Monday, March 6, 2017

Penerapan Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar


Salah satu bentuk satuan pendidikan dasar adalah Sekolah Dasar (SD) yang menyelenggarakan program pendidikan selama enam tahun. Keberadaannya adalah sangat urgen bagi kepentingan pengembangan sumber daya manusia, sebab mulai pendidikan di sekolah dasar seseorang dikembangkan untuk menguasai berbagai kemampuan dasar sebagai bekal dirinya bagi pendidikan selanjutnya. Pendidikan di sekolah dasar selain proses sosialisasi, juga mentransfer  pengetahuan dasar dari setiap bidang ilmu atau mensosialisasikan kebudayaan kepada warga masyarakat.
Pendidikan dasar pada hakekatnya menyiapkan anak bagi peralihan dari hubungan-hubungan keluarga yang tertutup, kemudian menyebar ke hubungan-hubungan masyarakat yang luas dan beraneka ragam.
Tujuan dari proses pendidikan di sekolah dasar adalah agar para Peserta didik mampu memahami potensi diri, peluang dan tuntutan lingkungan serta merencanakan masa depan melalui pengambilan serangkaian keputusan yang paling mungkin bagi dirinya. Seperi tertuang dalam kurikulum nasional bahwa tujuan akhir pendidikan dasar adalah diperolehnya pengembangan pribadi anak didik yang membangun dirinya dan ikut serta bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsa, mampu melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, mampu hidup di masyarakat dan mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan lingkungannya.
Pembelajaran di sekolah dasar menyampaikan berbagai konsep dasar keilmuan dan pengetahuan dalam upaya mencapai tujuan tersebut. Tujuan pendidikan akan tercapai apabila proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah sesuai dengan kondisi aktual Peserta didik dan pelaku pendidikan lainnya.   
Penerapan teori konstruktivisme dapat dilakukan di sekolah dasar sebagai salah satu proses pembelajaran bagi peserta didik. Proses pembelajaran dengan menerapkan teori konstruktivisme lebih memfokuskan pada kesuksesan peserta didik dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. Bukan kepatuhan peserta didik dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru. Dengan kata lain, peserta didik lebih didorong untuk merekonstruksi sendiri pengetahuan mereka melalui kegiatan asimilasi dan akomodasi.
Penerapan pembelajaran menurut teori konstruktivisme dijelaskan Postman & Weingartner (1969) seperti berikut ini :
“Di kelas, coba tidak memberitahu peserta didik sesuatu jawaban…jangan sediakan rencana pembelajaran. Singkatnya, peserta didik diberi tantangan berupa permasalahan yang mungkin menarik minat mereka. Kemudian, suruuh mereka memecahkan sendiri masalah tersebut tanpa dibimbing. Upayakan agar pertanyaan secara konsisten anda tunjukkan pada peserta didik tertentu berdasarkan hasil tes yang diperoleh mereka. Apabila peserta didik menanyakan sesuatu, jawablah bahwa anda tidak tahu jawabannya, walaupun sebenarnya anda tahu jawabannya. Jangan pedulikan walaupun situasi diam di antara peserta didik berlangsung lama. Situasi diam tersebut mungkin mengindikasikan bahwa peserta didik sedang berpikir.”

Keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses pengaitan sejumlah gagasan dan pengkonstruksian ilmu pengetahuan melalui lingkungannya sangat penting. Bahkan secara spesifik Hudoyo (1990) mengatakan bahwa seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari oleh apa yang telah diketahui orang lain. Oleh karena itu, untuk mempelajari suatu materi pelajaran yang baru, pengalaman belajar yang lalu dari orang lain baik itu dari guru, orang tua atau teman akan mempengaruhi terjadinya proses belajar tersebut. Proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik saat ini akan dipengaruhi berdasarkan pengalaman sebelumnya.  

No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive