Saturday, January 7, 2017

Konsep Pembelajaran

 Konsep Pembelajaran
1.             Pengertian Belajar dan Pembelajaran
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.  Belajar  bukan  hanya  mengingat,  akan  tetapi  lebih  luas daripada itu yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan yang meliputi aspek-aspek seperti pengetahuan pemahaman kebiasaan,   apresiasi,   emosional hubungan sosial, jasmani, budi pekerti (etika), sikap dan lain-lain. Kalau seseorang telah melakukan perbuatan belajar, maka terjadi perubahan pada salah satu atau beberapa aspek tingkah laku tersebut (Hamalik, 2002: 36).
Untuk memahami apa yang dimaksud dengan prestasi belajar, tidak mudah memberikan jawaban dengan begitu saja, mengingat banyak komponen dan faktor yang ikut melatarbelakanginya. Faktor tersebut baik yang berasal dari luar diri peserta didik, ataupun berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri seperti faktor psikologis dan pisiologi. Untuk lebih memudahkan dalam memahami pengertian prestasi belajar terlebih dahulu dijelaskan tentang beberapa pengertian belajar.
Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku atau pengalaman sebagai akibat dari perhatian terhadap tujuan atas kegiatannya, atau hasil berpikir dan disertai dengan dorongan dan reaksi emosi, sebagai akibat dari kepuasan yang memadai dari kondisi dorongannya. Syamsudin merangkumkan pengertian belajar dari beberapa ahli dalam satu pernyataan yakni suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang (Syamsudin, 2003 : 134).
Pengertian belajar dapat disimpulkan :
a.              Belajar adalah memperoleh perubahan tingkah laku,
b.             Hasil belajar ditandai dengan perubahan seluruh aspek tingkah laku,
c.              Belajar merupakan suatu proses,
d.             Proses belajar terjadi karena adanya dorongan dan tujuan yang akan dicapai,
e.              Pelajar merupakan suatu bentuk pengalaman.
Pada dasarnya kehidupan sekolah tidak ubahnya dengan kehidupan sosial yang sangat luas. Sekolah merupakan miniatur kehidupan sosial. Para peserta didik yang belajar berusaha mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan sosial secara matang.
Interaksi antara sejumlah individu dalam lingkungan sekolah, juga terlibatnya lingkungan sekitar, sehingga mewujudkan kondisi yang amat kompleks dalam proses belajar mengajar di sekolah. Faktor-faktor dalam diri murid (intern) dan faktor yang datang dari luar (ekstern) secara bersama-sama turut mempengaruhi kegiatan belajar murid yang hasilnya tercermin dalam perubahan pola-pola perilaku mereka.
Keputusan untuk melakukan kegiatan belajar pada tiap-tiap individu tidak sama, tergantung pada kekuatan motivasi diri, sebab jika motivasi kekuatan motivasi diri kuat maka keputusan utuk melakukan kegiatan belajar juga tinggi. Hanya kekuatan motivasi yang berasal dari dalam diri sendirilah yang merupakan faktor pendorong untuk melakukan belajar mandiri karena belajar mandiri menekankan pada autoaktifitas peserta didik dalam belajar yang penuh dengan tanggung jawab atas keberhasilan belajarnya (Nasution, 2001:25).
Darsono secara umum menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Sedangkan secara khusus pembelajaran dapat diartikan sebagai berikut.
a.              Teori Behavioristik, mendefinisikan pembelajaran sebagai usaha guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan (stimulus). Agar terjadi hubungan stimulus dan respon (tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan, dan setiap latihan yang berhasil harus diberi hadiah dan atau reinforcement (penguatan).
b.             Teori  Kognitif,  menjelaskan  pengertian  pembelajaran  sebagai  cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa yang sedang dipelajari.
c.              Teori  Gestalt,  menguraikan  bahwa  pembelajaran  merupakan  usaha guru untuk memberikan  materi pembelajaran  sedemikian  rupa, sehingga siswa lebih mudah mengorganisirnya (mengaturnya) menjadi suatu gestalt (pola bermakna).
d.             Teori  Humanistik,   menjelaska bahwa  pembelajara adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya (Darsono, 2000: 24-25).



2.             Ciri-ciri Pembelajaran
Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut, (Darsono, 2000: 65) :
a.              Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncana secara sistematis
b.             Pembelajaran   dapat  menumbuhkan   perhatian   dan  motivasi   siswa dalam belajar
c.              Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa
d.             Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menyenangkan bagi siswa
e.              Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa
f.              Pembelajaran  dapat membuat siswa menerima pelajaran, baik secara fisik dan psikologis.

3.             Tujuan Pembelajaran
Tujuan (goals) adalah rumusan yang luas mengenai hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. Di dalamnya terkandung tujuan yang menjadi target  pembelajaran  dan  menyediakan  pilar  untuk  menyediakan pengalaman-pengalama belajar.   Pembelajara adalah   suatu   kegiatan yang dilakukan  secara sadar dan sengaja. Oleh karena itu pembelajaran pasti  mempunyai  tujuan.  Tujuan  pembelajaran  adalah  membantu  pada siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa bertambah,  baik kuantitas  maupun kualitas. Tingkah laku yang dimaksud meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai atau norma  yang  berfungsi  sebagai  pengendal sikap  dan  perilaku  siswa (Darsono, 2000: 24-26).

No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive