Menurut Nasih Ulwan (1981:391)
yang dimaksud dengan pendidikan sosial adalah pendidikan anak sejak kecil yang
terbiasa menjalankan adab sosial yang baik, dan dasar-dasar psikis yang mulia
yang bersumber pada akidah islamiah yang abadi dan perasaan keimanan yang
mendalam, agar di dalam masyarakat nanti ia bisa tampil dengan pergaulan dan
adab yang baik, keseimbangan akal yang matang dan tindakan bijaksana.
Pendidikan sosial
ini menjadi tanggung jawab yang sangat penting bagi para pendidik dan orang tua
dalam mempersiapkan anak. pendidikan sosial ini merupakan manifestasi dari
pendidikan sebelumnya, yakni pendidikan keimanan, pendidikan akhlak, dan
pendidikan psikis. Sebab pendidikan sosial ini adalah manifestasi perilaku dan
watak untuk menjalankan hal-hak, tata krama, kritik sosial, keseimbangan
intelektual, politik, dan pergaulan yang baik bersama orang lain.
Oleh karena itu, para pendidik
dan orang tua harus berusaha semaksimal miungkin untuk melaksanakan tanggung
jawabnya dalam pendidikan sosial, sehingga mereka dapat memberikan andil dalam
membina suatu masyarakat yang utama berpusat pada keimanan, akhlak, pendidikan
sosial yang baik dan norma-norma islami. Nasih Ulwan menjelaskan beberapa
metode menanamkan pendidikan sosial, yaitu (1) penanaman dasar-dasar psikis
yang mulia, (2) pemeliharaan hak-hak orang lain; (3) pelaksanaan tata kesopanan
sosial, dan (4) pengawasan dan krtik sosial.
Persaudaraan adalah ikatan kejiwaan yang mewarisi perasaan mendalam
tentang kasih sayang, kecintaan dan penghormatan terhadap setiap orang yang diikat
oleh perjanjian akidah islamiah, keimanan dan ketakwaan. Perasaan persaudaraan
yang benar ini akan melahirkan perasaan-perasaan mulia di dalam jiwa seorang
muslim untuk membentuk sikap-sikap positif seperti tolong menolong,
mengutamakan orang lain, kasih sayang dan pemberian maaf, serta menjauhi
sikap-sikap negatif seperti menjauhi setiap hal yang membahayakan manusia di
dalam diri, harta dan kehormatan mereka.
Kasih sayang adalah suatu kelembutan di dalam hati, perasaan yang
halus di dalam hati nurani, dan suatu ketajaman perasaan yang mengarah pada
perlakuan lemah lembut kepada orang lain, ikut serta dalam merasakan kepedihan,
belas kasih terhadap mereka dan upaya menghapus air mata kesedihan dan
penderitaan.
Mengutamakan orang lain merupakan
perangai yang mulia, apabila dimaksudkan untuk mendapatkan keridaan Allah SWT,
ia akan menjadi salah satu dasar kejiwaan berdasarkan kebenaran iman, ketulusan
niat dan kesucian hati. Mengutamakan orang lain juga merupakan sendi yang kuat
bagi jaminan sosial dan perwujudan kebaikan bagi umat manusia. Gambaran tentang
hal ini sebagaimana yang telah digambarkan oleh Alquran tentang persaudaraan
orang-orang Anshar yang saling mengasihi, mengutamakan orang lain, kemuliaan dan
saling menyayangi.
Pemberian maaf
merupakan suatu kemuliaan perasaan psikologis yang meliputi rasa toleransi
penyerahan hak, sekalipun orang yang memusuhi itu adalah orang zalim, dengan
syarat ia mampu membalas dendam atas penganiayaannya. Jika tidak demikian, maka
pemberian maaf di sini berarti suatu kehinaan, penyerahan diri dan tunduk. Maaf
dengan makna dan persyaratan ini merupakan tabiat akhlak yang murni yang
menunjukkan kedalaman iman dan ketinggian adab Islami seseorang
.
Terima kasih kembali atas perhatiannya. Ditunggu saran dan kritiknya
ReplyDelete