Rekonstruksi sejarah sebagai aktualitas menjadi
sejarah sebagai kisah tidak dapat dilepaskan dari keharusan menggunakan apa
yang disebut sebagai sumber sejarah. Sumber sejarah sebagai sisa-sisa, jejak,
bekas dari apa yang pernah terjadi atau bagian dari sejarah sebagai aktualitas
yang sampai kepada sejarawan merupakan wadah bagi tersimpannya bahan atau
informasi pokok bagi penulisan sejarah. Persoalannya adalah dari mana sejarawan
memperoleh sumber sejarah yang diperlukan untuk penulisan sejarah itu.
Akan tetapi harus diakui pula bahwa rekaman itu
tidak pernah lengkap serta tidak selalu sampai ke tangan sejarawan. Memang
merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa masa lampau itu
sendiri sebenarnya sudah lewat, tidak ada lagi di hadapan kita. Begitu pula
kenyataan-kenyataan masa lampau yang pernah aktual pada waktunya untuk disusul
oleh kenyataan baru yang lebih aktual. Begitulah proses ini berjalan terus
tanpa ada henti-hentinya. Oleh karena proses yang demikian itu, maka
persoalannya adalah bagaimana kenyataan masa lampau yang sudah lenyap itu bisa
sampai ke tangan sejarawan saat ini. Kenyataan masa lampau tidak lenyap sama
sekali. Memang lenyap secara fisik, namun masih tetap ada dalam bentuk
informasi yang terekam (recorded information). Informasi itu terekam
dalam jejak-jejak yang ditingalkan oleh kejadian-kejadian atau kenyataan-kenyataan
yang telah lewat dan lenyap. Itulah yang disebut sebagai sumber sejarah yang
merupakan bahan pokok untuk penulisan sejarah.
Di atas kertas, para peneliti sejarah pada umumnya
sudah memahami hakikat metode sejarah dan langkah-langkahnya mulai dari
heuristik, kritik, interpretasi, hingga historiografi. Namun demikian
persoalannya menjadi lain ketika peneliti muda terjun ke lapangan. Menemukan
sumber sejarah misalnya merupakan persoalan yang sangat pelik. Dalam kaitan
itu, langkah-langkah sistematis dalam pelacakan sumber sejarah perlu dilakukan,
antara lain: pertama, peneliti dapat membaca bibliografi atau pun anotated
bibliografi yang berisi judul-judul buku dan kadang-kadang juga isi
ringkasnya.
No comments:
Post a Comment