Tuesday, January 25, 2022

Clean Water and Sanitation

 Sanitasi (sanitation) adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.Secara umum, pengertian sanitasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mewujudkan dan menjamin kondisi lingkungan (terutama lingkungan fisik, yaitu tanah, air, dan, udara) yang memenuhi syarat-syarat kesehatan.Sanitasi merupakan suatu kondisi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, terutama penyediaan air minum bersih dan pembuangan limbah yang memadai. Sanitasi bisa membantu mencegah timbulnya penyakit dengan cara pengendalian faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan rantai penularan penyakit.Atau bisa dikatakan bahwa sanitasi merupakan perilaku manusia yang disengaja untuk membudayakan kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk mencegah manusia terkontaminasi langsung dengan bahan-bahan kotor dan berbahaya dengan harapan bisa menjaga dan memperbaiki tingkat kesehatan manusia.Sanitasi memiliki peranan yang penting.Sanitasi merupakan satu kesatuan yang penting dalam kehidupan. Tanpa sanitasi yang baik maka keadaan lingkungan akan menjadi kotor, kuantitas dan kualitas air akan menurun. pembahasan mengenai air tidak hanya membahas tentang air yang kita minum, melainkan juga mengenai bagaimana menjaga hutan apabila rusak sehingga menyebabkan berkurangnya sumber daya air.

Air dan sanitasi adalah proses yang kita butuhkan untuk menjaga kelestarian lingkungan, sehingga memberikan kita kehidupan dan kesehatan yang baik. Bicara mengenai air jika kita tidak bisa menampung air dengan baik maka akan kekurangan air ketika musim kemarau datang, namun sebaliknya bila tidak ada tempat untuk menampung air yang baik akan terjadi banjir ketika musim hujan, ujar Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla dalam membuka acara Water, Sanitation and Cities Forum 2015 di Jakarta, (27/5). Jusuf Kalla menambahkan dana yang dimiliki oleh pemerintdah daerah agar dialihkan untuk sarana dan prasarana sumber daya air, sanitasi dan fasilitas perkotaan untuk memenuhi kebutuhan air dan sanitasi.

Ada lima contoh sanitasi yang baik, yaitu: 1) berhenti buang air besar sembarangan (BABS) dengan memperbaiki fasilitas jamban yang dibangun dengan benar sesuai standar sehingga dapat memutus mata rantai penularan penyakit, 2) cuci tangan pakai sabun sebelum makan, mengolah makanan, dan sesudah buang air dan memegang unggas, dengan menyediakan sarana cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, 3) pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga dengan menyediakan pengolahan kualitas air dan menerapkan sistem higiene sanitasi pangan, 4) pengelolaan sampah rumah tangga dengan prinsip mengurangi (reduce), memakai ulang (reuse), dan mendaur ulang (recycle), dan menyediakan sarana pembuangan sampah rumah tangga. Selain itu, perlu adanya gerakan bersama, seperti gerakan pungut sampah seperti kota Bandung lakukan, dan 5) pengelolaan limbah cair rumah tangga, meliputi pengelolaan limbah cair yang berasal dari sisa kegiatan mencuci, kamar mandi, dan dapur dengan menyediakan saluran pembuangan limbah cair rumah tangga yang terhubung dengan saluran limbah umum/got atau sumur resapan dan memeliharanya, agar dapat dikurangi kadar polutannya, sehingga memenuhi standar baku mutu lingkungan.

Sanitasi diperlukan untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. Sanitasi yang buruk akan berdampak pada status kesehatan masyarakat khususnya bagi bayi dan juga anak-anak. Menurut Direktur Kesehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan masih ada sekitar 75 juta keluarga di Indonesia atau hanya sekitar 68,06 persen yang memiliki sanitasi yang layak. Di DKI Jakarta, sebagai kota yang padat penduduk, sanitasinya sudah cukup berkembang, namun masih ada sekitar 26,31 persen keluarga yang belum mendapatkan sanitasi yang bersih.Masalah sanitasi merupakan masalah klasik yang tak kunjung usai di Indonesia.Beberapa waktu lalu isu kesehatan nasional tentang kondisi kelayakan sanitasi di Indonesia mengemuka kembali.Menurut World Health Organisation (WHO), Indonesia menempati peringkat ketiga negara yang memiliki sanitasi terburuk/tidak layak pada 2017, sementara peringkat pertama ditempati India dan peringkat kedua Tiongkok.Ruang lingkup sanitasi layak adalah tersedianya air bersih serta sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia.Tentu saja ini bukan suatu prestasi yang membanggakan mengingat sebenarnya program peningkatan sanitasi layak bagi masyarakat Indonesia sudah dimulai sejak pencanangan Millennium Development Goals (MDGs) pada 2000.Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), rumah tangga di Indonesia yang mempunyai sanitasi layak pada 1999 hanya 32,56% (16,67 juta rumah tangga). Kondisi ini memang terus mengalami perbaikan setelah pemerintah mencanangkan program peningkatan kesehatan sebagai bagian dari MDGs.Pada 2015, saat MDGs berakhir, rumah tangga bersanitasi layak bisa mencapai 62,14% (40,76 juta rumah tangga). Meskipun sudah dianggap berhasil, bila dibandingkan negara-negara tetangga kita masih sangat tertinggal jauh.Penyebaab buruknya sanitasi adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam memahami dan menjalankan hidup sehat.

Pemerintah melanjutkan program peningkatan kesehatan sesuai dengan arah Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan lanjutan dari MDGs. Tujuan SDGs yang keenam yang harus dipenuhi pemerintah adalah menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih dan sanitasi berkelanjutan untuk semua.Program Indonesia Sehat merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam rangka menuju Indonesia Sehat 2030 sesuai SDGs, pada 2016 pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mencanangkan Program Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas).Gerakan nasional tersebut bertujuan memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku yang kurang sehat.Program ini memiliki beberapa fokus seperti membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat, serta pembangunan sanitasi dan pemukiman yang layak huni.Ketiganya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi fondasi Germas.Gerakan nasional ini dalam rangka penguatan pembangunan kesehatan yang mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.Germas melibatkan semua elemen bangsa demi membudayakan paradigma hidup sehat.Ada setidaknya tujuh langkah Germas yang bisa dilakukan masyarakat dalam rangka membiasakan pola hidup sehat.Langkah-langkah itu adalah melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.Langkah yang terakhir merupakan salah satu program perbaikan sanitasi buruk Indonesia. Pada 2017, setahun setelah Germas dicanangkan, rumah tangga di Indonesia yang mempunyai sanitasi layak meningkat menjadi 67,89% (45,60 juta rumah tangga).

Pemerintah seharusnya tidak cepat merasa puas dengan kenaikan perbaikan sanitasi tersebut mengingat target SDGs pada 2030 Indonesia harus bisa mencapai 100% rumah tangga bersanitasi layak. Untuk mencapai target tersebut, setidaknya pemerintah harus meningkatkan perbaikan sanitasi rumah tangga yang tidak layak minimal sebesar 2,47% per tahun.Kalau dilihat perkembangan perbaikan dari 2016, pemerintah hanya mampu memperbaiki 0,09% per tahun rumah tangga bersanitasi tidak layak. Melihat data-data tersebut, seharusnya pemerintah berlari cepat mengejar ketertinggalan itu.Dari 35 provinsi di Indonesia, tiga provinsi yang memiliki sanitasi terburuk adalah Provinsi Papua, Provinsi Bengkulu, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Provinsi Papua sebagai provinsi dengan sanitasi terburuk dengan jumlah rumah tangga bersanitasi layak hanya 33,06%, sedangkan Provinsi Bengkulu hanya 42,71%, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya 45,31%.Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS, di perkotaan rumah tangga bersanitasi layak sebanyak 80,67%, sedangkan di perdesaan hanya 53,43% rumah tangga yang bersanitasi layak.Laju peningkatan perbaikan sanitasi masyarakat perdesaan lebih lambat bila dibandingkan perkotaan karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat perdesaan tentang pentingnya sanitasi yang bersih dan sehat serta akses fasilitas sanitasi yang belum memadai.

Solusi sebagai mahasiswa adalah dengan meningkatkan kesadaran dalam gaya hidup sehat, mengurangi sampah plastik, bergotong royong membersihkan selokan, mengurangi penggunaan detergen berlebih, selalu mencuci tangan, dan menggunakan air dengan baik untuk melakukan sanitasi terhadap lingkungan.

Program SDGs

 

Menurut PBB, ada 17 tujuan yang hendak dicapai oleh program SDGs sebagai berikut :

1) Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dan dimanapun.

2) Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan.

3) Memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia.

4) Memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.

5) Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.

6) Memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi semua.

7) Memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan dan modern bagi semua.

8) Mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua.

9) Membangun infrastruktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan membantu perkembangan inovasi.

10) Mengurangi ketimpangan didalam dan antar negara.

11) Membangun kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.

12) Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

13) Mengambil aksi segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

14) Mengkonservasi dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudra dan maritim untuk pembangunan yang berkelanjutan.

15) Melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati

16) Mendukung masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua dan membangun institusi-institusi yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua level.

17) Menguatkan ukuran implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.

            Dari ke-17 aspek hanya tersebut hanya empat aspek yang penulis bahas secara mendalam disini. Keempat aspek tersebut ialah aspek yang terdapat pada poin 2, 4, 6, dan 7. Pendalaman pembahasan terhadap keempat aspek tersebut didasari oleh keadaan Indonesia serta bukti lapangan yang ditemukan di Indonesia yang mengundang ke tertarikan penulis untuk mebahasnya secara mendalam.

            Dengan membahasanya secara mendalam pada keempat poin aspek tersebut, penulis dapat mengetahui dampak apa saja yang terjadi bila keempat poin aspek tersebut tidak tercapai, faktor apa saja yang dapat menyebabkan keberhasilan atau kegagalan pencapaian terhadap keempat poin aspek tersebut, dan langkah apa saja yang dapat penulis lakukan untuk menyukseskan pencapaian pada keempat poin aspek SGD tersebut.

Pendidikan Bermutu

 

Pendidikan merupakan suatu bagian penting dari kehidupan. Namun ,tidak semua orang di dunia dunia ini mendapatkan Pendidikan yang setara dan bermutu. Bahkan masih banya kanak-anak yang tidak mendapatkan Pendidikan primer. Hal ini disebabkan karena berbagai hal mulai dari kemiskinan, kondisi ekonomi yang tidak stabil, negara yang ada dalam kondisi perang,dll. Oleh karena itu masuk akal bahwa salah satu tujuan dari SGD adalah untuk memberikan edukasi yang berkualitas dan setara bagi semua anak-anak di dunia.

Semenjak tahun 2000, terjadi perkembangan yang substansial pada target Pendidikan primer universal. UN (united nations) melaporkan bahwa jumlah penerimaan sekolah primer di negara berkembang pada tahun 2015 telah mencapai 91%. Mereka juga melaporkan bahwa jumlah anak putus sekolah sudah berkuang menjadi setengah dari jumlah sebelumnya. Namun ,hal ini masih jauh dari target yang ingin dicapai.

Berdasarkan hasil survey dari UN, Masih ada 57 juta anak usia sekolah yang tidak mengikuti sekolah dan setengah dari mereka berasal dari afrika. Selain itu 103 juta anak muda diseluruh dunia tidak memiliki keterampilan literasi dasar dan lebih dari 60% dari mereka adalah perempuan. Melihat data yang diberikan oleh UN, kondisi Pendidikan di dunia saat ini masih jauh dari target SGD.

Ketika kita ingin mewujudkan target pendidikan global ada dua kata kunci yang harus kita perhatikan yaitu “setara” dan “kualitas”. Setara berarti semua anak di dunia ini berhak mendapatkan pendidikan primer dan tidak boleh ada perbedaan kualitas pendidikan yang diterima karena alas an apapun. Kualitas berarti bahwa pendidikan yang diterima suatu anak harus efektif agar hal yang dipelajari diserap kedalam otak. Mari kita mulai dengan kesetaraan. Agar pendidikan global mencapai sebuah kesetaraan, kita harus memfokuskan pendidikan kepada mereka yang tidak sama sekali mendapatkan pendidikan seperti anak-anak di afrika atau di berbagai negara berkembang. Apabila kita memfokuskan perkembangan pendidikan kepada mereka terlebih dahulu, kita telah membuat satu langkah maju terhadap target pendidikan global.

Kualitas pendidikan dapat kita capai dengan menerapkan system pembelajaran yang lebih aktif dan efektif. Hal tersebut juga dapat kita capai dengan menaruh lebih banyak dana terhadap pendidikan agar para pelajar mendapatkan fasilitas yang mencukupi pada saat proses pembelajaran. Oleh karena itu para pemerintah harus menambahkan persentase dana yang di salurkan pada pendidikan negara. Hal ini juga pasti akan menguntungkan negara di masa depan.

Energi Bersih dan Terjangkau

 

Pada era modern ini energy merupakan hal yang dibutuhkan oleh semua orang. Salah satu jenis energi yang paling dibutuhkan adalah energy listrik. Dengan adanya energy listrik kita bisa menggunakan peralatan listrik yang dapat membantu kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh dengan adanya energy listrik kita dapat menggunakan lampu, mengawetkan makanan, dan berkomunikasi lewat internet. Oleh karena itu, bisa dikatakan energy listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan oleh manusia modern. Namun tidak semua orang memiliki akses terhadap energy listrik. Energi listrik merupakan sebuah hal yang belum tentu semua orang miliki

Berdasarkan penelitian dari UN satu dari tujuh orang masih belum memiliki akses terhadap listrik. Hal ini memiliki beberapa sebab mulai dari tempat tinggal yang terpencil, ketidak mampuan dalam membayar biaya listrik, Dll. Meskipun lebih banyak orang yang punya akses terhadap listrik daripada yang tidak, Kita tetap memiliki sebuah masalah global yaitu ketersediaan energy listrik.

Energi yang dibutuhkan manusia diseluruh dunia semakin bertambah  seiring naiknya populasi dunia. Namun akan ada saatnya dimana ketersidian energi di bumi tidak akan mencukupi kebutuhan manusia. Hal ini terjadi karena sebagian besar energy dihasilkan melalui cara yang tidak dapat diperbarukan. Sumber dari Sebagian besar energi yang manusia ciptakan adalah melalui bahan bakar fosil yang tidak dapat dibuat. Oleh karena itu kita harus mengubah sumber energy kita dari sumber yang dapat diperbarukan.

Energi terbarukan merupakan solusi dari krisis energi dunia. Dengan menggantikan sumber energi fossil menjadi energy terbarukan kita dapat menyelesaikan berbagai masalah global. Salah satunya adalah pemanasan global. Berdasarkan penelitian dari UN ,energy merupakan kontributor gas rumah kaca terbesar. sebanyak 60% gas rumah kaca diciptakan akibat penggunaan energi fossil. Apabila kita menggunakan energy terbarukan sebagai sumber energy utama maka kita dapat mengurangi produksi gas rumah kaca dan berpotensi menghentikan pemanasan global.

Keuntungan lain dari energy terbarukan adalah efisiensi. Dengan menerapkan energy terbarukan kita dapat mengurangi penggunaan energi dan juga menurunkan harga dari energy listrik sehingga lebih mudah untuk diakses oleh semua orang. Namun , kenyataannnya baru sekitar 20% dari energi yang dihasilkan di dunia merupakan energy dari sumber terbarukan. Hal ini terjadi karena belum ada sumber energy terbarukan yang dapat menggantikan energy berbahan fossil. Di seluruh dunia para ilmuwan setiap harinya mencari sumber energy terbarukan yang dapat mengalahkan bahan bakar fossil, tetapi hal tersebut tidak mudah dan tidak murah untuk dilakukan.

Pemerintah di seluruh dunia harus lebih menginvestasi pada penelitian sumber energy terbarukan. Apabila sebuah negara dapat menerapkan energy terbarukan dan hanya menggunakan energi yang dihasilkan lewat bahan-bahan terbarukan, negara tersebut akan memiliki perkembangan dari berbagai aspek kehidupan yang substansial. Ekonomi akan naik,pendapatan negara akan bertambah, Perkembangan teknologi dalam negeri akan lebih cepat dan dapat menaikkan sumber daya manusiadari negara tersebut.

Energi terbarukan banyak bentuknya, mulai dari tenaga angin, tenag aair, tenaga surya, tenaga nuklir, Dll. Banyak sekali pilihan yang dapat kita gunakan untuk menggantikan bahan bakar fossil sebagai sumber energy utama kita. Para pemerintah dari bangsa-bangsa di dunia harus bekerjasama agar dapat mewujudkan target yaitu energy terbarukan yang tidak merusak lingkungan dan terjangkau bagi seluruh rakyat dunia.

Kelaparan adalah suatu kondisi di mana tubuh masih membutuhkan makanan, biasanya saat perut telah kosong untuk waktu yang lama.Pada saat ini, Indonesia menempati posisi ke-73 di tingkat kelaparan seluruh dunia dan ini merupakan kondisi yang serius.Bahkan di Asia Tenggara, Indonesia hanya lebih baik dari Kamboja dan Laos.Misalnya, di gubuk berukuran tidak lebih dari 4 x 6 m ini, adalah tempat tinggal dari kakak beradik Solihin(92) dan Sitti Muhda(80). Keduanya dijumpai di pedalaman salah satu lokasi perkebunan sawit di Desa Polo Camba 1, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (4/3/2019).Sitti Muhda sudah terlihat lemas dan hanya mengganjal perutnya dengan air putih selama beberapa hari. Keduanya pun juga mengalami kebutaan karena pengaruh faktor usia. Solihin mengaku sudah biasa dengan keterbatasan pengelihatannya dan kerap kali meraba-raba lantai rumah agar tidak terperosok di lubang lantai.Mereka berkata bahwa mereka tidak ingin menyusahkan siapapun dan hanya makan dari pemberian tetangga atau orang yang datang menjenguk. Mereka akan tidak makan selama beberapa hari jika persediaan beras di rumah mereka habis, sementara tak ada lagi warga yang datang berkunjung lagi. Koordinator Komunitas Pemuda Mateng, Rahmin Mahrul, yang menemukan kedua lansia ini mengatakan, mereka datang karena mendengar kabar bahwa keduanya telah kelaparan karena sudah berhari-hari tak makan.Sebanyak 19,4 juta penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan. Hak mereka untuk hidup dengan layak musnah karena kita, manusia, melakukan pemborosan makanan.HAM merupakan hak-hak dasar yang dimiliki setiap manusia.Salah satunya adalah pasti untuk mendapatkan makanan dan minuman.Hak untuk hidup juga merupakan salah satu hakikat manusia.Skor indeks kelaparan di Indonesia adalah sebesar 22 yang menempatkan Indonesia di posisi ke-73 dari 119 negara ( belum termasuk negara-negara maju di dunia ). Di kawasan ASEAN capaian Indonesia bahkan berada di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.Walaupun pemerintahan Jokowi-JK berhasil menaikkan produksi beras sehingga produksi mencapai 79,14 juta ton GKG ( gabah kering giling ), kelaparan ternyata masih menjadi fenomena keseharian yang dihadapi oleh sebagian penduduk Indonesia.Indonesia berada pada kelompok negara dengan tingkat penurunan kelaparan yang terbilang relatif rendah sejak tahun 2000 bersama India, Iraq, Pakistan, dan sejumlah negara di kawasan Afrika.

Hal tersebut terjadi karena di Indonesia setiap orang memboroskan 300 kg makanan setiap tahunnya. Ternyata dengan apa yang kita lakukan sehari-harinya, dapat membawa bencana bagi orang-orang lain yang mungkin tidak seberuntung kita. Bahkan hal-hal kecil yang kita lakukan mempunyai dampak yang besar. Contoh lain misalnya,kita seringkali melihat orang-orang yang sering menyisakan makanan dan tidak menghabiskannya. Banyak orang yang mampu membeli makanan lalu mereka buang saja sisanya. Jika satu orang menyisakan 3 butir nasi saja, maka 250 juta penduduk Indonesia setiap harinya membuang 750,000 butir nasi.Nasi yang disia-siakan tersebut yang seharusnya bisa memberi makan 150 juta orang.Kita biasanya juga sering mengambil makanan yang tidak sesuai dengan porsi kita. Makanan yang tidak kita habiskan hanya akan terbuang cuma-cuma ke tong sampah.Perubahan ekstrem cuaca dan iklim juga menjadi salah satu penyebabnya.Daerah-daerah di Indonesia mengalami badai yang kuat, kekeringan yang terus-menerus, dan curah hujan yang makin tidak pasti.Sayangnya, masalah-masalah ini sering didapati di daerah petani kecil.Petani-petani tersebut bisa mengalami gagal panen dan akibatnya, produksi beras semakin menurun.Curah hujan yang tidak pasti juga berkontribusi dalam tingkat kegagalan panen.Kekeringan yang terus-menerus juga menyebabkan kurangnya ketersediaan air yang lama-kelamaan bisa menimbulkan penyakit bagi orang-orang di daerah tersebut.Hal ini bisa berujung pada kematian. Selain itu, dampak lain yang dapat terjadi adalah kekurangan gizi yang terjadi pada anak-anak dapat menyebabkan penyakit baik jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa dampaknya adalah gagal tumbuh, yang berarti terhambatnya pertumbuhan fisik sehingga anak tumbuh kecil dan pendek.Kedua adalah penurunan IQ yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan belajar yang berisiko mengakibatkan kegagalan pada pembelajaran. Bagi orang dewasa, kelaparan akan menurunkan produktivitas mereka, akibat gangguan pertumbuhan fisik dan kognitif, yang akan menurunkan daya saing. Terakhir adalah meningkatnya risiko penyakit tidak menular pada usia dewasa.

Di sisi lain, terdapat daerah yang paling banyak terjadi kelaparan. Sedikitnya tiga warga yang mendiami pedalaman Pulau Seram di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dilaporkan meninggal dunia akibat busung lapar. Sementara, ratusan jiwa penduduk yang lain mengalami kelaparan parah sejak sebulan terakhir. Bencana kelaparan menyebabkan sejumlah warga terserang busung lapar hingga sebagian akhirnya tewas. Di Pulau Seram ini, sebanyak 170 jiwa yang terdiri dari 75 orang dewasa, 60 orang usia lanjut, dan 35 balita saat ini dalam kondisi tengah menghadapi ancaman kelaparan akibat gagal panen.Kasus kematian sejumlah warga akibat kelaparan, seperti terjadi di Pulau Seram ini sebetulnya bukan hal baru.Sebelumnya kasus yang lebih parah juga pernah terjadi di Kabupaten Asmat, Papua.Di Kabupaten Asmat dilaporkan sedikitnya 60 warga meninggal gara-gara kekurangan gizi kronis dan serangan penyakit campak.Kondisi kelaparan menyebabkan daya tahan menurun, sehingga sedikit saja penyakit menyerang, maka akibatnya bisa sangat fatal termasuk meninggal dunia.Intinya di daerah-daerah terpencil kelaparan ini banyak terjadi yang dimana pembangunannya belum merata.

Pemerintah memiliki tujuan untuk menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tanpa kelaparan pada tahun 2030, ditetapkan target yang diukur melalui indikator. Target tersebut adalah menghilangkan kelaparan dan kekurangan gizi, menggandakan produktivitas pertanian, menjamin pertanian pangan berkelanjutan, mengelola keragaman genetik, dan meningkatkan kapasitas produktif pertanian. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai target-target tersebut dijabarkan pada kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilakukan oleh pemerintah maupun organisasi nonpemerintah. Upaya perbaikan gizi masyarakat diantaranya adalah: (1) sosialisasi tentang manfaat pola konsumsi pangan perorangan dan masyarakat yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) untuk hidup sehat, aktif, dan produktif, (2) peningkatan promosi perilaku masyarakat tentang kesehatan, gizi, sanitasi, kebersihan, dan pengasuhan, (3) pemberdayaan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, untuk percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis pangan lokal (termasuk sosialisasi manfaat dan menciptakan minat atau preferensi pada konsumsi pangan ikan, hasil peternakan, sayuran, dan buah-buahan lokal), (4) perbaikan atau pengayaan gizi pangan tertentu dan penetapan persyaratan khusus mengenai komposisi pangan untuk meningkatkan kandungan gizi pangan olahan tertentu yang diperdagangkan, (5) penguatan pelaksanaan dan pengawasan regulasi dan standar gizi dan keamanan pangan, (6) penguatan integrasi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif dengan dengan fokus utama pada 1000 hari pertama kehidupan, remaja, calon pengantin dan ibu hamil, (7) perbaikan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, remaja perempuan, dan kelompok rawan gizi lainnya, (8) penguatan sistem surveilans pangan dan gizi termasuk pemantauan pertumbuhan, (9) pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), (10) peningkatan jangkauan dan kualitas layanan kesehatan masyarakat, (11) penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat rawan pangan kronis (berpendapatan rendah) dan transien (darurat bencana). Namun, hasil usaha-usaha pemerintah tersebut belum terlihat karena terdapat berbagai kendala.Apalagi ditambah merosotnya perekonomian akibat covid-19.

Solusi sebagai mahasiswa untuk memberantas kemiskinan adalah: (1) investasi yang dilakukan harus memprioritaskan investasi yang ditargetkan dalam inovasi pertanian sehingga dapat mengatasi kendala utama dalam industri pertanian dengan solusi baru. (2) mendukung petani melalui akses teknologi, pengetahuan, dan pelatihan. Misalnya dengan "Model Village Project", Bayer Corp Science membantu para petani di India untuk membuka usaha mandiri yang akan meningkatkan kondisi masyarakat India di masa depan. (3) biofortifikasi merupakan istilah spesialis yang menggambarkan peningkatan penyerapan nutrisi oleh tanaman, seperti seng, besi, dan yodium. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai gizi pada tanaman. (4) kerjasama meliputi bidang ilmu pengetahuan, produk, dan jasa. Hal ini akan bisa membantu dalam kurangnya pendidikan, ketidakstabilan politik dan ekonomi,infrastuktur buruk, dan kondisi daerah yang tidak menentu. (5) refleksi kasus tentang kelaparan, ini tentu berkaitan dekat dengan nilai-nilai 4C di Loyola ( Compassion, Consciece, Commitment, Competence ). Kita tentu harus ber-compassion dengan cara mungkin memberi sembako atau bahan pangan kepada daerah-daerah yang kekurangan.

Dalam kasus kelaparan kita harus menggunakan hati nurani untuk melakukan hal yang benar.Misalnya kita harus tidak membuang-membuang makanan yang sudah kita punya agar tidak menyebabkan pemborosan makanan.Dalam melakukan hal tersebut kita juga harus berkomitmen dan tidak setengah-setengah dalam melakukan hal-hal diatas.Dengan kemampuan ilmu pengetahuan yang kita miliki, kita juga bisa membantu mereka dalam bidang perkembangan teknologi dan pendidikan.

Thursday, January 13, 2022

Jenis Mikroorganisme

 

Mikroorganisme ialah organisme hidup yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang hanya bisa dilihat melalui suatu alat yang dinamakan mikroskop karena ukuran dari mikroorganisme yang sangat kecil.

Terdapat 5 Jenis Mikroorganisme Hidup :

1. Fungi

Fungi mendapatkan makanan dengan cara menghasilkan substansi kimia yang dapat menghancurkan substansi makanan tersebut menggunakan hifa nya. Fungi memakan hewan yang sudah mati, kotoran burung, pupuk, buah dll.

2. Bakteri

Bakteri merupakan mikroorganisme bersel tunggal yang memiliki bentuk bulat, spiral, dan  batang. Ukurannya hanya beberapa mikrometer saja. Bakteri bisa ditemukan dimana  saja, seperti gigi manusia, air, udara, tanah, tanaman dan juga hewan.

3.Virus

Virus merupakan mikroorganisme bersel tunggal. Virus dapat bertahan hidup didalam sel organisme lainnya, bila tidak virus akan mati. Virus dapat menyebabkan penyakit pada organisme tempat virus hidup, seperti menyebabkan penyakit corona yang disebabkan oleh corona virus, penyakit mata merah (conjunctivitis), penyakit chicken pox (cacar air) dsb.  Ukuran virus sangat kecil sekali, 500 juta virus dapat muat pada kepala jarum.

4. Alga

Alga merupakan mikroorganisme yang dapat ditemukan di seluruh dunia. Alga memiliki peran penting seperti menghasilkan oksigen dalam kadar yang banyak. Alga memiliki sekitar 27.000 spesies yang berbeda.

5. Protozoa

Protozoa merupakan protista mirip hewan. Protozoa dapat memangsa protozoa lainnya dan berperilaku seperti hewan kecil.Selain itu protozoa juga memakan bakteri dan senyawa organik lainnya.

Mitosis Pada Hewan dan Tumbuhan

 

Pada sel tumbuhan dan hewan keduanya sama-sama mengalami pembelahan sel mitosis. Pembelahan sel mitosis merupakan pembelahan sel yang berlangsung pada sel somatic (tubuh) dan menghasilkan dua anakan yang identik dengan induknya yang bersifat diploid. Pembelahan mitosis pada sel tumbuhan memiliki waktu optimum ketika sedang berfotosintesis. Hal tersebut karena mitosis membutuhkan banyak energi sehingga waktu yang paling optimum ialah saat sedang berfotosintesis karena saat berfotosintesis dihasilkan energi (ATP) yang besar pula bagi tumbuhan. ATP tersebut berperan dalam pembelahan sel karena dibutuhkan untuk mensintesis berbagai enzim salah satunya enzim kinase yang berperan langsung selama proses pembelahan sel (Iriani et al., 2019). Pembelahan sel melalui dua proses yaitu pembelahan inti (kariokinesis) dan pembelahan sitoplasma (sitokinesis).

Pembelahan sel terjadi secara berulang yang disebut siklus sel. Pada siklus sel terdapat dua tahapan yaitu fase interfase (tahap persiapan sebelum sel mengalami pembelahan sel) dan fase mitosis. Fase interfase merupakan fase yang berlangsung paling lama selama siklus sel. Interfase terbagi ke dalam tiga fase, yaitu fase G1 (Gap pertama) yang terjadi sebelum sintesis DNA. Pada fase G1 berlangsung penggandaan organel seperti mitokondria dan ribosom, serta mengakumulasikan sejumlah material yang dibutuhkan saat sintesis DNA (Mader, 2011). Fase kedua pada interfase ialah fase S yang merupakan fase terjadinya sintesis DNA berupa replikasi kromosom, dan fase terakhir ialah G2 (Gap kedua) merupakan fase setelah sintesis DNA dann berlangsungnya pngecekan sebelum sel memasuki fase mitosis. Fase mitosis secara berurutan meliputi tahap profase, metafase, anafase, dan telofase (Abdullah et al.,2017).  Berikut ini ciri settiap tahapan pada pembelahan mitosis pada sel hewan dan sel tumbuhan :

Ciri-ciri tahapan mitosis pada sel hewan dan tumbuhan :

1. Profase

            Profase merupakan tahap paling awal pada pembelahan sel mitosis. Ciri-ciri dari tahap ini ialah Serat- Serat kromatin menjadi terkumpar lebih rapat, terkondensasi menjadi kromosom diskret yang dapat diamti dengan mikroskop cahaya, nucleolus lenyap, Setiap kromosom yang terduplikasi tampak sebagai dua kromatid saudara identik yang tersambung pada sentromernya dan sepannjang lengannya oleh kohesin (kohesi kromatid saudara), Gelendong mitotiknya terdiri atas sentrosom dan mikrotubulus yang menjulur dari sentrosom, sentrosom-sentrosom bergerak saling menjauh (Campbell, 2016).

2. Prometafase

            Fase ini merupakan fase sebelum terjadinya mitosis pada fase metaphase. Ciri-ciri prometafase sedang berlangsung ialah terfragmentasinya selaput nucleus, mikrotubulus yang menjulur dari masing-masing sentrosom mulai memasuki wilayah nucleus, kromosom semakin terkondensasi, masing-masing dari kedua kromatid pada setiap kromosom kini memiliki kinetokhor, struktur protein terspealisasi yang terletak pada sentromer, beberapa mikrotubulus melekat pada kinetokhor menjadi “mikrotubulus kinetokhor”, dan mikrotubulus non kinetokhor berinteraksi dengan sejenisnya yang berasal dari kutub gelendong yang bersebrangan (Campbell, 2016).

3. Metafase

            Metafase merupakan tahap mitosis yang paling lama yaitu berlangsung sekitar 20 menit. Sentrosom berada pada berada pada kutub-kutub yang bersebrangan. Kromosom berjejer pada lempeng metaphase. Untuk setiap kromosom, kinethokor kromatid saudara melekat ke mikrotubulus knetokhor yang berasal dari kutub bersebrangan (Campbell, 2016).

4. Anafase

            Anafase merupakan tahap mitosis yang paling singkat, hanya berlangsung selama beberapa menit. Anafase dimulai ketika protein kohesin terbelah. Kedua kromosom anakan bergerak menuju ujung-ujung sel yang berlawanan saat mikrotubulus kinetokhor memendek. Sel memanjang saat mikrotubulus nonkinetokor memanjang. Pada akhir anafase, kedua ujung sel memiliki koleksi kromosom yang sama dan lengkap (Campbell, 2016).

5. Telofase

            Telofase merupakan tahap akhir pada mitosis. Ciri dari fase ini ialah terbentuknya dua anakan nucleus dalam sel. Selaput nucleus muncul dari fragmen-fragmen selaput nucleus sel induk dan bagian-bagian lain dari sistem endomembran. Nukleolus muncul kembali. Kromosom menjadi kurang terkondensasi. Ditandai dengan adanya pembelahan sitoplasma pada cleavage ferus (sel hewan) dan cell plate ( sel tumbuhan). Cell plate merupakan gabungan dari vesikel-vesikel yang berkumpul menjadi satu (Campbell, 2010). Mitosis, pembelahan suatu nukleus menjadi dua nukleus yang identik secara genetik, sekarang sudah selesai (Campbell, 2016).

Tentang Tanaman

 Tanaman sangat hebat karena mereka memiliki kekuatan penyihir ajaib yang memungkinkan mereka untuk mengambil karbon dioksida dari udara dan mengubahnya menjadi indah, segar, murni, dan oksigen untuk kita hirup.

Mereka juga jauh lebih keren dari kita karena, tidak seperti kita dan setiap hewan lain di planet ini, mereka tidak membutuhkan semua jenis Hot Pockets dan minuman kopi mewah untuk membuat mereka terus berjalan

Satu-satunya hal yang dibutuhkan tanaman untuk membuat diri mereka enak adalah sinar matahari dan air. Hanya sinar matahari dan air!

Jadi, mari kita bicara tentang tumbuhan! 
Tanaman mungkin berevolusi lebih dari 500 juta tahun yang lalu. Fosil tumbuhan darat paling awal
tanggal kembali lebih dari 400 juta tahun yang lalu. Tumbuhan ini merupakan lycophytes yang masih hidup sekitar hari ini dan yang berkembang biak dengan membuat sekumpulan spora, melepaskannya, 
 Beberapa lycophytes ini kemudian berkembang menjadi "pohon skala", yang sekarang punah, tapi hutan rawa yang sangat besar dulu menutupi bumi.
Beberapa orang menyebut hutan pohon skala ini "hutan batu bara" karena memang ada
begitu banyak dari mereka dan sangat padat dan menutupi seluruh bumi dan mereka akhirnya membatu menjadi lapisan batu bara raksasa, yang sangat penting bagi mereka gaya hidup kita hari ini.
 Jadi ini sekarang disebut Periode Karbon.
 Lihat apa yang mereka lakukan di sana? Karena Batubara terbuat dari karbon, maka dinamai epoch of sejarah geologi tentang betapa intens dan produktifnya mencair ini hutan itu.
 Bagaimanapun, Angiospermae, atau tumbuhan yang menggunakan bunga untuk berkembang biak, tidak berkembang sampai akhir
dari Zaman Kapur, sekitar 65 juta tahun yang lalu, sama seperti dinosaurus dulu sekarat.
 Yang membuat Anda bertanya-tanya apakah sebenarnya angiospermae pertama membunuh semua dinosaurus.
 Saya tidak mengatakan itu pasti yang terjadi, saya hanya mengatakan itu sedikit mencurigakan.
 Bagaimanapun, pada tingkat sel, sel tumbuhan dan hewan sebenarnya sangat mirip. Mereka disebut sel eukariotik, yang artinya mereka memiliki "kebaikan
kernel. "Dan" kernel "itu adalah nukleus. Bukan" new-cue-lus. "Dan nukleus dapat ditemukan di semua jenis sel. Sel hewan, sel tumbuhan, sel alga.
 Sel eukariotik jauh lebih maju daripada sel prokariotik. 
 Prokariotik pada dasarnya berarti "sebelum kernel". Pro-kernel. Lalu ada eukariotik, yang artinya "kernel bagus!"
Prokariota termasuk bakteri dan archaea Anda, yang mungkin pernah Anda temui  sebelumnya dalam hidup Anda, setiap kali Anda menderita radang tenggorokan, misalnya, atau jika pernah pernah berada di mata air panas atau sumur minyak atau semacamnya. Mereka ada dimana-mana. Mereka 
planet. Mereka melindungi Anda!
 Tapi seperti yang saya katakan, eukariota memiliki inti yang tertutup secara terpisah. Itu semua inti penting yang mengandung DNA-nya dan ditutup oleh membran terpisah. Karena sel eukariotik adalah tempat yang sibuk - ada reaksi kimia yang terjadi
semua bagian sel yang berbeda - penting untuk menjaga agar tempat-tempat itu tetap terbagi.
 Sel eukariotik juga memiliki pabrik pembuat barang kecil yang disebut organel. Saya kira kami memutuskan kami akan menamai semuanya dengan sesuatu yang aneh ...
 Tapi, organel. Dan mereka tersuspensi dalam sitoplasma, dilanjutkan dengan benar-benar terminologi esoteris yang harus Anda ketahui.
 Sitoplasma sebagian besar hanya air, tetapi juga beberapa hal lain. Nah pada dasarnya jika Anda mau
untuk mengetahui tentang struktur sel eukariotik Anda harus menonton video saya tentang sel hewan.
 Sel tumbuhan dan hewan adalah lingkungan yang sangat mirip. Mereka mengontrol diri mereka sendiri dengan cara yang sangat mirip, tetapi jelas, tumbuhan dan hewan adalah hal yang sangat berbeda.

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive