Seperti yang telah disinggung
sebelumnya bahwa sebagian besar Kitab-kitab dalam Perjanjian Lama berisi cerita
sejarah, khususnya tentang sejarah bangsa Israel. Cerita-cerita tsb. bukanlah
cerita yang sekedar kita dengar lalu kita lupakan, karena ada makna teologis
yang dapat ditarik kalau kita mempelajari dengan teliti dan dengan tujuan yang
benar.
Mempelajari sejarah PL harus
dimulai dengan kerinduan untuk mengerti maksud dan rencana Allah berintervensi
(turut campur tangan) dalam sejarah manusia. Hal inilah juga yang mendorong
para ahli Alkitab untuk meneliti dan menyusun urutan kejadian-kejadian dalam
Alkitab untuk melihat kembali bagaimana Allah berkarya, menyatakan Diri-Nya dan
bagaimana Ia bertindak dan berhubungan dengan manusia. Tindakan Allah dalam
sejarah ciptaan-Nya ini membuktikan akan penyertaan dan pemeliharaan Allah
terhadap ciptaan-Nya. Apa yang Allah kerjakan dan tunjukkan di masa lampau
dalam sejarah Perjanjian Lama, memberikan dampak dan pengharapan bagi kita yang
hidup pada masa kini.
Untuk lebih jelasnya di bawah ini adalah hal-hal
penting yang perlu diketahui dalam mempelajari sejarah PL ini.
1.
Hal-Hal Penting Yang Perlu Diketahui Dalam
Mempelajari Sejarah Perjanjian Lama (PL)
a. Sejarah PL adalah Sejarah Kehidupan Manusia Yang
Nyata
Sejarah PL bukanlah cerita-cerita
usang belaka dari suatu bangsa yang hanya rekaan manusia. Sejarah PL adalah kisah
dari sebuah bangsa yang betul-betul ada di dunia, yang telah dipilih Allah
untuk menjadi saluran kasih-Nya. Setiapkejadian yang ada dalam sejarah PL
merupakan sebuah mata rantai sejarah Keselamatan Allah yang panjang yang saling
menyambung, karena kisah yang ada dalam PL tsb. satu dengan yang lain memiliki
hubungan/kaitan yang sangat erat, baik hubungan sebagai kelanjutan cerita, tapi
juga hubungan akan penggenapan atas nubuat yang telah diberikan sebelumnya.
b. Sejarah PL adalah Pekerjaan Allah
Alkitab PL bukan saja meliputi
cerita kronologis bangsa Israel dari permulaan pemilihan sampai jaman Yesus
Kristus, tapi adalah sejarah pekerjaan Allah yang terus menerus dinyatakan di
dalam kehidupan orang-orang Israel agar mereka mengerti tujuan pekerjaan dan
rencana karya Allah untuk keselamatan mereka serta menjadikan mereka rekan
kerja Allah.
c. Sejarah PL adalah Sejarah Keselamatan
Dari peristiwa-peristiwa yang
disusun secara kronologis maka terlihatlah suatu benang merah berita inti dalam
seluruh sejarah umat manusia, yaitu Sejarah Keselamatan yang Allah anugerahkan
kepada manusia. Manusia yang telah jatuh dalam dosa dan terputus hubungan
dengan Allah diberikan pengharapan baru; dan pada setiap generasi, sejarah
mencatat, Allah selalu mengulangi panggilan-Nya agar manusia berbalik dan
menerima keselamatan yang dari Tuhan.
Dari tiga hal di atas jelaslah
bahwa untuk mempelajari sejarah PL kita harus melihat keseluruhan beritanya
dalam konteks yang tepat. Sejarah PL bukan berisi perintah-perintah yang harus
kita ikuti atau cerita yang bisa kita ambil dan mengerti secara terpisah-
pisah, karena masing-masing peristiwa memiliki latarbelakang historis yang
menuju ke satu berita utama, yaitu berita Keselamatan. Oleh karena itu
mempelajari sejarah PL akan menolong kita secara langsung untuk mempelajari
konteks dalam menafsirkan berita PL secara benar.
2. Kronologis Sejarah PL
Sebelum memberikan garis besar
sejarah seluruh PL, perlu terlebih dahulu kita mengerti bagaimana para ahli
Alkitab dan sejarah menentukan waktu terjadinya peristiwa-peristiwa tsb. secara
kronologis.
Penentuan waktu kronologis sejarah
PL (dari masa penciptaan, Adam dan seterusnya) tidak begitu mudah untuk
dipastikan, karena Alkitab sendiri tidak ditulis untuk maksud memberikan
catatan kronologis yang urut dan lengkap. Tujuan Alkitab mencatat
peristiwa-peristiwa penting adalah untuk memberikan gambaran sehubungan dengan
bagaimana Allah bertindak terhadap manusia pada tempat dan waktu saat itu.
Salah satu cara menentukan waktu kejadian penciptaan Adam adalah dengan teori
Ussher (sekalipun sekarang teori ini tidak populer), yaitu dengan cara
menjumlahkan kebelakang genealogi- genealogi (silsilah) dan data-data
kronologis lain yang terdapat dalam PL (dengan asumsi bahwa silsilah-silsilah
PL semua lengkap dan berurutan). Dengan cara ini ditentukan bahwa waktu
penciptaan Adam adalah thn. 4004 SM (Sebelum Masehi). Banyak orang masih
memakai pedoman pentarikhan waktu Ussher ini sebagai pedoman pengurutan
kronologisnya saja, sedangkan penentuan tahunnya tidak diikuti.
Berikut ini adalah garis besar pembagian sejarah PL
secara kronologis:
a. Jaman Adam sampai
Abraham (kira-kira 5000 - 4000 SM)
Jaman ini oleh beberapa sarjana
ditempatkan dalam ruang waktu antara 5000-4000 SM, walaupun ada banyak pandangan
yang berbeda- beda tentang penetapan waktu ini.
Dalam jaman ini dicatat dua peristiwa besar:
1. Air bah - 3000 SM, tahun ini ditentukan dengan
memperhatikan kesamaan antara Air Bah di dalam Alkitab dengan sebuah kisah air
bah yang berasal dari Babel.
2. Menara Babel - 3000-2000 SM, karena kejadiannya
ini tidak lama sesudah air bah, (dimana semua manusia masih tinggal di satu
daerah).
b. Jaman Patriakh-Patriakh (kira-kira 2000 - 1400 SM)
Kisah pengembaraan Abraham dalam Kejadian 12-50 dapat
diyakinkan dari berbagai keterangan yang cocok sekali dengan lingkungan
kebudayaan periode tahun 2000-1600 SM, dimana cara hidup orang-orang jaman itu
adalah mengembara (nomandik). Tanah Palestina saat itu masih jarang penduduknya
sehingga pengembaraan masih dapat dilakukan dengan bebas di daerah-daerah yang
subur, bahkan dari daerah Mesopotamia (tempat asal Abraham) ke Palestina.
c. Jaman Keluaran/Eksodus dari Mesir (kira-kira 2000
- 1400 SM)
Ada dua periode besar pada jaman ini yang berjalan
kira-kira 430 tahun. Pertama adalah masa Abraham dipanggil Tuhan sampai Yakub
masuk ke Mesir. Dan kedua adalah masa bgs. Israel di Mesir sampai keluar dari
Mesir. Thn. 1290 SM diperkirakan sebagai tahun keluarnya (Eksodus) bangsa
Israel dari Mesir. Saat itu diperkirakan umur Musa adalah 80 tahun.
d. Jaman Hakim-Hakim (kira-kira 1400-1050 SM)
Jaman ini adalah masa sesudah
kematian Yosua. Dalam periode ini ada 13 hakim yang ditunjuk Tuhan untuk
memimpin bangsa Israel hidup di Tanah Perjanjian. (Daftar Hakim-hakim lihat di
bahan Referensi).
Masa Hakim-hakim ini dianggap
sebagai masa gelap bangsa Israel, diungkapkan sebagai masa dimana "setiap
orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri." Pada masa ini
sepertinya Tuhan tidak bekerja, baik melalui mujizat maupun tanda-tanda lain
yang menyertai. Kehidupan bangsa Israel sangat mundur bukan hanya secara rohani
tapi juga dalam hal keamanan dan kesejahteraan jasmani. Mereka sering
dikalahkan, dirampok dan diperlakukan sangat buruk oleh bangsa-bagsa lain yang
lebih kuat. Kunci dari masalah ini adalah karena dosa-dosa yang diperbuat oleh
bangsa Israel, sehingga Tuhan meninggalkan mereka.
e. Jaman Kerajaan Bersatu (kira-kira 1050 - 931 SM)
Dalam rangkaian sejarah bangsa
Israel, periode jaman ini dapat dikatakan sebagai jaman yang paling gemilang
dan makmur. Israel menjadi bangsa yang memiliki derajat tinggi diantara bangsa-
bangsa di sekitarnya. Hal ini ditandai dengan kemajuan-kemajuan yang dicapai
dalam berbagai bidang (ilmu pengetahuan, kesusasteraan, pembangunan dll.)
Tapi pada pihak yang lain sistem
pemerintahan "Teokrasi", yaitu kepemimpinan langsung oleh Tuhan,
mulai ditinggalkan oleh bangsa Israel. Tuhan mengijinkan mereka memiliki raja
sendiri untuk memerintah karena kedegilan hati bangsa ini. Tetapi Tuhan memberikan
peringatan yang jelas bahwa mereka akan menyesal dikemudian hari. (Daftar
Raja-raja Israel dapat dilihat di bahan Referensi).
f. Jaman Kerajaan Terpecah (kira-kira 930 - 586 SM)
Kejayaan kerajaan Israel berakhir
setelah pemerintahan raja Salomo, karena kemudian kerajaan ini mulai pecah dan
runtuh sedikit demi sedikit dan akhirnya hancur karena kejahatan mereka di mata
Tuhan dan penyembahan-penyembahan mereka kepada patung- patung berhala.
Karena janji dan kesetiaan Tuhan
pada bangsa ini maka tak henti-hentinya Tuhan berbicara dengan mengirimkan
utusan-utusan-Nya. Pada jaman ini beberapa nabi dibangkitkan Tuhan untuk
menyampaikan Firman-Nya kepada raja dan rakyat dari kedua kerajaan yang pecah
ini. (Daftar nabi-nabi dapat dilihat di bahan Referensi).
g. Jaman pembuangan di Babel dan kembali ke tanah
Israel (kira-kira 587 B.C).
Periode pertama jaman ini adalah
masa yang sulit bagi bangsa Israel. Mereka berkali-kali jatuh ke tangan bangsa
lain, dijajah dan ditindas, bahkan mereka sempat dibuang ke tanah asing untuk
menjadi bangsa tawanan. Hal ini Tuhan ijinkan terjadi karena Tuhan sedang
menghukum bangsa Israel atas dosa dan kejahatan mereka dengan harapan supaya
mereka mengoreksi diri lalu berbalik kepada Tuhan.
Pada saat yang sama Tuhan juga
mengirimkan nabi-nabi-Nya untuk berbicara tentang janji kesetiaan Tuhan bahwa
Tuhan tidak akan meninggalkan mereka asal mereka mau berbalik dan mentaati
perintah Tuhan.
Di tanah pembuangan inilah bangsa
Yahudi dan Yudaisme dilahirkan. Orang-orang yang Tuhan pakai, seperti Ezra dan Nehemia,
berhasil memimpin bangsa ini untuk kembali menegakkan "monotheisme"
dan menghargai Firman Tuhan yang diajarkan oleh nenek moyang dari
generasi-generasi sebelumnya, termasuk di dalamnya adalah Hukum Taurat sebagai
pusat pengajaran mereka.
Periode kedua dari jaman ini
adalah kembalinya bangsa Yahudi ke tanah Palestina yaitu setelah tahun 539 SM,
ketika Raja Koresy dari Persia menaklukkan Babel dan bangsa Israel pulang ke
tempat asal dan membangun bangsa dan tempat ibadah mereka kembali.
• Rombongan pertama dipimpin oleh seorang yang
bernama Sesbazar 538 SM dimana fondasi Bait Suci diletakkan.
• Rombongan kedua dipimpin oleh Hagai dan Zakharia
520 SM berjumlah 42.360 orang. Bait Suci selesai dibangun.
• Tahun 458 SM ada pengutusan dilakukan oleh Ezra beserta
serombongan besar orang Yahudi dan tahun 445 SM Nehemia datang ke Yerusalem
menyelesaikan pembangunannya.
Pada akhir sejarah Perjanjian Lama
kita ketahui bahwa orang-orang Yahudi yang pulang ke tanah air mereka memiliki
komitmen untuk menjunjung tinggi Hukum Taurat dan tempat ibadah Bait Suci
karena mereka memiliki keyakinan yang teguh bahwa merekalah umat pilihan Allah.
Sampai pada permulaan sejarah Perjanjian Baru kita masih melihat bahwa bangsa
dan agama Yahudi berkembang terus dengan subur.
No comments:
Post a Comment