Tuesday, July 5, 2022

Why is Bali Famous for Tourism Object?

 Why is Bali Famous for Tourism Object?


General Statement: 

One of the famous tourism spots in Indonesia is Bali island. Bali lays at the part east of Java. Thousand domestic and foreign tourists visit Bali each month. Do you know why Bali island is so famous?

Sequenced Explanations: 

A lot of tourists like fresh natural environment. If that what they want, Bali is the best choice to visit. Bali has beautiful landscape dominated with green luxurious terrace fields. Moreover Bali give fantastic view; beautiful sunrise in Sanur and fascinating sunset in Kuta beach.

Beside the beautiful beach and panorama, domestic and foreign tourists also enjoy the balinese local genius arts such as; dances, puras, and temples. Most of these objects are amazing.

Like many other tourism objects, Bali also provide souvenir center which they can take home. Most balinese people are artists. They spend their time to apply skill and imagination through painting, carving dancing.

What make them more exposed is that most of them are English speaking people. That is why Bali is well-known all over the world.


MENGENDARAI SEPEDA MOTOR




Di pagi hari Lingga sedang mengendarai sepedanya di jalan raya. Tiba-tiba ia ditabrak oleh Cepi yang sedang mengendarai sepeda motor.

Lingga : “Kenapa kamu menabraknya?”

“dengan muka yang sangat kesal?)

Cepi : “Aku tidak sengaja, aku tadi ingin menghindari bus”

Lingga : “Aku tidak mau tau, pokoknya kamu harus tanggung jawab 

(sambil mengulurkan tangannya)

Cepi : “Ya sudah, aku minta maaf”

(sambil mengulurkan tangannya)

Lingga : “Nggak, pokoknya kau harus ganti, yang salah kamu!”

Cepi : “Oh begitu, rasakan ini!” (Sambil memukuli Lingga)


Mereka berkelahi. Pada saat itu Nita dan Bella tanpa sengaja melihat kejadian itu dan melerainya.

Nita dan bella : “Woyyyy!!! Jangan bertengkar” (sambil berusaha memisahkan Cepi dan Lingga)

Lingga : “Kamu jangan ikut campur” (sambil terus memukulinya)

Bella : “Ya gak bisa gitu donk.”

Nita : “Iya, kalian berantem di tengah jalan lagi “ (Ucap Nita sambil melerainya)

Lingga : “Iyah ini semua gara-gara dia, kenapa dia menabrakku”

Cepi : “Yah, kenapa saya yang harus disalahkan?”

Lingga : “Ya emang kamu yang salah.” (Ucap Lingga sambil membentak)

Bella : “Udah stop!!! Jangan berantem kalian..”(Ucap Bella sambil melerai)

Nita : “iyah ih Kalian ngeyel kalo diomongin.”

Cepi : “Udah lah kalian jangan ngurusin urusan laki-laki, kalian kan perempuan (sambil membentak)

Bella dan Nita : “Ih emang yah kalian tuh ngeyel” (dengan cara membentak)




Bella dan Nita tidak bisa melerai perkelahian itu, lalu ia memanggil Pak Polisi yang tidak jauh dari tempat kejadian itu.

Nita : “Selamat pagi, Pak!”

Gilang : “Selamat pagi, ada apa?”

Bella : “Ada perkelahian Pak!”

Gilang : “Dimana?”

Bella dan Nita : “Disana Pak! “ (Sambil menunjuk arah TKP)

Gilang : “Baik!” (sambil mengikuti Bella dan Nita)


Sesampai TKP, Pak Polisi melerai perkelahian Lingga dan Cepi. Pak Polisi membawa mereka ke kantor Polisi. Bella dan Nita juga ikut sebagai saksi mata. Sesampai di kantor Polisi, Cepi dan Lingga diinterogasi oleh Bu Polisi.


Defa : “Sebenarnya ada apa, kok kalian sampai berkelahi?”

Lingga : “Cepi menabrak saya bu dari belakang.”

Defa : “apakah benar itu Cepi?”

Cepi : “Ya, saya salah.” (sambil menunduk)

Defa : “Ya sudah kalo kaya gitu masalah ini diselesaikan secara hukum atau berdamai saja?”

Cepi dan Lingga : “Damai saja, Bu.”

Defa : “Ya sudah, kalian bermaafan. Tapi untuk Cepi motor kamu saya sita karena kamu belum cukup umur untuk mengendarainya (meminta kunci motor)

Cepi : “Ya bu! (Menyerahkan kunci motor)


Cepi dan Lingga bermaafan dan saling menjabat tangan

Gilang : “Lingga kamu mendapatkan ganti rugi dari Sulton?”

Lingga : “Iyah Pak”

Gilang : “Bella dan Nita, saya ucapkan terima kasih karena kamu sudah melaporkan kejadian tadi.”

Bella dan Nita : “ “Sama-sama Pak Polisi.”

Nita, Bella, Lingga dan Cepi pun pulang ke rumah masing-masing tanpa membawa masalah lagi.


Tujuan APE (Alat permainan edukatif)

 Badru Zaman (2010: 63) menyatakan bahwa APE untuk anak TK adalah alat permainan yang dirancang untuk tujuan meningkatkan aspek-aspek perkembangan anak TK. 

Menurut (Novan Ardy & Barnawi, 2012:151) menyatakan bahwa adanya berbagai alat permainan alat edukatif, pada intinya diarahkan untuk mencapai tujuan-tuhuan sebagai berikut :

a. Memperjelas materi yang diberikan 

Pemanfaatan alat permainan edukatif dalam kegiatan belajar anak diharapkan dapat memperjelas materi yang disampaikan oleh guru. Dengan contoh apabila Guru akan membuat anak terampil dalam berbicara dengan cara menceritakan kembali anak akan cepat bosan, dapat guru memanfaatkan alat permainan edukatif dengan membuat boneka sesuai tema yang di butuhkan missal : boneka jari, boneka tangan atau boneka kokoru.

b. Memberikan motivasi dan merangsang anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangannya.

Motivasi dan minat anak untuk bereksplorasi dan berekeperimen merupakan faktor menunjang keberhasilan belajar anak.

c. Memberikan kesenangan pada anak dalam bermain

Alat permainan yang dirancang secara khusu dan dibuat dengan baik akan menumbuhkan perasaan senang anak dalam melakukan aktivitas belajarnya.

Dari pendapat yang dikemukakan diatas dapat kita Tarik kesimpulan bahwa alayt permainan eduktif dirancang semenarik mungkin agar materi tersampaikan dan pembelajaran menyenangkan untuk anak 

Atas dasar pengertian itu, permainan yang dirancang untuk memberi informasi atau menanamkan sikap tertentu, misalnya untuk memupuk semangat kebersamaan dan kegotong royongan, termasuk dalam kategori permainan edukatif karena permainan itu memberikan pengalaman belajar kognitif dan afektif. Dengan demikian, tidak menjadi soal apakah permainan itu merupakan permainan asli yang khusus dirancang untuk pendidikan ataukah permainan lama yang diberi nuansa atau dimanfaatkan untuk pendidikan. 


Kelebihan dan kekurangan metode bermain peran


Kita sudah mengetahui fungsi dan manfaat yang kita dapat dalam kegiatan bermain peran ini, setiap metode pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung dari sudut pandang yang berbeda. Disini ada beberapa ahli yang akan mengemukakan kelebihan dan kekurangan tentang metode bermain peran ini diantarantya : 

Kelebihan dari metode bermain peran dikemukakan oleh Suparman (2000:93) dalam halida (2011), yaitu :

a. Bermain peran merupakan bentuk kreativitas setiap anak melalui daya imajinasi dan fantasi, memungkinkan anak mengeksplorasi dunianya sendiri sehingga akan tbangun kretaivitas untuk mempergunakan pikiran dan logika.

b. Dengan bermain peran, anak melakukan eksperimen dan menemukan bahwa merancang sesuatu yang baru akan menimbulkan kepuasan sehingga mereka dapat mengalihkan minat kreatifnya ke situasi di luar dunia bermain. 

Sedangkan kekurangan dari metode bermain peran yang dikemukakan  Suparman (2006:93) halide (2011) yaitu‘kecenderungan tidak bersungguh-sungguh, serta memerlukan waktu yang cukup banyak’

Sudjana (1989;79) dalam kurnia (2011) mengemukakan keunggulan metode bermain peran, yaitu ; 

a. Peran yang ditamoilkan menarik akan mendapatkan perhatian dari aak, sehingga pehatian anak dapatr terfokus pada pembelajaran.

b. Bermain peran inidapat ditampilkan dalam kelompok besar maupun kecil. Hal ini sesuai dengan jenis metode bermain peran yang terdiri dari metode bermain makro dan mikro.


Heriawan , et.al (2012:140)  memaparkan bahwa :

Kekuatan metode bermain peran :

a. Siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajarannya 

b. Karena mereka bermain sendiri, maka mudah memahami masalah-masalah sosial tersebut

c. Bagi siswa dengan bermain peran sebagai orang lain, maka ia dapat menempatkan diri sendiri seperti watak orang lain

d. Ia dapat merasakan perasaan orang lain sehingga menumbuhkan sikap saling perhatian


Kelemahan metode bermain peran :

a. Bila guru tidak menguasai tujuan instruksional penggunaan teknik ini untuk sesuatu unit pelajaran, maka bermain peran tidak akan berhasil

b. Dalam hubungan antar manusia selalu memerhatikan norma-norma kaidah sosial, adat istiadat, kebiasaan dan keyakinan seseorang jangan sampai ditinggalkan sehingga tidak menyinggung perasaan seseorang.

c. Bila guru tidak memahami langkah-langkah pelaksanaan metode ini, maka nakan mengacaukan berlangsungnya bermain peran. 


Kesimpulan yang dapat ditarik dari beberapa pendapat diatas terkait kelebihan metode bermain peran ini adalah kegiatan ini tidak membosankan dan dapat menarik perhatian anak dalam belajar, mengingat bahwa anak usia dini sangat senang belajar sambil bermain. Sedangkan kekurangan metode bermain peran ini saat Guru tidak dapat menguasai pembelajaran Karena akan membuat suasana tidak kondusif dan kegiatan bermain peran tidak akan berhasil. 


Jenis-jenis bermain Peran


Dalam  bermain peran terdapat jenis-jenis permainan yaitu main peran makro dan mikro. Mutiah (2010:115) menyatakan bahwa :

i. Makro 

Anak berperan sesungguhnya dan menjadi seseorang atau sesuatu. Saat anak memiliki pengelaman sehari-hari engan main peran makro (tema sekitar kehidupan nyata), mereka belajar banyak keterampilan praakademis seperti : mendengarkan, tetap dalam tugas, menyelesaikan masalah, dan bermain kerja sama dengan yang lain.

ii. Mikro 

Anak memegang atau menggerak-gerakkan benda-benda berukuran kecil untuk menyusun adegan. Saat anak main peran mikro, mereka belajar untuk menghubungkan dan mengambil sudut pandang dari orang lain. 

Sedangkan Menurut Erik H. Erikson (dalam arriyani 2010:21) mengemukakan bahwa bermain peran terbagi ke dalam dua jenis bermain, diantaranya adalah :

a. Main peran Mikro 

Dalam main peran mikro anak memainkan peran melalui alat bermain atau benda yang berukuran kecil atau mini (boneka atau orang binatang, rumah boneka, dll)

b. Main peran Makro 

Main peran besar menggunkan alat sesungguhnya. Anak dapat menggunakan alat tersebut pada kegiatan mainnya. Anak dapat mengekspresikan ide-idenya dengan “gesture” memerankan seseorang atau sesuatu (mengaduk-aduk pasir dalam mangkuk untuk membuat kue pura-pura) atau dengan obyek (menggunakan kursi sebagai mobil) 

Pada jenis main peran ini keduanya mempunyai kelebihan dan kelemahan dalam cara memainkannya namun tetap esensinya adalah untuk mengembangkan beberapa aspek perkembangan dengan bermain pura, pura dengan memainkan peran seseorang atau sesuatu untuk mengasah keterampilan berbicara anak dengan berinteraksi dengan lawan mainnya, selain itu mengembangkan daya khayal dan imajinasi anak tentang kehidupan nyata, dan anak dapat berikir kreatif dalam memecahkan masalah disekitarnya. Peran guru sangat penting dalam memainkan jenis main ini, guru harus lincah dan tidak malu-malu agar merangsang anak juga untuk bermain dengan bebas tanpa harus ragu atau malu. 


Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Belajar Berbicara


Berbicara merupakan keterampilan bagi anak sehingga berbicara dapat dipelajari dengan beberapa metode yang berbeda. 

Hurlock (1978: 183) menyatakan bahwa berbicara dapat diperoleh anak dengan cara: (a) meniru, yaitu mengamati suatu model baik dari teman sebaya maupun dari orang yang lebih tua, (b) pelatihan, yaitu dengan bimbingan dari orang dewasa. 

Selanjutnya menurut Hurlock (1978: 185) menyatakan bahwa ketika seseorang belajar, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

a. Persiapan fisik untuk berbicara 

Keterampilan berbicara bergantung pada kematangan mekanisme bicara. Pada waktu lahir, saluran suara kecil, langit-langit mulut datar, dan lidah terlalu besar untuk saluran udara. Sebelum semua sarana itu mencapai bentuk yang lebih matang, syaraf dan otot mekanisme suara tidak dapat menghasilkan bunyi yang diperlukan bagi kata-kata.

b. Kesiapan mental untuk berbicara 

Kesiapan mental untuk berbicara bergantung pada kematangan otak, khususnya bagian-bagian asosiasi otak. Biasanya kesiapan tersebut berkembang diantara umur 12 dan 18 bulan dan dalam perkembangan bicara dipandang sebagai “saat dapat diajar”. 

c. Model yang baik untuk ditiru 

Agar anak tahu mengucapkan kata kemudian menggabungkannya menjadi kalimat yang betul, maka anak harus memiliki model bicara yang baik untuk ditiru. Model tersebut mungkin orang di lingkungan anak, penyiar radio atau televise, dan aktor film. Jika anak kekurangan model yang baik, maka anak akan sulit belajar berbicara dan hasil yang dicapai berada dibawah kemampuan anak. 

d. Kesempatan untuk berpraktek 

Jika anak tidak diberi kesempatan untuk berbicara, maka dapat menjadikan anak putus asa dan marah. Hal ini dapat melemahkan motivasi anak untuk belajar berbicara. 

e. Motivasi 

Jika anak mengetahui bisa memperoleh sesuatu yang diinginkan tanpa memintanya (dengan bahasa isyarat, seperti menangis), maka dorongan untuk belajar berbicara akan melemah. 

f. Bimbingan 

Cara yang paling baik untuk membimbing belajar berbicara adalah menyediakan model yang baik, mengatakan kata-kata dengan perlahan dan cukupjelas sehingga anak dapat memahaminya, dan memberikan bantuan mengikuti model tersebut dengan membetulkan setiap kesalahan mungkin dibuat anak dalam meniru model tersebut. 

Berdasarkan uraian di atas, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berbicara antara lain: persiapan fisik untuk berbicara, kesiapan mental untuk berbicara, model yang baik untuk ditiru, kesempatan untuk berpraktek, motivasi, dan bimbingan.


Cara untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara

 


Cara untuk meningkatkan keterampilan berbicara menurut Suhartono (2005: 59) meliputi hal-hal di bawah ini:

a.       Membiasakan untuk berbicara dengan anak

Jika anak ingin cepat bisa bicara, sebagai orang tua membiasakan diri untuk berbicara walaupun anak itu masih bayi dan belum bisa bicara. Armstrong (Suhartono, 2005: 61) menyatakan bahwa “Tidak akan terlalu dini untuk memulai berbicara kepada anak. Ia menambahkan semakin sering berbicara dengan anak, maka akan semakin cepat perkembangan jalur auditoris yang ada di dalam otak anak”.

b.      Memandang mata anak

Melakukan kontak langsung dengan cara memandang mata anak berarti kita mengajarkan kepada anak bahasa isyarat dan ekspresi muka yang akan dijadikan bekal untuk meningkatkan kemmapuan bicara. Hal ini penting terutamma dalam memberi instruksi dan menyuruh anak-anak.

c.       Menghindari kebiasaan bicara pada anak dengan pengejaan yang dibuat-buat

Ada kecenderungan seorang ibu mengucapkan kata-kata tertentu kepada anaknya dengan ucapan yang dibuat-buat. Pengucapan yang demikian mengakibatkan anak tidak terbiasa mendengarkan ucapan yang sebenarnya. Hal yang demikian menjadikan perkembangan bahasa anak menjadi lambat. Anak akan belajar lebih akurat dan efisien jika kita berusaha secara benar dan jelas mengeja setiap kata yang kita ucapkan.

d.      Berbicara apa yang benar-benar dilakukan dan dialami anak

Jika sebagai orang tua melakukan aktivitas dan diikuti oleh anak, deskripsikanlah apa yang kita lakukan dan dialami anak. Pada waktu kita sedang memberi makan, mandi, atau menggendong anak, deskripsikan apa yang dialami anak.

e.       Berkata lebih banyak daripada yang diminta

Jika anak meminta sesuatu kepada orangtua, sebaiknya orang tua menjawab secara lebih panjang dan jelas. Kata-kata yang digunakan dalam kalimat orang tua sebaiknya lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan katakata yang diucapkan anak. Hal tersebut memungkinkan anak tidak akan mengetahui secara detail, namun beberapa dari informasi baru itu sudah masuk dalam memorinya. Selain itu, kosa kata anak akan semakin bertambah banyak.

f.       Menggunakan tata bahasa yang benar dalam berbicara

Pada periode kritis untuk menguasai tata bahasa terjadi sebelum umur tiga tahun. Anak anda akan meniru struktur bahasanya sesuai dengan pola-pola yang ia dengar selama kehidupan sehariannya. Oleh karena itu, gunakan ucapan yang secara tata bahasa benar.

 

g.      Dengan lembut membetulkan kesalahan anak

Daripada menunjuk dengan kasar kesalahan ejaan dan tata bahasa seorang anak, orang bisa menawarkan pembenaran yang lembut namun efektif sebagai bagian dari percakapan. Setiap anak akan meniru bentuk tata bahasa yang benar dan membetulkan kesalahan.

h.      Melakukan percakapan dengan anak

Kadang-kadang dalam percakapan ada kalanya kita menggunakan bahasa isyarat atau gerakan-gerakan anggota badan. Anak mungkin tidak akan menggunakan kata-kata, namun ia dapat berpartisipasi dalam percakapan yang saling mengisi. Ikutlah ambil bagian ketika berbicara atau berinteraksi dengan anak. Saling bertukar senyum atau kata-kata dari canda merupakan langkah awal, namun hal itu penting bagi anak untuk mempelajari struktur dasar percakapan.

i.        Tidak memaksa anak menghafalkan kata

Mengahafalkan kata merupakan bagian dari kegiatan anak sehari-hari. Anak biasanya senang menghafal kata-kata tertentu yang baru dikenalnya. Kesadaran untuk menghafal kata pada diri anak untuk muncul bila ada rangsangan. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk menghafal kata. Usahakan anak sadar sendiri akan kebutuhan kata-kata baru yang belum diketahuinya.

j.        Berhati-hati dengan infeksi telinga

Anak-anak yang memiliki penyakit kronis atau kambuhan sebelum berumur empat tahun akan mengalami kehilangan pendengaran secara temporal yang dapat mengganggu perkembangan kemampuan bicara dan kemampuan membaca. Anak-anak ini mungkin tidak akan mampu membedakan antara suara tertentu, seperti “eh” dan “sih” tanpa melalui terapi ucapan. Apabila anak menderita infeksi telinga yang kronis, hati-hati dengan gejala hilangnya pendengaran.

Berdasarkan uraian di atas, para orangtua dan guru dapat mengetahui cara untuk meningkatkan keterampilan berbicara yang terdiri dari membiasakan berbicara dengan anak, memandang mata anak, menghindari kebiasan bicara anak dengan pengejaan, bicarakan apa yang benar-benar dialami, memberikan banyak informasi kepada anak, tata bahasa yang benar dalam berbicara, membetulkan kesalahan pada pengucapan anak, percakapan dengan anak, jangan memaksa anak menghafalkan kata, dan hati-hati dengan infeksi pada telinga anak.

 

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive