Konsep Pembelajaran
1.
Pengertian Belajar dan Pembelajaran
Belajar adalah modifikasi atau
memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar bukan hanya mengingat,
akan tetapi
lebih
luas daripada itu yakni mengalami. Hasil belajar
bukan suatu penguasaan
hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan yang meliputi
aspek-aspek seperti pengetahuan, pemahaman, kebiasaan,
apresiasi, emosional, hubungan
sosial, jasmani, budi pekerti (etika), sikap dan
lain-lain. Kalau seseorang telah melakukan perbuatan belajar, maka
terjadi perubahan pada
salah satu atau beberapa aspek tingkah laku tersebut
(Hamalik, 2002: 36).
Untuk memahami apa yang dimaksud dengan prestasi belajar, tidak mudah
memberikan jawaban dengan begitu saja, mengingat banyak komponen dan faktor
yang ikut melatarbelakanginya. Faktor tersebut baik yang berasal dari luar diri
peserta didik, ataupun berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri seperti
faktor psikologis dan pisiologi. Untuk lebih memudahkan dalam memahami
pengertian prestasi belajar terlebih dahulu dijelaskan tentang beberapa
pengertian belajar.
Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku atau pengalaman sebagai
akibat dari perhatian terhadap tujuan atas kegiatannya, atau hasil berpikir dan
disertai dengan dorongan dan reaksi emosi, sebagai akibat dari kepuasan yang
memadai dari kondisi dorongannya. Syamsudin merangkumkan pengertian belajar
dari beberapa ahli dalam satu pernyataan yakni suatu proses perubahan perilaku
atau pribadi seseorang (Syamsudin, 2003 : 134).
Pengertian belajar dapat disimpulkan :
a.
Belajar adalah memperoleh perubahan tingkah laku,
b.
Hasil belajar ditandai dengan perubahan seluruh aspek
tingkah laku,
c.
Belajar merupakan suatu proses,
d.
Proses belajar terjadi karena adanya dorongan dan
tujuan yang akan dicapai,
e.
Pelajar merupakan suatu bentuk pengalaman.
Pada dasarnya kehidupan sekolah tidak ubahnya dengan kehidupan sosial
yang sangat luas. Sekolah merupakan miniatur kehidupan sosial. Para peserta
didik yang belajar berusaha mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan sosial
secara matang.
Interaksi antara sejumlah individu dalam lingkungan sekolah, juga
terlibatnya lingkungan sekitar, sehingga mewujudkan kondisi yang amat kompleks
dalam proses belajar mengajar di sekolah. Faktor-faktor dalam diri murid
(intern) dan faktor yang datang dari luar (ekstern) secara bersama-sama turut
mempengaruhi kegiatan belajar murid yang hasilnya tercermin dalam perubahan
pola-pola perilaku mereka.
Keputusan untuk melakukan kegiatan belajar pada tiap-tiap individu tidak
sama, tergantung pada kekuatan motivasi diri, sebab jika motivasi kekuatan
motivasi diri kuat maka keputusan utuk melakukan kegiatan belajar juga tinggi.
Hanya kekuatan motivasi yang berasal dari dalam diri sendirilah yang merupakan
faktor pendorong untuk melakukan belajar mandiri karena belajar mandiri
menekankan pada autoaktifitas peserta didik dalam belajar yang penuh dengan
tanggung jawab atas keberhasilan belajarnya (Nasution, 2001:25).
Darsono secara umum menjelaskan pengertian
pembelajaran sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku
siswa berubah ke arah yang lebih baik. Sedangkan secara khusus pembelajaran dapat diartikan
sebagai berikut.
a.
Teori Behavioristik, mendefinisikan pembelajaran sebagai usaha
guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan
lingkungan (stimulus). Agar terjadi hubungan stimulus dan
respon (tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan, dan
setiap latihan yang berhasil
harus diberi hadiah dan atau reinforcement
(penguatan).
b.
Teori Kognitif,
menjelaskan
pengertian pembelajaran sebagai
cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa yang sedang dipelajari.
c.
Teori Gestalt,
menguraikan bahwa pembelajaran merupakan
usaha guru untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian rupa, sehingga siswa lebih mudah mengorganisirnya (mengaturnya) menjadi suatu gestalt (pola bermakna).
d.
Teori Humanistik,
menjelaskan bahwa
pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya (Darsono, 2000:
24-25).
2.
Ciri-ciri Pembelajaran
Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut, (Darsono, 2000: 65)
:
a.
Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncana secara sistematis
b.
Pembelajaran dapat
menumbuhkan perhatian
dan motivasi siswa
dalam belajar
c.
Pembelajaran dapat menyediakan bahan
belajar yang
menarik dan menantang bagi siswa
d.
Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menyenangkan bagi siswa
e.
Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang
aman dan menyenangkan bagi siswa
f.
Pembelajaran dapat membuat siswa menerima pelajaran, baik secara fisik dan psikologis.
3.
Tujuan Pembelajaran
Tujuan (goals) adalah rumusan yang
luas
mengenai hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. Di dalamnya terkandung tujuan yang menjadi target
pembelajaran dan
menyediakan
pilar untuk menyediakan pengalaman-pengalaman belajar. Pembelajaran adalah suatu
kegiatan yang dilakukan
secara sadar dan sengaja. Oleh karena itu pembelajaran pasti mempunyai tujuan.
Tujuan pembelajaran adalah
membantu
pada siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa bertambah, baik kuantitas maupun kualitas.
Tingkah
laku yang dimaksud meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai atau norma
yang
berfungsi
sebagai
pengendali sikap
dan
perilaku siswa (Darsono, 2000: 24-26).
No comments:
Post a Comment