Monday, January 9, 2017

Paragraf Deskripsi, Narasi & Eksposisi


A.      Paragraf Deskripsi
Paragraf atau alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Di surat kabar acapkali kita temukan paragraf yang hanya terdiri atas satu kalimat saja. Paragraf semacam itu merupakan paragraf yang tidak dikembangkan. Dalam karangan yang bersifat ilmiah paragraf semacam itu jarang dijumpai. Dalam penggabungan beberapa kalimat menjadi sebuah paragraf itu diperlukan adanya kesatuan dan kepaduan. Yang dimaksud kesatuan adalah keseluruhan kalimat dalam paragraf itu membicarakan satu gagasan saja. Yang dimaksudkepaduan adalah keseluruhan kalimat dalam paragraf itu secara kompak atau saling berkaitan mendukung satu gagasan itu.
Kalimat-kalimat yang membangun paragraf pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu (1) kalimat topik atau kalimat utama, dan (2) kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Kalimat topik atau kalimat utama, biasanya ditempatkan secara jelas sebagai kalimat awal suatu paragraf. Kalimat utama ini kemudian dikembangkan dengan sejumlahkalimat penjelas sehingga ide atau gagasan yang terkandung kalam kalimat utama itu menjadi semakin jelas. Ciri kalimat topik adalah (1) mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci atau diuraikan lebih lanjut, (2) merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri, (3) mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain, (4) dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi. Ciri kalimat penjelas adalah, (5) dari segi arti sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri, (6) arti kalimat kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam paragraf, (7) pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi, (8) isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang mendukung kalimat topik. Kalimat-kalimat penjelas atau kalimat-kalimat bawahan itu menjelaskan kalimat topik dengan empat cara, yaitu: (1) Dengan ulangan, yaitu mengulang balik pikiran utama. Pengulangannya biasanya menggunakan kata-kata lain yang bersamaan maknanya (sinonimnya). (2) Dengan pembedaan, yaitu dengan menunjukkan maksud yang dikandung oleh pikiran utama dan menyatakan apa yang tidak terkandung oleh pikiran utama. Dengan contoh, yaitu dengan memberikan contoh-contoh mengenai apa yang dinyatakan dalam kalimat topik. Dengan pembenaran, yaitu dengan menambahkan alasan-alasan untuk mendukung ide pokok. Biasanya kalimat pembenaran itu diawali/disisipi kata “karena, sebab”. Paragraf yang efektif memenuhi dua syarat, yaitu: (1) adanya kesatuan makna (koherensi), (2) adanya kesatuan bentuk (kohesi), dan hanya memiliki satu pikiran utama.
Menurut Keraf (1981: 93), kata deskripsi berasal dari bahasa Latin describere yang berarti menulis tentang atau membeberkan sesuatu hal, sedangkan secara harfiah deskripsi merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang dibicarakan (dalam Aljatila, 2015).
Salah satu jenis paragraf adalah paragraf deskripsi. Dalam menulis paragraf deskripsi, penulis harus mampu mengungkapkan pengalaman yang dilihat, dengar, dan dirasakannya. Dalam hal ini Parera dalam Dalman (2012:253) menyatakan bahwa paragraf deskripsi adalah suatu bentuk paragraf yang hidup dan berpengaruh. Paragraf deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindra seperti penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan perasaan.
Beberapa ahli memberikan batasan karangan deskripsi sesuai dengan ciri-ciri  karangan deskripsi secara umum, yaitu:
1. Melukiskan atau menggambarkan objek,
2. Berisi rincian-rincian objek,
3. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri, dan
4. Hasil penyerapan panca indera.

B.       Paragraf Narasi
Narasi merupakan suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Sebab itu, unsur yang paling penting pada sebuah narasi adalah unsur perbuatan atau tindakan.
Rosdiana (2008:322) menyatakan bahwa karangan narasi merupakan salah satu jenis wacana yang berisi cerita. Adapun ciri-ciri karangan narasi adalah menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan, dirangkai dalam urutan waktu, berusaha menjawab pertanyaan mengenai apa yang terjadi, dan mengandung konflik (Keraf, 2007:136).
Narasi mencakup dua unsur dasar, yaitu perbuatan atau tindakan yang terjadi dalam suatu rangkaian waktu. Apa yang telah terjadi merupakan tindak-tanduk yang dilakukan oleh orang-orang atau tokoh-tokoh dalam suatu rangkawan waktu. Bila deskripsi menggambarkan suatu objek secara statis, narasi mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam suatu rangkaian waktu.
Bentuk-bentuk narasi yang terkenal yang biasa dibicarakan dalam hubungannya dengan kesusastraan adalah roman, novel, cerpen, dongeng (semuanya termasuk narasi yang fiktif), dan sejarah, biografi dan autobiografi (semuanya termasuk narasi yang bersifat nonfiktif).
Berdasarkan pengembangannya, narasi dibedakan atas narasi sugestif dan
narasi ekspositoris. Narasi sugestif adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif dengan menggunakan bahasa yang indah, seperti cerpen dan novel. Narasi sugestif disebut juga narasi fiktif. Adapun narasi ekspositoris adalah
narasi yang menyampaikan informasi mengenai suatu kejadian dengan menggunakan bahasa yang lugas. Narasi ekspositoris disebut juga narasi nonfiktif, seperti biografi, autobiografi, dan laporan perjalanan.

C. Paragraf Eksposisi
Eksposisi adalah suatu tulisan yang bertujuan agar pembaca memperoleh informasi yang lengkap tentang suatu objek. Oleh karena itu, tulisan eksposisi sifatnya memberi tahu, mengupas, menyarankan atau menerangkan sesuatu. Sesuatu yang diinformasikan dapat berupa:
1.      Data faktual, yaitu suatu kondisi yang benar-benar terjadi, ada dan dapat bersifat historis.
2.      Suatu analisis atau penafsiran objektif terhadap seperangkat fakta, dan
3.      Fakta tentang seseorang yang berpegang teguh pada suatu pendirian.
Adapun langkah-langkah menulis eksposisi adalah sebagai berikut :
1.      Menentukan tema
2.      Menentukan tujuan karangan
3.      Memilih data yang sesuai dengan tema
4.      Membuat kerangka karangan, dan
5.      Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan
Beberapa urutan analisis eksposisi yaitu :
1.      Urutan kronologis, biasanya memaparkan proses yaitu memberi penjelasan tentang bekerjanya sesuatu atau terjadinya suatu peristiwa.
2.      Urutan penting dan tidak penting
3.      Urutan fungsional
4.      Analisis sebab akibat, dan
5.      Analisis perbandingan.
Eksposisi atau pemaparan adalah salah satu bentuk tulisan atau retorika yang berusaha menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan atau wawasan seseorang yang membaca uraian tersebut. Eksposisi atau paparan menyajikan fakta atau gagasan yang disusun dengan sebaik-baiknya sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Oleh karena itu, paparan harus disusun secara teratur, logis, dan lengkap.
Paragraf eksposisi sangat tepat digunakan untuk menyampaikan uraian-uraian ilmiah popular atau uraian-uraian ilmiah lainnya yang tidak bertujuan mempengaruhi pembacanya. Sebelum menyusun karangan eksposisi, tentu perlu mempersiapkan data-data atau fakta yang diperlukan untuk menjelaskan masalah yang dibahas.
Eksposisi harus memenuhi hal-hal berikut :
1.      Menjelaskan pendapat, gagasan dan keyakinan
2.      Memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka, peta statistik, grafik, organigram, dan gambar
3.      Memerlukan analisis dan sintesis pada saat pengupasan, dan
4.      Menggali sumber ide dari pengalaman, pengamatan dan penelitian, sikap dan keyakinan.
Ada beberapa pola pengembangan eksposisi, yaitu eksposisi perbandingan, eksposisi proses, eksposisi identifikasi, eksposisi klasifikasi, eksposisi analogi dan pertentangan, eksposisi contoh, dna eksposisi kausal.

Eksposisi perbandingan adalah karangan eksposisi yang menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua objek atau lebih dengan mempergunakan dasar-dasar tertentu. Eksposisi proses adalah karangan eksposisi yang menjelaskan teknik urutan pembutaan sesuatu misalnya resep makanan. Eksposisi identifikasi adalah karangan eksposisi yang menentukan identitas suatu hal.



No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive