Perkembangan fisik merupakan perkembangan yang
signifikan bagi anak. Menurut Hurlock perkembangan fisik anak usia dini
mencakup empat aspek yaitu:
1. System syaraf, yang
sangat berkaitan erat dengan perkembangan kecerdasan dan emosi,
2. Otot-otot yang
mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik,
3. Kelenjar endokrin
yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru,
4. Struktur tubuh yang
meliputi tinggi, berat, dan proporsi tubuh.
Setiap anak perkembangan fisiknya berbeda-beda. Ada
beberapa anak yang pertumbuhannya cepat dan ada beberapa anak yang
pertumbuhannya lambat. Biasanya ditemukan anak usia dini yang tinggi badannya
dan anak yang lain lebih pendek. Pada masa usia dini, pertumbuhan tinggi badan
dan berat badan relatif seimbang tetapi secara bertahap tubuh anak akan
mengalami perubahan. Bilamana di masa bayi anak memiliki penampilan yang gemuk
maka secara perlahan-lahan tubuhnya berubah menjadi lebih langsing, sedangkan
kaki dan tangannya mulai memanjang.
Perkembangan kemampuan fisik pada anak kecil
ditandai dengan mulai mampu melakukan bermacam macam gerakan dasar yang semakin
baik , yaitu gerakan gerakan berjalan, berlari, melompat dan meloncat,
berjingkrak, melempar, menangkap, yang berhubungan dengan kekuatan yang lebih
basar sebagai akibat pertumbuhan jaringan otot lebih besar. Selain itu
perkembangan juga ditandai dengan pertumbuhan panjang kaki dan tangan secara
proporsional. Perkembagan fisik pada masa anak juga ditandai dengan koordinasi
gerak dan keseimbanga berkembang dengan baik.
B. Karakteristik perkembangan fisik pada masa
anak (5-11) Perkembangan:waktu reaksi lebih lambat dibanding
masa kanak kanak,koordinasi mata berkembang dengan baik ,masih belum mengembangkan
otot otot kecil, kesehatan umum relative tidak stabil dan mudah sakit ,rentan
dan daya tahan kurang
C. Usia 8-9 tahun Terjadi
perbaikan koordinasi tubuh,Ketahanan tubuh bertambah,Anak laki laki cenderung
aktifitas yang ada kontak fisik seperti berkelahi dan bergulat,Koordinasi mata
dan tangan lebih baik,Sistim peredaran darah masih belum kuat,Koordinasi otot
dan syaraf masih kurang baik,Dari segi psiologi anak wanita lebih maju satu
tahun dari lelaki
D. Usia 10-11 tahun Kekuatan anak
laki laki lebih kuat dari wanita,Kenaikan tekanan darah dan metabolism yang
tajam. Wanita mulai mengalami kematangan seksual (12tahun), Lelaki hanya
5% yang mencapai kematangan seksual.
Seiring dengan perkembangan fisik yang beranjak
matang, perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Setiap
gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan atau minatnya. Masa ini ditandai
dengan kelebihan gerak atau aktivitas. Anak cenderung menunjukkan
gerakan-gerakan motorik yang cukup gesit dan lincah. Oleh karena itu, usia ini
merupakan masa yang ideal untuk belajar keterampilan yang berkaitan dengan
motoric, seperti menulis, menggambar, melukis, berenang, main bola, dan
atletik.
Anak-anak usia dini biasanya senang sekali bermain.
Mereka tidak pernak kenal lelah dalam bermain. Hal itu dapat melatih kemampuan
fisiknya. Perkembangan fisik pada anak dapat diklasifikasikan menjadi dua aspek
yaitu dapat ditinjau dari perkembangan motoric kasar dan perkembangan motorik
halus.
a. Perkembangan Motorik Kasar
Menurut Beaty kemampuan motorik kasar seyogianya
dimiliki oleh seorang anak usia dini yang berada ada rentang usia 4-6 tahun,
kompetensi tersebut terbagi menjadi 4 aspek yaitu, (1) berjalan dengan
indikator berjalan turun/naik tangga dengan menggunakan kedua kaki, berjalan pada
garis lurus dan berdiri dengan satu kaki (2) berlari, dengan indikator
menunjukkan kekuatan dan kecepatan berlari, berbelok ke kanan/kiri tanpa
kesulitan dan mampu berhenti dengan mudah (3) melompat, dengan indikator mampu
melompat ke depan, ke belakang dan ke samping dan (4) memanjat, memanjat
naik/turun tangga dan memanjat pohon.
b. Perkembangan Motorik Halus
Perkembangan motorik halus pada anak mencakup
kemampuan anak dalam menunjukkan dan menguasai gerakan-gerakan otot indah dalam
bentuk koordinasi, ketangkasan dan kecekatan dalam menggunakan tangan dan jari
jemari. Guru dapat membantu anak mengembangkan kemampuan motorik halusnya
dengan memanfaatkan beragam media. Pada sisi lain, kemampuan motorik halus juga
menjadi jembatan bagi anak untuk mengembangkan aspek kecerdasan jamak terkait
dengan kecerdasan kinestetik tubuh yang mencakup kemampuan anak dalam kepekaan
dan keterampilan dalam mengontrol dan mengordinasi gerakan-gerakan tubuh serta
terampil dalam menggunakan peralatan-peralatan tertentu yang dimanfaatkan anak
dalam aktivitas bermainnya. Dan secara aspek sosial tentunya kematangan
kemampuan motorik halus anak membantu mereka menanamkan citra diri yang positif
dalam bentuk kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain dan
lingkungannya.
Bagi sebagian anak, awal masuk kelas satu sekolah
dasar merupakan peristiwa penting bagi anak. Dengan masuknya anaak kesekolah
dasar akan membawa akibat pada perubahan besar dalam pola kehidupannya, seperti
perubahan dalam sikap, nilai dan perilaku.
1. Keadan berat
dan tinggi badan anak usia sekolah (usia 6 hingga 10 tahun)
Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih
banyak daripada panjang badannya. Kaki dan tangan menjadi lebih panjang, dada
dan panggul lebih besar. Peningkatan berat baadan anak selama masa ini terjadi
terutama karena bertambahnya ukuran sistm rangka dan otot, serta
ukuran beberapa organ tubuh. Pada saat yang sama, masa dan kekuatan otot-otot
secara berangsur-angsur bertambah dan gemuk bayi (baby fat) berkurang. Pertambahan
kekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan (olahraga). Karena
perbedaan jumlah sel-sel otot, maka umumnya anak laki-laki lebih kuat dari pada
anak perempuan (Santrock, 1995).
2. Masa Pubertas
(usia 10 hingga 14 tahun)
Pada akhir usia sekolah anak segera memasuki masa
yang disebut dengan “pubertas”, yakni masa awal terjadinya pematangan seksual.
Sulit membedakan antara masa puber dengan masa remaja karena, masa puber adalah
bagian dari masa remaja dan pubertas sering dijadikan pertanda awal seseorang
memasuki masa remaja.
Waktu datangnya masa pubertas tidak dapat diketahui
secara pasti. Ada anak-anak yang memulai masa pubertasnya pada usia yang lebih
awal dan ada pula yang belakangan. Biasanya, anak perempuan memasuki masa
pubertas lebih awal 2 tahun dibandingkan anak laki-laki. Menurut sejumlah ahli
perkembangan pada anak perempuan pubertas terjadi sekitar usia 10 tahun,
sedangkan pada anak laki-laki terjadi pada usia sekitar 12 tahun.
3. Perubahan fisik
Pada masa pubertas terjadi perubahan fisik secara
dramatis atau apa yang disebut dengan (growth spurt) yaitu percepatan
pertumbuhan, dimana terjadi perubahan dan percepatan pertumbuhan diseluruh
bagian dan dimensi fisik (Zigler & Stevenson, 1993), baik pertambahan berat
dan tinggi badan, perubahan dalam proporsi dan bentuk tubuh, maupun pencapaian
kematangan seksual (Papalia, Old & Feldman, 2008).
4. Proporsi Tubuh
Seiring dengan pertambahan tinggi dan berat badan,
percepatan pertumbuhan selama masa pubertas juga terjadi pada proporsi tubuh.
Bagian-bagian tubuh tertentu yang sebelumnya teralalu kecil, pada masa pubertas
menjadi terlalu besar. Hal ini terlihat jelas pada pertumbuhan tangan dan kaki,
yang sering terjadi tidak proporsional. Perubahan proporsi tubuh yang tidak seimbang
ini menyebabkan anak merasa kaku dan canggung, serta khawatir bahwa badannya
tidak akan pernah serasi dengan tangan dan kakinya.
5. Kematangan
Seksual
Kematangan seksual merupakan suatu rangkaian dari
perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas, yang ditandai dengan
perubahan pada ciri-ciri seks primer (primary sex characteristics) dan
ciri-ciri seks sekunder (secondary sex characteristics).
a. Perubahan
Ciri-Ciri Seks Primer
Ciri-ciri seks primer menunjuk pada organ tubuh yang
secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi. Sekitar usia 12 tahun
anak laki-laki kemungkinan untuk mengalami penyemburan air mani (ejaculation of
semen) mereka ynag pertama atau yang dikenal juga dengan istilah “mimpi basah”.
Sementara itu, pada anak perempuan perubahan ciri-ciri seks primer ditandai
dengan munculnya periode menstruasi, yang disebut dengan menarche, yaitu
menstruasi yang pertama kali dialami oleh seorang gadis.
b. Perubahan
Ciri-Ciri Seks Sekunder
Ciri-ciri seks sekunder adalah tanda-tanda jasmaniah
yang tidak langsung berhubungan dengan proses reproduksi, tetapi merupakan
tanda-tanda yang membedakan laki-laki dan perempuan. Seperti tumbuhnya jakun,
kumis dan dada melebar pada laki-laki. Sedangkan pada perempuan terlihatnya payudara
dan panggul yang membesar.
6. Perkembangan
Motorik Anak Usia Sekolah Dasar
Pada usia sekolah, perkembangan motorik anak lebih
halus, lebih sempurna, dan terkoordinasi dengan baik, seiring dengan
bertambahnya berat dan kekuatan badan anak. Pada usia 10 hingga 12 tahun,
anak-anak mulai memperlihatkan keterampilan-keterampilan manipulatif menyerupai
kemampuan-kemampuan orang dewasa.
7. Masa
Pubertas
Ketika anak memasuki masa pubertas, sebenarnya ia
telah memiliki kemampuan motorik dasar, baik motorik kasar maupun motorik halus
sebagai modal utama dalam mengikuti berbagai aktivitas disekolah. Pada masa
pubertas kekuatan otot anak akan berlipat ganda seiring dengan semakin
banyaknya jumlah sel-sel otot baru yang dibentuk jumlahnya lebih banyak dari
pada anak perempuan, sehingga tidak heran kalau anak laki-laki biasanya lebih
kuat dibandingkan dengan anak perempuan.
No comments:
Post a Comment