Bruner sebagai ahli teori belajar psikologi kognitif memandang proses
belajar itu sebagai tiga proses yang berlangsung secara serempak. yaitu :
1. proses perolehan informasi baru,
2. proses transformasi pengetahuan, dan
3. proses pengecekan ketepatan dan memadainya pengetahuan
tersebut.
Informasi baru dapat merupakan penyempurnaan pengetahuan terdahulu atau
semacam kekuatan yang berpengaruh kepada pengetahuan terdahulu seseorang.
Misalnya seseorang mempelajari sistem sirkulasi darah secarara rinci setelah
kurang jelas mempelajari tentang sirkulasi darah tersebut.
Dalam transformasi pengetahuan, orang menggunakan pengetahuan untuk
menyesuaikan dengan tugas-tugas (masalah) baru yang dihadapi. Jadi,
transformasi memungkinkan kita dapat menggunakan informasi di luar jangkauan
informasi itu dengan cara ekstrapolasi (membuat estimasi berdasarkan informasi
itu) atau dengan interpolasi (untuk menggunakan informasi) atau mengubah
informasi ke dalam bentuk lain.
Bruner memandang belajar sebagai “instrumental conceptualisme” yang mengandung
makna adanya alam semesta sebagai realita hanya dalam pikiran manusia. Oleh
karena itu, pikiran manusia dapat membangun gambaran mental yang sesuai dengan
pikiran umum pada konsep yang bersifat khusus. Hal ini berbeda dengan realisme
dan nominalisme. Pandangan Bruner tentang belajar berpusat pada dua prinsip
mengenai hakekat proses dalam memahami:
1)
Pengetahuan tentang dunianya didasarkan kepada bangunan
model tentang kenyataan yang dimilikinya, dan
2)
model-model itu semula diadopsi dari budaya seseorang,
kemudian model itu diadaptasi penggunaannya secara perseorangan.
Semakin bertambah dewasa kemampuan kognitif seseorang, maka semakin bebas
seseorang memberikan respon terhadap stimulus yang dihadapi. Perkembangan itu
banyak tergantung kepada peristiwa internalisasi seseorang ke dalam sistem penyimpanan
yang sesuai dengan aspek-aspek lingkungan sebagai masukan.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan proses
pembelajaran di kelas ialah faktor kognitif yang dimiliki oleh siswa. Faktor kognitif
merupakan jendela bagi masuknya berbagai pengetahuan yang diperoleh siswa
melalui kegiatan belajar mandiri maupun kegiatan belajar kelompok.
No comments:
Post a Comment