Wednesday, March 8, 2017

Memulai Usaha Penerapan MBO


            Banyak cara yang ditempuh oleh suatu organisasi dalam menerapkan prinsip-prinsip “MBO” cara apa yang paling tepat bagi organisasi “A” belum tentu merupakan cara yang terbaik pula bagi organisasi “B”. Meskipun demikian pengalaman membuktikan bahwa penerapan “MBO” akan lebih terjamin apabila:
1.      Usaha penggunaan MBO mendapat dukungan dari pimpinan teras organisasi
2.      Ada usaha untuk meneliti organisasi guna menentukan titik permulaan penerapan yang paling tepat. Penelitian itu terutama dimaksudkan untuk menentukan jawaban terhadap beberapa pertanyaan penting seperti :
  1. Apakah cara pendekatan bersifat Pilot Project ?
  2. Atau apakah penerapan “MBO” sekaligus diberlakukan bagi seluruh organisasi?
  3. Metoda apa yang sekarang berlaku untuk merumuskan dan mencapai tujuan?
  4. Bagaimana struktur organisasi yang berlaku sekarang ?
  5. Sistem informasi yang bagaimana terdapat sekarang ?
  6. Bagaimana sifat hubungan yang terdapat antara orang-orang dalam organisasi ?
  7. Apakah sudah ada program pengembangan manajemen? Jika “Ya” apa kekuatan dan kelemahan-kelemahannya? Jika “Tidak” mengapa ?
3.      Memilih dan melatih penasehat untuk membantu proses penerapan “MBO”.
4.      Memberikan penjelasan secara tuntas kepada semua unsur pimpinan dalam organisasi agar mereka memahami sepenuhnya maksud dan keuntungan yang akan diperoleh dari pentahapan penerapan “MBO” dalam organisasi.
5.      Melakukan pengkajian yang mendalam tentang tujuan organisasi, atau paling sedikit berbarengan dengan analisa masing-masing tugas.
6.      Mengusahakan keterlibatan semua pihak dalam proses penerapan “MBO”
7.      Memulai usaha penggunaan “MBO” pada satuan – satuan organisasi yang melaksanakan tugas pokok, baru kepada satuan-satuan organisasi penunjang.
8.      Menangani masalah “MBO” dengan dua pendekatan sekaligus, yaitu dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.
9.      Mengusahakan ketelitian dan kecermatan pelaksanaan “MBO” dalam organisasi.
10.  Melakukan penilaian atas faktor-faktor yang mendorong dan menghalangi keberhasilan penerapan “MBO” dalam organisasi.

Penentuan Sasaran

            Telah terlihat di muka langkah pertama yang harus diambil dalam penerapan “MBO” ialah menciptakan kesatuan bahasa tentang sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi.
            Salah satu hasil daripada studi tentang organisasi yang dilakukan dalam rangka usaha memperkenalkan “MBO” adalah penemuan tentang ada atau tidaknya kesatuan bahasa tersebut.
            Seandainya kesatuan bahasa telah ada, langkah berikutnya adalah menganalisa hasil-hasil yang dicapai, baik oleh satuan-satuan organisasi maupun oleh masing-masing manajer dalam kaitannya dengan sasaran yang telah ditentukan untuk dicapai oleh organisasi secara keseluruhan.
            Wahana yang dapat digunakan untuk penganalisaan tersebut adalah dengan cara diskusi antara top manajemen dengan para menajer eselon yang lebih rendah. Dalam diskusi terbuka demikian keinginan dan interpretasi top manajemen dapat disinkrokan dengan pengalaman – pengalaman manajer lainnya selaku pimpinan kegiatan-kegiatan operasional lainnya.
            Apabila setelah diskusi itu keputusan diambil langkah berikutnya adalah merumuskan langkah-langkah penyempurnaan yang disusun bersama. Pentingnya usaha bersama dalam merumuskan tindakan-tindakan perbaikan adalah bahwa dalam pelaksanaan, para manajer akan merasa bertanggung jawab atas keberhasilan pelaksanaan tindakan perbaikan itu karena keterlibatan mereka dalam memutuskan bahwa langkah-langkah perbaikan itu harus diambil.
            Pada tingkat top manajemen, beberapa pertanyaan yang harus diusahakan terjawab antara lain adalah :
1.      Untuk apa organisasi diciptakan ?
2.      Apa misi yang harus diembannya ?
3.      Apa tugas pokok dan fungsinya ?
4.      Apa dasar eksistensi organisasi ?
5.      Siapa “Langganan” utama organisasi ?
Cara termudah untuk menjawab pertanyaa-pertanyaan ini adalah setiap anggota top manajemen membuat definisi tersendiri atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, untuk kemudian didiskusikan untuk memperoleh konsensus.
Tindak lanjut konsensus yang dicapai adalah mengindentifikasikan bidang-bidang penting yang perlu mendapat perhatian khusus seperti :
1.      Usaha terpadu
2.      Kesatuan gerak organisasi,
3.      Inovasi
4.      “Standing Organisasi”
5.      Produktivitas
6.      Sumber untuk digerakkan
7.      Prestasi dan pengembangan manajemen
8.      Prestasi, sikap, perilaku, loyalitas dan disiplin karyawan
9.      Tanggapan publik
10.  Sistem umpan balik
Yang kesemuanya diarahkan secara terkoordinasi kepada pencapaian tujuan organisasi.
Perhatian terus menerus terhadap bidang-bidang tersebut akan memungkinkan terjadinya :
1.      Perumusan rencana strategis bagi organisasi
2.      Penyusunan rencana taktis untuk dilaksanakan
3.      Analisa tentang hasil yang dicapai
4.      Usaha-usaha penyempurnaan dan perbaikan yang perlu dilakukan
5.      Peninjauan secara berkala kebijaksanaan yang telah ditetapkan
6.      Proses pengambilan keputusan yang lebih tepat

7.      Cara pengawasan baik preventif maupun resesif yang lebih efektif.

No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive