Thursday, December 17, 2020

Belajar

Belajar

Belajar adalah terjadinya perubahan pada diri orang belajar karena pengalaman (Darsono, dkk, 2000:4). Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik (Darsono, dkk, 2000:24). Ada beberapa definisi belajar menurut beberapa pakar psikologi pendidikan dalam Rosyid (2006:9) diantaranya Gagne (1977), belajar merupakan perubahan kecakapan yang berlangsung dalam periode tertentu yang bukan berasal dari proses pertumbuhan (fisik). Morgan, at.al (1986), belajar merupakan perubahan relatif permanen karena hasil praktek atau pengalaman. Slavein (1994), belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman (experience).

Menurut Slameto dalam Bahri (2002:13), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Skinner (1985) dalam Syah (2000:89), belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.

Habermas (Rene, 1996), belajar baru terjadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan alam maupun lingkungan sosial sebab keduanya tidak dapat dipisahkan (Hatimah, dkk : 18). Wittaker dalam Soemanto (1999:104), belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia, dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktifitas dan prestasi hidup manusia adalah hasil dari belajar. Belajar adalah suatu proses bukan suatu hasil. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perubahan untuk mencapai suatu tujuan.

Berdasarkan pengertian di muka, belajar adalah kegiatan/proses manusia untuk berubah menjadi lebih baik, dari tidak tahu menjadi tahu. Kegiatan belajar terjadi terus menerus atau belajar sepanjang hayat. Memahami keadaan lingkungan itu juga merupakan kegiatan belajar. Lingkungan belajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan alam dan lingkungan sosial. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena saling mempengaruhi. 

Tuesday, December 8, 2020

Model Pembelajaran Langsung

 


1.        Pengertian Model Pembelajaran Langsung

       Pengajaran langsung menurut Kardi (1997: 3), dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktik, dan kerja kelompok. Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa.

       Menurut Trianto (2016: 41), ”pengajaran langsung adalah suatu model pembelajaran yang bersifat teacher center”.

Dari kutipan tersebut peniliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang bersifat satu arah yang dapat dilakukan dengan kerja kelompok antar siswa.

Menurut Kardi dan Nur (Trianto, 2016: 43) ada beberapa sintaks pada kegiatan model pembelajaran langsung disajikan dalam 5 tahap, seperti ditunjukkan pada Tabel 2.2 berikut:

Tabel 2.2

Sintaks Model Pembelajaran Langsung

Fase

            Peran Guru

Fase 1

Menyampaikan tujuan dan  mempersiapkan siswa

Guru menjelaskan latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar.

Fase 2

Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan

Guru mendemonstrasikan keterampilan dengan benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap.

Fase 3

Membimbing pelatihan

Guru merencanakan dan menberi bimbingan awal

Fase 4

Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

Mencek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, member umpan balik.

Fase 5

Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan.

Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari – hari.

 

2.        Langkah – langkah Pembelajaran Model Pengajaran Langsung

1.        Menyampaikan Tujuan dan Menyiapkan siswa

       Menarik dan memusatkan perhatian siswa, serta memotivasi mereka untuk berperan serta dalam  pelajaran itu.

2.        Menyampaikan Tujuan

       Penyampaian tujuan kepada siswa dapat dilakukan guru melalui rangkuman rencana pembelajaran dengan cara menuliskannya di papan tulis atau menempelkan informasi tertulis pada papan bulletin, yang berisi tahap – tahap dan  isinya, serta lokasi waktu yang disediakan untuk setiap tahap.

3.        Menyiapkan siswa

       Menarik perhatian siswa, memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan, dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya, yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari.

4.        Presentasi dan Demostrasi

       Kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah – langkah demonstrasi yang efektif.

5.        Mencapai Kejelasan

       Kemampuan guru untuk memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa, mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa.

6.        Melakukan Demonstrasi

       Belajar dengan meniru tingkah laku orang lain dapat menghemat waktu, menghindari siswa dari belajar melalui “trial and error”.

       Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil, guru perlu dengan sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan didemonstrasikan, dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya.

7.        Mencapai Pemahaman dan Penguasaan

       Guru perlu benar – benar memerhatikan apa yang terjadi pada setiap demonstrasi untuk menjamin agar siswa akan mengamati tingkah laku yang benar.

 

 

 

8.        Berlatih

       Agar dapat mendemonstrasikan sesuatu dengan benar diperlukan latihan yang intensif, dan memerhatikan aspek – aspek penting dari keterampilan atau konsep yang didemonstrasikan.

9.        Memberikan Latihan terbimbing

       Keterlibatan siswa secara aktif dalam pelatihan dapat meningkatkan retensi, membuat belajar berlangsung dengan lancar, dan memungkinkan siswa menerapkan konsep /keterampilan padasituasi  yangbaru.

10.    Memberikan Kesempatan Latihan Mandiri

       Guru memberikan tugas kepada siswa  untuk menerapkan keterampilan yang barusajadiperolehsecaramandiri.

 

       Dibawah ini disajikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model Pembelajaran Langsung.

Model Pembelajaran TPS (Think Pair and Share)

 


1.        Pengertian Model Pembelajaran TPS

       Model pembelajaran Think Pair and Share atau berfikir berpasangan berbagai adalah jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa (Kurniasih, 2015: 58). Model ini pertama kali dikembangkan oleh Frang Lyman dan Koleganya  di Universitas Maryland. Pada dasarnya, model ini merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas. Dengan asumsi bahwa semua resitasi atau diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan, dan prosedur yang digunakan dalam think pair share dapat memberi siswa lebih banyak waktu berfikir, untuk merespon dan saling membantu.

       Model Pembelajaran Think Pair and Share menggunakan metode diskusi berpasangan yang dilanjutkan dengan diskusi pleno. Dengan model pembelajaran ini siswa dilatih bagaimana mengutarakan pendapat dan siswa dilatih bagaimana mengutarakan pendapat dan siswa juga belajar menghargai pendapat orang lain dengan tetap mengacu pada materi atau tujuan pembelajaran.

 

2.           Teori – teori belajar yang Mendukung Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share

a.        Teori belajar konstruktivisme

Teori yang mendukung penerapan model TPS ini adalah teori konstruktivisme. Teori ini dimotori oleh Piageth dan vygotsky. Teori belajar konstruktivisme merupakan  teori belajar yang menuntut siswa untuk mengkonstruksi kegiatan belajar dan mentransformasikan informasi secara kompleks untuk membangun pengetahuan secara mandiri. Pada dasarnya setiap individu sejak kecil sudah memiliki kemampuan untuk mengkonstruksikan pengetahuannya sendiri. Pengetahuan yang  dikontruksikan  oleh anak sebagai subjek, maka akan menjadi pengetahuan yang bermakna.

Dalam pembelajaran berdasarkan teori konstruktivisme memiliki ciri penting, yaitu bahwa guru tidak hanya sekedar memberi pengetahuan jadi kepada siswa, melainkan siswa harus membangun sendiri pengetahuannya. Sebagai langkah awal dalam membangun pengetahuannya, pada tahapan think siswa menjawab pertanyaan secara individu untuk mengukur sejauhmana pengetahuan awal yang dimiliki siswa tersebut.

Kemudian pada pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme siswa berperan secara aktif untuk membangun pengetahuannya dengan berlandaskan pada pengetahuan awal yang telah dimilikinya. Sedangkan guru, berperan sebagai fasilitator (guide on the side) yang memfasilitasi proses belajar siswa agar berlangsung efektif sesuai dengan rambu-rambu yang terdapat dalam kurikulum. Sesuai penjelasan tersebut, pada tahap pair dilakukan diskusi secara berpasangan, dan mendiskusikan hasil dari pengetahuan awal atau jawaban masing-masing siswa sebelumnya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun pengetahuan yang baru dengan berlandaskan pada pengetahuan awal yang dimiliki masing-masing siswa sehingga menuntut siswa aktif dalam kegiatan diskusi tersebut. Oleh karena itu, pada pembelajaran dengan menerapkan model TPS siswa berperan secara aktif dalam setiap tahapan yang ada, yaitu think, pair, dan share.

