Dalam suatu penelitian, peneliti
sering dihadapkan pada pilihan apakah akan mengunakan pengambilan sampel dengan
menggunakan probability ataukah nonprobability sampling. Dengan
cara acak, dihadapkan dengan kemungkinan adanya sampel bias yang tidak
diketahui, namun dengan pengambilan sampel yang terpilih bahaya semacam itu
dapat dihindarkan. Disisi lain, dengan nonprobability peneliti tidak
dapat mengetahui interval range yang sangat berguna untuk mengetahui paramater
suatu populasi. Berbagai alternatif tersbut memunculkan kelemahan dan kebaikan
yang akan membawa konsekuensi yang berbeda-beda dalam penyelesaian keseluruhan
pekerjaan penelitian tersebut. Meskipun banyak kelemahannya, banyak peneliti
menggunakan p[endekatan nonprobability, dengan alasan – alasan teknis sebagai
berikut :
1.
Total populasi tidak diketahui dengan pasti
2.
Penggunaan probability tidak operasional di
lapangan, karena sampel cenderung akan bias
3.
Analisis antar seksi (Cross section) tidak
dipergunakan dalam penelitian
4.
Biaya dan waktu yang tersedia tidka memungkinkan
operasi penelitian menggunakan probability sampling.
Dalam penelitian
yang menggunakan nonprobability sampling dikenal dua macam teknik
pengambilan sampling yaitu (a) convenience sampling, dan (b) purposive
sampling terdiri dari judgement atau sering diebut expert choice dan
quota.
No comments:
Post a Comment