Nabi Muhammad lahir di kota Makkah, sebuah daerah
di bagian tengah Jazirah Arab yang merupakan salah satu tempat paling
terbelakang pada saat itu. Terlahir dalam suasana masyarakat jahiliyah,
Muhammad dikenal memiliki sifat yang berbeda dengan orang-orang disekitarnya.
Beliau dijuluki Al-Amin yang berarti
“orang yang dapat dipercaya” karena beliau memang dikenal sebagai orang yang
sangat jujur di kalangan masyarakat Makkah pada saat itu.
Setelah dewasa, Muhammad mencari penghidupannya
dengan berniaga. Modalnya diperoleh dari Khadijah binti Khuwailid, seorang
janda kaya yang menaruh kepercayaan kepadanya. Dalam usia 24 tahun, ia
pergi berdagang ke Syria dengan ditemani oleh bujang Khadijah, Maisara.
Perdagangannya itu memperoleh keuntungan besar. Dalam perniagaan, mereka
bertemu dengan seorang pendeta Kristen bernama Jurjis, yang meramalkan
kenabian Muhammad. Dipesankannya kepada Maisara agar menjaga tuannya
dengan hati-hati, terutama terhadap golongan Yahudi.
Sewaktu Muhammad berusia 35 tahun, terjadi perselisihan
di antara orang-orang Quraisy. Ketika memperbaiki Kakbah dan hendak
meletakkan Hajar Aswad di tempatnya semula, mereka
berebutan hendak melaksanakannya. Masing-masing suku menganggap bahwa
sukunyalah yang lebih berhak. Perselisihan ini hampir saja berlarut-larut
dan hampir menimbulkan, perang saudara. Untunglah atas usul dari seorang
pemuka, Muhammad diangkat sebagai hakim. Dengan bijaksana, Muhammad pun
berhasil mengatasi kesulitan itu. Dihamparkannya sorbannya, kemudian
ditaruhnya Hajar Aswad di atasnya, lalu kepala suku masing-masing memegang
pinggirnya. Kemudian, secara bersama batu itu diangkat dan akhirnya
ditaruh oleh Muhammad ketempat semula. Demikianlah sengketa itu dapat diatasi,
dan kepercayaan Quraisy kepada Muhammad pun kian bertambah besar.
Kejujuran dan kesederhanaannya membuat seorang
janda saudagar bernama Khadijah mempercayakan barang dagangannya kepada
Muhammad. Seiring dengan berjalannya waktu, Khadijah dan Muhammad pun menikah.
Pada saat itu Khadijah sudah berumur 40 tahun, sedangkan Muhammad baru berusia
25 tahun.Selama Nabi Muhammad Saw.berdagang bersama pamannya, Nabi Muhammad
Saw. banyak mendapatkan ilmu dalam berniaga. Sifatnya yang jujur dan mulia menjadikan orang lain percaya
dan mengajak untuk bekerja sama dalam berdagang. Salah satu orang yang simpati
adalah Siti Khadijah, seorang saudagar kaya di kotaMakkah saat itu. Khodijah
menginginkan Nabi Muhammad Saw. pada usia 25 tahun bekerja padanya dengan
menjualkan barang-barang dagangannya ke Syam. Nabi Muhammad Saw. dipercaya
untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah.Peristiwa tentang
cara dagangnya Nabi Saw. itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah. Lantas Khadijah
tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah
dengan Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada pamannya dan
disetujuinya akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad Sawdengan mas kawin
20 ekor Onta Muda.Usia Khadijah waktu itu 40 tahun dan Nabi Muhammad Saw. 25
tahun. Dalam
perkawinannya Nabi dianugerahi 6
putra-putri yaitu Qāsim, Abdullāh, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulṡum dan Fāṭimah.
Semua anak laki-laki Nabi wafat waktu masih kecil dan anak perempuannya yang
masih hidup sampai Nabi wafat adalah Fāṭimah.
Cara berdagang
Nabi Muhammad Saw.
Selama berdagang untuk Khadijah,
Nabi Muhammad Saw. mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini didapatkan karena
selama berdagang ia sangat tekun, jujur, ramah, dan murah senyum kepada pembeli
yang datang.Nabi Muhammad Saw. tidak pernah membohongi pembeli. Jika ia melihat
ada barang dagangan yang cacat, maka ia tunjukkan kecacatannya. Jika barang
tersebut berharga murah, maka ia tidak akan menjual dengan harga yang mahal.
Apa yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. dalam berdagang tidak membuatnya rugi.
Bahkan, ia mendapatkan keuntungan yang besar, sebab cara berdagang yang
dilakukan Nabi Muhammad Saw. banyak orang yang senang dan banyak membeli barang
yang didagangkan sehingga barang yang dijual Nabi Muhammad Saw. tidak tersisa.
Mereka merasa senang karena
menjumpai pedagang yang benar-benar
jujur.Mereka senang mendapatkan barang yang baik dan tidak tertipu.
Kebijaksanaan
Nabi Muhammad Saw.
Pada usia 35 tahun lima tahun
sebelum keNabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar
hingga meluap ke Baitul Haram. Dengan peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat
untuk memperbaiki Ka’bah dan yang menjadi arsitek adalah orang Romawi yang
bernama Baqum.Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka
saling berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan
perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi
pertumpahan darah. Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang
pertama kali masuk lewat pintu masjid itulah orang yang memimpin peletakan
Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah Swt menghendaki ternyata yang pertama
kali masuk pintu masjid adalah Rasulullah Saw. dan yang berhak adalah
Rasulullah.Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad.
Rasulullah meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang
ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersama-sama. Setelah mendekati
tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula
akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki “Al-Amin” yang
artinya dapat dipercaya.
Sifat-sifat
Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Sawmempunyai
kelebihan dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai orang yang unggul,
pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya lembut, akhlaknya
utama, sifatnya mulia, jujur terjaga
jiwanya, terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa
dipercaya sehingga mendapat julukan Al-Amin dan beliau juga membawa bebannya sendiri,
memberi kepada orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak
menegakkan kebenaran.Semenjak kecil Nabi Muhammad Saw. telah memiliki sifat
tabah, sabar, hormat, taat, dan rajin bekerja. Hal itu tampak ketika beliau
menjadi seorang penggembala kambing.Nabi Muhammad Saw. tidak malu menjalankan
pekerjaannya itu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kadang-kadang
sebagian upahnya diberikan kepada pamannya, karena keluarga pamannya bukan
termasuk yang yang berkecukupan.Dengan sifatnya yang jujur, sejak kecil
Muhammad sudah dikenal sebagai anak yang dapat dipercaya. Beliau sangat
dicintai oleh teman-teman sebayanya karena tidak pernah bohong, tidak sombong,
maupun menyakiti orang lain. Sifat-sifat yang dimiliki Nabi Muhammad Saw.
inilah yang harus kita tiru dan kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
No comments:
Post a Comment