Selain itu diberikan juga kesempatan yang luas kepada anak untuk melakukan dialog dengan guru dan teman-temannya sehingga anak dapat meningkatkan pengembangan konsep dan keterampilan berfikirnya. Hal tersebut sesuai dengan pelaksanaan pada tahap share. Siswa memaparkan hasil diskusi kepada teman-temannya, dimana setiap selesai menjelaskan guru memberikan penguatan dan melakukan tanya jawab supaya terjadi dialog antara siswa dengan guru atau teman-temannya.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa model TPS sesuai dengan teori konstruktivisme, dimanadalam membangun sendiri pengetahuannya siswa berperan aktif dalam pembelajaran, sementara guru hanya bertindak sebagai fasilitator.

b.        Teori Belajar J. Bruner

Dalam hal ini Bruner mementingkan partisipasi aktif dari tiap siswa, dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan. Think Pair Share (TPS) adalah model pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dengan tahapan thinking (berfikir), pairing (berpasangan), sharing (berbagi). Dalam belajar guru perlu memperhatikan 4 hal berikut ini:

1.        Mengusahakan agar setiap siswa berpartisipasi aktif, minatnya perlu ditingkatkan, kemudian perlu dibimbing untuk mencapai tujuan tertentu.

2.        Menganalisis struktur materi yang akan diajarkan, dan juga perlu disajikan secara sederhana sehingga mudah dimengerti oleh siswa.

3.        Guru mengajar, berarti membimbing siswa melalui urutan pernyataan-pernyataan dari suatu masalah, sehingga siswa memperoleh pengertian dan dapat mentransfer apa yang sedang dipelajari.

4.        Member reinforcement dan umpan balik. Penguatan yang optimal terjadi pada waktu siswa mengetahui bahwa “ia menemukan jawab”nya.

 

 

 

3.        Teknis pelaksanaan Model Pembelajaran Think Pair Share.

Menurut Kurniasih (2015: 62) Adapun teknis pelaksanaan model pembelajaran ini adalah :

a.    Dimulai dengan langkah  berfikir (thinking) sebagaimana nama model pembelajaran ini.

b.    Langkah awalnya guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berfikir sendiri jawaban atau masalah.

c.    Langkah selanjutnya adalah berpasangan (pairing).

d.   Dan setelah itu, guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh. Interaksi selama waktu yang disediakan dapat menyatuhkan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan menyatukan gagasan apabila suatu masalah khusus yang diidentifikasi. Secara normal guru memberi waktu tidak lebih dari 4 atau 5 menit untuk berpasangan.

e.    Setelah membagi kelompok siswa diminta untuk berbagi (sharing).

f.     Langkah ini adalah langkah akhir, dimana guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitaer sebagian pasangan mendapat kesempatan untuk melaporkan.

 

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan langkah-langkah berikut ini :

·      Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai.

·      Siswa diminta untuk berfikir tentang materi atau permasalahan yang disampaikan guru.

·      Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing.

·      Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya.

·      Berawal dari kegiatan tersebut, guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa.

 

       Dari beberapa penjelasan mengenai langkah-langkah model pembelajaran TPS yang diungkapkan oleh para ahli di atas, belum dicantumkan sintaks pembelajaran secara keseluruhan, yaitu langkah-langkah dalam pembelajaran  yang menggunakan kegiatan awal, inti, dan akhir. Oleh karena itu, peneliti menggunakan langkah-langkah model pembelajaran TPS dengan menggabungkannya dengan sintaks dalam pembelajaran supaya sesuai dengan format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yakni sebagai berikut:

a.         Kegiatan Awal

1.    Membuka pelajaran: memeriksa kesiapan siswa.

2.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran.

3.    Guru memberikan informasi dan menjelaskan kegiatan yang akan dikerjakan siswa.

4.    Guru membentuk kelompok.

b.        Kegiatan Inti

       Tahap Think:

1.    Guru memberikan tugas pada setiap kelompok.

2.    Masing-masing anggota memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut sendiri-sendiri terlebih dahulu.

Tahap Pair:

1.    Kelompok membentuk anggotanya secara berpasangan. Setiap pasangan mendiskusikan hasil pengerjaan individualnya.

2.    Guru mengontrol kerja siswa dalam berdiskusi dan membantu siswa dalam mengarahkan jika terdapat hal-hal yang belum dipahami.

Tahap Share:             

1.    Kedua pasangan lalu bertemu kembali dalam kelompoknya masing-masing untuk membagikan (sharing) hasil diskusinya.

2.    Guru memimpin jalannya diskusi kelas.

c.         Kegiatan Penutup

1.    Guru memberikan penguatan/penghargaan terhadap hasil diskusi.

2.    Guru mengadakan evaluasi.

       Dibawah ini disajikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model Pembelajaran Think Pair Share.

 

Hasil Belajar Matematika

       Kegiatan dan usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku merupakan proses belajar sedangkan perubahan tingkah laku yang diamati dan diukur merupakan hasil belajar. Seseorang dikatakan belajar apabila dalam diri seseorang itu terjadi proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. Proses belajar dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Berhasilnya seseorang dalam belajar merupakan gambaran menguasai materi pelajaran yang diberikan.

       Abdurrahman (2009: 37) mengatakan bahwa “hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap”. Hasil belajar menurut Hodojo (1988: 144) adalah penguasaan dan pemahaman hubungan-hubungan yang telah diperoleh sehingga orang itu dapat menampilkan pemahaman dan penguasaan bahan pelajaran yang telah dipelajari. Hal senada juga diungkapkan Dimyati (2013: 3) bahwa, “hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar”.

       Hasil belajar biasanya dapat diketahui melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kamampuan dan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tingkat keberhasilan ini tidak berlangsung secara “instan” artinya diraih begitu saja tanpa proses, melainkan lewat proses pembelajaran yang diikuti siswa dan adanya korelasi dengan tingkat kemampuan siswa disamping ada faktor lain yang mempengaruhi seperti kondisi kesehatan, kerajinan, kejenuhan dan lingkungan yang mencukupinya.

Dari beberapa kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diproleh dari pengetahuan, keterampilan dan konsep. Dalam hal ini, hasil belajar matematika merupakan kemampuan siswa yang diperoleh melalui tes lalu ditunjukkan dalam bentuk skor.

Monday, November 16, 2020

Definisi Tata Letak Pabrik

 


               Ada berbagai macam definisi tata letak pabrik, diantaranya :

       1.  Hadiguna (2008) mendefinisikan tata letak sebagai kumpulan unsur-unsur fisik yang diatur mengikuti aturan atau logika tertentu. Sistem  material handling yang kurang sistematis menjadi masalah yang cukup besar dan mengganggu kelancaran proses produksi sehingga mempengaruhi sistem secara keseluruhan.

2.    Purnomo (2004) menyebutkan tata letak fasilitas yang dirancang dengan baik pada umumnya akan memberikan kontribusi yang positif dalam optimalisasi proses operasi perusahaan dan pada akhirnya akan menjaga kelangsungan hidup perusahaan serta keberhasilan perusahaan. Tata letak pabrik ini meliputi perencanaan dan pengaturan letak mesin, peralatan, aliran bahan dan orang-orang yang bekerja pada masing-masing stasiun kerja. Jika disusun secara baik, maka operasi kerja menjadi lebih efektif dan efisien (Wignjosoebroto, 2009). Pada dasarnya tujuan utama perancangan tata letak adalah optimasi pengaturan fasilitas-fasilitas operasi sehingga nilai yang diciptakan oleh sistem produksi akan maksimal (Purnomo, 2004).

          3.    Tata letak pabrik adalah suatu rancangan fasilitas, menganalisis, membentuk  konsep, dan mewujudkan sistem pembuatan  barang atau jasa. Rancangan ini pada umumnya digambarkan sebagai rancangan lantai, yaitu satu susunan fasilitas fisik (perlengkapan, tanah, bangunan, dan sarana lain) untuk mengoptimalkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran barang, aliran informasi, dan tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara ekonomis dan aman (Apple, 1990: 2). Tata letak pabrik juga merupakan salah satu bagian terbesar dari suatu studi perancangan fasilitas (Facilities design). Facilities design sendiri terdiri dari pelokasian pabrik (plant location) dan perancangan gedung (building design) dimana sebagaimana diketahui bahwa antara tata letak pabrik (plant layout) dengan penanganan material (material handling) saling berkaitan erat (Fred E. Meyers, 1993 : 1). Penyusunan tata letak yang baik dapat memperlihatkan suatu penyusunan daerah kerja yang paling ekonomis untuk dijalankan, disamping itu akan menjamin keamanan dan kepuasan kerja dari pegawai. Prestasi kerja dapat meningkat bila penyusun tata letak pabrik dilakukan dengan baik dan aktif.

4.    Menurut Apple (1990) tata letak pabrik merupakan suatu susunan fasilitas fisik yang terdiri atas perlengkapan, tenaga, bangunan, dan sarana lain yang harus mempunyai tujuan mengoptimalkan hubungan antara petugas pelaksana, aliran barang, aliran informasi dan tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan secara efektif, efisien, ekonomis dan aman.

5. Menurut Meyers (1993), tata letak pabrik merupakan pengaturan atau pengorganisasian fasilitas-fasilitas fisik perusahaan untuk menghasilkan efisiensi penggunaan peralatan, material, manusia dan energi.

6.    Menurut Heragu (1997), fasilitas dapat didefinisikan sebagai bangunan dimana orang, material, dan mesin yang memiliki datang secara bersama-sama untuk maksud membuat produk yang dapat dihitung atau menyediakan layanan jasa. Perencanaan fasilitas meliputi penentuan lokasi sistem manufaktur dan perencanaan fasilitas yang mencakup perancangan terhadap sistem fasilitas, perancangan tata letak dan perancangan sistem penanganan bahan yang diperlukan untuk aktivitas produksi.

7.    Menurut Wignjosoebroto (2000),“Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas–fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tersebut akan memanfaatkan luas area (space) untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerakan–gerakanmaterial, penyimpanan material (storage) baik yang bersifat temporer maupun permanen, personil pekerja dan sebagainya”.

Secara sempit, Plant Layout diartikan sebagai pengaturan tata letak/penyusunan fasilitas fisik dari pabrik tersebut.Dalam tata letak pabrik ada 2 (dua) hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin (machine layout) dan pengaturan departemen yang ada dari pabrik (department layout).

Bilamana kita menggunakan istilah tata letak pabrik, seringkali hal ini kita artikan sebagai pengaturan peralatan/fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) ataupun bisa juga diartikan sebagai perencanaan tata letak pabrik yang baru sama sekali (the new layout plan).

Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.Semua kasus desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana untuk dapat mencapai :

·         Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi.

·         Aliran informasi, barang, atau orang yang lebih baik.

·         Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.

·         Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik.

·         Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebut akan perlu diubah).

Elemen akhir dalam strategi fasilitas mempertimbangkan berbagai fasilitas. Terdapat empat jenis perbedaan dari aneka pilihan fasilitas yaitu :

·         Fokus Produk (55 persen).

·         Fokus Pasar (30 persen).

·         Fokus Proses (10 persen).

·         Serba guna (5 persen).

      

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive