Setelah melihat definisinya, mari kini membedakan konsep dan
penerapan keduanya.
#1 Ekonomi Makro
Melansir dari Thidiweb.com, konsep ekonomi makro terbagi
menjadi 3 poin berikut:
- Pengeluaran (Output) dan
Pendapatan (Income)
- Ukuran output secara makro
adalah Produk Domestik Bruto (PDB).
- Tinggi rendahnya PDB suatu
negara dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, akumulasi modal, dan kualitas
sumber daya manusia.
Jika suatu negara mampu mengadopsi teknologi canggih,
memiliki akumulasi modal yang tinggi, dan tingkat pendidikan yang menunjukkan
kualitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akan memiliki PDB yang tinggi
pula.
Hal ini berlaku sebaliknya.
Tingkat Pengangguran
Akibat tingkat pengangguran tinggi, maka beban negara
semakin berat dan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dikarenakan produksi
nasional rendah.
Selain itu, pengangguran juga berdampak pada tingkat daya
beli masyarakat yang rendah sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian suatu
negara.
Inflasi dan Deflasi
Inflasi dan deflasi berkaitan dengan moneter.
Inflasi merupakan kenaikan harga umum, sedangkan deflasi
kebalikannya, yakni penurunan harga.
Perubahan harga yang begitu drastis baik inflasi maupun
deflasi berisiko pada terjadinya krisis perekonomian negara secara menyeluruh.
Pada kondisi seperti ini maka pemerintah perlu ikut campur
tangan dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter.
#2 Ekonomi Mikro
Melansir dari laman yang sama yakni Thidiweb.com, konsep
ekonomi mikro terbagi menjadi 3 poin berikut:
Teori Produksi
Barang dan jasa ada karena diproduksi terlebih dahulu. Pada
produksinya memerlukan input sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkannya.
Teori produksi ini tidak lain merupakan pemahaman tentang
teori produksi yang berkaitan dengan kuantitas dan faktor-faktor produksi
seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya produksi, dan lain sebagainya.
Teori Harga
Harga adalah penentu nilai suatu barang atau jasa. Selain
itu, harga berkaitan erat dengan interaksi antara permintaan (demand) dan
penawaran (supply).
Jadi, penentuan harga suatu barang atau jasa dipengaruhi
oleh tingkat permintaan konsumen dan penawaran oleh produsen terhadap barang
atau jasa tersebut.
Harga bersifat fluktuatif, pada teori ini berlaku hukum
permintaan dan penawaran.
Teori Distribusi
Produksi barang tidak bisa dilakukan tanpa adanya
pendistribusian bahan baku. Pengaplikasian modal untuk distribusi, termasuk
juga untuk upah pekerjanya.
Selain itu, distribusi juga dimaksudkan sebagai bagian dari
kegiatan pemasaran (marketing) atau penyaluran barang atau jasa dari produsen
ke konsumen.
Pada proses ini muncul rantai distribusi yang melibatkan peran
dari distributor, pedagang grosir, dan juga retail termasuk reseller dan
dropshipper.
Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro di Indonesia
Melihat perbedaan definisi dan konsepnya, maka tentunya
ekonomi makro dan mikro pun berbeda penerapannya di tanah air kita tercinta.
Untuk mengatasi permasalahan ekonomi mikro ini, Presiden
Jokowi menyarankan adanya unsur ekonomi makro, di mana penyusunan kebijakan
harus melihat perekonomian secara agregat atau menyeluruh.
Dengan demikian, meski ibu Mia mengeluh tarif listrik tinggi
kita tidak boleh langsung bereaksi.
Kita harus melihat dahulu secara keseluruhan, faktanya tarif
listrik di Indonesia selama beberapa tahun terakhir tidak mengalami kenaikan,
sehingga inflasi relatif terjaga.
Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa langsung menurunkan
tarif listrik, tapi pemerintah juga harus memikirkan dampak terhadap PT PLN
(Persero) selaku produsen, termasuk besaran subsidi yang diberikan pemerintah
untuk mengkompensasinya.
Inilah gambaran penerapan ekonomi makro untuk mengatasi
permasalahan ekonomi mikro di Indonesia.
Hal sama juga berlaku dalam menyikapi keluhan ibu Nurjanah.
Meski ada keluhan dari Ibu Nurjanah, pemerintah juga harus
melihat sisi permintaan dan penawaran secara menyeluruh.
Misalnya, pengunjung pasar tradisional sepi, namun
pengunjung pasar modern maupun pasar daring meningkat sehingga secara
keseluruhan perekonomian masih tumbuh.
Kesimpulannya, Secara garis besar permasalahan kebijakan
ekonomi makro di Indonesia mencakup dua hal yaitu:
Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi perekonomian,
yaitu tentang inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran.
Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi.
Sedangkan mikro ekonomi lebih menitik beratkan pada
analisis mengenai masalah membuat pilihan untuk:
Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber ekonomi,
dan
No comments:
Post a Comment