Wednesday, March 8, 2017

LEADERSHIP DALAM PERSPEKTIF ISLAM



A.    Definisi Khalifah dan Khilafah
Secara bahasa khalifah berarti pengganti sebab ia menggantikan yang sebelumnya. Ibnu Katsir menafsirkan khalifah dalam Al-Qur’an surat 2:30 bahwa khalifah adalah kaum yang menggantikan kaum yang lain, dari abad kea bad dan generasi ke generasi. Sementara Ibnu Jarir mengatakan bahwa khalifah yang dimaksud dalam Q.S. 2:30 adalah Adam as. Dan orang-orang yang menempati posisinya dalam ketaatan dan menegakkan hukum-Nya secara adil diantara ciptaan-Nya. Khalifah pun dapat diartikan pemakmur dan penegak syariah Allah SWT, di bumi. Namun khalifah di sini bukan penerus kenabian yang membawa risalah Allah ke muka bumi.
Adapun  khilafah artinya kepemimpinan. Maksudnya kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke segenap penjuru dunia. Kata lain dari khilafah adalah imamah.
Istilah khalifah dan derivasinya dalam Al-Qur’an diantaranya terdapat dalam surat 2:30, 38:25,36, 6:165, 10:14-73. Adapula istilah qiyadah sebagai padanan kepemimpinan memiliki empat pengertian yaitu :
  1. Ra’in.
Dalam terminologi ini mencakup kepemimpinan Negara, masyarakat rumah tangga, moral, yang mencakup juga kepemimpinan laki-laki maupun perempuan.
  1. Imam
Artinya pemimpin yang selalu berada di depan. Kata imam seakar dengan kata amam. Sehingga dalam terminology ini, imam adalah pemimpin yang berfungsi sebagai teladan dan sosok panutan yang membimbing orang-orang yang dipimpinnya.
  1. Khalifah
Secara terminologi artinya pengganti kepemimpinan rasulullah SAW. Ibnu Khaldun mengatakan bahwa kepemimpinan dalam terminology khalifah juga berarti menyiapkan kepemimpinan berikutnya sesuai dengan aturan syari’ah demi tercapainya kemashlahatan duniawi dan ukhrawi. 
  1. Amir 
Artinya memerintah. Dalam hadist riwayat Bukhari, Ibnu Majah dan Imam Ahmad, kita wajib mentaati seorang pemimpin (amir) apapun warna kulitnya, bentuk rupanya, kaya atau miskin, selama pemimpin itu berada dalam bimbingan wahyu Allah SWT. Kata Amir juga berarti ma’mur (yang diperintah). Ini artinya seorang pemimpin selain menjalankan fungsinya-fungsi pemerintahan, ia juga harus siap diperintah oleh rakyatnya dalam hal yang mengandung kemashlahatan untuk semua.

B.     Sekilas Kepemimpinan Rasulullah SAW
Allah SWT berfirman :
 
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”(Q.S. 4:59)

Diantara 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia, Nabi Muhammad SAW, adalah pemimpin dunia pertama dan terbesar sepanjang sejarah. Karena hanya dalam waktu 23 tahun dan tidak memerlukan biaya yang besar seperti yang dipergunakan untuk revolusi Perancis, beliau telah menghasilkan tiga karya besar yang belum pernah dicapai oleh pemimpin manapun di seluruh dunia sejak Nabi Adam as sampai sekarang. Tiga karya besar tersebut adalah :
1.      Mengesakan Tuhan
2.      Kesatuan umat
3.      Kesatuan pemerintahan
Keberhasilan beliau ini pun tidak terlepas dari keteladanan yang beliau tampakkan dalam seluruh aspek kehidupan, baik sebagai pemimpin politik, keluarga maupun agama. Namun sayang saat ini tiga pilar yang dibangun Rasulullah tidak Nampak lagi terutama untuk kesatuan umat dan kesatuan pemerintahan khususnya di Jazirah Arabia dan seluruh negeri kaum muslimin pada umumnya.

C.    Kemunduran Islam dan Jatuhnya Khilafah
Menurut hadits Nabi bahwa akan terjadi di antara kita beberapa masa / zaman yaitu 1) masa kenabian selama Allah kehendaki, 2) masa khilafah berdasarkan minhaj nubuwah selama Allah kehendaki, 3) masa raja (penguasa) yang mengkudeta selama Allah kehendaki, 4) masa raja (penguasa) tiran selama Allah kehendaki dan 5) masa khilafha yang selaras dengan manhaj kenabian.
Kelima periode yang dimaksud adalah :
a)      Kepemimpinan Nabi: periode ini berlangsung 23 tahun yaitu sejak diangkatnya Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul hingga wafatnya.
b)      Kepemimpinan Khalifah yang berjalan sesuai dengan manhaj kenabian yaitu pada masa Khulafaur Rasyidin berlangsung kurang lebih 40 tahun.
c)      Kepemimpinan Raja yang mengkudeta, yakni raja yang secara formalitas keagamaan masih berpegang teguh pada simbol-simbol Islam tetapi pelaksanaannya jauh melenceng dari nilai-nilai Islam.
d)     Kepemimpinan raja yang tiran. Periode ini berlangsung sejak kekhalifahan Turki Usmani hingga sekarang.
e)      Kepemimpinan khalifah yang selaras dengan Minhaj Kenabian. Periode ini insya Allah akan mengulangi kembali sistem kepemimpinan Al-Khulafaur Rasyidin.

D.    Menegakkan kembali Khilafah
Penegakan khilafah hukum fardu kifayah. Sebenarnya, kalau kita mencari dalil-dalil, baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah, tidak ada dalil yang secara tekstual dan tegas menunjukkan kewajiban untuk menegakkan khilafah. Berikut ini dapat dijadikan landasan dalam penegakan khilafah.
·         Dalil Al-Qur’an : Q.S. Al-Maidah 48-49, Q.S. An-Nisa 59
·         Dalil Sunnah
·         Dalil Ijma Sahabat
·         Dalil Qaidah Syar’iyah
Berikut ini merupakan salah satu upaya yang dapat dijadikan alternatif solusi menuju tegaknya sebuah khilafah, yakni :
1.    Mempersiapkan individu-individu yang saleh, yang paham terhadap Islam, baik akidah, pola pikir, moralitas dan perasaannya serta berupaya sekuat tenaga untuk merealisasikannya.
2.    Mempersiapkan kondisi keluarga yang saleh, menjadi model keluarga Islam, baik akidah, pola pikir, moralitas, dan perasaannya serta amalnya.
3.    Mempersiapkan masyarakat yang saleh yang secara perlahan dapat terarahkan untuk memiliki semangat perubahan untuk menuju bangsa yang lebih baik dan mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap Islam.
4.    Menjadikan pemerintahan Negara saleh yang menerapkan sistem Islam secara utuh dan universal dalam berbagai aspek kehidupan bernegara.
5.    Selanjutnya, setiap jengkal tanah di negeri-negeri Islam bergabung dalam satu pemerintahan (khilafah), menjadi guru dunia (Ustadziyatul ‘Alam) dengan izin Allah SWT.

E.     Pembahasan
Rasulullah SAW  menjadi seorang pemimpin yang berhasil dan berpengaruh saat itu dikarenakan memiliki karakter kepemimpinan yang komprehensif. Dalam konteks kekinian kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dengan berdasarkan kriteria kepemimpinan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW diantaranya :
1.      Pemimpin harus dekat dengan Tuhan dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai dan ajaran Tuhan yang baik dan luhur.
2.      Pemimpin yang handal merupakan seorang yang ikhlas, tanpa mengharap pamrih kecuali untuk beribadah pada Tuhan melalui pengabdiannya kepada rakyat.
3.      Pemimpin harus sosok yang jujur dan adil
4.      Pemimpin harus mencintai rakyat dan mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan diri, keluarga dan golongannya

Kepemimpinan dalam Islam mencakup kepemimpinan Negara, masyarakat, rumah tangga, kepemimpinan moral yang mencakup kepemimpinan laki-laki maupun perempuan. Dalam hal ini menyiratkan pentingnya makna ri’ayah yang artinya menggembala, memelihara, mengarahkan, dan memberdayakan orang-orang yang dipimpinnya.
Meskipun Islam mewajibkan umatnya untuk taat kepada pemimpin, namun ketaatan itu dibatasi oleh beberapa hal persyaratan diantaranya :
1.      Pemimpin yang dimaksud memiliki komitmen kepada syareat Islam dalam menerapkannya dalam kehidupan
2.      Pemimpin harus adil sebagaimana dalam Q.S 4 : 58
 


“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S. 4:58)

Dalam era globalisasi saat ini yang sarat dengan krisis kepemimpinannya dan dekadensi moral akibat ulah para penguasa yang tidak bertanggung jawab. Dan perlu dipahami bahwasanya seseorang dikatakan sebagai pemimpin manakala ia benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dan inilah yang membedakan kepemimpinan dalam Islam dengan kepemimpinan menurut teori orang Barat.


No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive