Wednesday, March 8, 2017

Bentuk dan Jenis Penilaian Berbasis Kelas


Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, rangkaian penilaian ini seyogyanya dilakukan oleh seorang guru. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan  selain keunggulan. Jika kita hanya menggunakan salah satu bentuk saja, maka dikhawatirkan tidak memperoleh informasi yang komprehensif mengenai pencapaian kompetensi.
Dalam penilaian berbasis kelas terdapat dua bentuk penilaian yaitu penilaian non tes dan tes. Jenis penilaian non tes diantaranya skala sikap, cek list, kuesioner, studi kasus, dan portofolio. Sedangkan penilaian bentuk tes dapat berupa tes lisan, tes tertulis, dan tes perbuatan.
1.    Tes Tertulis
Penilaian bentuk tes ini dilakukan untuk mengukur hasil belajar yang bersifat kompleks. Tes tertulis biasanya dilaksanakan secara kelompok dengan mengambil tempat di suatu ruangan tertentu. Guru dalam hal ini berperan sebagai penyusun tes, pelaksana ujian, pengawas, korektor, pengolah hasil dan sekaligus penentu keputusan.
Dalam ujian tertulis dapat digunakan soal-soal berbentuk essai, obyektif, atau gabungan diantara keduanya. Terdiri atas uraian terbatas dan bebas. Tes uraian terbatas tepat dipergunakan untuk mengevaluasi hasil belajar kompleks yang berupa kemampuan-kemampuan :
a) menjelaskan hubungan sebab akibat
b) melukiskan pengaplikasian prinsip-prinsip
c) mengajukan argumentasi-argumentasi yang relevan
d) merumuskan hipotesis-hipotesis dengan tepat
e) merumuskan asumsi-asumsi yang tepat
f) melukiskan keterbatasan-keterbatasan data
Tes uraian bebas tepat dipergunakan untuk mengevaluasi hasil belajar yang bersifat kompleks yang berupa kemampuan-kemampuan :
a)    Menghasilkan, menyusun dan menyatakan ide-ide
b)   Memadukan berbagai hasil belajar dari berbagai bidang studi
c)    Merekayasa bentuk-bentuk orisinal, seperti mendisain sebuah eksperimen mengevaluasi nilai suatu ide

Tes tertulis yang lainnya adalah berupa tes tertulis obyektif yang terdiri atas pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, dan isian singkat. Tes obyektif tepat digunakan untuk menilai hasil belajar berupa kemampuan-kemampuan mengingat dan mengenal kembali fakta-fakta, memahami hubungan antara dua hal atau lebih, dan mengaplikasikan prinsip-prinsip.
Hal ini berkaitan dengan keunggulan dan kelemahan dari bentuk tes obyektif, seperti halnya dengan bentuk dan jenis tes lainnya. Beberapa kelemahan tes obyektif antara lain adalah :
1)        Pada umumnya soal tes obyektif hanya tepat digunakan untuk menilai kemampuan-kemampuan mengingat kembali, mengenal kembali, mengasosiasikan antara dua hal, memahami hubungan, dan mengaplikasikan prinsip-prinsip.
2)        Soal tes bentuk obyektif dapat membuat peserta didik tidak terbiasa mengemukakan ide secara tertulis dengan menggunakan kata-kata sendiri.
3)        Kemungkinan untuk menebak besar sekali dan sukar untuk dilacak.
4)        Proses berpikir peserta didik tidak dapat diikuti sebab yang dilihat hanyalah pilihan-pilihan jawaban yang dipilih.
5)        Memungkinkan saling menyontek dengan mudah. Hal ini disebabkan jawaban peserta didik hanya berupa lingkaran, silang atau penghitaman atas huruf-huruf yang terletak di depan alternatif-alternatif jawaban.

2.        Tes Perbuatan
Penilaian perbuatan adalah penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri peserta didik (keterampilan). Alat yang dipergunakan adalah lembar pengamatan.
Tes perbuatan dapat dipergunakan untuk menilai mutu suatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakan, keterampilan dan ketepatan menyelesaikan suatu pekerjaan, kecepatan dan kemampuan merencanakan sesuatu pekerjaan, dan mengidentifikasikan bagian-bagian sesuatu piranti, mesin mobil misalnya.
Manfaat ujian ini adalah untuk memperbaiki kemampuan peserta didik. Hal ini disebabkan secara obyektif kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh peserta didik dapat diamati, terukur, dan dapat dijadikan dasar untuk praktek selanjutnya. Tak ubahnya dengan bentuk ujian yang lain maka ujian tindakan juga mempunyai keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan. Keunggulannya sebagai berikut :
a.         Salah satu perwujudan hasil belajar adalah terampil melakukan suatu pekerjaan.
b.        Tes perbuatan dapat digunakan untuk mencocokkan kesesuaian antara pengetahuan mengenai teori dan keterampilan di dalam praktek sehingga informasi penilaian menjadi lengkap.
c.         Dalam pelaksanaan tes perbuatan tidak ada peluang untuk menyontek oleh karena tes tersebut dilakukan secara langsung dan individual walaupun pelaksanaannya secara kelompok.
Selain memiliki keunggulan, tes perbuatan memiliki beberapa kelemahan yaitu sebagai berikut :
a.       Tes perbuatan dapat memakan waktu yang lama, biaya yang besar, dan membosankan.
b.      Jika tes perbuatan itu susah menjadi sesuatu yang rutin maka ia tidak mempunyai arti apa-apa lagi.
c.       Tes perbuatan itu harus dilakukan secara penuh dan lengkap.
d.      Keterampilan yang dinilai melalui tes tindakan mungkin sekali belum sebanding mutunya dengan keterampilan yang dituntut oleh lapangan karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu lebih cepat dari pada apa yang dapat diberikan di sekolah.

3.        Tes Lisan
Penilaian dalam bentuk lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar dalam bentuk kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan. Bagi bidang-bidang studi yang menuntut keterampilan-keterampilan untuk berhubungan dengan orang lain, seperti pengetahuan sosial misalnya, tes lisan masih memiliki kedudukan yang cukup penting. Untuk melaksanakan tes lisan diperlukan alat-alat tes berupa soal-soal lisan. Tes lisan jika disusun dengan baik maka ia tidak hanya dapat berfungsi sebagai alat evaluasi belajar akan tetapi dapat juga berfungsi sebagai alat bantu mengajar.


No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive