Sunday, December 26, 2021

Konsep Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro


Setelah melihat definisinya, mari kini membedakan konsep dan penerapan keduanya.

#1 Ekonomi Makro

Melansir dari Thidiweb.com, konsep ekonomi makro terbagi menjadi 3 poin berikut:

  1. Pengeluaran (Output) dan Pendapatan (Income)
  2. Ukuran output secara makro adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
  3. Tinggi rendahnya PDB suatu negara dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, akumulasi modal, dan kualitas sumber daya manusia.

Jika suatu negara mampu mengadopsi teknologi canggih, memiliki akumulasi modal yang tinggi, dan tingkat pendidikan yang menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akan memiliki PDB yang tinggi pula.

Hal ini berlaku sebaliknya.

Tingkat Pengangguran

Akibat tingkat pengangguran tinggi, maka beban negara semakin berat dan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dikarenakan produksi nasional rendah.

Selain itu, pengangguran juga berdampak pada tingkat daya beli masyarakat yang rendah sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian suatu negara.

Inflasi dan Deflasi

Inflasi dan deflasi berkaitan dengan moneter.

Inflasi merupakan kenaikan harga umum, sedangkan deflasi kebalikannya, yakni penurunan harga.

Perubahan harga yang begitu drastis baik inflasi maupun deflasi berisiko pada terjadinya krisis perekonomian negara secara menyeluruh.

Pada kondisi seperti ini maka pemerintah perlu ikut campur tangan dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter.

#2 Ekonomi Mikro

Melansir dari laman yang sama yakni Thidiweb.com, konsep ekonomi mikro terbagi menjadi 3 poin berikut:

Teori Produksi

Barang dan jasa ada karena diproduksi terlebih dahulu. Pada produksinya memerlukan input sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkannya.

Teori produksi ini tidak lain merupakan pemahaman tentang teori produksi yang berkaitan dengan kuantitas dan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya produksi, dan lain sebagainya.

Teori Harga

Harga adalah penentu nilai suatu barang atau jasa. Selain itu, harga berkaitan erat dengan interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply).

Jadi, penentuan harga suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh tingkat permintaan konsumen dan penawaran oleh produsen terhadap barang atau jasa tersebut.

Harga bersifat fluktuatif, pada teori ini berlaku hukum permintaan dan penawaran.

Teori Distribusi

Produksi barang tidak bisa dilakukan tanpa adanya pendistribusian bahan baku. Pengaplikasian modal untuk distribusi, termasuk juga untuk upah pekerjanya.

Selain itu, distribusi juga dimaksudkan sebagai bagian dari kegiatan pemasaran (marketing) atau penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

Pada proses ini muncul rantai distribusi yang melibatkan peran dari distributor, pedagang grosir, dan juga retail termasuk reseller dan dropshipper.

Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro di Indonesia

Melihat perbedaan definisi dan konsepnya, maka tentunya ekonomi makro dan mikro pun berbeda penerapannya di tanah air kita tercinta.

Untuk mengatasi permasalahan ekonomi mikro ini, Presiden Jokowi menyarankan adanya unsur ekonomi makro, di mana penyusunan kebijakan harus melihat perekonomian secara agregat atau menyeluruh.

Dengan demikian, meski ibu Mia mengeluh tarif listrik tinggi kita tidak boleh langsung bereaksi.

Kita harus melihat dahulu secara keseluruhan, faktanya tarif listrik di Indonesia selama beberapa tahun terakhir tidak mengalami kenaikan, sehingga inflasi relatif terjaga.

Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa langsung menurunkan tarif listrik, tapi pemerintah juga harus memikirkan dampak terhadap PT PLN (Persero) selaku produsen, termasuk besaran subsidi yang diberikan pemerintah untuk mengkompensasinya.

Inilah gambaran penerapan ekonomi makro untuk mengatasi permasalahan ekonomi mikro di Indonesia.

Hal sama juga berlaku dalam menyikapi keluhan ibu Nurjanah.

Meski ada keluhan dari Ibu Nurjanah, pemerintah juga harus melihat sisi permintaan dan penawaran secara menyeluruh.

Misalnya, pengunjung pasar tradisional sepi, namun pengunjung pasar modern maupun pasar daring meningkat sehingga secara keseluruhan perekonomian masih tumbuh.

Kesimpulannya, Secara garis besar permasalahan kebijakan ekonomi makro di Indonesia mencakup dua hal yaitu:

Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi perekonomian, yaitu tentang inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran.

Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi.

 Sedangkan mikro ekonomi lebih menitik beratkan pada analisis mengenai masalah membuat pilihan untuk:

Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber ekonomi, dan

Mencapai kepuasan yang maksimum dalam penggunaan sumber-sumber tersebut 

No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive