Agar “MBO”
berfungsi sebagaimana mestinya, suatu hal yang perlu pula dilaksanakan adalah
tinjauan secara berkala tentang prestasi para manajer untuk melaksanakan tugas
yang dibebankan kepadanya sekarang untuk dikaitkan dengan potensinya untuk
berkembang untuk menjadi pimpinan yang lebih tinggi di masa depan.
Untuk melakukan tinjauan tersebut
seorang pejabat pimpinan atasan menganalisa sampai sejauh mana hasil-hasil
penting dicapai oleh seorang manajer bawahan dan sampai sejauh mana rencana
perbaikan yang harus dilaksanakannya sudah menjadi kenyataan.
Meskipun secara teoritis setiap
atasan melakukan tinjauan tersebut secara terus menerus sebagai bagian integral
dari kegiatan manejerialnya, tinjauan secara formal perlu pula dilakukan.
Tinjauan demikian harus bersifat edukatif dan membina dus bersifat positif,
bukan untuk mencari kesalahan dan funitif, dus bukan bersifat negatif.
Malahan alangkah baiknya tinjauan
dilakukan atas permintaan dan prakarsa dari manajer yang prestasinya ditinjau.
Tinjauan
Potensi
Atas dasar hasil tinjuan atas
prestasi yang telah diadakan tinjauan
mengenai potensi seorang manajer. Empat pertanyaan yang harus terjawab adalah :
1.
Apakah manajer yang ditinjau potensinya sudah matang
untuk dipromosikan ?
2.
Apakah terdapat petunjuk kuat bahwa kepadanya perlu
diberikan kesempatan yang dipercepat ?
3.
Bimbingan dan pelatihan apa yang masih diperlukan
olehnya agar siap untuk promosi ?
4.
Apakah ia akan lebih berhasil apabila ia
dialihtugaskan ke bidang yang lain ?
Kiranya jelas bahwa agar tinjauan itu benar-benar
mencapai sasarannya, di samping prestasi yang telah ditunjukkannya, tinjauan
potensi ini perlu mempertimbangkan banyak faktor agar subjektivitas dapat
dibatasi seminimum mungkin bahkan
apabila mungkin dihilangkan sama sekali.
Faktor-faktor
tersebut antara lain adalah :
1.
Perkiraan keadaan masa depan yang akan berpengaruh
terhadap organisasi,
2.
Relevansi dari pada keadaaan demikian dengan rencana
strategi organisasi yang apabila perlu ditinjau kembali,
3.
Perencanaan tenaga kerja secara menyeluruh termasuk
tenaga kerja manajerialnya
4.
Perkembangan teknologi
5.
Jenis dan komposisi stakeholders yang akan dihadapi di masa depan
6.
Manajerial skill dan knowhow yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas di masa depan,
7.
Potensi berkembang dari berbagai tipe manajer yang
terdapat di dalam organisasi
Agar tinjauan potensi ini benar-benar mencapai sasaran sangat
penting pula untuk menegaskan promotional
and succesion policies dari pimpinan
organisasi. Hal ini penting agar setiap orang di dalam organisasi mengetahui
tangga-tangga karir apa yang dapat dilaluinya sepanjang ia mampu membuktikan
kemampuan kerjanya.
Di dalam pelaksanaannya, tinjauan tersebut dilakukan atas
dasar asas-asas sebagai berikut :
1.
Yang ditinjau adalah hasil karya seseorang, bukan
orangnya an sich,
2.
Pusat perhatian hendaknya ditujukan untuk cara – cara
perbaikan yang dapat ditempuh : dus, berorientasi ke masa depan bukan masa lalu
3.
Mengusahakan partisipasi dari manajer yang
bersangkutan bahkan usahakan agar dia yang memprakarsai peninjauan.
4.
Mengusahakan agar peninjauan dilakukan terus menerus
oleh setiap manajer terhadap bawahannya langsung.
5.
Perlu adanya pembedaan dalam tinjauan prestasi
sekarang dengan potensi berkembang di masa depan
6.
Tinajauan prestasi dikaitkan dengan sistem penggajian
dan perangsang yang diberikan
7.
Apabila diperlukan berikan kesempatan meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan manajer yang ditinjau melalui kegiatan pendidikan
dan pelatihan.
No comments:
Post a Comment