ABK
adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan yang secara signifikan berbeda
dengan anak normal, sehingga dalam kehidupan dan kegaiatnnya memerlukan
perlakuakn khusus. Hal ini sudah barang Gangguan dan hambatan yang
dialami Anak Berkebutuhan Khusus secara garis besar menimbulkan dua macam dampak/
aspek/akibat yang bersifat secara langsung (direct
effecis ) dan tidak langsung (nondirect
effecis ).
1.1. Dampak
langsung.
Banyak
hal yang dapat ditengarai sebagai akibat langsung dari kelainan
yang ada pada diri Anak Berkebutuhan Khusus, misalnya seorang anak yang memilki
hambatan penglihatan sehingga ia buta, maka ia tidak dapat melihat, seorang
yang rusak organ pendengarannya, maka ia tidak dapat mendengar, dan seorang
yang memilki hambatan dalam kecerdasannya maka ia akan lambat/tidak dapat berfikir.
·
Gangguan
mobilitas atau ambulasi.
Gangguan
ini dapat diakibatkan oleh adanya kelumpuhan,
kebutaan atau kekakuan gerak anggota tubuh terutama anggota gerak bawah
diakibatkan oleh adanya gangguan keseimbangan anggota tubuh.
·
Gangguan
Aktifitas Bina Diri / Aktifity Daily Living ( ADL ).
Gangguan
ini dalam kegiatan sehari-hari ,oleh karena
adanya gangguan koordinasi motorik kasar ataupun halus atau visuomotorik ,
penglihatan anak sehingga mengakibatkan adanya gangguan kegiatan memegang,
menggenggam, meraih benda, kesulitan dalam mengarahkan gerakan tangan, gerakan
kaki pada obyek tertentu yang hubungannya dengan aktivitas : makan, penggunaan
toilet, berhias, dan sebagainya.
·
Gangguan
dalam komunikasi
Akibat
dari hambatan penglihatan, pendengaran, kecerdasan, emosi social, dan tingkah laku, maka dampak yang ada pada Anak
Berkebutuhan Khusus adanya gangguan komunikasi ( terutama dalam komunikasi
lesan).
·
Gangguan
fungsi mental
ABK yang memiliki hambatan penglihatan,
pendengaran, kecerdasan, fungsi gerak, emosi maupun sosialnya akan berdampak
dalam gangguan fungsi mentalnya.Misalnya pada gangguan fungsi mental pada anak
yang memiliki hambatan penglihatan akan berdampak pada emosinya, kekurang
percayaan diri(self esteem), minder atau malah terkadang tidak terkontrol
emosinya.Gangguan fungsi mental pada anak Cerebral Palsy (CP) dengan kadar
kecerdasan yang rendah, maupun pada anak CP yang memiliki kadar kecerdasan
normal atau supenormal dapat terganggu akibat dari hambatan fisik yang
berhubungan dengan fungsi gerak dan adanya perlakuan yang keliru dari
lingkungan.Misalnya anak CP yang sebenarnya cerdas, karena keterbatasan gerak
mengakibatkan tugas-tugas yang diberikan kepadanya tidak dapat diselesaikan
dengan benar, akibatnya dianggap anak tidak mampu mengerjakannya. Akibat yang
lebih jauh ia peroleh perlakuan yang kurang mendukung pengembangan potensi anak
secara utuh.
·
Gangguan
Sensoris
Gangguan
sensoris pada Anak Berkebutuhan Khusus akan menimbulkan dampak pada sensoris
pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan gangguan orientasi ruang,
bentuk, warna, jarak, dan lain-lain.
1.2. Dampak
tidak langsung.
Dampak tidak langsung ( dampak sekunder)
disini adalah reaksi penyandang kelainan/hambatan dan gangguan tersebut. Seorang anak yang mengalami hambatan dalam
geraknya,
misalnya anak CP mengalami kelumpuhan pada satu tangannya pada usia menginjak
dewasa, sudah saatnya ia memilih pasangan hidupnya ( pasangan lawan jenisnya)
sebagai tempat berbagi suka dan duka. Namun dikarenakan kondisi kelainannya, ia
sering ragu-ragu dalam mengambil keputusan, minder dan tidak berani menjalin
keakraban dengan teman-temannya.Sehingga dampak yang timbul adanya penyesalan
diri, penyesalan terhadap orang tua dan orang lain disekitarnya. Bentuk reaksi
atas kondisi kelainannya/hambatannya akan berbentu pada kebencian terhadap
dunia luar, sehingga menimbulkan sikap negatip ia rendah diri,
isolasidiri,merasa tidak berdaya dan tidak berguna.
Konsep diri pada dasarnya diperoleh
melalui kontak sosial dan pengalaman yang berhubungan dengan orang lain. Dampak tidak langsung pada Anak Berkebutuhan
Khusus dapat dideskripsikan secara singkat sebagai berikut:
·
Bahwa dampak tidak langsung dari kelainan dan hambatan yang dialami anak, sangat tergantung bagaimana anak memberikan reaksi atas
kondisi kelainannya.
·
Dampak tidak langsung dari kelainan ini tidak dibawa sejak lahir, melainkan
dibentuk sejak usia kanak-kanak, dan
dipengaruhi oleh perlakuan yang diterima dari lingkungan terutama keluarga. Sehingga lingkungan sosial, terutama
orang yang paling berarti dalam hidupnya, ikut menentukan berat ringannya
dampak tidak langsung Anak Berkebutuhan Khusus.
Manifestasi dampak tidak langsung antara
lain adalah:
·
Harga
diri anak, anak menjadi tidak
percaya diri, mengkritik diri sendiri, atau malah tidak mau menerima kritik, menolak dan menghindari untuk
meningkatkan kemampuan diri, menarik
diri dari realitas, tidak pemberani, ragu-ragu , dan lain-lain.
·
Perilaku yang berhubungan dengan identitas
diri yang tidak jelas,
seperti misalnya
kecintaan pada diri sendiri yang patologis, kecemasan yang tinggi, perasaan
yang kosong, hubungan interpersonal yang kacau, dan sebagainya.
·
Perilaku yang berhubungan dengan
depersonalisasi, tampak pada
sikap pasif dan tidak merespon lingkungan secara baik, komunikasi yang
kurang selaras, kurang spontan, kurang ada inisiatif, ragu dalam mengambil
keputusan, menarik iri dari hubungan sosial, dan sebagainya.
No comments:
Post a Comment