Salah satu faktor utama yang menyebabkan para para
sejarawan pemula menghadapi kesulitan dalam penemuan topik penelitian adalah
kurangnya pengalaman membaca buku-buku hasil penelitian sejarah termasuk
hasil-hasil skripsi, tesis, dan disertasi. Dalam hal ini akan berlaku dalil
bahwa tanpa input (membaca) yang cukup, maka output (gagasan dan
ide) juga tidak akan dihasilkan dengan baik. Jadi peneliti yang rajin membaca
kemungkinan besar akan lebih mudah untuk menemukan topik penelitian daripada peneliti
yang kurang membaca.
Mencari topik penelitian memang tidak hanya bisa
didapat dari membaca literatur dan sumber sejarah tetapi dapat juga dilakukan
dengan cara ‘membaca’ berbagai realitas dan masalah kekinian dengan sikap yang
kritis dan skeptis. Realitas ini antara lain dapat diamati secara langsung dan
dapat dijumpai di berbagai media massa seperti koran, majalah, televisi, radio,
situs internet, dan sebagainya. Berbagai persoalan yang sekarang ini sedang
dihadapi oleh masyarakat Indonesia antara lain: hutang negara yang menumpuk,
impor berbagai jenis komoditas pangan (beras, gula, jagung, kedelai, dan
sebagainya), kebangkrutan berbagai perusahaan negara, otonomi daerah, ancaman disintegrasi,
dan sebagainya.
Kecenderungan terkini tentang pemilihan topik yang
sedang dikembangkan oleh sejarawan-sejarawan muda adalah dengan mengambil
objek-objek penelitian sejarah yang secara konvensional barangkali tidak
diangap ‘nyejarah’ / memiliki sejarah, seperti sejarah sebuah gedung,
jembatan, stasiun kereta api, sungai, kompleks pemukiman, jalan, alun-alun,
pasar, simbol kota, dan sebagainya. Sudah barang tentu hal yang dianggap sepele
tersebut masih banyak dijumpai sebagai fenomena sosial dan lingkungan
keseharian yang aktual. Jadi dengan demikian orang tidak perlu mencari topik
penelitian sejarah dengan ‘point of departure’ dari masa lampau saja,
tetapi juga dari pertanyaan yang bersifat kekinian. Justru dengan hal demikian
itulah hasil penelitian sejarah akan selalu aktual, menjawab persoalan aktual,
dan akan memberikan pencerahan (enlightenment) kepada masyarakat yang
terbelenggu oleh ketidaktahuannya atau kesalahtahuannya tentang masa lampau
sesuatu.
No comments:
Post a Comment