Pada masa Rasulullah, ilmu
pengetahuan lebih banyak berkembang dibidang ilmu-ilmu pokok tentang agama
(ushuluddin), dan ilmu akhlak (moral). Akan tetapi ilmu – ilmu lainnya tetap
berkembang walaupun tidak sepesat ilmu agama dan akhlak. Saat itu pun mulai
terjadi proses pengkajian ilmu yang lebih sistematis, diantaranya dasar-dasar
ilmu tafsir yang dikembangkan oleh para sahabat Rasulullah.
Demikian pula dalam masalah ilmu pengetahuan, perhatian Rasul sangat besar. Rasulullah SAW memberi contoh revolusioner bagaimana seharusnya mengembangkan ilmu. Diantara gerakan yang dilakukan Rasulullah SAW adalah dengan menggiatkan budaya membaca, yang merupakan pencanangan dan pemberantasan buta huruf, suatu tindakan awal yang membebaskan manusia dari ketidaktahuan. Membaca merupakan pintu bagi pengembangan ilmu.Jika kita flashback, pada waktu sebelum Islam diturunkan, bangsa Arab dikenal dengan sebutan kaum jahiliyah. Hal ini disebabkan karena bangsa Arab sedikit sekali mengenal ilmu pengetahuan dan kepandaian yang lain. Keistimewaan mereka hanyalah ketinggian dalam bidang syair-syair jahili yang disebarkan secara hafalan. Dengan kenyataan itu, maka diutuslah nabi Muhammad SAW dengan tujuan untuk memperbaiki akhlak, baik akhlak untuk berhubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia.
Rasulullah SAW juga
memerintahkan kepada para sahabatnya untuk menghafal ayat-ayat al-Qur’an.
Dengan cara ini dapat menjaga kemurnian dan juga media memahami ayat-ayat
al-Qur’an. Disamping dengan hafalan, juga membuat tradisi menulis/ mencatat
wahyu pada kulit, tulang, pelepah kurma dan lain-lain.
Dengan bimbingan Nabi
Muhammad SAW, telah mendorong semangat belajar membaca, menulis dan menghafal
sehingga umat Islam menjadi umat yang memasyarakatkan kepandaian tulis-baca.
Dengan semangat itulah, maka terbangun jiwa umat Islam untuk tidak hanya
beriman tetapi juga berilmu, sehingga nantinya lahir sarjana-sarjana Islam yang
ahli dibidangnya masing-masing.
Dengan demikian dapat
dimengerti, salah satu aspek dari peradaban adalah mengembangkan ilmu
pengetahuan. Kalau pada masa Nabi dan Khulafau ar-Rasyidin perhatian terpusat
pada usaha untuk memahami Al-Qur’an dan Hadits Nabi, untuk memperdalam
pengajaran akidah, akhlak, ibadah, mu’amalah dan kisah-kisah dalam Al-Qur’an,
maka perhatian sesudah itu disesuaikan dengan kebutuahn zaman, tertuju pada
ilmu-ilmu yang diperoleh dari bangsa-bangsa sebelum munculnya Islam.
Peradaban Islam memiliki
tiga pengertian yang berbeda. Pertama, kemajuan dan tingkat kecerdasan
akal yang dihasilkan dalam suatu periode kekuasaan Islam, mulai dari periode
Nabi Muhammad Saw. Sampai perkembangan peradaban Islam masa setelahnya. Kedua,
hasil-hasil yang dicapai oleh umat Islam dalam lapangan kesusasteraan, ilmu
pengetahuan dan kesenian. Ketiga, kemajuan politik atau kekuasaan Islam
yang berperan melindungi pandangan hidup Islam, terutama dalam hubungannya
dengan ibadah-ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup kemasyarakatan.
Pertumbuhan ilmu
pengetahuan telah terjadi sejak Rasulullah mendakwahkan agama islam, wahyu
pertamanya yaitu surat Al – alaq ayat 1-5 bercerita tentang dasar – dasar ilmu
pengetahuan, didalam wahyu tersebut terdapat perintah untuk membaca, Allah pun
menegaskan bahwa hakikat ilmu datangnya dari Allah dan awalnya manusia tidak
mengetahui apa – apa. Kata Iqra’ pada ayat ke-1 surat Al- alaq memiliki makna
yang beragam, seperti menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu,
membaca baik teks maupun bukan teks. Selanjutnya pada zaman khulafaurrasyidin,
pada masa ini sering disebut dengan masa klasik awal (650 – 690 M).
Dan dari kalangan khalifah empat yang paling banyak
dikenal riwayatnya tentang tafsir adalah Ali bin Abi Thalib r.a. Ibnu Abbas
adalah anak paman Rasulullah SAW, sekaligus murid dari Rasulullah. Ia dikenal
sebagai ahli bahasa/penterjemah Al-Qur’an. Dia adalah sahabat yang paling
pandai/tahu tentang tafsir Al-Qur’an. Dia mempunyai biografi yang menunjukkan
kebolehan ilmunya dan kedudukannya yang tinggi dalam hal penggalian secara
mendalam tentang rahasia-rahasia Al-Qur’an.
No comments:
Post a Comment