Friday, March 10, 2017

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak


Pendidikan anak terdiri dari dua dua kata pendidikan dan anak. Pendidikan berasal dari kata didik yang artinya: Memelihara, merawat dan memberi latihan agar seseorang memiliki ilmu pengetahuan seperti yang diharapkan (tentang sopan santun, akal budi, akhlak, dan sebagainya). Sedangkan pendidikan sendiri artinya: Proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses perbuatan, cara mendidik. (Dariyanto, 1998 : 156)
Pembentukan sikap, pembinaan moral dan pribadi pada umunya, terjadi melalui pengalaman sejak kecil. Pendidik/pembina pertama adalah orang tua, kemudian guru, semua pengalaman yang dilalui oleh anak waktu kecilnya, akan merupakan unsur penting dalam pribadinya. (Daradjat, 1970: 78)

Dalam bahasa Arab ada beberapa istilah yang dipergunakan untuk menunjukkan pengertian pendidikan antara lain:
a.       At-Ta’lim yang berarti pengajaran
b.      At-Ta’dib yang berarti pendidikan yang bersifat khusus
c.       At-Tarbiyah yang berarti pendidikan (Asnelly, 1998 : 20)
Sedangkan pengertian pendidikan dalam UU RI No.20 Tahun 2003 ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (2005: 6)
Sedangkan definisi pendidikan bermacam-macam antara lain menurut Ahmad Marimba yang dikutip oleh  Abidin Ibn Rusn: “Pendidikan suatu bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh guru terhadap perkembangan jasmani dan rohani murid menuju terbentuknya kepribadian yang utama”. (1998 : 54)
Menurut Muhammad Abdurrahman pendidikan merupakan sebuah wahana untuk membentuk peradaban yang humanis terhadap seorang untuk menjadi bekal bagi dirinya dalam menjalani kehidupannya (2003:5)
Anak berarti keturunan yang dilahirkan (Dariyanto, 1998 : 38) Sedangkan Al-Qur’an mengibaratkan anak-anak sebagai perhiasan kehidupan dunia.  Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat al-Kahfi 46 yang berbunyi.
Artinya:
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shole adalah lebih baik pahalanya disisi tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan (QS. Al-Kahfi 46) (Depag RI, 1993: 450)
Dari pengertian di atas anak merupakan  generasi penerus keluarga, penerus bangsa dan negara, sehingga untuk menjadikannya generasi yang beriman, berbudi pekerti mulia  maka anak seyogyanya mendapat pendidikan yang menyangkut aspek jasmaniah dan rohaniah sejak dini.
Untuk itu peranan keluarga dalam masalah pendidikan anak sangat signifikan sehingga peranan keluarga sebagai wadah pendidikan diarahkan juga pada kedua aspek tersebut, yakni aspek jasmani dan aspek rohani.
Keluarga juga bertugas untuk mengajarkan kepada mereka tentang kebudayaan dan berbagai hal yang berada didalamnya, seperti: niali-nilai kemasyarakatan, tradisi, prinsip, keterampilan, dan pola perilaku dalam segala aspeknya. (Musthafa, 2003: 43)
Menurut pendapat M. A. As’aryie adalah selain memberikan pendidikan yang sifatnya kerohanian, orang tua wajib memberikan pendidikan jasmani (2001 : 192).
Jasmani berarti tubuh dan badan. Pendidikan jasmani berarti suatu proses pendidikan yang mengarah pada jasmaniah (hubungan dengan jasmani/tubuh) manusia. Karena keluarga sebagai tempat yang pertama dan utama.
Sedangkan menurut Ramayulis peranan keluarga dalam pendidikan anak yakni:
1.      Peranan keluarga dalam pendidikan jasmani dan kesehatan bagi   anak-anaknya.
2.      Peranan keluarga dalam pendidikan emosi
3.      Peranan keluarga dalam pendidikan akal
4.      Peranan keluarga dalam pendidikan  akhlak
5.      Peranan keluarga dalam pendidikan sosial keagamaan
6.      Peranan keluarga dalam pendidikanpenidikan keimanan (2001:81-96)
Jadi, keluarga merupakan kelompok manusia pertama yang menjalankan hubungan-hubungan kemanusiaan secara langsung terhadap anak. Dengan demikian keluarga memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap anak dalam mengenalkan berbagai bentuk perilaku social. (Musthafa, 2003: 43)
Di dalam pendidikan anak dalam keluarga  perlu diperhatikan dalam memberikan kasih sayang, jangan berlebih-lebihan dan jangan pula kurang. Oleh karena itu keluarga harus pandai dan tepat dalam memberikan kasih sayang yang dibutuhkan oleh anaknya. Pendidikan keluarga yang baik adalah: pendidikan yang memberikan dorongan kuat kepada anaknya untuk mendapatkan pendidikan-pendidikan agama. 
Pendidikan keluarga mempunyai pengaruh yang penting untuk mendidik anak. Hal tersebut mempunyai pengaruh yang positif dimana lingkungan keluarga memberikan dorongan atau memberikan motivasi dan rangsangan untuk menerima, memahami, meyakini, serta mengamalkan ajaran islam. Dalam keluarga hendaknya dapat direalisasikan tujuan pendidikan agama islam. Yang mempunyai tugas untuk merealisasikan itu adalah orang tua.
Ilmu tidak akan dimiliki seseorang tanpa adanya usaha untuk memperolehnya, maka dalam hal ini orang tua dituntut untuk menupayakan agar anak-anaknya memperoleh pengetahuan baik agama maupun umum.

Peran keluarga (orang tua) sangat besar dalam meningkatkan penddikan pengetahuan sebagai motivator semangat anak-anaknya sekaligus penyedia dana untuk menunjang terlaksananya proses pendidikan pengetahuan ini. Hal ini sesuai dengan pepatah jawa: Jer Basuki Mawa Bea (tiap kejayaan menghendaki pengorbanan) (Kohar, 1998:197)

No comments:

Post a Comment

Deskripsi Tinta Printer

 Deskripsi Umum Tinta Printer Tinta printer adalah cairan berwarna (atau hitam) yang digunakan dalam printer untuk membuat gambar atau teks ...

Blog Archive