Monday, March 6, 2017

Peranan Guru dalam Penerapan Teori Konstruktivisme


Peserta didik dan guru merupakan komponen utama dalam proses pembelajaran, kedua komponen tersebut saling berinteraksi. Guru berperan untuk membantu Peserta didik agar belajar secara aktif dan kreatif, sedangkan peserta didik menerima berbagai konsep atau pengetahuan yang ditransformasikan guru.
Guru harus meningkatkan kesempatan belajar bagi peserta didik (kuantitas) dan meningkatkan mutu (kualitas) mengajarnya agar dapat mengajar dengan efektif. Kesempatan belajar peserta didik dapat ditingkatkan dengan cara melibatkan Peserta didik secara aktif dalam belajar. Hal ini berarti kesempatan belajar makin banyak dan optimal serta guru menunjukkan keseriusan saat mengajar. Dengan semakin banyak aktivitas peserta didik dalam belajar, semakin tinggi kemungkinan prestasi belajar yang dicapainya. Sedangkan dalam meningkatkan kualitas dalam mengajar hendaknya guru mampu merencanakan program pengajaran dan sekaligus mampu pula melakukannya dalam bentuk interaksi belajar mengajar.
Guru sebagai penggerak utama di sekolah terutama dalam hal mentransfer ilmu pengetahuan, membimbing dan mengarahkan peserta didik, harus senantiasa memiliki semangat yang besar dan berkeyakinan bahwa yang dilakukannya bukan hanya mengejar honorarium yang diterimanya, tetapi lebih dari itu sebagai amal ibadah dan amanah yang diberikan oleh orang tua peserta didik untuk mendidik putra-putri mereka agar menjadi anak yang berilmu berwawasan luas dan beradab.
Perhatian guru yang diberikan kepada anak didiknya dalam rangka pencapaian hasil belajar yang optimal baik menyangkut aspek intelektual, personal, maupun sosial. Peran dan fungsi untuk mengembangkan aspek-aspek tersebut perlu diwujudkan secara kondusif. Artinya dalam proses pembelajaran perlu adanya strategi upaya yang sistemik melalui pengintegrasian bidang pengajaran dan bimbingan.
Peran bimbingan dalam proses pembelajaran, guru diharapkan mampu membantu murid untuk memperhalus, menginternalisasikan dan mengintegrasikan sistem nilai dan pola-pola perilaku yang dipelajari melalui pendidikan secara umum. Secara operasional bahwa pelaksanaan pendidikan di sekolah dasar, guru memiliki tugas ganda yakni disamping sebagai guru kelas atau guru mata pelajaran, ia juga berperan sebagai guru pembimbing.
Tugas, peran serta tanggung jawab guru bukan sekedar sebagai penyampai pelajaran, bukan pula sebagai penerapan metode pembelajaran, melainkan guru adalah memiliki ”pribadi” yang secara keseluruhannya diwujudkan dalam bentuk interaksi dengan anak didiknya. Kemampuan menata iklim pembelajaran yang bernuansa bimbingan dan terciptanya kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan pribadi dan sosial bersamaan dengan mempelajari bahan ajar yang harus dikuasainya secara intelektual.
Peranan guru dalam menerapkan teori konstruktivisme adalah hanya sebagai fasilitator atau pencipta kondisi belajar yang memungkinkan peserta didik secara aktif mencari sendiri informasi, mengasimilasi dan mengadaptasi sendiri informasi dan mengkonstruksinya menjadi pengetahuan yang baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki masing-masing. Dengan kata lain, dalam pembelajaran konstruktivisme peserta didik memegang peran kunci dalam mencapai kesuksesan belajarnya, sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator.
Peserta didik dan guru masing-masing memiliki peran yang berbeda dan saling menunjang dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Setiap peran yang dilakukan akan memiliki dampak terhadap pelaksanaan proses pembelajaran. Begitu juga sebaliknya jika salah satu peran baik itu dari pihak peserta didik maupun dari pihak guru tidak dilaksanakan maka akan memiliki pengaruh terhadap proses pembelajaran secara keseluruhan.
 Perbandingan peranan peserta didik dan guru dalam pembelajaran konstruktivisme seperti terdapat dalam tabel berikut :

Peranan Peserta Didik
Peranan Guru
·       Berinisiatif mengemukakan masalah dan pokok pikiran, kemudian menganalisis dan menjawabnya sendiri
·       Bertanggungjawab sendiri terhadap kegiatan belajarnya atau penyelesaian suatu masalah
·       Secara aktif bersama dengan teman sekelasnya mendiskusikan penyelesaian masalah atau pokok pikiran yang mereka munculkan, dan apabila dirasa perlu dapat menanyakannya kepada guru
·       Atas inisiatif sendiri dan mandiri berupaya memperoleh pemahaman yang mendalam (deep understanding) terhadap sesuatu topik masalah belajar
·       Secara langsung belajar saling mengukuhkan pemikiran di antara mereka menjadi semakin dikembangkan
·       Secara aktif mengajukan dan menggunakan berbagai hipotesis (kemungkinan jawaban) dalam memecahkan suatu masalah
·       Secara aktif menggunakan berbagai data atau informasi pendukung dalam penyelesaian suatu masalah atau pokok pikiran yang dimunculkan sendiri atau yang dimunculkan oleh teman sekelas.
·       Mendorong peserta didik agar masalah atau pokok pikiran yang dikemukakannya sejelas mungkin agar teman sekelasnya dapat turut serta menganalisis dan menjawabnya
·       Merancang skenario pembelajaran agar peserta didik merasa bertanggungjawab sendiri dalam kegiatan belajarnya
·       Membantu peserta didik dalam penyelesaian suatu masalah atau pokok pikiran apabila mereka mengalami jalan buntu
·       Mendorong peserta didik agar mampu mengemukakan atau menemukan masalah atau pokok pikiran untuk diselesaikan dalam proses pembelajaran di kelas
·       Mendorong peserta didik untuk belajar secara kooperatif dalam menyelesaikan masalah atau pokok pikiran yang berkembang di kelas
·       Mendorong peserta didik agar secara aktif mengerjakan tugas-tugas yang menuntut proses analisis, sintesis, dan simpulan penyelesaiannya
·       Mengevaluasi hasil belajar peserta didik, baik dalam bentuk penilaian proses maupun dalam bentuk penilaian produk

            Terjadinya pergeseran peranan guru dalam pembelajaran konstruktivisme tentunya membawa dampak tertentu, misalnya guru merasa beban mengajarnya menjadi ringan karena membiarkan peserta didik untuk belajar sendiri. Hal ini tidak perlu terjadi karena perspektif konstruktivisme dalam pembelajaran di sekolah menitikberatkan pada pengalaman pendidikan yang dirancang untuk membantu peserta didik menguasai ilmu pengetahuan. Peserta didik didorong agar berperan serta secara aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan guru hanya akan memainkan peranan sebagai pembimbing atau fasilitator dalam memperkembangkan pengetahuan yang telah ada dalam diri peserta didik.

            

No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive