Wednesday, March 8, 2017

Tokoh-tokoh Muslim dan Karya Ilmiahnya


Sejak sekitar abad ke-8 M hingga abad ke-20 M, Islam telah melahirkan ribuan ilmuwan, baik dalam bidang ilmu filsafat, kalam, tasawuf maupun sains, tekhnologi, dan seni. Apa-pun bidangnya, mereka adalah tokoh-tokoh langka yang telah memperkaya dunia ilmu pengetahuan bahkan secara khusus menjadi simbol kemajuan peradaban Islam. Berikut diantara sarjana-sarjana Muslim terkenal beserta karyanya.
a. Ibnu Musa Al-Khawarizmi (Astronom, Penemu Algoritma dan Aljabar).
Tak banyak anak didik yang tahu, siapa yang orang yang dikenal sebagai bapak dan penemu dua cabang ilmu matematika, yaitu Algoritma dan Aljabar. Dialah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khawirzmi, ilmuan Muslim penemu Algoritma dan Aljabar. Nama Algoritma sendiri diambil dari nama penemunya, yaitu Al-Khawarizmi. Di kalangan ilmuan Barat ia lebih dikenal dengan nama Algorizm.
Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi (770-840 M.) ilmuan yang berjasa besar dalam memajukan ilmu pengetahuan ini lahir di Khawarizm (Kheva), kota di selatan sungai Oxus (kini Uzbekistan) pada tahun 770 M. kedua orang tuanya kemudian pindah ke sebuah tempat di selatan kota Baghdad (Irak), ketika ia masih kecil. Al-Khawarizmi hidup di masa kekhalifahan Bani Abbasiyah, yakni Al-Makmun, yang memerintah pada 813-833 M. (Sucipto, The Great Muslim Scientist, 2008, hal: 16).
Sejarah mencatat, Al-Khawarizmi dikenal sebagai orang yang memperkenalkan konsep Al-Goritma dalam Matematika. Ia adalah penemu beberapa cabang ilmu dan konsep matematikayang dikenal sebagai astronom geografer. Selain Algoritma, teori Aljabar juga merupakan buah fikirnya. Nama Aljabar sendiri diambil dari bukunya yang terkenal, yakni Al-Jabr wa-al-Muqabilah. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus, tangen dan kotangen serta konsep diferensiasi.
Tak hanya itu, di bidang ilmu ukur, Al-Khawarizmi juga dikenal sebagai peletak rumus ilmu ukur dan penyusun daftar logaritma serta hitungan desimal. Sayangnya beberapa sarjana Barat seperti John Napier (1550-1620 M.) dan Simon Stevin (1548-1620 M.) mengklaim bahwa penemuan tersebut merupakan hasil pemikiran meraka. Masih berkaitan dengan masalah perhitungan, ternyata Al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Bukunya Kitab Surat Al-ard, menjadi dasar ilmu bumi Arab. Naskah itu hingga kini masih disimpan di Strassburg, Jerman oleh Abdul Fida, seorang ahli ilmu bumi terkenal. Petualangan dan pengabdian panjangnya itu baru berakhir pada tahun 840 M. ketika Sang Khaliq memanggilnya. Al-Khawarizmi meninggalkan warisan khazanah dalam ilmu pengetahuan dunia.
b. Ibnu Khaldun (Bapak Ilmu Sosiologi Politik).
Sejatinya pemikir dan ulama peletak dasar ilmu sosiologi dan politik melalui karya magnum opus-nya, Al Muqaddimah. Ia lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732 H/ 27 Mei 1332 dengan nama Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Al Hasan bin Jabir bin Muhammad bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Ibnu Khaldun. Moyangnya berasal dari Hadramaut, Yaman yang bermigrasi ke Sevilla, Andlusia (Spanyol). Namun keluarganya harus pindah ketika Sevilla dikuasai Kristen.
Pendidikannya dimulai di Tunisia dan di Fez (Maroko) dengan mempelajari berbagai bidang ilmu: menghafal Al-Qur’an, mempelajari tata bahasa, hukum Islam (syari’ah), hadis, retorika, filologi dan puisi. Selain itu ia mempelajari sastra Arab, filsafat, matematika dan astronomi. Khaldun sangat terlibat dengan politik. Kariernya di bidang politik membawanya keluar masuk istana, ia sebagai pemenang maupun pecundang. Usia mudanya dihabiskan sebagai pendamping, penasihat sultan serta menduduki beraneka jabatan.
Salah satu di antara karya Ibnu Khaldun bahwa ia memetakan masyarakat dengan interaksi sosial, politik, ekonomi dan geografi yang melingkupinya. Menurutnya, organisme dapat tumbuh dan matang karena sebab-sebab nyata yang mempengaruhinya. Formasi masyarakat, fikiran yang dituangkan dalam karya besarnya, Muqaddimah, misalnya, dikatakan sebagai hasrat manusia untuk berkumpul, bersaing, lalu memperebutkan kepemimpinan. Mereka diikat dengan solidaritas ashabiyah (ungkapan pra-Islam) yang diarahkan oleh para pimpinannya. Ia memperkirakan bahwa solidaritas itu berlangsung empat generasi.

Model ini menempatkan Ibnu Khaldun sebagai penganut teori siklus sejarah. Kontribusi Ibnu Khaldun dalam Ilmu pengetahuan memang tidak sedikit. Setidaknya berkatnyalah dasar-dasar ilmu sosiologi politik dan filsafat dibangun, tak heran jika warisannya itu banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Seorang sejarawan Barat, Dr Boer, menulis “Ibnu Khaldun tak pelak lagi, adalah orang pertama yang mencoba menerangkan dengan lengkap evolusi dan kemajuan suatu kemasyarakatan, dengan alasan adanya sebab-sebab dan faktor-faktor tertentu, iklim, alat, produksi, dan lain sebagainya, serta akibat-akibatnya pada pembentukan cara berfikir manusia, dan pembentukan masyarakatnya. 

No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive