Salah satu bentuk satuan pendidikan dasar adalah Sekolah Dasar (SD) yang
menyelenggarakan program pendidikan enam tahun. Keberadaannya adalah sangat
urgen bagi kepentingan pengembangan sumber daya manusia, sebab mulai pendidikan
di sekolah dasar seseorang dikembangkan untuk menguasai berbagai kemampuan
dasar sebagai bekal dirinya bagi pendidikan selanjutnya.
Tujuan dari proses pendidikan di sekolah dasar adalah agar para siswa
mampu memahami potensi diri, peluang dan tuntutan lingkungan serta merencanakan
masa depan melalui pengambilan serangkaian keputusan yang paling mungkin bagi
dirinya. Seperi tertuang dalam kurikulum nasional bahwa tujuan akhir pendidikan
dasar adalah diperolehnya pengembangan pribadi anak didik yang membangun
dirinya dan ikut serta bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsa, mampu
melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, mampu hidup di masyarakat
dan mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan
lingkungannya.
Dalam proses pembelajaran di sekolah dasar teori kognitivisme sangat
relevan untuk dilaksanakan. Karena siswa pada tingkat sekolah dasar masih
memerlukan pengetahuan-pengetahuan baru untuk menambah pengalaman yang telah
diperoleh pada tingkat pendidikan sebelumnya. Pada tingkat sekolah dasar, siswa
masih mengandalkan kemampuan kognitifnya dalam menerima pelajaran yang
diberikan oleh guru.
Sesuai dengan tujuan pendidikan dasar yaitu agar para siswa
mampu memahami potensi dirinya termasuk potensi kognitifnya. Potensi kognitif
diperoleh berdasarkan pengalaman siswa dalam menempuh jenjang pendidikan
sebelumnya serta berasal dari lingkungan baik itu lingkungan keluarga maupun
lingkungan masyarakat tempat tinggalnya. Potensi kognitif harus dioptimalkan
semaksimal mungkin sehingga potensi tersebut akan tereksplorasi dan
dimanfaatkan bagi kehidupan dirinya di lingkungan masyarakat. Penggalian
potensi kognitif harus diupayakan sehingga potensi itu tidak mengendap dalam
diri siswa.
No comments:
Post a Comment