1. Pengertian
disiplin
Disiplin adalah sikap mental yang
mengandung kerelaan mematuhi semua ketentuan, peraturan & norma yang
berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab.
Ada dua faktor
yang mendorong terbentuknya kedisiplinan, yaitu :
- Dorongan dari dalam, yaitu pengalaman, kesadaran dan kemauan untuk berbuat disiplin
- Dorongan dari luar, yaitu perintah, larangan, pengawasan, pujian, ancaman dan sebagainya.
2. Tujuan
Tujuan disiplin yang terangkum dalam
demokrasi Pancasila yaitu pengakuan dan penghargaan terhadap kehormatan dan hak
setiap individu. Disiplin bukan merupakan hukuman, disiplin harus diartikan
sebagai suatu positif yang timbul dan tumbuh dari penentuan pada diri pribadi
secara sadar.
3. Kepribadian
sebagai wadah disiplin
Kepribadian adalah pola tingkah laku
yang menetap yang diperlihatkan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain
dan lingkungannya. Kepribadian yang mantap harus dapat memberikan pengaruh yang
besar terhadap manusia yang disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia.
4. Berbagai
konsep dan prinsip disiplin
a.
Suatu disiplin yang efektif harus didasarakan pada
pengarahan diri secara maksimal. Oleh karena itu diperlukan insiatif dan tanggung
jawab yang besar untuk menjalankan disiplin.
b.
Disiplin yang efektif didasarkan atas kebebasan,
keadaan dan persamaan kesempatan. Oleh karena itu disiplin dapat dihayati bila
mereka diberi kesempatan untuk mengalami kesalahan.
c.
Disiplin yang efektif akan membangun pemuda untuk
mengenal diri lebih baik sebagai individu yang unik dan mandiri
d.
Disiplin yang efektif akan membangun konsep diri
sebagai pemuda yakni sebagai individu yang bermartabat dan perlu dihormati.
e.
Disiplin yang efektif akan meningkatkan kesiapan
individu untuk pengarahan diri
f.
Disiplin yang efektif ditujukan pada pemuda yang
berkemampuan untuk melaksanakan sesuatu tanpa paksaan
g.
Disiplin yang efektif pada dasarnya menetap agar orang
tidak perlu melakukan penyesuaian terhadap perubahan disiplin
h.
Disiplin yang efektif jarang menggunakan hukuman
sebagai cara untuk menakut-nakuti
i.
Disiplin yang efektif tidak menggunakan kutukan sebagai
tuduhan atau penyesalan
5. Disiplin
Pribadi, Sosial dan Nasional
Disiplin mengarahkan seseorang pada
keterikatan pribadi, masyarakat dan negara yang terdapat dalam demokrasi
Pancasila yaitu keterikatan yang melahirkan kesesuaian, keseimbangan dan
keserasian antara kepentingan pribadi dengan kepentingan di luar kita,
kepentingan masyarakat dan negara. Disiplin pribadi adalah pengarahan diri
kepada tujuan yang ditumbuhkan melalui peningkatan kemampuan dan kemauan
mengendalikan diri melalui pelaksanaan yang menjadi tujuan dan kewajiban
pribadi pada diri kita sendiri. Disiplin sosial merupakan perwujudan dari
adanya disiplin pribadi yang berkembang melalui kewajiban pribadi dalam :
a. Individu
b. Karakteristik
: sikap, tingkah laku dan kepribadian
c. Disiplin
adalah sikap mental yang mengandung kerelaan memasuki semua ketentuan peraturan
dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab.
-
Disiplin Pribadi : yang biasa kita lakukan, disadari
dan tidak disadari
-
Disiplin Ilmu : mematuhi semua ketentuan yang telah
ditentukan sebagai ilmuwan
-
Disiplin Tugas : mematuhi semua ketentuan yang telah
ditentukan oleh atasan
-
Disiplin Nasional
: mematuhi semua ketentuan yang telah ditentukan oleh negara
d. Tujuan yang
hendak dicapai dari disiplin pribadi, ilmu, tugas dan nasional adalah untuk
mencapai sesuatu yang diharapkan oleh setiap individu.
e. Program yang
telah ditentukan dengan mematuhi disiplin tugas dan disiplin nasional maka
tujuan yang hendak dicapai akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan
f. Instruksi :
perintah dari atasan yang tidak boleh ditunda dan harus segera dilaksanakan
g. Pribadi :
perintah yang datang dari hati nurani dengan suatu kerelaan untuk melakukan
disiplin
No comments:
Post a Comment