Satu persoalan krusial yang sering dihadapi oleh
peneliti pemula setelah mendapatkan topik penelitian adalah menentukan fokus
penelitian dan merumuskan permasalahan. Namun demikian sesungguhnya penentuan
fokus penelitian dapat dilakukan dengan cara merumuskan permasalahan yang
spesifik. Atau sebaliknya jika fokus penelitian sudah dapat ditentukan, maka
perumusan permasalahan merupakan persoalan yang tidak sulit. Para peneliti
pemula yang tidak mampu menentukan fokus penelitian dan merumuskan permasalahan
akan menghadapi persoalan penulisan yang terlalu ‘nggedhabyah’ atau
terlalu panjang lebar.
Mengingat begitu pentingnya fokus penelitian dan
perumusan permasalahan dalam menyelesaikan penelitian, maka diperlukan strategi
untuk menyiasatinya. Strategi yang dapat dilakukan oleh peneliti muda untuk
memperoleh fokus penelitian antara lain: pertama, fokus penelitian dapat
dimunculkan dari counter argument terhadap pendapat yang dilontarkan
oleh peneliti terdahulu. Counter argument dapat dijadikan sebagai cara
untuk mendapatkan fokus penelitian.
Namun demikian hal ini harus diiringi dengan
kesediaan untuk memiliki bacaan yang luas. Kedua, fokus penelitian juga dapat
dibangun dari perumusan semacam asumsi-asumsi atau hipotesis-hipotesis pemandu.
Meskipun hal ini tidak lazim dalam penelitian sejarah, tetapi hipotesis dapat dijadikan
sebagai alat untuk mencegah penelitian melebar kepada persoalan yang sebetulnya
tidak relevan. Hipotesis ini selanjutnya dapat dijabarkan dalam bentuk
variabel-variabel yang dapat dielaborasi dalam penelitian. Sudah barang tentu
hipotesis pemandu ini jangan sampai membuat penelitian sejarah menjadi
terpasung dan tidak memiliki keleluasaan untuk mengeksplorasi sumber-sumber
sejarah.
Ketiga, penentuan fokus penelitian juga dapat
dilakukan dengan cara menyusun outline penelitian secara detail (detailed
outline). Hal ini perlu dilakukan sebab outline yang terlalu longgar
akan memberikan kemungkinan yang besar bagi melebarnya topik penelitian. Dengan
demikian seyogyanya sebelum turun ke lapangan untuk melakukan penelitian
sejarah hendaknya sejarawan dipandu dengan rentetan detailed outline atau
pun daftar detailed questions jika peneliti menggunakan metode
wawancara.
No comments:
Post a Comment