Prinsip utama dalam pembelajaran dengan teori belajar
konstruktivisme adalah pertama, pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif,
tetapi secara aktif oleh struktur kognitif peserta didik. Kedua, fungsi kognisi
bersifat adaptif dan membantu pengorganisasian melalui pengalaman nyata yang
dimiliki anak.
Kedua pengertian di atas menekankan bagaimana
pentingnya keterlibatan anak secara aktif dalam proses pengaitan sejumlah
gagasan dan pengkonstruksian ilmu pengetahuan melalui lingkungannya. Seseorang
akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari oleh apa yang
telah diketahui orang lain. Oleh karena itu, untuk mempelajari suatu materi
matematika yang baru, pengalaman belajar yang lalu dari seseorang akan
mempengaruhi terjadinya proses belajar tersebut. Teori belajar konstruktivisme
lebih memfokuskan pada kesuksesan peserta didik dalam mengorganisasikan
pengalaman mereka. Peserta didik didorong untuk mengkonstruksi sendiri
pengetahuan mereka.
Peserta didik didorong dan diberi kesempatan untuk
aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik perlu diberi kesempatan untuk
bertanya, dan diberi kesempatan untuk memecahkan masalah sendiri tanpa harus
dibimbing atau diarahkan oleh guru. Hal ini dimungkinkan karena hasil
penelitian psikologis membuktikan bahwa pada saat belajar di dalam diri
individu berlangsung proses mengkonstruksi pengetahuan baru yang sedang
dihadapinya berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya.
Dalam upaya mengimplementasikan teori belajar
konstruktivisme, Tyler mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan
rancangan pembelajaran, sebagai berikut :
1.
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri
2.
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berfikir
tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif
3.
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba
gagasan baru
4.
Memberi pengalaman kepada peserta didik untuk mencoba
gagasan baru
5.
Mendorong peserta didik untuk memikirkan perubahan
gagasan mereka, dan
6.
Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
Sedangkan Hanbury mengemukakan sejumlah aspek dalam
kaitannya dengan pembelajaran mata pelajaran tertentu, yaitu :
1.
Peserta didik mengkonstruksi pengetahuan matematika
dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki
2.
Materi pelajaran menjadi lebih bermakna karena peserta
didik mengerti
3.
Strategi peserta didik lebih bernilai, dan
4.
Peserta didik mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan
saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya.
No comments:
Post a Comment