A. Pelaksanaan Menulis Artikel
Sebagaimana telah diuraikan
dalam latar belakang bahwa artikel merupakan salah satu bentuk tulisan yang dimuat
dalam suatu media massa dan merupakan salah karya jurnalistik. Menurut Junus
(1987:11) jurnalistik adalah semacam kepandaian mengarang yang pokoknya untuk
memberi pekabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar
seluas-luasnya. Pengertian ini menekankan pada jurnalistik sebagai suatu
kepandaian atau ilmu. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu pekabaran atau ilmu cara
menyampaikan informasi. Informasi yang disampaikan bersifat secepatnya.
Informasi itu diharapkan dapat mencapai masyarakat yang seluas-luasnya.
Sedangkan menurut Sumadiria
(2005:2) jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan
pencatatan atau pelaporan setiap hari. Dengan demikian, jurnalistik bukanlah
pers, bukan pula media massa. Jurnalistik adalah kegiatan yang memungkinkan
pers atau media massa bekerja dan diakui eksistensinya dengan baik.
Adapun produk jurnalistik adalah
surat kabar, tabloid, majalah, buletin atau berkala lainnya seperti radio,
televisi dan media online (daring).
Dalam setiap produk jurnalistik khususnya media seperti Koran, tabloid, dan
majalah terbagi ke dalam tiga kelompok besar yaitu berita, opini, dan iklan.
Pada kelompok opini meliputi tajuk rencana, karikatur, pojok, kolom, esai,
surat pembaca dan artikel.
Menurut Sumadiria (2004:1-2)
artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu
masalah tertentu yang sifatnya aktual dan atau kontroversial dengan tujuan
untuk memberitahu (informatif), memengaruhi dan meyakinkan (persuasif
argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif). Di sebut lepas,
karena siapapun boleh menulis artikel dengan topik bebas sesuai dengan minat
dan keahliannya masing-masing. Selain itu juga artikel yang ditulis tersebut
tidak terkait dengan berita atau laporan tertentu. Ditulisnya pun boleh kapan
saja, dimana saja dan oleh siapa saja.
Ide artikel-artikel yang baik
jarang bisa tersusun dalam kondisi unik. Jangan diharapkan bahwa suatu ide akan
mendarat dengan mulus lalu menetas dalam otak dengan mengundangnya hanya di
waktu pikiran tenang dan semangat bergairah. Ide-ide artikel hadir tatkala
homo-homo kecil datang mengetuk-ngetuk pintu neraka, saat mereka menyukainya.
Biarkan mereka masuk, apapun yang sedang anda lakukan sebaiknya mengintip dan
mendengarkan mereka (Banjarnahor, 1994: 53).
Jika sudah memiliki ide artikel
yang bagus dan menarik kemudian dituangkan dalam topik serta dipertegas dalam
tesis yang ringkas, jelas dan mengandung gagasan baru. Begitu juga kerangka
artikel dan referensinya sudah disiapkan dengan baik. Ada tujuh langkah yang
harus dikerjakan dalam pelaksanaan menulis artikel. Pertama kuasai dulu
pengertian intro. Kedua, kenali dengan baik tiga fungsi intro. Ketiga, carilah
salah satu jenis intro yang tepat sesuai dengan tuntutan topik. Keempat,
gunakan beberapa teknik pengembangan bahasan untuk mempertajam pengamatan serta
memfokuskan ruang bidik analisis. Kelima, perhatikan tiga prinsip dasar
komposisi. Keenam kuasai dengan baik cara penyusunan pesan. Ketujuh, pilih
jenis penutup yang relevan dan paling baik.
B. Pelaksanaan Menulis Artikel di Media Daring
Secara sederhana anatomi artikel
dibagi menjadi tiga bagian, pembukaan, pembahasan dan penutup. Bagian pembukaan
atau pendahuluan itulah yang disebut intro. Cara yang paling mudah untuk
mengenalinya ialah dengan melihat dan membaca tiga paragraf pertama. Intro
harus singkat, dan sebaiknya tidak boleh lebih dari tiga paragraf. Dalam
penulisan artikel, kedudukan intro sangat strategis. Karena itu intro harus
dipilih dan dirumuskan dengan baik.
Setelah memulainya dengan intro,
kemudian artikel masuk ke dalam pembahasan. Ada beberapa teknik pengembangan
dalam pembuatan pembahasan pada artikel diantaranya penjelasan, contoh,
perbandingan, kutipan, statistik dan penegasan. Penjelasan berarti memberi
keterangan atau uraian terhadap suatu persoalan yang dibahas. Dengan memberi
penjelasan, maka kata, istilah atau gagasan yang dibahas akan terlihat dan
dipahami secara lebih terang.
Kalau pengembangan bahasan
dimaksudkan untuk menguraikan serta mempertajam analisis terhadap butir-butir
persoalan yang dikupas, maka prinsip komposisi mengingatkan kita untuk tidak
sekali-kali keluar dari jalur teropong yang telah ditentukan. Terdapat tiga
prinsip dasar komposisi yang kita perhatikan dalam penulisan artikel yaitu
kesatuan, pertautan dan titik berat.
Seluruh uraian artikel yang kita
tulis harus tersusun dengan rapi dan tertib. Pendekatan yang bisa membantu kita
untuk meningkatkan kemampuan dalam penataan pesan disebut teori organisasi
pesan. Organisasi pesan menunjuk pada enam macam urutan yaitu deduktif,
induktif, kronologis, logis, spasial, dan topikal.
Kalau salah satu fungsi intro ialah
untuk membangkitkan perhatian dan minat khalayak pembaca dan fungsi
pengembangan bahasan terutama untuk mempertajam analisis bahasa, maka fungsi
penutup adalah untuk 1) menyatakan kesimpulan, 2) menegaskan kredibilitas
penulis dan 3) menciptakan kesan mendalam terhadap khalayak pembaca.
Artikel yang ditulis dapat
diakhiri dengan menggunakan teknik berikut:
1.
Menegaskan kembali topik atau pokok bahasa dalam
kalimat yang berbeda secara ringkas dan tegas dengan tujuan untuk meyakinkan
pembaca.
2.
Mengakhiri dengan klimaks
3.
Mengajak khalayak untuk melakukan suatu tindakan
tertentu yang dianggap relevan dan sifatnya mendesak
4.
Mengutip pendapat tokoh, kitab suci, hadis,
syair, lagu, puisi, ungkapan, peribahasa, kata mutiara, atau kata-kata yang
sangat popular dalam masyarakat.
No comments:
Post a Comment