Peserta didik dan guru merupakan komponen utama dalam
proses pembelajaran, kedua komponen tersebut saling berinteraksi. Guru berperan
untuk membantu Peserta didik agar belajar secara aktif dan kreatif, sedangkan
peserta didik menerima berbagai konsep atau pengetahuan yang ditransformasikan
guru.
Guru harus meningkatkan kesempatan belajar bagi
peserta didik (kuantitas) dan meningkatkan mutu (kualitas) mengajarnya agar
dapat mengajar dengan efektif. Kesempatan belajar peserta didik dapat
ditingkatkan dengan cara melibatkan Peserta didik secara aktif dalam belajar.
Hal ini berarti kesempatan belajar makin banyak dan optimal serta guru
menunjukkan keseriusan saat mengajar. Dengan semakin banyak aktivitas peserta
didik dalam belajar, semakin tinggi kemungkinan prestasi belajar yang
dicapainya. Sedangkan dalam meningkatkan kualitas dalam mengajar hendaknya guru
mampu merencanakan program pengajaran dan sekaligus mampu pula melakukannya
dalam bentuk interaksi belajar mengajar.
Guru sebagai penggerak utama di sekolah terutama dalam
hal mentransfer ilmu pengetahuan, membimbing dan mengarahkan peserta didik,
harus senantiasa memiliki semangat yang besar dan berkeyakinan bahwa yang
dilakukannya bukan hanya mengejar honorarium yang diterimanya, tetapi lebih
dari itu sebagai amal ibadah dan amanah yang diberikan oleh orang tua peserta
didik untuk mendidik putra-putri mereka agar menjadi anak yang berilmu
berwawasan luas dan beradab.
Perhatian guru yang diberikan kepada anak didiknya
dalam rangka pencapaian hasil belajar yang optimal baik menyangkut aspek
intelektual, personal, maupun sosial. Peran dan fungsi untuk mengembangkan
aspek-aspek tersebut perlu diwujudkan secara kondusif. Artinya dalam proses
pembelajaran perlu adanya strategi upaya yang sistemik melalui pengintegrasian
bidang pengajaran dan bimbingan.
Peran bimbingan dalam proses pembelajaran, guru
diharapkan mampu membantu murid untuk memperhalus, menginternalisasikan dan
mengintegrasikan sistem nilai dan pola-pola perilaku yang dipelajari melalui
pendidikan secara umum. Secara operasional bahwa pelaksanaan pendidikan di
sekolah dasar, guru memiliki tugas ganda yakni disamping sebagai guru kelas
atau guru mata pelajaran, ia juga berperan sebagai guru pembimbing.
Tugas, peran serta tanggung jawab guru bukan sekedar
sebagai penyampai pelajaran, bukan pula sebagai penerapan metode pembelajaran,
melainkan guru adalah memiliki ”pribadi” yang secara keseluruhannya diwujudkan
dalam bentuk interaksi dengan anak didiknya. Kemampuan menata iklim
pembelajaran yang bernuansa bimbingan dan terciptanya kesempatan bagi siswa
untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan pribadi dan sosial bersamaan
dengan mempelajari bahan ajar yang harus dikuasainya secara intelektual.
Peranan guru dalam menerapkan teori konstruktivisme
adalah hanya sebagai fasilitator atau pencipta kondisi belajar yang
memungkinkan peserta didik secara aktif mencari sendiri informasi,
mengasimilasi dan mengadaptasi sendiri informasi dan mengkonstruksinya menjadi
pengetahuan yang baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki
masing-masing. Dengan kata lain, dalam pembelajaran konstruktivisme peserta
didik memegang peran kunci dalam mencapai kesuksesan belajarnya, sedangkan guru
hanya berperan sebagai fasilitator.
Peserta didik dan guru masing-masing memiliki peran
yang berbeda dan saling menunjang dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Setiap peran yang dilakukan akan memiliki dampak terhadap pelaksanaan proses
pembelajaran. Begitu juga sebaliknya jika salah satu peran baik itu dari pihak
peserta didik maupun dari pihak guru tidak dilaksanakan maka akan memiliki
pengaruh terhadap proses pembelajaran secara keseluruhan.
Perbandingan
peranan peserta didik dan guru dalam pembelajaran konstruktivisme seperti
terdapat dalam tabel berikut :
|
Peranan Peserta Didik
|
Peranan Guru
|
|
·
Berinisiatif mengemukakan masalah dan pokok
pikiran, kemudian menganalisis dan menjawabnya sendiri
·
Bertanggungjawab sendiri terhadap kegiatan
belajarnya atau penyelesaian suatu masalah
·
Secara aktif bersama dengan teman sekelasnya
mendiskusikan penyelesaian masalah atau pokok pikiran yang mereka munculkan,
dan apabila dirasa perlu dapat menanyakannya kepada guru
·
Atas inisiatif sendiri dan mandiri berupaya
memperoleh pemahaman yang mendalam (deep
understanding) terhadap sesuatu topik masalah belajar
·
Secara langsung belajar saling mengukuhkan
pemikiran di antara mereka menjadi semakin dikembangkan
·
Secara aktif mengajukan dan menggunakan
berbagai hipotesis (kemungkinan jawaban) dalam memecahkan suatu masalah
·
Secara aktif menggunakan berbagai data atau
informasi pendukung dalam penyelesaian suatu masalah atau pokok pikiran yang
dimunculkan sendiri atau yang dimunculkan oleh teman sekelas.
|
·
Mendorong peserta didik agar masalah atau
pokok pikiran yang dikemukakannya sejelas mungkin agar teman sekelasnya dapat
turut serta menganalisis dan menjawabnya
·
Merancang skenario pembelajaran agar peserta
didik merasa bertanggungjawab sendiri dalam kegiatan belajarnya
·
Membantu peserta didik dalam penyelesaian
suatu masalah atau pokok pikiran apabila mereka mengalami jalan buntu
·
Mendorong peserta didik agar mampu
mengemukakan atau menemukan masalah atau pokok pikiran untuk diselesaikan
dalam proses pembelajaran di kelas
·
Mendorong peserta didik untuk belajar secara
kooperatif dalam menyelesaikan masalah atau pokok pikiran yang berkembang di
kelas
·
Mendorong peserta didik agar secara aktif
mengerjakan tugas-tugas yang menuntut proses analisis, sintesis, dan simpulan
penyelesaiannya
·
Mengevaluasi hasil belajar peserta didik, baik
dalam bentuk penilaian proses maupun dalam bentuk penilaian produk
|
Terjadinya pergeseran peranan guru
dalam pembelajaran konstruktivisme tentunya membawa dampak tertentu, misalnya
guru merasa beban mengajarnya menjadi ringan karena membiarkan peserta didik
untuk belajar sendiri. Hal ini tidak perlu terjadi karena perspektif
konstruktivisme dalam pembelajaran di sekolah menitikberatkan pada pengalaman
pendidikan yang dirancang untuk membantu peserta didik menguasai ilmu pengetahuan.
Peserta didik didorong agar berperan serta secara aktif dalam proses
pembelajaran, sedangkan guru hanya akan memainkan peranan sebagai pembimbing
atau fasilitator dalam memperkembangkan pengetahuan yang telah ada dalam diri
peserta didik.
No comments:
Post a Comment