menunjang upaya pembelajaran.
Di samping guru sebagai sumber belajar ternyata masih banyak peran yang harus dilaksanakan dalam upaya membelajarkan siswa (Sanjaya, 2005: 148):
1). Guru sebagai fasilitator
2). Guru sebagai pengelola
3). Guru sebagai demonstrator
4). Sebagai evaluator
Al-Ghazali mengemukakan bahwa pendidik atau guru mempunyai kewajiban (Ridla, 2002: 129-132):
1). Menyayangi peserta didik.
2). Mau menyampaikan atau mengajarkan ilmunya dengan ikhlas.
3). Dalam memberi pelajaran mengikuti tuntunan Rosululloh SAW.
4). Memberi nasihat kepada peserta didik.
5). Mencegah siswa agar tridak jatuh kepada akhlak tercela.
6). Menyampaikan materi sesuai kemapuan siswa.
7). Tidak memandang rendah keilmuan yang lain.
b. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi.
1) Memberikan contoh atau teladan
2) Membiasakan ibadah
3) Menegakan disiplin
4) Memberikan motivasi atau dorongan
Bentuk-bentuk motivasi yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa (Djamarah, 2006 : 149) :
a). Memberi Angka
b).Hadiah
c).Pujian
d).Gerakan Tubuh
e). Memberi Tugas
f). Memberi Ulangan
g). Mengetahui Hasil
h). Hukuman


Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive