Wednesday, March 8, 2017

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Daulah Bani Abbasiyah


Bani Abbasiyah atau Kekhalifahan Abbasiyah adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Bagdad (sekarang ibu kota Irak). Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini naik kekuasaan setelah mengalahkan Bani Umayyah dari semua kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dibentuk oleh keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, Abbas. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad.
Pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah, Islam mencapai puncak kejayaan (ke-emasan) yang ditandai dengan masa ekspansi kedaerah-daerah yang sangat luas, integrasi dan kemajuan dibidang ilmu dan sains. Ilmu pengetahuan dipandang sesuatu yang sangat penting dan mulia. Para khalifah dan para pembesar pemerintahan membuka kesempatan seluasluasnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Hasilnya ilmu pengetahuan daulah Islamiyah pada masa ini lebih tinggi kemajuannya dibanding masa sebelumnya.
Gerakan membangun ilmu secara besar-besaran dirintis oleh khalifah Ja’far al-Mansur, setelah mendirikan kota Baghdad dan menjadikannya sebagai ibu kota negara, Ia merangsang usaha pembukuan ilmu agama, seperti fiqh, tauhid, hadits, tafsir dan ilmu lain seperti bahasa dan sejarah. Adapun ahli tafsir yang termasyhur saat itu diantaranya ibnu Jarir Ath-Thabari dengan model tafsir bil ma’tsur sebanyak 30 juz, dan Abu Muslim Muhammad bin Nashr al-Isfahany dengan model tafsir bir Ra’yi sebanyak 14 jilid.(as-Shiddiqie,2000 : 245)
Pada masa itu juga lahir para fuqaha (ahli fiqh) yang hingga sekarang masih dianut oleh masyarakat Islam, (Ensiklopedi Islam, 2002 : 134) yaitu;
1)      Imam Abu Hanifah, yaitu Nu’man bin Tsabit bin Zauthi, dilahirkan di Kufah tahun 80 H. Diantara kitab madzab Imam Abu Hanifah, Fiqhul Akbar, Musnad Abu Hanifah, Washiyyatuhu Ii Binihi, dan Washiyyatuhu Ii Ashhabihi.
2)      Imam Malik, yaitu Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir, lahir di Madinah tahun 93 H. Kitab-kitab madzab Imam Malik diantaranya, Al-Muwatta’, Risalah Fil Wa’dhi, Kitabul Masail.
3)      Imam Syafi’i, yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi’i. Lahir 150 H di Ghaza provinsi Askalan, Palestina dan pernah berguru pada Imam Malik. Diantara kitab-kitab madzab Imam Syafi’i adalah Kitabul Um, As-Sunnah al-Ma’tsur, Ushul Fiqh, dan Musnad Asy-Syafi’i.
4)      Imam Ahmad, yaitu Ahmad bin Hambal bin Hilal az-Zahly asy- Syaibany. Lahir tahun 164 H. Kitab-kitab madzab Imam Ahmad bin Hambal antara lain, al-Musnad fil Hadits, Kitab as-Sunnah, kitab Zuhud.

Pada perkembangannya, Ke-empat ahli fiqh tersebut disebut sebagai Imam Madzab Empat (al-Mazahib al-Arba’ah) atau madzab fiqh sebagai aliran pemikiran tentang hukum Islam yang penetapannya merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.

No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive