Saturday, December 25, 2021

PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA MASA ANAK-ANAK

 


Kognitif adalah salah satu ranah dalam taksonomi pendidikan. Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan: pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi (evaluation). Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak).

Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal). Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain.

Oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik, yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespons terhadap stimulus yang datang kepada dirinya. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata kognitif. Dari aspek tenaga pendidik misalnya. Seorang guru diharuskan memiliki kompetensi bidang kognitif. Artinya seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual, seperti penguasaan materi pelajaran, pengetahuan mengenai cara mengajar, pengetahuan cara menilai siswa dan sebagainya.

Seiring dengan masuknya anak ke sekolah dasar, maka kemampuan kognitifnya turut mengalami perkembangan yang pesat. Karena dengan masuk sekolah, dunia dan minat anak semakin luas, dan dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berarti bagi anak. Pada sekolah dasar, pemikiran seorang anak sudah berkembang ke arah konkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat, sehingga anak benar-benar dalam stadium belajar.

Perkembangan Kognitif pada anak-anak Menurut Piaget

1. Sensori Motor (usia 0-2 tahun)

Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh dalam diri anak. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh atau memegang, karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya. Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah ‘menangis’. Menyampaikan cerita atau berita pada anak usia ini tidak dapat hanya sekedar dengan menggunakan gambar sebagai alat peraga, melainkan harus dengan sesuatu yang bergerak (panggung boneka akan sangat membantu).

Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan:

1. Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks.

2. Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai empat bulan dan berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan.

3. Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder, muncul antara usia empat sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan.

4. Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sampai sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek).

5. Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan.

6. Sub-tahapan awal representasi simbolik, berhubungan terutama dengan tahapan awal kreativitas.

 

 

2. Pra-operasional (usia 2-7 tahun)

Pada usia ini anak menjadi ‘egosentris’, sehingga berkesan ‘pelit’, karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi, namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis – rumit. Dalam menyampaikan cerita harus ada alat peraga.

3. Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun)

Saat ini anak mulai meninggalkan ‘egosentris’-nya dan dapat bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (bekerja sama). Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis. Namun dalam menyampaikan berita harus diperhatikan penggunaan bahasa yang mampu mereka pahami.

Proses-proses penting selama tahapan ini adalah:

a. Pengurutan

kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.

b. Klasifikasi

kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)

c. Decentering

anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi.

d. Reversibility

anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.

e. Konservasi

memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain.

f. Penghilangan sifat Egosentrisme

kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Sebagai contoh, tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudian Ujang memindahkan boneka itu ke dalam laci, setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang.

 

4. Operasional Formal (Usia 11 tahun ke atas)

Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah, karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir, baik secara konkrit maupun abstrak, sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga. Namun kesulitan baru yang dihadapi guru adalah harus menyediakan waktu untuk dapat memahami pergumulan yang sedang mereka hadapi ketika memasuki usia pubertas.

Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh skema. Skema berupa kategori pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. Skema juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui sesuatu. Sehingga dalam pandangan Piaget, skema mencakup baik kategori pengetahuan maupun proses perolehan pengetahuan tersebut. Seiring dengan pengalamannya mengeksplorasi lingkungan, informasi yang baru didapatnya digunakan untuk memodifikasi, menambah, atau mengganti skema yang sebelumnya ada. Anak akan perlu memodifikasi skema yang ia miliki sebelumnya tentang burung untuk memasukkan jenis burung yang baru ini.

Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. Dalam contoh di atas, melihat burung kenari dan memberinya label “burung” adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak.

Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. Dalam contoh di atas, melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label “burung” adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si anak.

Melalui kedua proses penyesuaian tersebut, sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas.

Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif tapi orang tersebut secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya.

1.      Tingkat Pencapaian Perkembangan Kelompok Usia 0 - < 12 bulan

Lingkup

Perkembangan

Tingkat Pencapaian Perkembangan

< 3 bulan

3 - < 6 bulan

6 - < 9 bulan

9 – <12 bulan

 Fisik Motorik

A.    Motorik Kasar

1.Refleks menggenggam benda yang menyentuh telapak tangan,

2.Menegakkan kepala saat ditelungkupkan

3.Tengkurap

4.Berguling ke kanan dan ke kiri

1.  Meraih benda di depannya

2.  Tengkurap dengan dada diangkat dan kedua tangan menopang

3.  Duduk dengan bantuan

1.    Melempar benda yang dipegang

2.    Merangkak ke segala arah

3.    Duduk tanpa bantuan

4.    Berdiri dengan bantuan

5.    Bertepuk tangan

1.    Menarik benda yang terjangkau

2.    Berjalan dengan berpegangan

3.    Berjalan beberapa langkah tanpa bantuan

4.    Melakukan gerak menendang bola

B. Motorik Halus

1. Memainkan jari tangan dan kaki

2. Memegang benda dengan lima jari

 

1. Memasukkan benda ke dalam mulut

2. Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan yang lain

1.   Memegang benda dengan ibu jari dan jari telunjuk (menjumput)

2.   Meremas

1.   Menggaruk kepala

2.   Memegang benda kecil atau tipis (misal potongan buah atau biskuit)

3.   Memukul-mukul atau mengetuk-ngetuk mainan

Kognitf

A. Mengenali apa yang diinginkan

1. Membedakan apa yg diinginkan (ASI atau dot)

1. Memperhatikan permainan yang dinginkan

1.   Mengamati benda yang bergerak

1. Mulai memahami perintah sederhana

B. Menunjukkan reaksi atas rangsangan

1. Berhenti menangis setelah keinginannya terpenuhi (misal: setelah digendong atau diberi susu)

1. Mengulurkan kedua tangan untuk digendong

1.   Berpaling ke arah sumber suara

2.   Mengamati benda yang dipegang kemudian dijatuhkan

 

1. Menunjukkan reaksi saat namanya dipanggil

2. Mencoba mencari benda yang disembunyikan

3. Mencoba membuka/ melepas benda yang tertutup

 

 

2.      Tingkat Pencapaian Perkembangan Kelompok Usia 12 – 24 Bulan

Lingkup Perkembangan

Tingkat Pencapaian Perkembangan

12 - < 18 bulan

18 - < 24 bulan

Fisik Motorik

A. Motorik Kasar

 

1.    Berjalan sendiri

2.    Naik tangga atau tempat yang lebih tinggi dengan merangkak

3.    Menendang bola ke arah depan

4.    Berdiri dengan satu kaki selama satu detik

1.      Melompat di tempat

2.      Naik tangga atau tempat yang lebih tinggi dengan berpegangan

3.      Berjalan mundur beberapa langkah

4.      Menarik benda yang tidak terlalu berat (kursi kecil)

B. Motorik Halus

1.      Memegang alat tulis

2.      Membuat coretan bebas

3.      Menyusun menara dengan tiga balok

4.      Memegang gelas dengan dua tangan

5.      Menumpahkan benda-benda dari wadah dan memasukkannya kembali

1.      meniru garis vertikal atau horisontal

2.      Memasukkan benda ke dalam wadah yang sesuai

3.      Membalik halaman buku walaupun belum sempurna

4.      Menyobek kertas

Kognitif

A. Mengenali pengetahuan umum

1.      Menyebut beberapa nama benda

2.      Menanyakan nama benda yang belum dikenal

3.      Mengenal beberapa warna primer (merah, biru, kuning)

1.      Mempergunakan alat permainan dengan cara semaunya seperti balok dipukul-pukul

2.      Mulai memahami gambar wajah orang

3.      Mulai memahami prinsip milik orang lain seperti milik saya, milik kamu

B. Mengenal konsep ukuran dan bilangan

Membedakan ukuran benda (besar-kecil)

Membilang sampai lima

 

3.      Tingkat Pencapaian Perkembangan Kelompok Usia 2 - < 4 tahun

Lingkup Perkembangan

Tingkat Pencapaian Perkembangan

2 - < 3 tahun

3 - 4 tahun

Fisik Motorik

A.    Motorik Kasar

 

1.      Berjalan sambil berjinjit

2.      Melompat ke depan dan kebelakang dengan dua kaki

3.      Melempar dan menangkap bola

4.      Menari mengikuti irama

5.      Naik-turun tangga atau tempat yang lebih tinggi/rendah dengan berpegangan

1.    Berlari sambil membawa sesuatu yang ringan (bola)

2.    Naik-turun tangga atau tempat yang lebih tinggi dengan kaki bergantian

3.    Meniti di atas papan yang cukup lebar

4.    Melompat turun dari ketinggian kurang lebih 20 cm (di bawah tinggi lutut anak)

5.    Meniru gerakan senam sederhana seperti menirukan gerakan pohon, kelinci melompat

B. Motorik Halus

1.      Meremas kertas atau kain dengan menggerakkan lima jari

2.      Melipat kertas meskipun belum rapi/lurus

3.      Menggunting kertas tanpa pola

4.      Koordinasi jari tangan cukup baik untuk memegang benda pipih seperti sikat gigi, sendok

1.      Menuang air, pasir, atau biji-bijian ke dalam tempat penampung (mangkuk, ember)

2.      Memasukkan benda kecil ke dalam botol (potongan lidi, kerikil, biji-bijian)

3.      Meronce manik-manik yang tidak terlalu kecil dengan benang yang agak kaku

4.      Menggunting kertas mengikuti pola garis lurus

 Kognitif

A. Mengenali pengetahuan umum

1.      Menyebut bagian-bagian suatu gambar seperti gambar wajah orang, mobil, binatang dsb

2.      Mengenal bagian-bagian tubuh (lima bagian)

1.      Menemukan/mengenali bagian yg hilang dari suatu pola gambar seperti pd gbr wajah orang, mobil, dsb

2.      Menyebutkan berbagai nama makanan dan rasanya (garam,gula atau cabai)

3.      Memahami perbedaan antara dua hal dari jenis yang sama seperti membedakan antara buah rambutan dan pisang, perbedaan antara ayam dan kucing

B. Mengenal konsep ukuran, bentuk dan pola

1. Memahami konsep ukuran (besar-kecil, panjang-pendek)

2. Mengenal tiga macam bentuk (¡r¨)

3. Mulai mengenal pola

1. Menempatkan benda dalam urutan ukuran (paling kecil-paling besar)

2. Mulai mengikuti pola tepuk tangan

3. Mengenal konsep banyak dan sedikit

4.      Tingkat Pencapaian Perkembangan Kelompok Usia 4 - < 6 tahun

Lingkup Perkembangan

Tingkat Pencapaian Perkembangan

4 - < 5 tahun

5 - < 6 tahun

Fisik

  1. Motorik Kasar

 

1.      Menirukan gerakan binatang, pohon tertiup angin, pesawat terbang, dsb

2.      Melakukan gerakan menggantung (bergelayut)

3.      Melakukan gerakan melompat, meloncat, dan berlari secara terkoordinasi

4.      Melempar sesuatu secara terarah

5.      Menangkap sesuatu secara tepat

6.      Melakukan gerakan antisipasi 

7.      Menendang sesuatu secara terarah

8.      Memanfaatkan alat permainan di luar kepala

1.    Melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan dan kelincahan

2.    Melakukan koordinasi gerakan kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam.

3.    Melakukan permainan fisik dengan aturan.

4.    Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri

5.    Melakukan kegiatan kebersihan diri

B. Motorik Halus

1.      Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran

2.      Menjiplak bentuk

3.      Mengkoordinasikan mata dan tangan unuk melakukan gerakan yang rumit

4.      Melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu bentuk dengan menggunakan berbagai media

5.      Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media

1.      Menggambar sesuai gagasannya

2.      Meniru bentuk

3.      Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan

4.      Menggunakan alat tulis dengan benar

5.      Menggunting sesuai dengan pola

6.      Menempel gambar dengan tepat

7.      Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara detail

C. Kesehatan Fisik

1.      Memiliki kesesuaian antara usia dengan berat badan

2.      Memiliki kesesuaian antara usia dengan tinggi badan

3.      Memiliki kesesuaian antara tinggi dengan berat badan

1.      Memiliki kesesuaian antara usia dengan berat badan

2.      Memiliki kesesuaian antara usia dengan tinggi badan

3.      Memiliki kesesuaian antara tinggi dengan berat badan

Kognitif

A. Pengetahuan umum dan sains

1.      Mengenal benda berdasarkan fungsi (pisau untuk memotong pensil untuk menulis)

2.      Menggunakan benda-benda sebagai permainan simbolik (kursi sebagai mobil)

3.      Mengenal gejala sebab-akibat yang terkait dengan dirinya

4.      Mengenal konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari (gerimis, hujan, gelap, terang, temaram dsb)

5.      Mengekspresikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri

1.      Mengklasifikasikan benda berdasarkan fungsi

2.      Menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti apa yang terjadi ketika air ditumpahkan)

3.      Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan

4.      Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya (angin bertiup menyebabkan daun bergerak, air dapat menyebabkan sesuatu menjadi basah)

5.      Menunjukkan inisiatif dalam memilih tema permainan (seperti: ayo kita bermain pura-pura seperti burung)

6.      Memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari

B. Konsep bentuk, warna, ukuran dan pola

1.  Mengklasifikasikan benda berdasarkan bentuk atau warna atau ukuran

2.   Mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis atau kelompok yang berpasangan dengan 2 variasi

3.   Mengenal pola AB-AB dan ABC-ABC

 4.  Mengurutkan benda berdasarkan 5 seriasi ukuran atau warna

1. Mengenal perbedaan berdasarkan ukuran ”lebih dari”, ”kurang dari”, dan ”paling /ter”

2. Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3 variasi)

3. Mengklasifikasikan benda yang lebih banyak ke dalam kelompok yang sejenis, atau kelompok berpasangan yang lebih dari 2 variasi

4. Mengenal pola ABCD-ABCD

5. Mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya

C. konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf

1.      Mengetahui konsep banyak dan sedikit

2.      Membilang banyak benda satu sampai sepuluh

3.      Mengenal konsep bilangan

4.      Mengenal lambang huruf

1.      Menyebutkan lambang bilangan 1-10

2.      Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan

3.      Mengenal berbagai macam lambang huruf vokal dan konsonan

C. Keaksaraan

1.     Mengenal simbol-simbol

2.     Mengenal suara-suara hewan/benda yang ada di sekitarnya

3.     Membuat coretan yang bermakna

4.     Meniru huruf

 

1. Menyebutkansimbol-simbol huruf yang dikenal

2. Mengenal suara huruf awal dari nama benda-benda yang ada di sekitarnya

3. Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huurf awal yang sama

4. Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf

5. Membaca nama sendiri

6. menuliskan nama sendiri

 

No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive